Lho, bagaimana sih, keduanya kan sama? Betul, memang sama, tujuannya pun sama, yaitu meningkatkan penjualan, seperti yang saya ungkapkan dalam artikel terdahulu. Namun ada yang membedakannya, yaitu sasaran dan momentum pada waktu pelaksanaannya, yang disesuaikan dengan perilaku para calon pembeli dalam tahapan atau proses pembelian.
Proses pembelian sudah seringkali kita dengar dan kita kenal sebagai AIDA+L (Awareness, Interest, Decision, Action, plus Loyalty).
Logikanya begini:
- Mana mungkin orang menjadi pelanggan, – apalagi setia – (loyalty), kalau belum pernah menjadi pembeli (action);
- Orang tidak akan melakukan pembelian (action) kalau belum memutuskan (decision) untuk membeli ;
- Para calon pembeli tidak akan memutuskan (decision) untuk membeli , kalau tidak punya minat (interest), – sesuai kebutuhan -, … dan
- Sudah dapat dipastikan, orang tidak akan punya minat (interest) kalau dia tidak sadar (awareness), – tidak tahu tentang adanya produk yang kita tawarkan.
Nah di sinilah copywriting berperan dalam masing-masing tahapan proses pembelian itu, dan agaknya dapat dimengerti kalau gaya dan caranya harus berbeda dari satu tahapan ke tahapan berikutnya dengan tujuan agar yang
Continue Reading »



“Ya iyyya, lah”. Kalau begitu, Anda sependapat dengan saya.
