MENGGALI ILMU MENDULANG UANG


TINGGINYA ARUS PENGUNJUNG WEB ANDA, BELUM TENTU BAGUS BUAT BISNIS ANDA

Marketing

Mungkin anda bertanya: “Lho, kok begitu?” Memang judul artikel ini agak janggal, di satu sisi Anda selaku pemilik situs web atau blog pasti mengharapkan banyak arus pengunjung ke web Anda, di sisi lain, untuk mendapatkan banyak pengunjung, Anda perlu melakukan iklan (advertising) yang harus Anda biayai.

Pernahkan terlintas dalam pikiran anda, jika pengunjung itu merupakan “hasil” iklan berbayar, misalnya PPC (Pay Per Click), maka berarti Anda harus membayar sesuai dengan jumlah klik yang diterima situs Anda. Nah, pada saat itulah Anda harus “berhitung” untuk menilai tentang perbandingan antara “biaya”, – yang Anda keluarkan untuk iklan -, dengan “manfaat” yang Anda peroleh. Dalam hubungan ini, manfaat jangan hanya diukur dari jumlah pengunjung web semata, melainkan juga harus diukur dari “pendapatan”, – keuntungan yang Anda terima dari penjualan.

Penilaian itu dikenal sebagai “cost-benefit analysis” (analisis biaya-manfaat) atau “cost-revenue analysis” (analisis biaya-pendapatan), atau seringkali disebut juga sebagai “input-output analysis” (analisis pasokan-keluaran). Simaklah contoh di bawah ini.

  1. Jika iklan yang Anda pasang, mendapat 100 klik @ Rp.500.- , maka Anda harus membayar Rp.50,000. Sekarang nilailah. Dengan biaya tersebut, apakah Anda berhasil melakukan penjualan produk Anda, berapa yang berhasil Anda jual? Jika Anda hanya berhasil menjual satu unit produk @ Rp.100,000 dengan keuntungan Rp.50,000 masih lumayan, Anda berhasil “menutup” biaya marketing (iklan) Anda. Tapi kalau tidak, bagaimana? Boleh jadi …, bahkan tidak ada penjualan sama sekali.
  2. Misalnya, jika iklan Anda mendapat 1000 klik, biayanya Rp.500,000, kan? Tapi jika hasil penjualan Anda, misalnya juga hanya satu unit, berarti Anda mengalami “defisit” (pengeluaran lebih besar dari pendapatan) sejumlah Rp.450,000. Dengan demikian biaya penjualan per unit (unit sales-cost) jadi jauh lebih besar (yaitu Rp.500,000/unit dari 1000 pengunjung dibanding Rp.50,000/unit dari 100 pengunjung).

Dilihat dari kemungkinan itulah, artikel ini saya beri judul seperti di atas, jumlah pengunjung yang lebih besar tidak selalu menghasilkan penjualan yang lebih besar. Walau demikian, harus diakui bahwa “kemungkinan” penjualannya memang lebih besar. Lantas, bagaimana mengatasi masalahnya?
Masalahnya terletak pada … :

  • bagaimana isi iklan Anda (copywriting);
  • kapan dan berapa lama Anda pasang (timing);
  • di mana Anda pasang (placement);
  • komposisi unsur pemasaran (marketing mix); dan
  • siapa sasaran iklan Anda (target market);
  • dsb. … dsb.

Namun demikian, Anda jangan menjadi KECUT, takut untuk beriklan setelah membaca artikel ini, tapi justru sebaliknya …  dengan mengetahui kemungkinan tersebut di atas, pemasaran Anda harus direncanakan dengan seksama, penuh perhitungan. Jangan sampai pemasangan iklan Anda, malah membuat Anda frustrasi di kemudian hari, karena sudah mengeluarkan biaya iklan begitu banyak, tapi penjualannya tidak mencukupi biaya iklannya.

Ada lagi hal yang perlu Anda catat agar Anda tidak frustasi, yaitu bahwa pemasangan iklan yang Anda lakukan pada suatu hari … tidak serta merta menghasilkan penjualan hari itu juga, atau … keesokan harinya. Kalau pun hal itu terjadi … adalah keberuntungan bisnis Anda, yang mencerminkan keberhasilan strategi iklan Anda.

2 Comments

2 Comments

  1. no 1 di google dan yahoNo Gravatar  •  Apr 27, 2010 @11:35

    Yup, saya kaget juga baca judulnya, tapi setelah baca isinya… setuju pak kalo pengunjungnya berasal dari klik PPC. Lain hal bila berasal dari search engine kan pak ?

  2. LehmannNo Gravatar  •  May 1, 2010 @11:43

    Betul mas Kurnia. Oleh karena itu harus dikombinasi antara iklan berbayar, iklan gratisan, SE dan trik2 lain seperti yg diajarkan mas Joko Susilo. Pengunjung asal SE pun belum tentu menghasilkan penjualan, hanya “meningkatkan peluang penjualan”.

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>