Browsing the archives for the tagline tag.


CARA CERDAS MEMANFAATKAN KEYWORDS

Marketing

Dalam dunia internet, website dan blog membutuhkan keywords untuk menjaring pengunjung melalui Search Engine. Peluncuran situs (web dan blog) tanpa keywords yang tepat membuat search engine tidak dapat mengenal situs dengan mudah dan cepat.
Sekedar berbagi pengalaman saya pribadi, saya sampaikan di bawah ini.
Dalam blog saya yg lain, caretourism.wordpress.com tentang kepariwisataan, saya menulis  artikel tentang pemanfaatan bangunan tua peninggalan Belanda, antara lain saya menyebut Hotel Ambacang, yang merupakan alih fungsi menjadi hotel. Nah, pada waktu kejadian Gempa Padang, akhir September 2009, Hotel Ambacang menjadi berita utama karena mengalami kerusakan “hampir total”. Dalam bulan Oktober 2009, – beberapa hari setelah terjadi gempa -, blog saya kebanjiran pengunjung, melonjak dengan sekitar 3,000 pengunjung dalam waktu 10 hari. Kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga buat saya tentang pentingnya “keywords yang tepat”. Artikel lain yang saya tulis masih tentang bencana alam, yang diberi judul “Dampak Bencana Alam Pada Kepariwisataan“, ternyata kemudian, hingga saat ini banyak di antara pengunjung yang menggunakan keyword atau phrase “Dampak Bencana Alam” dalam mencari blog tersebut, bahkan tiap minggu selalu dalam jumlah cukup besar. Lonjakan pengunjung terjadi lagi pada tahun 2010 ketika Padang / SUMBAR diguncang gempa kembali.
Kebiasaan browsing dan blog walking, termasuk ke blog luar negeri yang

Continue Reading »

4 Comments

HUBUNGAN BRAND DENGAN PEMASARAN PRODUK

Marketing

Contoh Brand dari Produk KecapDiskusi tentang “Lebih Penting Mana, Brand atau Produk?” beberapa waktu lalu, di blog JokoSusilo.com menarik dan menggugah saya menulis soal itu, terutama mengenai hubungannya dengan fungsi pemasaran suatu produk.

Kita mengenal beberapa fungsi marketing, salah satu di antaranya adalah “branding”. Dalam komentar saya pada blog tersebut, brand itu seharusnya melekat pada produk. Dalam arti … tanpa produk, – apa yang akan diberi brand? Ketika itu saya memberi contoh, kalau kita mendengar “rojolele” – yang terpikir oleh kita adalah “beras”. Tapi, kalau kita mendengar kata beras, bisa bermacam-macam brand yang melintas di pikiran kita. Bisa “rojolele”, bisa “setra ramos”, bisa “pandan wangi” dsb. Padahal produknya adalah beras-beras juga.

Kalau Anda bicara soal mobil, terlintas dalam pikiran Anda berbagai “merk”

Continue Reading »

3 Comments