<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lehmann &#187; copywriting</title>
	<atom:link href="http://lehmannsblog.com/tag/copywriting/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lehmannsblog.com</link>
	<description>SERBA-SERBI BISNIS INTERNET</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 15:43:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet &#8211; Kontroversi &#8220;Menjadi Ahli&#8221;</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/peluang-bisnis-online-tanpa-ribet-kontroversi-menjadi-ahli.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=peluang-bisnis-online-tanpa-ribet-kontroversi-menjadi-ahli</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/peluang-bisnis-online-tanpa-ribet-kontroversi-menjadi-ahli.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 03:47:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advertising]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[harus]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi ahli]]></category>
		<category><![CDATA[Peluang Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ribet]]></category>
		<category><![CDATA[solusi sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet telah berhasil menarik perhatian dan minat ratusan bahkan mungkin ribuan para blogger di Indonesia, bahkan mungkin ada juga yang berdomisili di luar negeri. Sejak tanggal 5 Juli s/d 3 Oktober 2011 Kontes SEO Joko Susilo mengetengahkan produk InstanX.com &#8211; Jadi Expert Tanpa Ribet, suatu solusi sederhana dalam bisnis internet bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet</strong> telah berhasil menarik perhatian dan minat ratusan bahkan mungkin ribuan para blogger di Indonesia, bahkan mungkin ada juga yang berdomisili di luar negeri.<br />
Sejak tanggal 5 Juli s/d 3 Oktober 2011 <a href="http://lehmannsblog.com/peluang-bisnis-online-tanpa-ribet-kontes-seo-joko-susilo.html">Kontes SEO Joko Susilo</a> mengetengahkan produk InstanX.com &#8211; Jadi Expert Tanpa Ribet, suatu solusi sederhana dalam bisnis internet bagi para pelaku bisnis online tanpa harus ribet dan capek menjadi ahli terlebih dulu.<br />
Dalam salah satu <a href="http://lehmannsblog.com/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan.html">artikel saya</a> beberapa waktu lalu, saya kemukakan pendapat salah seorang <em>copywriter</em> dunia yang sukses, Joseph Sugarman, sbb:</p>
<p>&#8220;Untuk bisa menjual produk Anda, Anda harus menjadi &#8220;ahli&#8221; mengenai produk yang akan Anda jual&#8221;.<br />
Menjadi &#8220;ahli&#8221; yang dimaksudkan di sini, dalam arti mempelajari tentang produk yang bersangkutan untuk memperoleh pengetahuan khusus agar Anda dapat memberi informasi yang benar dan nyata tentang produk itu kepada prospek Anda.<br />
Nah, di sini mungkin Anda melihat adanya suatu kontroversi.<br />
Di satu sisi, menurut Joko Susilo dalam<a title="1001 Peluang Bisnis" href="http://www.instanx.com/?id=namelos"> &#8220;ilmu InstanX&#8221;</a>, untuk bisa melakukan bisnis<span id="more-730"></span> internet, dengan menggunakan <a title="1001 Peluang Bisnis" href="http://www.instanx.com/?id=namelos"><strong>Peluang Bisnis Online Tanpa Ribe</strong>t</a>, Anda tidak perlu untuk repot &#8220;menjadi ahli&#8221;. Di sisi lain, menurut Joseph Sugarman, &#8211; kebetulan keduanya berinitial JS -, Anda harus &#8220;menjadi ahli&#8221; agar bisa menjual produk Anda.<br />
Saya melihat antara &#8220;tanpa harus menjadi ahli&#8221; dari kacamata Joko Susilo dengan &#8220;harus menjadi ahli&#8221; dalam pandangan Joseph Sugarman, bukanlah suatu kontroversi, melainkan keduanya melihat dari sudut pandang yang berbeda.<br />
Joko Susilo melihatnya dari sisi &#8220;seluk beluk penciptaan produk&#8221;, sementara Joseph Sugarman melihatnya dari segi &#8220;penyampaian informasi tentang produk&#8221;.<br />
Dengan demikian, kedua prinsip tersebut dapat berjalan seiring, bahkan &#8220;bergandeng-tangan&#8221;, bahu membahu. Kedua pendapat itu pun dapat, bahkan patut, diberikan pembenaran, dikompromikan. Mengapa?<br />
<strong>Inilah penjelasannya.</strong><br />
Dalam hal seluk beluk penciptaan produk, boleh saja Anda tidak memiliki keahlian, karena Anda bisa saja menyewa/membayar keahlian orang lain dengan cara &#8220;<a href="http://lehmannsblog.com/peluang-bisnis-online-tanpa-ribet-instanx-com.html"><em>outsourcing</em> atau <em>maakloon</em></a>&#8221; . Namun jika Anda punya &#8220;toko&#8221; (dalam wujud <em>website</em> atau <em>blog</em>) yang akan menjual sendiri produk tersebut, secara mutlak Anda perlu menguasai informasi (ahli) tentang produk tersebut, meskipun Anda &#8220;dapat menugaskan&#8221; orang lain juga (<em>outsourcing</em>) untuk <a href="http://lehmannsblog.com/pentingnya-pengaruh-copywriting-terhadap-penjualan.html">mem-formulasi-kan dan mem-visualisasi-kan</a> informasi tersebut ke dalam bentuk nyata seperti <em>copywriting</em> untuk sales letter, brochures, design iklan, banner, video, tv-spot dsb.<br />
Di sinilah kekuatan yang Anda peroleh dari <a title="1001 Peluang Bisnis" href="http://www.instanx.com/?id=namelos"><strong>Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet</strong></a>. Anda bebas dari &#8220;keharusan menjadi ahli&#8221;. Anda tidak perlu menjadi ahli seperti Joko Susilo, di mana ia adalah seorang &#8220;pencipta produk&#8221; sekaligus seorang &#8220;marketer&#8221;. Kalau Anda kemudian ingin menjadi ahli seperti Joko Susilo, &#8211; setelah bisnis Anda berjalan -, &#8230; adalah lain soal.<br />
Bagaimana pendapat Anda?</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Kontroversi "Menjadi Ahli"" url="http://lehmannsblog.com/?p=730"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/peluang-bisnis-online-tanpa-ribet-kontroversi-menjadi-ahli.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TINGGINYA ARUS PENGUNJUNG WEB ANDA, BELUM TENTU BAGUS BUAT BISNIS ANDA</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/tingginya-arus-pengunjung-web-anda-belum-tentu-bagus-buat-bisnis-anda.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tingginya-arus-pengunjung-web-anda-belum-tentu-bagus-buat-bisnis-anda</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/tingginya-arus-pengunjung-web-anda-belum-tentu-bagus-buat-bisnis-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 08:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Advertising]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[cost-benefit analysis]]></category>
		<category><![CDATA[cost-revenue analysis]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[input-output analysis]]></category>
		<category><![CDATA[marketing mix]]></category>
		<category><![CDATA[placement]]></category>
		<category><![CDATA[sales unit-cost]]></category>
		<category><![CDATA[target market]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin anda bertanya: &#8220;Lho, kok begitu?&#8221; Memang judul artikel ini agak janggal, di satu sisi Anda selaku pemilik situs web atau blog pasti mengharapkan banyak arus pengunjung ke web Anda, di sisi lain, untuk mendapatkan banyak pengunjung, Anda perlu melakukan iklan (advertising) yang harus Anda biayai. Pernahkan terlintas dalam pikiran anda, jika pengunjung itu merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin anda bertanya: &#8220;Lho, kok begitu?&#8221; Memang judul artikel ini agak janggal, di satu sisi Anda selaku pemilik situs web atau blog pasti mengharapkan banyak arus pengunjung ke web Anda, di sisi lain, untuk mendapatkan banyak pengunjung, Anda perlu melakukan iklan (<em>advertising</em>) yang harus Anda biayai.</p>
<p>Pernahkan terlintas dalam pikiran anda, jika pengunjung itu merupakan &#8220;hasil&#8221; iklan berbayar, misalnya PPC (<em>Pay Per Click</em>), maka berarti Anda harus membayar sesuai dengan jumlah klik yang diterima situs Anda. Nah, pada saat itulah Anda harus &#8220;berhitung&#8221; untuk menilai tentang <span id="more-347"></span>perbandingan antara &#8220;biaya&#8221;, &#8211; yang Anda keluarkan untuk iklan -, dengan &#8220;manfaat&#8221; yang Anda peroleh. Dalam hubungan ini, manfaat jangan hanya diukur dari jumlah pengunjung web semata, melainkan juga harus diukur dari &#8220;pendapatan&#8221;, &#8211; keuntungan yang Anda terima dari penjualan.</p>
<p>Penilaian itu dikenal sebagai &#8220;<em>cost-benefit analysis</em>&#8221; (analisis biaya-manfaat) atau &#8220;<em>cost-revenue analysis</em>&#8221; (analisis biaya-pendapatan), atau seringkali disebut juga sebagai &#8220;<em>input-output analysis</em>&#8221; (analisis pasokan-keluaran). Simaklah contoh di bawah ini.</p>
<ol>
<li>Jika iklan yang Anda pasang, mendapat 100 klik @ Rp.500.- , maka Anda harus membayar Rp.50,000. Sekarang nilailah. Dengan biaya tersebut, apakah Anda berhasil melakukan penjualan produk Anda, berapa yang berhasil Anda jual? Jika Anda hanya berhasil menjual satu unit produk @ Rp.100,000 dengan keuntungan Rp.50,000 masih lumayan, Anda berhasil &#8220;menutup&#8221; biaya <em>marketing</em> (iklan) Anda. Tapi kalau tidak, bagaimana? Boleh jadi &#8230;, bahkan tidak ada penjualan sama sekali.</li>
<li>Misalnya, jika iklan Anda mendapat 1000 klik, biayanya Rp.500,000, kan? Tapi jika hasil penjualan Anda, misalnya juga hanya satu unit, berarti Anda mengalami &#8220;defisit&#8221; (pengeluaran lebih besar dari pendapatan) sejumlah Rp.450,000. Dengan demikian biaya penjualan per unit (<em>unit sales-cost</em>) jadi jauh lebih besar (yaitu Rp.500,000/unit dari 1000 pengunjung dibanding Rp.50,000/unit dari 100 pengunjung).</li>
</ol>
<p>Dilihat dari kemungkinan itulah, artikel ini saya beri judul seperti di atas, jumlah pengunjung yang lebih besar tidak selalu menghasilkan penjualan yang lebih besar. Walau demikian, harus diakui bahwa &#8220;kemungkinan&#8221; penjualannya memang lebih besar. Lantas, bagaimana mengatasi masalahnya?<br />
Masalahnya terletak pada &#8230; :</p>
<ul>
<li>bagaimana isi iklan Anda (<em>copywriting</em>);</li>
<li>kapan dan berapa lama Anda pasang (<em>timing</em>);</li>
<li>di mana Anda pasang (<em>placement</em>);</li>
<li>komposisi unsur pemasaran (<em>marketing mix</em>); dan</li>
<li>siapa sasaran iklan Anda (<em>target market</em>);</li>
<li>dsb. &#8230; dsb.</li>
</ul>
<p>Namun demikian, Anda jangan menjadi KECUT, takut untuk beriklan setelah membaca artikel ini, tapi justru sebaliknya &#8230;  dengan mengetahui kemungkinan tersebut di atas, pemasaran Anda harus direncanakan dengan seksama, penuh perhitungan. Jangan sampai pemasangan iklan Anda, malah membuat Anda frustrasi di kemudian hari, karena sudah mengeluarkan biaya iklan begitu banyak, tapi penjualannya tidak mencukupi biaya iklannya.</p>
<p>Ada lagi hal yang perlu Anda catat agar Anda tidak frustasi, yaitu bahwa pemasangan iklan yang Anda lakukan pada suatu hari &#8230; tidak serta merta menghasilkan penjualan hari itu juga, atau &#8230; keesokan harinya. Kalau pun hal itu terjadi &#8230; adalah keberuntungan bisnis Anda, yang mencerminkan keberhasilan strategi iklan Anda.</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="TINGGINYA ARUS PENGUNJUNG WEB ANDA, BELUM TENTU BAGUS BUAT BISNIS ANDA" url="http://lehmannsblog.com/?p=347"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/tingginya-arus-pengunjung-web-anda-belum-tentu-bagus-buat-bisnis-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMILIH TOPIK BLOG ANDA</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/memilih-topik-blog-anda.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=memilih-topik-blog-anda</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/memilih-topik-blog-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 15:37:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jokosusilo]]></category>
		<category><![CDATA[keberhasilan]]></category>
		<category><![CDATA[pembaca]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>
		<category><![CDATA[topik blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Pilihlah Topik Blog Anda Agar Berhasil. Keberhasilan blog Anda merupakan hasil jerih payah serta pengorbanan atas waktu dan upaya Anda. Apa tolok ukur keberhasilan bagi Anda? Tiap orang mempunyai tolok ukur yang berbeda mengenai keberhasilan, tergantung pada &#8220;Apa yang menjadi harapan Anda pada saat memulai kegiatan blogging&#8221;, bahkan sebelumnya lagi. Minimal pemilik blog mengharapkan blognya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pilihlah Topik Blog Anda Agar Berhasil.</strong></p>
<p>Keberhasilan blog Anda merupakan hasil jerih payah serta pengorbanan atas waktu dan upaya Anda.<br />
<em>Apa tolok ukur keberhasilan bagi Anda?</em><br />
Tiap orang mempunyai tolok ukur yang berbeda mengenai keberhasilan, tergantung pada &#8220;Apa yang menjadi harapan Anda pada saat memulai kegiatan blogging&#8221;, bahkan sebelumnya lagi. Minimal pemilik blog mengharapkan blognya banyak pengunjung dan pembacanya, dan tentu saja jika blog itu berkaitan dengan bisnis, maka <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan">&#8220;penjualan&#8221;</a> juga bisa menjadi tolok ukur keberhasilan blog Anda.<br />
Agar blog Anda berhasil ada beberapa tip yang dapat Anda ikuti dalam memilih topik yang akan Anda sampaikan dalam blog yang Anda harapkan akan membawa Anda ke jalur menuju tercapainya tujuan blogging Anda.</p>
<ol>
<li><strong>Topik yang Anda pilih harus menyangkut hal yang Anda sukai.</strong><br />
Jika Anda menyukai suatu topik, sudah pasti Anda akan senang hati meng-update blog Anda setiap saat. Blog yang di-update beberapa kali dalam sehari akan dengan mudah mencapai sukses. Jika blog Anda berada dalam jalur sukses, Anda perlu memelihara isi blog Anda selalu &#8220;baru&#8221; yang berarti Anda perlu meng-update blog Anda secara konsisten. Anda dapat melihat blog jokosusilo yang selalu menampilkan topik-topik baru dalam tempo yang singkat, kadang sehari dijumpai dua topik baru, paling sedikit tiap dua hari ada topik baru. Yakinkan diri Anda bahwa topik yang Anda pilih merupakan <span id="more-340"></span>topik yang Anda rasakan sangat suka untuk menulisnya. Jika tidak, Anda akan merasa bosan dan tidak bersemangat menuliskannya. Tapi jangan lupa, &#8230; topik yang Anda sukai pun harus &#8220;disukai&#8221; pembacanya. Jadi pilihlah topik yang Anda rasakan akan Anda senangi untuk menulisnya serta disukai banyak orang &#8211; untuk jangka waktu yang lama, kalaupun tidak untuk selamanya.</li>
<li><strong>Pilihlah topik yang Anda suka untuk membahasnya dengan orang lain.</strong><br />
Dalam hubungan ini blog yang sukses mempersyaratkan adanya komunikasi dua-arah, yaitu antara Anda (selaku blogger) dengan para pembaca blog Anda. Jika pembaca blog Anda memberi komentar atas blog Anda atau mengirim email untuk membahasnya lebih lanjut, Anda harus bersikap responsif dan menyambut mereka. Lagi-lagi, ingin saya mengacu pada blognya jokosusilo, yang berhasil &#8220;menarik&#8221; ratusan ribu penggemar dari komunitas blogger, bukan hanya anggota formulabisnis saja, melainkan yang bukan anggota pun ikut terlibat. Jadi ternyata, komunitas yang Anda ciptakan merupakan kunci ke jalan sukses blog Anda.</li>
<li><strong>Topik yang Anda pilih pun harus Anda rela untuk diperdebatkan dengan orang lain.</strong><br />
Jika blog Anda berkembang, maka semakin banyak orang yang mendatanginya. Anda harus ingat bahwa para pengunjung blog Anda terdiri dari berbagai kalangan dengan berbagai pendapat. Di antara mereka ada saja yang tidak setuju atas apa yang Anda tulis. Masih merupakan pengamatan saya atas blog jokosusilo, membuktikan bahwa diskusi tentang topik yang ditulisnya serta perdebatan yang &#8220;sehat&#8221; membawanya ke jenjang sukses.</li>
<li><strong>Janganlah memilih Topik tentang hal yang Anda sendiri merasa sensitif.</strong><br />
Ketika blog Anda semakin berkembang, dan semakin banyak pengunjungnya, tidak mustahil ada saja pengunjung yang bukan sekedar &#8220;tidak setuju&#8221; melainkan bersifat &#8220;menentang keras&#8221; sehingga boleh jadi Anda diserangnya secara pribadi. Saya teringat, suatu ketika blog jokosusilo tidak luput dari &#8220;cacian&#8221; dan pendapat negatif. Namun, Sang Guru tetap bersikap DINGIN dan mengatasinya dengan jawaban bijaksana yang tidak mempertajam suasana. Agaknya untuk bersikap seperti itu, Anda perlu memiliki hati yang dingin, otak yang jernih &#8230; dan &#8230; tebal kulit muka (rai gedek, Jawa).</li>
<li><strong>Topik Anda pun harus merupakan hal yang Anda rasakan suka untuk menelitinya.</strong><br />
Agar blog Anda mencapai sukses, Anda perlu meng-update diri dengan berita, peristiwa dan informasi yang mutakhir tentang topik yang Anda tulis. Dalam suasana dan situasi perkembangan teknologi informasi seperti sekarang ini, perubahan informasi demikian cepatnya, sehingga Anda perlu banyak membaca tentang berbagai topik yang menarik. Salah satu aspek yang unik dari blog adalah kemampuannya untuk menyajikan <strong>informasi yang segar</strong>, <strong>isi yang berguna</strong>, serta <strong>diskusi tentang berbagai topik</strong> yang bervariasi. Dengan demikian blog Anda akan mampu menyajikan informasi yang selalu baru dan relevan bagi pembaca Anda, seperti yang dilakukan juga oleh Guru Blogger Joko Susilo yang baru-baru ini menyajikan berbagai trik baru tentang &#8220;pemanfaatan&#8221; Facebook untuk jejaring Reseller.</li>
</ol>
<p>Informasi dan petunjuk yang senada seperti di atas, juga dapat Anda baca di blog <a href="http://www.jokosusilo.com">jokosusilo.com</a> serta dalam Buku-Elektronik (e-book) <strong>SMUO</strong> (Sistem  Mesin Uang Otomatis) yang bisa Anda peroleh jika Anda mendaftar sebagai anggota <a href="http://www.formulabisnis.com">Formulabisnis.com</a></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="MEMILIH TOPIK BLOG ANDA" url="http://lehmannsblog.com/?p=340"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/memilih-topik-blog-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HUBUNGAN BRAND DENGAN PEMASARAN PRODUK</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 12:12:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[differensiasi produk]]></category>
		<category><![CDATA[diversifikasi produk]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[product branding]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>
		<category><![CDATA[tagline]]></category>
		<category><![CDATA[tema promosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi tentang &#8220;Lebih Penting Mana, Brand atau Produk?&#8221; beberapa waktu lalu, di blog JokoSusilo.com menarik dan menggugah saya menulis soal itu, terutama mengenai hubungannya dengan fungsi pemasaran suatu produk. Kita mengenal beberapa fungsi marketing, salah satu di antaranya adalah &#8220;branding&#8221;. Dalam komentar saya pada blog tersebut, brand itu seharusnya melekat pada produk. Dalam arti &#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-142" title="Contoh Brand dari Produk Kecap" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/05/4167b.jpg" alt="Contoh Brand dari Produk Kecap" width="150" height="150" />Diskusi tentang &#8220;<a href="http://jokosusilo.com/2009/05/05/lebih-penting-mana-brand-atau-produk">Lebih Penting Mana, Brand atau Produk</a>?&#8221; beberapa waktu lalu, di blog JokoSusilo.com menarik dan menggugah saya menulis soal itu, terutama mengenai hubungannya dengan fungsi pemasaran suatu produk.</p>
<p>Kita mengenal beberapa fungsi marketing, salah satu di antaranya adalah &#8220;branding&#8221;. Dalam komentar saya pada blog tersebut, brand itu seharusnya melekat pada produk. Dalam arti &#8230; tanpa produk, &#8211; apa yang akan diberi brand? Ketika itu saya memberi contoh, kalau kita mendengar &#8220;rojolele&#8221; &#8211; yang terpikir oleh kita adalah &#8220;beras&#8221;. Tapi, kalau kita mendengar kata beras, bisa bermacam-macam brand yang melintas di pikiran kita. Bisa &#8220;rojolele&#8221;, bisa &#8220;setra ramos&#8221;, bisa &#8220;pandan wangi&#8221; dsb. Padahal produknya adalah beras-beras juga.</p>
<p>Kalau Anda bicara soal mobil, terlintas dalam pikiran Anda berbagai &#8220;merk&#8221; <span id="more-141"></span>(brand) seperti Mercedes, BMW, Fiat, Opel, Ford, Chevrolet, Toyota, Mitsubishi, Suzuki dsb. yang sekaligus membawa nama fabrikan (producer). Kalau Anda bicara soal salah satu merk itu, misalkan Toyota, maka timbul pertanyaan yang menjurus pada produk yang lebih spesifik.</p>
<p>&#8220;Jenisnya apa?&#8221; Truk, Bus, Sedan, Pick-up, Minibus, dsb. Lebih spesifik lagi kalau Anda bicara soal &#8220;jenisnya&#8221; misalnya, Toyota Sedan, maka timbul pertanyaan lebih lanjut, tipenya apa? Crown, Corona, Corolla dsb. Selanjutnya jika ada orang bicara soal Kijang misalnya, Anda tahu bahwa yang dibicarakan adalah Toyota Jenis Minibus atau Pick-up.</p>
<p>Di situlah peran branding dalam hubungannya dengan diversifikasi dan differensiasi produk.</p>
<p>Nah, jika Anda hubungkan dengan SMUO, maka yang terlintas di pikiran Anda suatu &#8220;Program Pembelajaran Bisnis Online&#8221; yang diproduksi dan disalurkan oleh FormulaBisnis.com.</p>
<p>Pertanyaan yang mungkin terlintas di pikiran Anda, &#8220;Jadi mana yang harus kita promosikan? SMUO atau FormulaBisnis.com?</p>
<p>Dalam hal ini, karena SMUO adalah satu-satunya produk yang diproduksi dan ditawarkan oleh FormulaBisnis. Maka jika Anda mempromosikan FormulaBisnis maka Anda sekaligus mempromosikan SMUO. Demikian juga jika Anda mempromosikan SMUO, sekaligus mempromosikan FormulaBisnis.</p>
<p>Sama halnya jika Anda mempromosikan &#8220;rojolele&#8221; (brand) berarti sekaligus mempromosikan beras (produk).</p>
<p>Perkembangan selanjutnya, FormulaBisnis.com menciptakan produk baru dengan brand RahasiaBlogging yang disalurkan oleh RahasiaBlogging.com.</p>
<p>Jika Anda mencari iklan Bisnis Online atau Bisnis Internet, maka Anda akan menjumpai juga berbagai produk selain SMUO.</p>
<p>Sama halnya jika Anda mencari iklan &#8220;kecap&#8221; Anda akan menjumpai tawaran kecap dari berbagai &#8220;merk&#8221;, &#8230; sekedar contoh: termasuk merk &#8220;Bola Dunia&#8221; (lihat ilustrasi).</p>
<p>Soal berikutnya adalah &#8220;tema promosi&#8221;, disebut juga &#8220;Tagline&#8221;, yang mengacu pada brand dan produk yang Anda jual.</p>
<p>Apa yang terlintas di pikiran Anda jika membaca Iklan Promosi : &#8220;Banjir Kok Naik Sedan&#8221; &#8230; atau &#8230; &#8220;Memang Tiada Duanya&#8221;.</p>
<p>Nah, pikirkanlah brand untuk produk Anda sebelum Anda meluncurkannya, dan &#8230; jangan lupa &#8220;Tema Promosinya&#8221;.</p>
<p>Masih ingat artikel <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting">Perlunya Membedakan Copywriting dengan Copywriting?</a></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="HUBUNGAN BRAND DENGAN PEMASARAN PRODUK" url="http://lehmannsblog.com/?p=141"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

