<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lehmann &#187; formulabisnis</title>
	<atom:link href="http://lehmannsblog.com/tag/formulabisnis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lehmannsblog.com</link>
	<description>SERBA-SERBI BISNIS INTERNET</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Aug 2010 03:36:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>MEMILIH TOPIK BLOG ANDA</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2010/03/memilih-topik-blog-anda/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2010/03/memilih-topik-blog-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 15:37:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jokosusilo]]></category>
		<category><![CDATA[keberhasilan]]></category>
		<category><![CDATA[pembaca]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>
		<category><![CDATA[topik blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Pilihlah Topik Blog Anda Agar Berhasil. Keberhasilan blog Anda merupakan hasil jerih payah serta pengorbanan atas waktu dan upaya Anda. Apa tolok ukur keberhasilan bagi Anda? Tiap orang mempunyai tolok ukur yang berbeda mengenai keberhasilan, tergantung pada &#8220;Apa yang menjadi harapan Anda pada saat memulai kegiatan blogging&#8221;, bahkan sebelumnya lagi. Minimal pemilik blog mengharapkan blognya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pilihlah Topik Blog Anda Agar Berhasil.</strong></p>
<p>Keberhasilan blog Anda merupakan hasil jerih payah serta pengorbanan atas waktu dan upaya Anda.<br />
<em>Apa tolok ukur keberhasilan bagi Anda?</em><br />
Tiap orang mempunyai tolok ukur yang berbeda mengenai keberhasilan, tergantung pada &#8220;Apa yang menjadi harapan Anda pada saat memulai kegiatan blogging&#8221;, bahkan sebelumnya lagi. Minimal pemilik blog mengharapkan blognya banyak pengunjung dan pembacanya, dan tentu saja jika blog itu berkaitan dengan bisnis, maka <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan">&#8220;penjualan&#8221;</a> juga bisa menjadi tolok ukur keberhasilan blog Anda.<br />
Agar blog Anda berhasil ada beberapa tip yang dapat Anda ikuti dalam memilih topik yang akan Anda sampaikan dalam blog yang Anda harapkan akan membawa Anda ke jalur menuju tercapainya tujuan blogging Anda.</p>
<ol>
<li><strong>Topik yang Anda pilih harus menyangkut hal yang Anda sukai.</strong><br />
Jika Anda menyukai suatu topik, sudah pasti Anda akan senang hati meng-update blog Anda setiap saat. Blog yang di-update beberapa kali dalam sehari akan dengan mudah mencapai sukses. Jika blog Anda berada dalam jalur sukses, Anda perlu memelihara isi blog Anda selalu &#8220;baru&#8221; yang berarti Anda perlu meng-update blog Anda secara konsisten. Anda dapat melihat blog jokosusilo yang selalu menampilkan topik-topik baru dalam tempo yang singkat, kadang sehari dijumpai dua topik baru, paling sedikit tiap dua hari ada topik baru. Yakinkan diri Anda bahwa topik yang Anda pilih merupakan <span id="more-340"></span>topik yang Anda rasakan sangat suka untuk menulisnya. Jika tidak, Anda akan merasa bosan dan tidak bersemangat menuliskannya. Tapi jangan lupa, &#8230; topik yang Anda sukai pun harus &#8220;disukai&#8221; pembacanya. Jadi pilihlah topik yang Anda rasakan akan Anda senangi untuk menulisnya serta disukai banyak orang &#8211; untuk jangka waktu yang lama, kalaupun tidak untuk selamanya.</li>
<li><strong>Pilihlah topik yang Anda suka untuk membahasnya dengan orang lain.</strong><br />
Dalam hubungan ini blog yang sukses mempersyaratkan adanya komunikasi dua-arah, yaitu antara Anda (selaku blogger) dengan para pembaca blog Anda. Jika pembaca blog Anda memberi komentar atas blog Anda atau mengirim email untuk membahasnya lebih lanjut, Anda harus bersikap responsif dan menyambut mereka. Lagi-lagi, ingin saya mengacu pada blognya jokosusilo, yang berhasil &#8220;menarik&#8221; ratusan ribu penggemar dari komunitas blogger, bukan hanya anggota formulabisnis saja, melainkan yang bukan anggota pun ikut terlibat. Jadi ternyata, komunitas yang Anda ciptakan merupakan kunci ke jalan sukses blog Anda.</li>
<li><strong>Topik yang Anda pilih pun harus Anda rela untuk diperdebatkan dengan orang lain.</strong><br />
Jika blog Anda berkembang, maka semakin banyak orang yang mendatanginya. Anda harus ingat bahwa para pengunjung blog Anda terdiri dari berbagai kalangan dengan berbagai pendapat. Di antara mereka ada saja yang tidak setuju atas apa yang Anda tulis. Masih merupakan pengamatan saya atas blog jokosusilo, membuktikan bahwa diskusi tentang topik yang ditulisnya serta perdebatan yang &#8220;sehat&#8221; membawanya ke jenjang sukses.</li>
<li><strong>Janganlah memilih Topik tentang hal yang Anda sendiri merasa sensitif.</strong><br />
Ketika blog Anda semakin berkembang, dan semakin banyak pengunjungnya, tidak mustahil ada saja pengunjung yang bukan sekedar &#8220;tidak setuju&#8221; melainkan bersifat &#8220;menentang keras&#8221; sehingga boleh jadi Anda diserangnya secara pribadi. Saya teringat, suatu ketika blog jokosusilo tidak luput dari &#8220;cacian&#8221; dan pendapat negatif. Namun, Sang Guru tetap bersikap DINGIN dan mengatasinya dengan jawaban bijaksana yang tidak mempertajam suasana. Agaknya untuk bersikap seperti itu, Anda perlu memiliki hati yang dingin, otak yang jernih &#8230; dan &#8230; tebal kulit muka (rai gedek, Jawa).</li>
<li><strong>Topik Anda pun harus merupakan hal yang Anda rasakan suka untuk menelitinya.</strong><br />
Agar blog Anda mencapai sukses, Anda perlu meng-update diri dengan berita, peristiwa dan informasi yang mutakhir tentang topik yang Anda tulis. Dalam suasana dan situasi perkembangan teknologi informasi seperti sekarang ini, perubahan informasi demikian cepatnya, sehingga Anda perlu banyak membaca tentang berbagai topik yang menarik. Salah satu aspek yang unik dari blog adalah kemampuannya untuk menyajikan <strong>informasi yang segar</strong>, <strong>isi yang berguna</strong>, serta <strong>diskusi tentang berbagai topik</strong> yang bervariasi. Dengan demikian blog Anda akan mampu menyajikan informasi yang selalu baru dan relevan bagi pembaca Anda, seperti yang dilakukan juga oleh Guru Blogger Joko Susilo yang baru-baru ini menyajikan berbagai trik baru tentang &#8220;pemanfaatan&#8221; Facebook untuk jejaring Reseller.</li>
</ol>
<p>Informasi dan petunjuk yang senada seperti di atas, juga dapat Anda baca di blog <a href="http://www.jokosusilo.com">jokosusilo.com</a> serta dalam Buku-Elektronik (e-book) <strong>SMUO</strong> (Sistem  Mesin Uang Otomatis) yang bisa Anda peroleh jika Anda mendaftar sebagai anggota <a href="http://www.formulabisnis.com">Formulabisnis.com</a></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="MEMILIH TOPIK BLOG ANDA" url="http://lehmannsblog.com/?p=340"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2010/03/memilih-topik-blog-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PLUS MINUS BISNIS AFILIASI</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2010/01/plus-minus-bisnis-afiliasi/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2010/01/plus-minus-bisnis-afiliasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 14:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate merchant]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate program]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis afiliasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[business affiliate]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jokosusilo]]></category>
		<category><![CDATA[online business]]></category>
		<category><![CDATA[reseller]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda sering menjelajahi internet dari satu situs ke situs lainnya, saya yakin anda acapkali melihat tawaran Affiliate Program bagi produk mereka. Bisnis (Online) yang dilakukan dengan Affiliate Program inilah yang saya maksud dengan Bisnis Afiliasi (Affiliate Business). Sebagaimana bisnis lainnya Produk Online pun memerlukan tenaga pemasaran. Dalam hal Affiliate Program, tenaga pemasaran terdiri dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda sering menjelajahi internet dari satu situs ke situs lainnya, saya yakin anda acapkali melihat tawaran <em>Affiliate Program</em> bagi produk mereka. Bisnis (Online) yang dilakukan dengan <em>Affiliate Program</em> inilah yang saya maksud dengan Bisnis Afiliasi (<em>Affiliate Business</em>).<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-335" title="Bisnis Affiliasi" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2010/01/Reseller_2.jpg" alt="" width="150" height="125" />Sebagaimana bisnis lainnya Produk <em>Online</em> pun memerlukan tenaga pemasaran. Dalam hal <em>Affiliate Program</em>, tenaga pemasaran terdiri dari orang-orang yang bertindak sebagai <em>Business Affiliates</em> atau <em>Affiliate Merchant</em>. Intinya, <em>Affiliate Merchant</em> merupakan perangkat pemasaran dengan status partner, disebut juga sebagai <em>Reseller</em>.<br />
Bisnis Afiliasi memiliki nilai plus maupun nilai minus seperti halnya juga dengan bentuk bisnis lainnya.</p>
<p><strong>NILAI PLUS.</strong><br />
Suhu <a href="http://formulabisnis.com/?id=lehmann">Bisnis Internet Yang Paling Direkomendasikan</a>, dalam blognya jokosusilo.com seringkali menulis tentang Bisnis Afiliasi ini, dalam salah satu <a href="http://jokosusilo.com/2008/01/26/mengenal-affiliate-program">artikelnya</a> antara lain:<br />
Dengan mengikuti affiliate program, Anda tidak perlu memiliki situs web <span id="more-331"></span>sendiri untuk menghasilkan uang, cukup bergabung dengan situs-situs web yang menawarkan program seperti ini.</p>
<p><strong>Nilai Plus lainnya:</strong></p>
<ul>
<li> Anda tidak perlu repot membuat produk. Tugas anda hanya mengantarkan pembeli pada penjual.</li>
<li> Anda bisa memilih berbagai <em>Affiliate Program</em> sesuai dengan keinginan dan minat Anda. Anda bisa punya banyak sumber penghasilan dari berbagai bisnis yang berbeda.</li>
<li> Komisi yang ditawarkan program ini biasanya relatif tinggi. Antara 10%-95%.</li>
<li> Anda bisa jadikan <em>Affiliate Program</em> sebagai sumber pendapatan pasif. Anda hanya perlu tinggal di rumah, tidak perlu kemana-mana. Dan, uang akan datang sendiri. Yang penting Anda tetap berpromosi. Atau bahkan, Anda masih bisa mengerjakan kegiatan <em>offline</em> Anda.</li>
</ul>
<p><strong>Anda pernah mengamati atau mengalami SISI NEGATIF-nya?</strong></p>
<ul>
<li> Karena Anda tidak memiliki produk sendiri, hasil penjualannya sangat tergantung pada tingkat penjualan produk orang lain yang berhasil Anda capai;</li>
<li>Ketergantungan tingkat penjualan Anda sangat erat dengan upaya pemasaran yang Anda lakukan &#8211; semakin sedikit upaya promosi Anda, semakin kecil peluang penjualannya, &#8211; bukan berarti jika Anda punya produk sendiri, tidak perlu melakukan promosi -. Upaya Promosi &#8230; Tetap &#8230; Harus Dilakukan !!!</li>
<li> Upaya promosi yang Anda lakukan untuk bisnis afiliasi, tidak mustahil &#8230; justru &#8230; mengantarkan &#8220;calon pembeli&#8221; ke situs <em>principal merchant</em> (pemilik produk) &#8211; dengan demikian Anda tidak memperoleh komisi yang seyogyanya Anda peroleh;</li>
<li> Dengan demikian, peluang untuk &#8220;ditinggalkan&#8221; oleh calon pembeli, jauh lebih besar ketimbang jika Anda punya produk sendiri &#8211; Mengapa ? Karena calon pembeli dapat dengan mudah &#8220;mengenali&#8221; <em>link</em> atau <em>URL</em> bisnis afiliasi;</li>
<li> Pemasaran bisnis afiliasi membutuhkan kejelian dan kemahiran serta kaya akan trik dan taktik &#8220;copywriting&#8221; &#8211; untuk itu Anda perlu banyak berlatih menulis copywriting, banyak mengamati iklan dan text promosi produk lainnya baik untuk mengenal &#8220;kebutuhan konsumen&#8221; maupun mengamati &#8220;produk serupa/sejenis&#8221; yang bisa jadi merupakan &#8220;pesaing&#8221;;</li>
<li> Selama kemahiran itu belum Anda kuasai, jangan terlampau berharap penjualan bisnis afiliasi Anda akan meningkat lebih pesat;</li>
<li> Dengan demikian Anda harus memiliki kesabaran lebih besar, dibanding jika Anda memiliki produk sendiri.</li>
</ul>
<p>Tapi &#8230;, jangan dulu kecil hati, &#8211; jangan malah takut mulai ACTION untuk Bisnis Afiliasi -, sebab sebagaimana Greg Phillips-Benjamin Disraeli mengatakan &#8230;<em><strong> &#8220;ACTION may not always bring SUCCESS, but there is NO SUCCESS WITHOUT ACTION&#8221;.</strong></em> Maka &#8230; pasti ada solusinya.</p>
<p><strong>Bagaimana SOLUSINYA?</strong><br />
Anda bisa belajar banyak, &#8211; seperti yang saya pelajari juga -, dari Blog JokoSusilo, &#8211; khususnya <a href="http://jokosusilo.com/2010/01/13/4-cara-mematikan-untuk-meningkatkan-komisi-affiliatereseller-anda">artikel yang satu ini</a> yang antara lain memberikan &#8220;jurus&#8221; agar membuat &#8220;differensiasi&#8221; website seperti yang dilakukan <a href="http://www.formulabisnisonline.com">Formula Bisnis Online,</a> &#8211; meskipun harus diakui untuk ini perlu ketrampilan yang cukup tinggi, &#8211; saya tahu mengenai hal ini karena saya sendiri masih mencoba membuat affiliate website -, dan saya sendiri sudah &#8220;berkunjung ke situs tersebut. Komentar saya: &#8220;Hebat, &#8230; memang hebat&#8221;, dan saya yakin dia akan cepat berhasil.</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PLUS MINUS BISNIS AFILIASI" url="http://lehmannsblog.com/?p=331"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2010/01/plus-minus-bisnis-afiliasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BREAKING NEWS &#124; BERITA TERKINI DARI SMUO</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2010/01/breaking-news-berita-terkini-dari-smuo/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2010/01/breaking-news-berita-terkini-dari-smuo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 09:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[komisi]]></category>
		<category><![CDATA[online business]]></category>
		<category><![CDATA[reseller]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Buat Anda, &#8211; peminat Online Business -, berikut ini disampaikan beberapa informasi baru tentang SMUO, Sistem Mesin Uang Otomatis, yang banyak digandrungi para pebisnis online, yang anggota kominitasnya mencapai lebih dari 460.000 (data 11/01/10). Informasi di bawah ini dikeluarkan sehubungan dengan kebijakan baru dari merchant SMUO &#8211; Formulabisnis, terhitung mulai awal Januari 2010. Informasi pertama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat Anda, &#8211; peminat Online Business -, berikut ini disampaikan beberapa informasi baru tentang <strong>SMUO</strong>, Sistem Mesin Uang Otomatis, yang banyak digandrungi para pebisnis online, yang anggota kominitasnya mencapai lebih dari 460.000 (data 11/01/10).</p>
<p>Informasi di bawah ini dikeluarkan sehubungan dengan kebijakan baru dari merchant <strong>SMUO &#8211; Formulabisnis</strong>, terhitung mulai awal Januari 2010.</p>
<p>Informasi <strong>pertama</strong> yang baru dari SMUO : Jika Anda membeli produk SMUO, berbagai bonus spesial (termasuk bonus baru) telah disediakan khusus untuk Anda peroleh, &#8211; secara gratis.</p>
<p>Informasi <strong>kedua</strong> yang lebih menarik : Anda mungkin belum tahu, bahwa jika Anda membeli SMUO, Anda berhak menjual produk itu lebih lanjut, &#8211; selaku &#8220;reseller&#8221; -, dengan mendapat komisi sebanyak 50% dari harga jualnya.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Mulai awal Januari 2010, komisi buat Anda dinaikkan menjadi 60%.</span></strong></p>
<p>Informasi<strong> ketiga</strong> : Bukan hanya itu lho, tapi komisi 60% itu pun berlaku atas harga baru yang telah disesuaikan. Jadi &#8230; Anda akan menerima komisi jauh lebih besar ketimbang 50% dari harga lama.</p>
<p>Anda Tidak tertarik?  &#8230; Oooh &#8230;, sayang sekali.</p>
<p>Tapi &#8230;, untuk lihat informasi produk, silahkan <a href="http://www.formulabisnis.com/?id=lehmann">KLIK DI SINI.</a></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="BREAKING NEWS | BERITA TERKINI DARI SMUO" url="http://lehmannsblog.com/?p=320"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2010/01/breaking-news-berita-terkini-dari-smuo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENTINGNYA BERPIKIRAN POSITIF DALAM BERBISNIS</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/08/pentingnya-berpikiran-positif-dalam-berbisnis/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/08/pentingnya-berpikiran-positif-dalam-berbisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 14:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[berpikiran negatif]]></category>
		<category><![CDATA[berpikiran positif]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[negative thinking]]></category>
		<category><![CDATA[positive thnking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/stop-dreaming-start-action-kontes-seo-jokosusilo/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita menjumpai berbagai tipe orang. Banyak di antaranya yang selalu berpikiran negatif (negative thinking), yang hampir tidak pernah menilai segala sesuatu dari sisi positif, baru setelah mendapat &#8220;keyakinan&#8221; yang mungkin diperolehnya dari &#8220;guru&#8221;-nya, teman sekerja, istrinya, bahkan mungkin dari mertuanya, dia berani bertindak (action). Namun, tidak sedikit pula orang yang berpikiran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita menjumpai berbagai tipe orang. Banyak di antaranya yang selalu berpikiran negatif (negative thinking), yang hampir tidak pernah menilai segala sesuatu dari sisi positif, baru setelah mendapat &#8220;keyakinan&#8221; yang mungkin diperolehnya dari &#8220;guru&#8221;-nya, teman sekerja, istrinya, bahkan mungkin dari mertuanya, dia berani bertindak (action). Namun, tidak sedikit pula orang yang berpikiran positif (positive thinking) yang kita kenal.<br />
Di dalam melakukan bisnis, &#8211; baik bisnis offline maupun online, berpikiran positif lazimnya dinilai lebih baik daripada berpikiran negatif. Harus kita akui, sebenarnya banyak pelaku bisnis yang berhasil berasal dari kelompok yang berpikiran negatif. Sebaliknya, pelaku bisnis yang berpikiran positif tidak semuanya berhasil. Banyak terdengar pelaku bisnis yang jatuh bangun karena nalurinya yang terlampau banyak dipengaruhi oleh pikiran positifnya, <span id="more-196"></span>sehingga melupakan sisi risiko yang mungkin terjadi. Kedua hal sama-sama mungkin terjadi.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-200" title="Kadar Pemikiran Positif-Negatif" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/08/KadarPemikiran-300x266.gif" alt="Kadar Pemikiran Positif-Negatif" width="300" height="266" />Logikanya begini&#8230; Di dalam diri setiap orang bersarang kedua pikiran itu, namun kadarnya berbeda-beda. Ada yang kadar pikiran negatifnya hanya 10%, 25%, 30%, 40% 50% dan seterusnya. Sama halnya pikiran positive yang kadarnya bisa berbeda juga dari seorang dengan yang lainnya (lihat diagram ilustrasi), di antara keduanya tentu ada juga yang relatif berimbang, 50%-50% antara pikiran positif dan negatifnya.<br />
Mungkin Anda pernah mengalaminya, ketika melihat Iklan Bisnis Internet Anda berprasangka negatif, jangan-jangan penipuan &#8230; , jangan-jangan cuma janji &#8230; dsb &#8230; dsb. Tapi lihatlah <a href="http://formulabisnis-joss.co.cc">Bisnis Internet yang terbukti berhasil</a> dan <img class="alignleft size-full wp-image-206" title="Kantor Baru FormulaBisnis.com" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/08/muka-kantor-150x150.jpg" alt="Kantor Baru FormulaBisnis.com" width="150" height="150" />teruji baru saja <a href="http://jokosusilo.com/2009/08/21/joko-susilo-pindah-kantor-baru">pindah kantor baru</a> sebagai bukti keberhasilan Bisnis Internet, jika benar-benar ditekuni dengan kesabaran dan kesungguhan, dan tentu saja disertai dengan &#8220;harapan positif&#8221; (sukses).<br />
Mengenai hal ini ada cerita menuturkan soal &#8220;berpikiran positif&#8221;  (positive thinking) yang membawa bisnis menuju  sukses.</p>
<p>Sebuah pabrik sepatu bermaksud membuka cabang usaha di salah satu negara Afrika. Untuk mendapat informasi peluang pasarnya, sang Direktur mengirim staffnya untuk melakukan pengamatan dan penelitian tentang hal itu. Pendek cerita, staffnya sudah kembali ke kantor pusat pabrik sepatu itu dan melapor kepada sang Direktur, terjadilah dialog seperti berikut.<br />
Direktur : Nah, bagaimana hasil pengamatanmu mengenai peluang bisnis kita di sana?<br />
Staf          : Maaf pak. Tapi sebaiknya tidak usah buka cabang usaha di sana, pak. Tidak ada peluang.<br />
Direktur : Kamu yakin?<br />
Staf          : 100% yakin, pak?<br />
Direktur : Apa yang membuat kamu 100% yakin?<br />
Staf          : Penduduk di sana semua tidak pakai sepatu, pak. Nggak ada yang perlu sepatu.<br />
Direktur : Oh, baiklah kalau begitu.<br />
Diam-diam sang Direktur tidak merasa yakin dan kurang puas dengan hasil pengamatan stafnya dan mengirim staf ke-2 ke negara itu dengan tugas yang sama, mengamati dan meneliti peluang pasar. Pada malam pertama staf tersebut berada di negara itu, dia menghubungi direkturnya dan inilah dialognya.<br />
Direktur : Ada apa kamu, kok baru malam pertama sudah menghubungi saya?<br />
Staf          : Begini, pak. Ternyata untuk membuka cabang usaha di sini peluangnya sangat besar, pak.<br />
Direktur : Lho kok &#8230;, bagaimana bisa begitu?<br />
Staf          : Semua penduduk di sini  belum punya sepatu.<br />
Direktur : Oh, baik kalau begitu. Kesempatan pertama besok, kamu segera pulang.<br />
Tidak lama kemudian dibukalah cabang usaha sepatunya di negara tersebut dan &#8230; staf ke-2 itulah yang menjadi pemimpinnya.<br />
Cerita ini menyampaikan pesan betapa pentingnya &#8220;pikiran positif&#8221; dalam berbisnis.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan posisi Anda? Positif &gt;50%, atau Negatif &gt;50%?</strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PENTINGNYA BERPIKIRAN POSITIF DALAM BERBISNIS" url="http://lehmannsblog.com/stop-dreaming-start-action-kontes-seo-jokosusilo/?p=196"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/08/pentingnya-berpikiran-positif-dalam-berbisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HUBUNGAN BRAND DENGAN PEMASARAN PRODUK</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/05/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/05/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 12:12:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[differensiasi produk]]></category>
		<category><![CDATA[diversifikasi produk]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[product branding]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>
		<category><![CDATA[tagline]]></category>
		<category><![CDATA[tema promosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi tentang &#8220;Lebih Penting Mana, Brand atau Produk?&#8221; beberapa waktu lalu, di blog JokoSusilo.com menarik dan menggugah saya menulis soal itu, terutama mengenai hubungannya dengan fungsi pemasaran suatu produk. Kita mengenal beberapa fungsi marketing, salah satu di antaranya adalah &#8220;branding&#8221;. Dalam komentar saya pada blog tersebut, brand itu seharusnya melekat pada produk. Dalam arti &#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-142" title="Contoh Brand dari Produk Kecap" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/05/4167b.jpg" alt="Contoh Brand dari Produk Kecap" width="150" height="150" />Diskusi tentang &#8220;<a href="http://jokosusilo.com/2009/05/05/lebih-penting-mana-brand-atau-produk">Lebih Penting Mana, Brand atau Produk</a>?&#8221; beberapa waktu lalu, di blog JokoSusilo.com menarik dan menggugah saya menulis soal itu, terutama mengenai hubungannya dengan fungsi pemasaran suatu produk.</p>
<p>Kita mengenal beberapa fungsi marketing, salah satu di antaranya adalah &#8220;branding&#8221;. Dalam komentar saya pada blog tersebut, brand itu seharusnya melekat pada produk. Dalam arti &#8230; tanpa produk, &#8211; apa yang akan diberi brand? Ketika itu saya memberi contoh, kalau kita mendengar &#8220;rojolele&#8221; &#8211; yang terpikir oleh kita adalah &#8220;beras&#8221;. Tapi, kalau kita mendengar kata beras, bisa bermacam-macam brand yang melintas di pikiran kita. Bisa &#8220;rojolele&#8221;, bisa &#8220;setra ramos&#8221;, bisa &#8220;pandan wangi&#8221; dsb. Padahal produknya adalah beras-beras juga.</p>
<p>Kalau Anda bicara soal mobil, terlintas dalam pikiran Anda berbagai &#8220;merk&#8221; <span id="more-141"></span>(brand) seperti Mercedes, BMW, Fiat, Opel, Ford, Chevrolet, Toyota, Mitsubishi, Suzuki dsb. yang sekaligus membawa nama fabrikan (producer). Kalau Anda bicara soal salah satu merk itu, misalkan Toyota, maka timbul pertanyaan yang menjurus pada produk yang lebih spesifik.</p>
<p>&#8220;Jenisnya apa?&#8221; Truk, Bus, Sedan, Pick-up, Minibus, dsb. Lebih spesifik lagi kalau Anda bicara soal &#8220;jenisnya&#8221; misalnya, Toyota Sedan, maka timbul pertanyaan lebih lanjut, tipenya apa? Crown, Corona, Corolla dsb. Selanjutnya jika ada orang bicara soal Kijang misalnya, Anda tahu bahwa yang dibicarakan adalah Toyota Jenis Minibus atau Pick-up.</p>
<p>Di situlah peran branding dalam hubungannya dengan diversifikasi dan differensiasi produk.</p>
<p>Nah, jika Anda hubungkan dengan SMUO, maka yang terlintas di pikiran Anda suatu &#8220;Program Pembelajaran Bisnis Online&#8221; yang diproduksi dan disalurkan oleh FormulaBisnis.com.</p>
<p>Pertanyaan yang mungkin terlintas di pikiran Anda, &#8220;Jadi mana yang harus kita promosikan? SMUO atau FormulaBisnis.com?</p>
<p>Dalam hal ini, karena SMUO adalah satu-satunya produk yang diproduksi dan ditawarkan oleh FormulaBisnis. Maka jika Anda mempromosikan FormulaBisnis maka Anda sekaligus mempromosikan SMUO. Demikian juga jika Anda mempromosikan SMUO, sekaligus mempromosikan FormulaBisnis.</p>
<p>Sama halnya jika Anda mempromosikan &#8220;rojolele&#8221; (brand) berarti sekaligus mempromosikan beras (produk).</p>
<p>Perkembangan selanjutnya, FormulaBisnis.com menciptakan produk baru dengan brand RahasiaBlogging yang disalurkan oleh RahasiaBlogging.com.</p>
<p>Jika Anda mencari iklan Bisnis Online atau Bisnis Internet, maka Anda akan menjumpai juga berbagai produk selain SMUO.</p>
<p>Sama halnya jika Anda mencari iklan &#8220;kecap&#8221; Anda akan menjumpai tawaran kecap dari berbagai &#8220;merk&#8221;, &#8230; sekedar contoh: termasuk merk &#8220;Bola Dunia&#8221; (lihat ilustrasi).</p>
<p>Soal berikutnya adalah &#8220;tema promosi&#8221;, disebut juga &#8220;Tagline&#8221;, yang mengacu pada brand dan produk yang Anda jual.</p>
<p>Apa yang terlintas di pikiran Anda jika membaca Iklan Promosi : &#8220;Banjir Kok Naik Sedan&#8221; &#8230; atau &#8230; &#8220;Memang Tiada Duanya&#8221;.</p>
<p>Nah, pikirkanlah brand untuk produk Anda sebelum Anda meluncurkannya, dan &#8230; jangan lupa &#8220;Tema Promosinya&#8221;.</p>
<p>Masih ingat artikel <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting">Perlunya Membedakan Copywriting dengan Copywriting?</a></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="HUBUNGAN BRAND DENGAN PEMASARAN PRODUK" url="http://lehmannsblog.com/?p=141"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/05/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERLUNYA MEMBEDAKAN &#8220;COPYWRITING&#8221; DENGAN &#8220;COPYWRITING&#8221;</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 08:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[consumer-satisfaction]]></category>
		<category><![CDATA[copy-writing]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan-pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[repeat-buyer]]></category>
		<category><![CDATA[selling]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Lho, bagaimana sih, keduanya kan sama? Betul, memang sama, tujuannya pun sama, yaitu meningkatkan penjualan, seperti yang saya ungkapkan dalam artikel terdahulu. Namun ada yang membedakannya, yaitu sasaran dan momentum pada waktu pelaksanaannya, yang disesuaikan dengan perilaku para calon pembeli dalam tahapan atau proses pembelian. Proses pembelian sudah seringkali kita dengar dan kita kenal sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lho, bagaimana sih, keduanya kan sama? Betul, memang sama, tujuannya pun sama, yaitu meningkatkan penjualan, seperti yang saya ungkapkan dalam <a href="http://lehmannsblog.com/2009/1/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan">artikel terdahulu</a>. Namun ada yang membedakannya, yaitu sasaran dan momentum pada waktu pelaksanaannya, yang disesuaikan dengan perilaku para calon pembeli dalam tahapan atau proses pembelian.<br />
Proses pembelian sudah seringkali kita dengar dan kita kenal sebagai AIDA+L (<em>Awareness, Interest, Decision, Action, plus Loyalty</em>).</p>
<p><strong>Logikanya begini:</strong></p>
<ol>
<li>Mana mungkin orang menjadi pelanggan, &#8211; apalagi setia &#8211; (<em>loyalty</em>), kalau belum pernah menjadi pembeli (<em>action</em>);</li>
<li>Orang tidak akan melakukan pembelian (<em>action</em>) kalau belum memutuskan (<em>decision</em>) untuk membeli ;</li>
<li>Para calon pembeli tidak akan memutuskan (<em>decision</em>) untuk membeli , kalau tidak punya minat (<em>interest</em>), &#8211; sesuai kebutuhan -,  &#8230; dan</li>
<li>Sudah dapat dipastikan, orang tidak akan punya minat (<em>interest</em>) kalau dia tidak sadar (<em>awareness</em>), &#8211; tidak tahu tentang adanya produk yang kita tawarkan.</li>
</ol>
<p>Nah di sinilah<em> copywriting</em> berperan dalam masing-masing tahapan proses pembelian itu, dan agaknya dapat dimengerti kalau gaya dan caranya harus berbeda dari satu tahapan ke tahapan berikutnya dengan tujuan agar yang <span id="more-62"></span>semula &#8220;calon&#8221; pembeli menjadi &#8220;pembeli&#8221; dan selanjutnya jadi &#8220;pelanggan&#8221; (<em>repeat buyer/repeat purchaser</em>, &#8211; dalam hal produk <em>online</em>:<em> repeat visitor</em>) yang setia (<em>loyal</em>).<br />
Cobalah baca SMUO (kalau Anda sudah pernah baca, &#8211; bacalah ulang), Anda akan menemukan rahasia <em>copywriting</em> yang benar-benar diterapkan penciptanya dari tahap pertama Anda meng-&#8221;klik&#8221; situsnya sampai pada &#8220;klik&#8221; pemesanan serta klik-klik berikutnya yang membuat Anda menjadi &#8220;pelanggan setia&#8221;.<br />
Pengalaman saya membuktikan, ketika saya menjelajahi internet, mata saya terbentur pada iklan suatu produk online, maka sadarlah saya akan adanya &#8220;produk&#8221; yang kebetulan sudah saya cari beberapa lama sebelumnya, tentu saja saya klik dan saya baca karena memang saya berminat karena sedang butuh, setelah membaca tentang fitur, manfaat dan detil lainnya tentang produk itu saya memutuskan untuk memesannya, maka saya klik tombol pemesanannya. Selanjutnya hingga sekarang, berulang kali saya kunjungi situsnya. Nampaknya sederhana. Namun untuk melaksanakan copywriting yang mampu &#8220;menyeret&#8221; calon pembeli sampai menjadi pelanggan setia, perlu ketekunan, kerja keras dan tentu saja perlu waktu untuk terus berlatih.<br />
Saya pernah membaca artikel mengenai &#8220;Berapa banyak latihan dan berapa lama kita harus berlatih&#8221; untuk menjadi seorang &#8220;pelaku terbaik&#8221; atau &#8220;best performer&#8221; di bidang apa pun, misalnya olah raga, music, penulis, pelukis, computer programmer, copywriter, penari dll.<br />
<strong>Pertama-tama</strong>, seperti yang diungkapkan Malcolm Gladwell kita memerlukan 10.000 jam latihan. &#8230; Wow! Jika kita jabarkan, artinya kita harus berlatih sedikitnya 3 jam sehari untuk masa 10 tahun.<br />
Dalam artikel yang sama terungkap pendapat Geoff Colvin yang menyatakan: Yang membedakan &#8220;the best performers&#8221; dari kita yang lainnya adalah &#8220;kerja keras&#8221;, &#8211; bukan bakat. Kerja keras dalam bentuk latihan, latihan dan latihan. Ia pun menyatakan tidak seorangpun terlahir sebagai pemain golf, pemain tenis, penulis, penari, computer programmer dsb. Mereka semua dibuat menjadi &#8220;the best performers&#8221;.<br />
<strong>Yang kedua</strong>, di samping latihan, dalam artikel itu juga disebutkan pula adanya hal lain yang sangat berpengaruh pada keberhasilan seseorang, yaitu yang disebut &#8220;kedekatan&#8221; (proximity), &#8211; dengan kalangan cerdik-pandai yang berotak brillian. Innovator Google, Sergey Brin dan Larry Page, ketika melahirkan Google adalah mahasiswa Stanford University, di mana innovator Yahoo, HP dan Silicon Graphics juga menuntut ilmu. Yang jadi pertanyaan : &#8220;Apakah Google akan terlahir, jika Brin dan Page kuliahnya di Indonesia, katakanlah Universitas Indonesia atau Gunadharma dan tinggal di Depok ketimbang di Silicon Valley tempat mereka bermukim?&#8221; Jadi, kedekatan dengan innovator lain memberikan peluang bagi seorang innovator untuk melakukan pendekatan ilmiah, bisa berupa diskusi atau tukar pikiran, sehingga gagasan mereka menjadi berkembang.<br />
<strong>Hal ketiga</strong> yang juga berpengaruh pada pengembangan kemampuan performa, adalah fasilitas dan fasilitasi seperti prasarana dan peluang yang tersedia. Dalam hubungannya dengan kemampuan performa dalam bidang IT (Information Technology), prasarana listrik merupakan hal yang tidak dapat diabaikan agar menjamin hubungan internet (internet connection) stabil. Bagaimana kita bisa jadi &#8220;unggulan&#8221; di bidang IT kalau listriknya saja masih mengalami &#8220;pet-byar&#8221;. Selain itu, apakah di Universitas kita di Indonesia memberikan peluang dan fasilitas bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasannya?<br />
Kita ingat tentang kedatangan seorang yang berhasil menciptakan dan mempopulerkankan WordPress, Matt Mullenweg, tgl 17-18 Januari 2009 di Jakarta. Saya mendapat beritanya dari blog rekan <a href="http://wawanpurnama.com/2009/1/17/kunjungan-pendiri-wordpress-ke-indonesia">Wawan Purnama</a> dan saya berkomentar dalam blog itu dengan nada bercanda: &#8220;Matt Mullenweg kan orang Betawi, masih  bersaudara dengan Matt Dower dan Matt Codet&#8221;. Kesempatan berikutnya saya berkomentar, masih dalam nada bercanda : &#8220;Semoga Matt Dower dan Matt Codet menjadi Matt Mullenweg Indonesia&#8221;. Dari Kompas.com saya peroleh informasi juga bahwa Matt Mullenweg menyatakan bahwa Indonesia berada pada peringkat 8 sebagai peng-akses WordPress.<br />
<strong>Hal ke-empat</strong> khususnya bagi Matt Dower dan Matt Codet, agar bisa menjadi Matt Mullenweg Indonesia, Anda harus mahir Bahasa Inggris, untuk mahir Bahasa Inggris, &#8230; ya itu dia, harus latihan juga.<br />
Jika Anda &#8220;merasa&#8221; tidak berbakat dalam copywriting, atau Bahasa Inggris, ataupun bidang lainnya, tidak usah kecil hati. Yang Anda perlukan cuma Tiga Hal, yaitu : pertama &#8220;latihan&#8221;, kedua &#8220;latihan&#8221;, &#8230; dan ketiga &#8220;latihan&#8221;.<br />
Kali ini saya nggak bercanda, saya menulis artikel ini dalam rangka latihan juga, kok. Selamat berlatih !!<br />
Salam,</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PERLUNYA MEMBEDAKAN "COPYWRITING" DENGAN "COPYWRITING"" url="http://lehmannsblog.com/?p=62"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TUJUAN COPYWRITING ADALAH &#8220;MENINGKATKAN PENJUALAN&#8221;</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/01/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/01/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 09:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[consumer-satisfaction]]></category>
		<category><![CDATA[copy-writing]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan-pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[lehmann]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan-purnajual]]></category>
		<category><![CDATA[repeat-buyer]]></category>
		<category><![CDATA[salesmanship]]></category>
		<category><![CDATA[selling]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda membaca judul di atas, dapat dipastikan Anda akan berkomentar &#8220;Ya iyyya, lah&#8221;. Kalau begitu, Anda sependapat dengan saya. Banyak kita melihat dan mendengar iklan yang pada umumnya ditulis dengan kata-kata yang indah, disain yang artistik, iklan TV yang sangat  impressive sampai yang bombastis, dan secara tidak sadar kita menyukainya. Namun, pernahkah ada iklan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda membaca judul di atas, dapat dipastikan Anda akan berkomentar <img class="size-thumbnail wp-image-57 alignleft" title="Hard Training for Copywriting" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/01/copywriting7130-150x150.jpg" alt="Think Hard for Copywriting" width="150" height="150" />&#8220;Ya iyyya, lah&#8221;. Kalau begitu, Anda sependapat dengan saya.</p>
<p>Banyak kita melihat dan mendengar iklan yang pada umumnya ditulis dengan kata-kata yang indah, disain yang artistik, iklan TV yang sangat  impressive sampai yang bombastis, dan secara tidak sadar kita menyukainya. Namun, pernahkah ada iklan seperti itu membawa kita membeli suatu produknya? Jika jawabannya &#8220;Ya&#8221;, berarti iklan itu berhasil menjual.</p>
<p>Iklan tidak dibuat/ditulis agar &#8220;disukai&#8221;, melainkan mempunyai tujuan akhir, yaitu meningkatkan penjualan dan keuntungan bagi pemasang iklannya.<br />
Oleh karena itu Claude Hopkins mendefinisikan &#8220;copywriting&#8221; sebagai: &#8220;Salesmanship in Print&#8221; (Keahlian Menjual Dalam Bentuk Tercetak). Sementara Judith Charles mendefinisikan: &#8220;Copywriter&#8221; adalah &#8220;A Salesperson behind a Typewriter&#8221; (Seorang Penjual Di Belakang Mesin Tik).<br />
Jadi, apa kira-kira persyaratan untuk menjadi seorang &#8220;Copywriter&#8221; yang <span id="more-54"></span>menulis text iklan (Copywriting) yang mampu menjual (selling)?</p>
<p>Kadang-kadang, sebuah iklan yang ditulis secara sederhana dan langsung pada sasaran (direct), lebih berhasil dengan baik memenuhi kewajibannya &#8220;menjual&#8221;. Jika Anda menulis iklan ingatlah akan hal itu, seakan-akan hidup Anda sangat tergantung pada konsep itu.<br />
Konsep tersebut berlaku untuk semua pekerjaan copy writing, untuk iklan, brochure, sales letter, katalog (termasuk e-book) dsb.</p>
<p>Agar hasil copywriting Anda menjual dengan baik, diperlukan sedikitnya 3 (tiga) hal:<br />
1. Dapatkan perhatian prospek Anda;<br />
2. Komunikasikan manfaat produk dan pelayanan/jasa Anda;<br />
3. Bujuk-rayulah prospek Anda agar segera mengambil tindakan (sesuai yang Anda inginkan);<br />
Untuk keperluan itu, Joseph Sugarman &#8211; salah seorang copywriter yang berhasil di dunia -, menyatakan bahwa persiapan yang diperlukan seseorang untuk menjadi copywriter profesional memerlukan dua macam pengetahuan, yaitu pengetahuan umum dan pengetahuan khusus. Keduanya berbeda satu dari lainnya.<br />
<strong>Pengetahuan Umum:</strong><br />
Copywriter terbaik di dunia kebanyakan merupakan orang-orang yang selalu ingin tahu (curious) tentang berbagai hal, banyak membaca, punya hobby banyak, suka melakukan perjalanan (traveling), kerapkali menguasai berbagai ketrampilan, &#8211; karena mudah bosan dengan suatu ketrampilan -, kemudian mencari ketrampilan baru untuk dikuasainya, selalu haus pengalaman dan pengetahuan, memandang orang lain menarik, oleh karena itu dia merupakan &#8220;pendengar yang baik&#8221;.<br />
Bagaimana dengan Anda &#8230;? Apakah Anda termasuk kategori itu? Jika tidak, &#8230; sebaiknya Anda segera mulai dan tumbuhkan minat pada berbagai hal di mana pun Anda berada. Ini berlaku seumur hidup.<br />
<strong>Pengetahuan Khusus:</strong><br />
Untuk bisa menjual produk Anda, Anda harus menjadi &#8220;ahli&#8221; mengenai produk yang akan Anda jual. Menjadi &#8220;ahli&#8221; berarti mempelajari tentang produk yang bersangkutan untuk memperoleh pengetahuan khusus agar Anda dapat memberi informasi yang benar dan nyata tentang produk itu kepada prospek Anda. Mengapa? Karena setiap produk memiliki karakteristik, cirinya masing-masing untuk diinformasikan kepada prospek Anda dengan cara Anda yang khusus pula. Singkatnya, produk Anda memiliki ciri khasnya masing-masing, tergantung pada Anda bagaimana mengetahui pikiran prospek Anda atas produk itu. Nah, pikiran mereka tentang produk itu disebut oleh David Ogilvy &#8220;a product&#8217;s inherent drama&#8221; (drama yang melekat pada produk).<br />
Di samping kedua pengetahuan itu, umum dan khusus, Anda juga dituntut untuk memiliki <strong>&#8220;kunci&#8221; lainnya</strong> yang disebut<strong> &#8220;inside knowledge&#8221; </strong>(pengetahuan di dalam), yang dimaksukan adalah pengetahuan tentang keadaan, karakteristik, keinginan, kebutuhan di dalam target market (pasar sasaran) yang ingin Anda jangkau, yaitu sekelompok perorangan kepada siapa Anda akan menjual produk Anda.<br />
Anda perlu menjadi ahli dalam hal &#8220;pikiran pasar sasaran Anda tentang produk Anda&#8221;. Anda perlu melibatkan diri dengan mereka, perlu mengetahui apa yang membuat pasar sasaran Anda mengeluarkan uang dari koceknya. Kalau Anda mengabaikan hal ini, maka &#8230; hhmmm &#8230; terlepaslah &#8220;ikan&#8221; dari kailnya.  Titik.<br />
<strong>Jadi &#8230; ingat, jangan sampai terlepas ikannya.</strong><br />
Salam,</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="TUJUAN COPYWRITING ADALAH "MENINGKATKAN PENJUALAN" " url="http://lehmannsblog.com/?p=54"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/01/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BAGAIMANA MENGAMANKAN KONDISI KEUANGAN DALAM KRISIS FINANSIAL GLOBAL</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/01/bagaimana-mengaamankan-kondisi-keuangan-dalam-krisis-finansial-global/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/01/bagaimana-mengaamankan-kondisi-keuangan-dalam-krisis-finansial-global/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 07:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[deposito]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[lehmann]]></category>
		<category><![CDATA[mengakses internet]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[pasar uang]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Krisis finansial global yang berawal dari krisis subprime mortgage yang mulai pada tahun 2007, di Amerika Serikat (AS) yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh institusi keuangan raksasa di Amerika, melainkan juga mempengaruhi kondisi ekonomi di negara lainnya, di Indonesia pun banyak investor yang tidak luput dari pengaruh itu. Bagaimana hal itu bisa terjadi? &#8230; Justin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Krisis finansial global yang berawal dari krisis <em>subprime mortgage</em> yang mulai pada tahun 2007, di Amerika Serikat (AS) yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh institusi keuangan raksasa di Amerika, melainkan juga mempengaruhi kondisi ekonomi di negara lainnya, di Indonesia pun banyak investor yang tidak luput dari pengaruh itu.</p>
<p>Bagaimana hal itu bisa terjadi? &#8230; Justin Wood, direktur EIU (<em>Economist Intelligence Unit</em>) Asia Tenggara, menjelaskan dalam wawancaranya dengan Jakarta Post (<em>Jakarta Post, Monday &#8211; Nov. 17, &#8217;08</em>), intinya kira-kira sbb.</p>
<p>Krisis keuangan di AS, sudah menyedot dollar dari negara lain, termasuk Indonesia, untuk kebutuhan penyelamatan. Sebagai akibatnya terjadi kelangkaan dollar di negara yang terimbas, selanjutnya mengakibatkan naiknya kurs dollar di negara yang bersangkutan (termasuk nilai rupiah Indonesia yang semakin terpuruk).</p>
<p>&#8220;Permintaan&#8221; terhadap komoditi export menurun, kegiatan export pun jadi lesu, berbagai perusahaan mengalami penurunan kegiatan produksi dan melakukan PHK. Bidang investasi (produksi fisik, seperti sepatu, textil dll) pun terpukul, dan para peminat investasi di bidang produksi &#8220;bersikap menunggu&#8221;, karena kesulitan mendapatkan dana besar sebagai akibat biaya bunga bank lebih tinggi.</p>
<p>Pada gilirannya, konsumsi swasta pun berkurang. Gelombang PHK &#8220;menghantui&#8221; bidang kerja kita.</p>
<p>Apa yang bisa kita lakukan sebelum PHK terjadi? Jawabannya antara lain investasi dalam saham, berbagai jenis Reksadana (Pendapatan Tetap, Pasar Uang, Terproteksi), ORI (Obligasi), deposito serta asuransi.<br />
Dalam <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/berbagi-pengalaman-bagaimana-saya-memulai-bisnis-online">tulisan saya yang lalu</a>, saya mengisyaratkan bisnis online sebagai salah satu cara investasi yang aman. Mengapa? Karena syaratnya ringan, &#8211; bahkan sangat ringan, inilah syaratnya :</p>
<div id="attachment_20" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/01/14011.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-20" title="Mengakses Internet" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/01/14011-150x150.jpg" alt="Bisa Mengetik" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Bisa Mengetik</p></div>
<p>1. Bisa Mengetik;<br />
2. Bisa Mengakses Internet;<br />
3. Bersedia bekerja 2 jam sehari, &#8211; di rumah atau di mana pun Anda suka -;<br />
4. Tidak perlu modal besar, hanya perlu modal kecil, &#8211; bahkan sangat kecil.<br />
5. Anda harus Tahu Caranya.</p>
<p>Untuk mengetahui caranya, Anda perlu memiliki pengetahuan bisnis online, salah satu di antaranya adalah paket informasi SMUO. &#8211; Apa itu SMUO? -. SMUO (Sistim Mesin Uang Otomatis) adalah sebuah panduan praktis dan teruji, yang diciptakan oleh Joko Susilo, ST. (Pencipta Bisnis Internet Terpopuler saat ini), tentang bagaimana cara menghasilkan uang dengan menjual informasi di internet.</p>
<p>Secara umum, jika Anda bermaksud memulai bisnis internet namun tidak tahu bagaimana memulainya <span id="more-19"></span>dan merancang serta mengelolanya, SMUO akan memandu dan membimbing Anda dari awal. Saya yakin Anda telah memenuhi syarat 1 s/d 4 di atas.</p>
<p>Lalu, apa manfaatnya setelah memiliki paket informasi SMUO? Manfaat yang kita peroleh antara lain <strong>&#8220;Panduan Tiga Langkah Ampuh Untuk Mendapat Penghasilan Melimpah Dari Internet&#8221;.</strong><br />
Langkah 1: Bagaimana menciptakan produk (yang merupakan bahan baku penghasilan kita);<br />
Langkah 2: Bagaimana membangun Website Otomatis Pencetak Uang;<br />
Langkah 3: Bagaimana menarik sebanyak mungkin pengunjung website kita.</p>
<p>Langkah-langkah tersebut,diuraikannyasecara sangat sistematis sehingga, dapat diikuti dengan mudah oleh pemula sekali pun.</p>
<p>Dalam hal menciptakan produk, misalnya, tidak hanya menuntun mengenai bagaimana caranya, melainkan juga produk apa yang terbaik berikut berbagai contoh. Demikian juga dalam hal membangun website, bukan hanya menuntun mengenai caranya, melainkan juga petunjuk bagaimana dan di mana mendapatkan software yang diperlukan. Terakhir mengenai bagaimana menarik pengunjung website sebanyak-banyaknya. Selain itu ditampilkan juga berbagai cara dan strategi yang sangat berharga.</p>
<p>Tidak kurang pentingnya adalah petunjuk-petunjuk mengenai bagaimana menjadi pelaku bisnis online yang tangguh&#8221;. Bukan hanya itu, ada juga bonus-bonus yang bermanfaat untuk memulai bisnis online, yang termasuk dalam paket informasi itu.</p>
<p>Menurut hemat saya, SMUO dapat menjadi &#8220;buku pintar&#8221; yang layak dimiliki oleh para pemula bisnis online.</p>
<p>Salam,</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="BAGAIMANA MENGAMANKAN KONDISI KEUANGAN DALAM KRISIS FINANSIAL GLOBAL" url="http://lehmannsblog.com/?p=19"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/01/bagaimana-mengaamankan-kondisi-keuangan-dalam-krisis-finansial-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BERBAGI PENGALAMAN BAGAIMANA SAYA MEMULAI BISNIS ONLINE</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/01/berbagi-pengalaman-bagaimana-saya-memulai-bisnis-online/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/01/berbagi-pengalaman-bagaimana-saya-memulai-bisnis-online/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 03:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[jutawan]]></category>
		<category><![CDATA[lehmann]]></category>
		<category><![CDATA[masa tua]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[JAMINAN MASA TUA merupakan hal yang sangat didambakan oleh setiap orang, termasuk Anda dan saya juga. Banyak orang yang merasa secara finansial tidak terjamin masa tuanya, jangankan masa tua &#8230;, saat ini pun kebutuhan minimal saja tidak terjamin terpenuhi. Sedikitrnya itulah yang saya alami. Berbagai cara pun harus ditempuh untuk memenuhinya &#8230;, namun timbul pertanyaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAMINAN MASA TUA merupakan hal yang sangat didambakan oleh setiap orang, termasuk Anda dan saya juga.<br />
Banyak orang yang merasa secara finansial tidak terjamin masa tuanya, jangankan masa tua &#8230;, saat ini pun kebutuhan minimal saja tidak terjamin terpenuhi. Sedikitrnya itulah yang saya alami.<img class="alignright size-thumbnail wp-image-15" title="Jaminan Masa Tua" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/01/8259-150x150.png" alt="Jaminan Masa Tua" width="150" height="150" /><br />
Berbagai cara pun harus ditempuh untuk memenuhinya &#8230;, namun timbul pertanyaan di benak tiap orang: Sampai kaaaapan saya ini harus bekerja banting tulang tanpa hasil mencukupi? Di hari tua nanti &#8230;, haruskah saya bekerja setiap hari, seminggu lima hari, sebulan 25 hari, sementara jasmani semakin termakan usia? &#8230; Beban biaya hidup semakin tinggi, sementara  kita harus <span id="more-5"></span>bekerja tiap hari dengan kondisi perjalanan yang melelahkan dari rumah ke kantor, &#8230; pergi-pulang &#8230;, sehingga kehabisan waktu untuk keluarga. Jangankan untuk berlibur.</p>
<p><strong>Pernahkah Anda dihadapkan pada masalah seperti itu?</strong></p>
<p>Sekarang ini, agaknya patut kita bersyukur dengan adanya perkembangan teknologi dalam ERA KOMUNIKASI ini, berkat ada internet yang bisa membantu kita mengatasi kondisi seperti yang Anda dan saya alami.</p>
<p>Bisnis online, banyak juga yang menyebutnya bisnis internet, sudah diketahui banyak orang dan keberhasilan mereka memperoleh uang dari internet sudah banyak kita dengar. Joko Susilo, ST., adalah salah satu di antara yang berhasil. &#8230; Kita patut bertanya. Apa sih rahasianya &#8230;? Bagaimana sih caranya &#8230; ? Ternyata sangat sederhana: Ia menyisihkan waktu SATU-DUA JAM tiap hari, &#8230; maka jadilah ia seorang JUTAWAN, Anda, &#8211; dan saya, juga pengen dong kaya seperti dia. Tapi, apa ya yang harus kita perbuat? Saya ceritakan sedikit pengalaman saya.</p>
<p>Sejak 2004 saya mulai “berkelana” mencari ilmu yang disebut “bisnis internet” tanpa hasil yang memuaskan, baru beberapa waktu yang lalu saya mendapatkannya di FormulaBisnis.com milik Joko Susilo.</p>
<p>Melalui SMUO (Sistim Mesin Uang Otomatis) yang diciptakannya, saya mendapatkan berbagai hal tentang bisnis internet yang, &#8211; bagi saya -, merupakan &#8220;pengetahuan baru&#8221;.<br />
SMUO telah menuntun saya, &#8211; sekalipun saya sebagai pemula -, mulai dari mengenal apa dan bagaimana bisnis internet, bagaimana saya harus menyikapi bisnis itu, bagaimana saya harus memelihara semangat juang untuk berbisnis.</p>
<p>Petunjuk pertama yang saya jumpai: <strong>&#8220;Jika Anda Bisa Mengetik dan Mengakses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup untuk Menghasilkan Uang Melimpah dari Internet&#8230; Hanya Jika Anda Tahu Caranya!&#8221;</strong> Sederhana sekali, kan?</p>
<p>Syarat pertama, <strong>Bisa Mengetik</strong>; syarat kedua, <strong>Bisa Mengakses Internet</strong>; syarat ketiga <strong>Tahu Caranya</strong>.<br />
Seketika saya merasa sudah memenuhi syarat pertama dan kedua. &#8230; Jika Anda sedang membaca blog ini, saya yakin Anda pun sudah memenuhi syarat pertama dan kedua, betul nggak? Untuk memenuhi syarat ketiga, &#8230; kita harus memiliki SMUO yang akan menuntun kita agar Tahu Caranya. Untuk mendapatkannya saya pun segera bergabung dengan <a title="Bisnis Internet Paling Direkomendasikan" href="http://formulabisnis.com/?id=lehmann">FormulaBisnis.com</a> agar Tahu Caranya Bagaimana Memulai Bisnis Online.</p>
<p>Salam,</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="BERBAGI PENGALAMAN BAGAIMANA SAYA MEMULAI BISNIS ONLINE" url="http://lehmannsblog.com/?p=5"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/01/berbagi-pengalaman-bagaimana-saya-memulai-bisnis-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
