<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lehmann &#187; tagline</title>
	<atom:link href="http://lehmannsblog.com/tag/tagline/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lehmannsblog.com</link>
	<description>SERBA-SERBI BISNIS INTERNET</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Oct 2011 08:23:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>CARA CERDAS MEMANFAATKAN KEYWORDS</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/cara-cerdas-memanfaatkan-keywords.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cara-cerdas-memanfaatkan-keywords</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/cara-cerdas-memanfaatkan-keywords.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 09:38:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[bulletted text]]></category>
		<category><![CDATA[huruf miring]]></category>
		<category><![CDATA[huruf tebal]]></category>
		<category><![CDATA[keywords]]></category>
		<category><![CDATA[keywords yang tepat]]></category>
		<category><![CDATA[se]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[situs]]></category>
		<category><![CDATA[tagline]]></category>
		<category><![CDATA[tanda kutip]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia internet, website dan blog membutuhkan keywords untuk menjaring pengunjung melalui Search Engine. Peluncuran situs (web dan blog) tanpa keywords yang tepat membuat search engine tidak dapat mengenal situs dengan mudah dan cepat. Sekedar berbagi pengalaman saya pribadi, saya sampaikan di bawah ini. Dalam blog saya yg lain, caretourism.wordpress.com tentang kepariwisataan, saya menulis  artikel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam dunia internet, <em>website</em> dan <em>blog</em> membutuhkan <em>keywords</em> untuk menjaring pengunjung melalui <em>Search Engine</em>. Peluncuran situs (web dan blog) tanpa <em>keywords</em> yang tepat membuat <em>search engine</em> tidak dapat mengenal situs dengan mudah dan cepat.<br />
Sekedar berbagi pengalaman saya pribadi, saya sampaikan di bawah ini.<br />
Dalam blog saya yg lain, caretourism.wordpress.com tentang kepariwisataan, saya menulis  <a href="http://caretourism.wordpress.com/2009/03/11/hubungan-ecotourism-ecological-tourism-responsible-tourism-dan-sustainable-tourism">artikel tentang pemanfaatan bangunan tua</a> peninggalan Belanda, antara lain saya menyebut Hotel Ambacang, yang merupakan alih fungsi menjadi hotel. Nah, pada waktu kejadian Gempa Padang, akhir September 2009, Hotel Ambacang menjadi berita utama karena mengalami kerusakan “hampir total”. Dalam bulan Oktober 2009, &#8211; beberapa hari setelah terjadi gempa -, blog saya kebanjiran pengunjung, melonjak dengan sekitar 3,000 pengunjung dalam waktu 10 hari. Kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga buat saya tentang pentingnya <em>&#8220;keywords</em> yang tepat&#8221;. Artikel lain yang saya tulis masih tentang bencana alam, yang diberi judul &#8220;<a href="http://caretourism.wordpress.com/2009/10/04/dampak-bencana-alam-pada-kepariwisataan">Dampak Bencana Alam Pada Kepariwisataan</a>&#8220;, ternyata kemudian, hingga saat ini banyak di antara pengunjung yang menggunakan keyword atau <em>phrase</em> &#8220;Dampak Bencana Alam&#8221; dalam mencari blog tersebut, bahkan tiap minggu selalu dalam jumlah cukup besar. Lonjakan pengunjung terjadi lagi pada tahun 2010 ketika Padang / SUMBAR diguncang gempa kembali.<br />
Kebiasaan <em>browsing</em> dan <em>blog walking</em>, termasuk ke blog luar negeri yang <span id="more-397"></span>berbahasa Inggris, membuat saya mendapat pengetahuan lain, yaitu &#8220;memanfaatkan <em>keywords</em> dalam <em>tagline</em>&#8220;. Selain hasil <em>blog walking</em>, beberapa artikel <em>online</em> maupun <em>offline</em> memberikan pelajaran mengenai &#8220;Apa yang disukai oleh <em>Search Engine</em>&#8221; (mudah terbaca oleh SE). Banyak di antara pembuat website hanya fokus pada &#8220;<em>design</em>&#8221; dan tampilan yang cantik, tanpa menaruh perhatiannya pada SEO (<em>Search Engine Optimization</em>) yang dibutuhkan agar situsnya mudah terdeteksi oleh SE. Ada beberapa cara yang dapat meningkatkan SEO,  antara lain adalah:</p>
<ol>
<li><strong>Tempatkan <em>keyword</em> dalam Judul.</strong> Saya kira kita semua sepakat, bahwa Judul artikel memang sangat penting, bukan hanya sebagai daya pikat bagi pembaca, melainkan juga bagi SE, &#8211; ingat bahwa SE juga adalah &#8220;pembaca&#8221; Anda -;</li>
<li><strong>Tulislah <em>keyword</em> dengan huruf tebal (<em>bold</em>)</strong>. Huruf tebal selalu akan menarik perhatian &#8220;pembaca&#8221;;</li>
<li><strong><em>Keyword</em> ditulis dengan huruf miring (<em>Italic</em>).</strong> Kata-kata yang ditulis dengan huruf miring menandakan &#8220;sesuatu yang khusus&#8221;;</li>
<li><strong><em>&#8220;Bulleted Text&#8221;</em> yang mengandung <em>keyword</em>.</strong> Pengaturan dengan &#8220;<em>bulleted line</em>&#8221; memberikan kemudahan bagi siapa pun untuk membacanya, tidak terkecuali bagi SE;</li>
<li><strong>Keywords  ditulis dalam &#8220;tanda kutip&#8221;</strong>. Sama halnya dengan huruf tebal dan miring, tanda kutip menunjukkan bahwa kata tersebut dinilai sebagai hal yang khusus atau penting;</li>
<li><strong>Kata-kata yang ditulis dengan ukuran huruf (<em>font</em>) lebih besar dari lainnya.</strong> Ini pun merupakan pertanda bahwa kata-kata tersebut dinilai penting.</li>
<li><strong><em>Keyword</em> yang ditulis berulang</strong> (dalam jumlah &#8220;memadai&#8221;, jangan lebih dari 10 kali agar tidak dinilai SPAMMING). Tentu saja kata-kata yang diulang dinilai oleh pembaca sebagai &#8220;inti atau subyek&#8221; daripada artikel tersebut;</li>
<li><strong>Banyak menerima <em>link</em>.</strong> SE akan menempatkan situs Anda pada urutan di atas jika banyak memperoleh <em>link</em> yang masuk (<em>incoming link</em>), dan &#8230; ;</li>
<li><strong>Masih banyak cara</strong> untuk mempermudah situs Anda terbaca oleh SE.</li>
</ol>
<p>Suatu hal yang harus Anda hindari adalah hal-hal yang &#8220;tidak disukai oleh SE&#8221;. Ada di antara Anda yang tahu ?</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="CARA CERDAS MEMANFAATKAN KEYWORDS" url="http://lehmannsblog.com/?p=397"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/cara-cerdas-memanfaatkan-keywords.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HUBUNGAN BRAND DENGAN PEMASARAN PRODUK</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 12:12:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[differensiasi produk]]></category>
		<category><![CDATA[diversifikasi produk]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[product branding]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>
		<category><![CDATA[tagline]]></category>
		<category><![CDATA[tema promosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi tentang &#8220;Lebih Penting Mana, Brand atau Produk?&#8221; beberapa waktu lalu, di blog JokoSusilo.com menarik dan menggugah saya menulis soal itu, terutama mengenai hubungannya dengan fungsi pemasaran suatu produk. Kita mengenal beberapa fungsi marketing, salah satu di antaranya adalah &#8220;branding&#8221;. Dalam komentar saya pada blog tersebut, brand itu seharusnya melekat pada produk. Dalam arti &#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-142" title="Contoh Brand dari Produk Kecap" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/05/4167b.jpg" alt="Contoh Brand dari Produk Kecap" width="150" height="150" />Diskusi tentang &#8220;<a href="http://jokosusilo.com/2009/05/05/lebih-penting-mana-brand-atau-produk">Lebih Penting Mana, Brand atau Produk</a>?&#8221; beberapa waktu lalu, di blog JokoSusilo.com menarik dan menggugah saya menulis soal itu, terutama mengenai hubungannya dengan fungsi pemasaran suatu produk.</p>
<p>Kita mengenal beberapa fungsi marketing, salah satu di antaranya adalah &#8220;branding&#8221;. Dalam komentar saya pada blog tersebut, brand itu seharusnya melekat pada produk. Dalam arti &#8230; tanpa produk, &#8211; apa yang akan diberi brand? Ketika itu saya memberi contoh, kalau kita mendengar &#8220;rojolele&#8221; &#8211; yang terpikir oleh kita adalah &#8220;beras&#8221;. Tapi, kalau kita mendengar kata beras, bisa bermacam-macam brand yang melintas di pikiran kita. Bisa &#8220;rojolele&#8221;, bisa &#8220;setra ramos&#8221;, bisa &#8220;pandan wangi&#8221; dsb. Padahal produknya adalah beras-beras juga.</p>
<p>Kalau Anda bicara soal mobil, terlintas dalam pikiran Anda berbagai &#8220;merk&#8221; <span id="more-141"></span>(brand) seperti Mercedes, BMW, Fiat, Opel, Ford, Chevrolet, Toyota, Mitsubishi, Suzuki dsb. yang sekaligus membawa nama fabrikan (producer). Kalau Anda bicara soal salah satu merk itu, misalkan Toyota, maka timbul pertanyaan yang menjurus pada produk yang lebih spesifik.</p>
<p>&#8220;Jenisnya apa?&#8221; Truk, Bus, Sedan, Pick-up, Minibus, dsb. Lebih spesifik lagi kalau Anda bicara soal &#8220;jenisnya&#8221; misalnya, Toyota Sedan, maka timbul pertanyaan lebih lanjut, tipenya apa? Crown, Corona, Corolla dsb. Selanjutnya jika ada orang bicara soal Kijang misalnya, Anda tahu bahwa yang dibicarakan adalah Toyota Jenis Minibus atau Pick-up.</p>
<p>Di situlah peran branding dalam hubungannya dengan diversifikasi dan differensiasi produk.</p>
<p>Nah, jika Anda hubungkan dengan SMUO, maka yang terlintas di pikiran Anda suatu &#8220;Program Pembelajaran Bisnis Online&#8221; yang diproduksi dan disalurkan oleh FormulaBisnis.com.</p>
<p>Pertanyaan yang mungkin terlintas di pikiran Anda, &#8220;Jadi mana yang harus kita promosikan? SMUO atau FormulaBisnis.com?</p>
<p>Dalam hal ini, karena SMUO adalah satu-satunya produk yang diproduksi dan ditawarkan oleh FormulaBisnis. Maka jika Anda mempromosikan FormulaBisnis maka Anda sekaligus mempromosikan SMUO. Demikian juga jika Anda mempromosikan SMUO, sekaligus mempromosikan FormulaBisnis.</p>
<p>Sama halnya jika Anda mempromosikan &#8220;rojolele&#8221; (brand) berarti sekaligus mempromosikan beras (produk).</p>
<p>Perkembangan selanjutnya, FormulaBisnis.com menciptakan produk baru dengan brand RahasiaBlogging yang disalurkan oleh RahasiaBlogging.com.</p>
<p>Jika Anda mencari iklan Bisnis Online atau Bisnis Internet, maka Anda akan menjumpai juga berbagai produk selain SMUO.</p>
<p>Sama halnya jika Anda mencari iklan &#8220;kecap&#8221; Anda akan menjumpai tawaran kecap dari berbagai &#8220;merk&#8221;, &#8230; sekedar contoh: termasuk merk &#8220;Bola Dunia&#8221; (lihat ilustrasi).</p>
<p>Soal berikutnya adalah &#8220;tema promosi&#8221;, disebut juga &#8220;Tagline&#8221;, yang mengacu pada brand dan produk yang Anda jual.</p>
<p>Apa yang terlintas di pikiran Anda jika membaca Iklan Promosi : &#8220;Banjir Kok Naik Sedan&#8221; &#8230; atau &#8230; &#8220;Memang Tiada Duanya&#8221;.</p>
<p>Nah, pikirkanlah brand untuk produk Anda sebelum Anda meluncurkannya, dan &#8230; jangan lupa &#8220;Tema Promosinya&#8221;.</p>
<p>Masih ingat artikel <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting">Perlunya Membedakan Copywriting dengan Copywriting?</a></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="HUBUNGAN BRAND DENGAN PEMASARAN PRODUK" url="http://lehmannsblog.com/?p=141"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

