<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lehmann &#187; upaya tanpa henti</title>
	<atom:link href="http://lehmannsblog.com/tag/upaya-tanpa-henti/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lehmannsblog.com</link>
	<description>SERBA-SERBI BISNIS INTERNET</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 14:27:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>PERLUNYA NIAT, TEKAD DAN UPAYA UNTUK MENCAPAI PERUBAHAN</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/perlunya-niat-tekad-dan-upaya-untuk-mencapai-perubahan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=perlunya-niat-tekad-dan-upaya-untuk-mencapai-perubahan</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/perlunya-niat-tekad-dan-upaya-untuk-mencapai-perubahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan diri]]></category>
		<category><![CDATA[tekad]]></category>
		<category><![CDATA[upaya]]></category>
		<category><![CDATA[upaya tanpa henti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Banyak di antara Anda yang ingin melakukan perubahan diri untuk sukses. Namun lingkungan membuat Anda tidak berbuat apa pun untuk berubah. Artikel ini mengisahkan tentang “perlunya niat, tekad (internal motivation) dan upaya” atau “action” untuk mencapai suatu perubahan bagi kepentingan diri sendiri dan/atau bagi kaumnya.  Inilah kisahnya &#8230;  Selamat menikmati. KISAH SANG ELANG Seorang petani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak di antara Anda yang ingin melakukan perubahan diri untuk <a href="http://lehmannsblog.com/2009/03/anda-ingin-sukses">sukses</a>. Namun lingkungan membuat Anda tidak berbuat apa pun untuk berubah. Artikel ini mengisahkan tentang “perlunya niat, tekad (<em>internal motivation</em>) dan <a href="http://lehmannsblog.com/2009/08/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses">upaya</a>” atau “<a href="http://lehmannsblog.com/2009/05/action-maju-selangkah-mundur-dua-langkah">action</a>” untuk mencapai suatu perubahan bagi kepentingan diri sendiri dan/atau bagi kaumnya.  Inilah kisahnya &#8230;  Selamat menikmati.</p>
<h3>KISAH SANG ELANG</h3>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-282" title="Kisah Sang Elang" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/11/elang1.jpg" alt="SERBA-SERBI BISNIS INTERNET" width="150" height="113" />Seorang petani menemukan sebuah telur di sawahnya, dan ternyata telur yang ditemukannya itu adalah telur seekor elang. Namun si petani tersebut tidak menyadarinya.</p>
<p>Wah..lumayan nih dapet sebutir telur , bisa untuk tambahan menu makanan hari ini, pikir si petani. Sesampainya di rumah, petani tersebut urung melakukan niatnya, melihat bentuk telur itu yang agak besar dan berbeda dengan telur ayam biasanya.</p>
<p>Akhirnya si petani tersebut menaruh telur elang tersebut di kandang seekor ayam betina di belakang rumahnya untuk di erami.</p>
<p>Hari berganti hari, dan akhirnya telur elang itupun menetas bersama dengan telur- telur ayam lainnya. Masa kanak-kanak elang tersebut dihabiskan dengan anak-anak ayam yang lain. Dan akhirnya tingkah elang tersebut pun seperti layaknya ayam yang lain.</p>
<p>Si anak elang menjalani kehidupannya seperti ayam, seperti yang dilakukan sang saudara tirinya, mencari cacing,bermain dengan ayam-ayam.</p>
<p>Sehingga suatu saat dia melihat ada seekor elang terbang diatas mereka, sang anak elang pun terpana melihat elang tersebut terbang bebas diangkasa. “Wah enak ya si elang bisa terbang bebas”, kata si anak elang tersebut. ”Jangan mimpi deh, kamu kan ayam nggak bisa terbang seperti mereka”, kata saudara tiri si elang tersebut.</p>
<p>Anak elang tersebut tumbuh dewasa. Badannya semakin tegar, sayapnya <span id="more-281"></span>semakin kokoh-kuat, paruhnya semakin tajam, dan kakinya semakin mencengkram. Tapi dia masih saja bertingkah seperti ayam. Dia tidak berani untuk mengepakkan sayapnya, hanya bersedih melihat dirinya berbeda dengan ayam-ayam lainnya dan hanya bisa memandang ke langit memperhatikan burung-burung lain yang terbang. Hingga akhirnya si elang itupun mati tanpa ia bisa mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi di angkasa.</p>
<p>—————————-</p>
<p>Sebuah pelajaran yang berharga dari cerita di atas. Diibaratkan, diri kita adalah seekor elang yang sebetulnya mampu untuk terbang, melayang tinggi, dan bermain di angkasa. Hanya tinggal kemauan untuk mencoba mengepakkan sayap, maka kita akan bisa terbang bersama burung-burung yang lain dan malah bisa lebih tinggi kalau kita menyadari bahwa diri kita memiliki kelebihan dan kekuatan untuk melakukan hal itu.</p>
<p>Tapi sayang, kadang-kadang mental kita masih berada jauh dari impian, masih berkutat di dalam lingkungan yang sempit, kuno, dan tidak mau berubah seperti eleng tadi. Untuk keluar mencoba melakukan sesuatu hal yang baru masih belum bisa dan tidak berani melakukannya. Kita masih terkondisikan oleh lingkungan, tanpa mau tahu sebetulnya kita juga bisa menciptakan kondisi lingkungan.</p>
<p>Memang berat menjadi seekor elang di lingkungan ayam, karena memang sudah menjadi kebiasaan, menjadi sebuah tabiat, semua dilakukan atas asas tradisi. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, tidak ada salahnya untuk bisa berubah. Hidup adalah sebuah alur yang tidak selalu lurus. Ia bergerak dinamis mengikuti arah perkembangan jaman.</p>
<p>Banyak rintangan dan hambatan menjadikan sebuah pelajaran buat kita tuk bisa menghadapinya. Kesabaran tuk belajar mengepakkan sayap secara perlahan-lahan tapi pasti akan menunjukkan jati diri bahwa kita adalah manusia yang diciptakan oleh Allah secara sempurna yang diberikan akal untuk berpikir, tuk bertahan hidup, dan juga tuk bisa merasakan setiap perbedaan dengan perubahan.</p>
<p><strong><em>Artikel ini dapat disajikan berkat kerjasama sharing dengan </em></strong><strong><em><a title="BERBAGI INSPIRASI &amp; MOTIVASI" href="http://irmasustikablogspotcom.blogspot.com">Irma Sustika</a></em></strong><strong><em> diiringi penghargaan dan terima kasih. Semoga dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi banyak pembaca yang ingin melakukan perubahan diri.</em></strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PERLUNYA NIAT, TEKAD DAN UPAYA UNTUK MENCAPAI PERUBAHAN" url="http://lehmannsblog.com/?p=281"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/perlunya-niat-tekad-dan-upaya-untuk-mencapai-perubahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ANTARA IMPIAN, MOTIVASI, UPAYA DAN SUKSES</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 05:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[dreaming]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[keyword]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[start]]></category>
		<category><![CDATA[stop]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[upaya tanpa henti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/stop-dreaming-start-action-kontes-seo-jokosusilo/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[STOP DREAMING START ACTION &#8230; and &#8230; KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING !!! Semakin dalam Anda menekuni Bisnis, Anda akan semakin yakin bahwa SUKSES itu perlu &#8211; bahkan harus &#8211; dicapai dengan UPAYA TANPA HENTI. Tanpa upaya keras, sulit &#8211; bahkan mustahil &#8211; sukses dapat tercapai. Di samping itu, untuk UPAYA TANPA HENTI perlu &#8211; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STOP DREAMING START ACTION &#8230; and &#8230; KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING !!!</strong><br />
<img class="alignright size-full wp-image-193" title="KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/08/AG00160_.GIF" alt="KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING" width="95" height="96" />Semakin dalam Anda menekuni Bisnis, Anda akan semakin yakin bahwa SUKSES itu perlu &#8211; bahkan harus &#8211; dicapai dengan UPAYA TANPA HENTI. Tanpa upaya keras, sulit &#8211; bahkan mustahil &#8211; sukses dapat tercapai.<br />
Di samping itu, untuk UPAYA TANPA HENTI perlu &#8211; bahkan HARUS ada motivasi, &#8211; baik dari dalam (<em>internal</em>) seperti angan-angan, impian, cita-cita atau obsessi dan semangat -, maupun dari luar (<em>external</em>), &#8211; dari bangku sekolah/kuliah, bacaan (buku, koran, majalah, blog dsb.), atau pengalaman orang lain.<br />
Di bawah ini, saya sampaikan sebuah cerita mengenai UPAYA TANPA HENTI yang berakhir SUKSES. Cerita ini sudah sering disampaikan oleh banyak <span id="more-192"></span>orang, bahkan banyak juga yang sudah menulisnya. Mungkin Anda sudah pernah mendengar atau membaca cerita ini, yaitu tentang dua  Suku A dan B yang desanya mengalami kekeringan karena musim kering yang berkepanjangan.<br />
Pendek cerita, kedua penduduk Desa Suku itu mengadakan upacara memohon hujan dengan cara menari-nari sebagaimana lazimnya adat dan kepercayaan mereka masing-masing.<br />
Setelah beberapa hari dilakukan upacara itu, suku A sudah merasa tidak berhasil sehingga menghentikan upacara tariannya dan menugaskan &#8220;pionir&#8221; untuk &#8220;mengintip&#8221; apa yang dikerjakan suku B, karena menurut berita, &#8211; tidak resmi -, di desa suku B berhasil turun hujan. Ternyata berita itu benar, masyarakat suku desa B melakukan upacara tarian itu sehingga menghasilkan hujan.<br />
Maka kembalilah pionir suku A ke desanya dan melaporkan bahwa berita itu benar, di desa B berhasil turun hujan setelah upacara yang sama seperti yang dilakukan oleh suku A.<br />
Akhirnya kepala suku A memutuskan untuk melakukan lagi upacara &#8230; Satu jam, dua jam &#8230; sehari, dua hari &#8230; seminggu, dua minggu &#8230; belum juga berhasil turun hujan. Masyarakat suku A mulai lagi merasa putus asa dan mengusulkan kepada kepala suku untuk menghentikan upacara &#8230; Suku A akhirnya menyerah, dan pergilah Kepala Suku A itu berkunjung ke desa Suku B.<br />
Dalam kesempatan itu dengan berat hati dan malu-malu, Kepala Suku A menanyakan bagaimana caranya bisa mendatangkan hujan dengan upacara yang dilakukannya, sedangkan di desanya (Suku A) dengan melakukan upacara yang sama tidak juga turun hujan. Maka terjadilah dialog seperti di bawah ini.<br />
Kepala Suku B (KS-B) bertanya: &#8220;Berapa hari kalian melakukan upacara itu?&#8221;<br />
Kepala Suku A (KS-A) menjawab dengan semangat: &#8220;Dua Minggu, pak&#8221;.<br />
KS-B: &#8220;Lantas, setelah dua minggu kalian menghentikan upacara?<br />
KS-A: &#8220;Betul, pak&#8221;.<br />
KS-B: &#8220;Nah, itulah bedanya &#8230; dengan yang kami lakukan&#8221;.<br />
KS-A: &#8220;Apa bedanya, pak?&#8221;.<br />
KS-B: &#8220;Kami tidak menghentikan upacara setelah dua minggu, karena belum turun hujan&#8221;.<br />
KS-A: &#8220;Lantas &#8230;?&#8221;<br />
KS-B: &#8220;Kami baru menghentikan upacara setelah &#8230; terjadi turun hujan&#8221;.<br />
KS-A: &#8220;Oooooo&#8230;!&#8221;<br />
Apa yang dapat kita tarik pelajaran dari PESAN yang terkandung dalam cerita di atas sangat sesuai dengan semangat <em>Stop Dreaming Start Action</em>, dan artikel saya terdahulu yang diterbitkan untuk Kontes SEO Joko Susilo, &#8220;KEEP ON YOUR ACTION ROLLING TILL YOUR DREAMS COME TRUE&#8221; yang pesannya memotivasi semangat  &#8220;Action Terus Sampai Berhasil&#8221; seperti yang dianjurkan Joko Susilo dalam artikelnya &#8220;<a href="http://www.jokosusilo.com/2009/03/16/5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-menjadi-sukses">5-Hal Yang Melejitkan Orang-orang Menjadi Sukses&#8221;</a>, di mana KERJA KERAS merupakan salah satu dari 5-Hal tersebut.<br />
Yang seringkali dilakukan orang adalah melupakan impiannya setelah gagal sekali, gagal duakali, &#8230; atau gagal ketiga kalinya.  Putus asa &#8230; dan &#8230; frustrasi. Padahal kalau upaya Anda dilanjutkan tanpa henti (action &#8230; and keep on action) sampai impian terwujud, maka Insya Allah, cepat atau lambat Anda dapatkan Impian Anda.<br />
Ilmu manajemen mengajarkan: &#8220;Tidak ada yang salah dengan kerja keras. Yang salah adalah kerja keras tanpa efisiensi dan efektivitas&#8221;&#8230; ?!? Effisiensi dan Effektivitas menghasilkan Produktivitas &#8230; menuju KEBERHASILAN &#8230; alias &#8230; SUKSES. Tapi kita perlu juga ingat, bahwa meskipun sudah sukses, upaya pun harus selalu dilakukan agar sukses pertama menghasilkan sukses berikutnya. &#8230; Setuju?</p>
<p><strong>Salam Action, Tetap Semangat !</strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="ANTARA IMPIAN, MOTIVASI, UPAYA DAN SUKSES" url="http://lehmannsblog.com/stop-dreaming-start-action-kontes-seo-jokosusilo/?p=192"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

