<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lehmann &#187; consumer-satisfaction</title>
	<atom:link href="http://lehmannsblog.com/tag/consumer-satisfaction/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lehmannsblog.com</link>
	<description>SERBA-SERBI BISNIS INTERNET</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Aug 2010 03:36:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>MENGENAL PELANGGAN LEBIH DEKAT</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/12/mengenal-pelanggan-lebih-dekat/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/12/mengenal-pelanggan-lebih-dekat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 04:54:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[business profile]]></category>
		<category><![CDATA[company profile]]></category>
		<category><![CDATA[consumer-satisfaction]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan-pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[struktur website]]></category>
		<category><![CDATA[website-content]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu dalam blog jokosusilo.com ditampilkan artikel tentang mengenali pelanggan (konsumen) . Dalam pengamatan saya selama berkecimpung dalam blogging sekitar 11 bulan terakhir saya jumpai hal-hal yang menarik untuk berbagi dengan teman-teman blogger. Pertama-tama saya jumpai bahwa pelanggan atau calon pelanggan serta kelompok pelanggan mempunyai minat yang berbeda satu dari lainnya, termasuk minat pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu dalam blog jokosusilo.com ditampilkan artikel tentang <a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/jokosusilo.com');" href="http://jokosusilo.com/2009/10/12/kenali-dan-pahami-siapa-konsumen-anda">mengenali pelanggan (konsumen) </a>. Dalam pengamatan saya selama berkecimpung dalam blogging sekitar 11 bulan terakhir saya jumpai hal-hal yang menarik untuk berbagi dengan teman-teman blogger.<br />
Pertama-tama saya jumpai bahwa pelanggan atau calon pelanggan serta kelompok pelanggan mempunyai minat yang berbeda satu dari lainnya, termasuk minat pada informasi yang mereka kehendaki.<br />
Hasil pengamatan saya dalam menjelajahi internet dengan maksud “mempelajari” bentuk dan struktur website, khususnya mini website, ternyata hampir semuanya menampilkan informasi yang terstruktur sesuai dengan kelompok peminat informasi itu.<br />
Jika kita bandingkan dengan bisnis offline kira-kira analog dengan “<em>Company Profile</em>” atau sering juga disebut sebagai “<em>Business Profile</em>” yang minimal menampilkan hal-hal yang dibutuhkan berbagai kelompok sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Kelompok yang orientasinya pada Hubungan (<em>Relationship Oriented</em>) yang ingin tahu tentang siapa Anda, yang berada di belakang layar, bagaimana cara berhubungan dengan Anda dan informasi lainnya mengenai Anda.</li>
<li>Kelompok yang berorientasi pada Informasi (<em>Information Oriented</em>) <span id="more-294"></span>seperti “fakta”, “data” yang mereka suka membacanya dalam artikel (blog) khususnya mengenai “produk dan fungsinya”-nya, dsb. Di sinilah, agaknya, “review suatu produk” sangat berperan.</li>
<li>Kelompok yang orientasinya pada status (<em>Status Oriented</em>), yang menghendaki informasi tentang siapa pelanggannya, berapa banyak pelanggannya. Tidak kurang pentingnya perihal “hadiah” yang disediakan bagi calon pelanggan yang “mendaftar” atau “membeli”, yang meberikan gambaran “di mana posisi prospek yang bersangkutan” ditempatkan.</li>
<li>Kelompok yang berorientasi pada proses (<em>Process Oriented</em>), seperti jasa dan cara Anda bekerja melayani pesanan, apa yang harus mereka lakukan untuk mendaftar, membeli serta mendapatkan hadiah yang dijanjikannya, dsb.</li>
<li>Kelompok yang orientasinya pada Hasil (<em>Result Oriented</em>), misalnya – apa yang akan diperoleh kalau sudah mendaftar atau membeli produknya, apa saja manfaatnya, dsb. Di sinilah agaknya testimonial dan pernyataan kepercayaan sangat berperan.</li>
</ol>
<p>Yang kemudian timbul adalah pertanyaan yang perlu Anda jawab: “Sudahkah situs Anda memenuhi informasi yang mereka butuhkan dengan berbagai perbedaan tersebut?”<br />
Acapkali …, kalau pun Anda telah memberikan informasi yang mereka inginkan atau mereka butuhkan, … ternyata … informasi yang Anda sampaikan menggunakan media komunikasi yang salah. Maka perlu diketahui bahwa …</p>
<ul>
<li>Sebagian prospek Anda lebih suka informasi yang “terlihat” (<em>visual</em>), tertulis, ilustrasi, gambar, foto dan sejenisnya;</li>
<li>Sebagian lagi lebih suka informasi yang “terdengar” (<em>auditorial</em>) – maka Anda dapat menggunakan musik atau informasi audio;</li>
<li>Sebagian lainnya lebih suka pada informasi yang “terlihat dan terdengar” (<em>audio visual</em>) – maka Anda dapat menggunakan video / CD;</li>
</ul>
<p><strong>Ada prinsip belajar – mengajar yang menyatakan bahwa :</strong></p>
<ul>
<li>Hanya dengan mendengar – Anda mudah lupa;</li>
<li>Dengan melihat – Anda mudah ingat;</li>
<li>Dengan mendengar dan melihat – Anda mudah ingat dan … melekat;</li>
<li>Dengan berbuat (<em>action</em>) – maka … Anda dapat melakukannya.</li>
</ul>
<p><strong>Kesimpulannya:</strong> Kebanyakan dari kita melakukan kekeliruan yang tidak kita sadari, – Jika seseorang meminta Anda menceritakan tentang “Jasa atau barang yang Anda Tawarkan” … Anda menganjurkannya agar “membaca” informasi.<br />
Yakinkan bahwa hal itu tidak lagi Anda lakukan. Sebagai solusinya: Buatlah isi situs Anda mengandung informasi yang “menjawab” kebutuhan prospek Anda (<em>Relationship – Information – Status – Process – Result</em>).<br />
Kuncinya adalah : Prospek anda perlu mengetahui “Bagaimana Anda Membantu Mereka”, jadi berilah mereka pengetahuan tentang bisnis Anda dengan Isi Situs (<em>content</em>) yang mereka butuhkan, jika Anda tidak ingin kehilangan prospek Anda.<br />
Sebagaimana yang mungkin telah Anda pelajari tentang <strong>Prinsip Pemasaran</strong>, yaitu :  “<strong>Memecahkan Masalah</strong> yang dihadapi <strong>Konsumen</strong>“.</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="MENGENAL PELANGGAN LEBIH DEKAT" url="http://lehmannsblog.com/?p=294"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/12/mengenal-pelanggan-lebih-dekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERLUNYA MEMBEDAKAN &#8220;COPYWRITING&#8221; DENGAN &#8220;COPYWRITING&#8221;</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 08:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[consumer-satisfaction]]></category>
		<category><![CDATA[copy-writing]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan-pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[repeat-buyer]]></category>
		<category><![CDATA[selling]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Lho, bagaimana sih, keduanya kan sama? Betul, memang sama, tujuannya pun sama, yaitu meningkatkan penjualan, seperti yang saya ungkapkan dalam artikel terdahulu. Namun ada yang membedakannya, yaitu sasaran dan momentum pada waktu pelaksanaannya, yang disesuaikan dengan perilaku para calon pembeli dalam tahapan atau proses pembelian. Proses pembelian sudah seringkali kita dengar dan kita kenal sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lho, bagaimana sih, keduanya kan sama? Betul, memang sama, tujuannya pun sama, yaitu meningkatkan penjualan, seperti yang saya ungkapkan dalam <a href="http://lehmannsblog.com/2009/1/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan">artikel terdahulu</a>. Namun ada yang membedakannya, yaitu sasaran dan momentum pada waktu pelaksanaannya, yang disesuaikan dengan perilaku para calon pembeli dalam tahapan atau proses pembelian.<br />
Proses pembelian sudah seringkali kita dengar dan kita kenal sebagai AIDA+L (<em>Awareness, Interest, Decision, Action, plus Loyalty</em>).</p>
<p><strong>Logikanya begini:</strong></p>
<ol>
<li>Mana mungkin orang menjadi pelanggan, &#8211; apalagi setia &#8211; (<em>loyalty</em>), kalau belum pernah menjadi pembeli (<em>action</em>);</li>
<li>Orang tidak akan melakukan pembelian (<em>action</em>) kalau belum memutuskan (<em>decision</em>) untuk membeli ;</li>
<li>Para calon pembeli tidak akan memutuskan (<em>decision</em>) untuk membeli , kalau tidak punya minat (<em>interest</em>), &#8211; sesuai kebutuhan -,  &#8230; dan</li>
<li>Sudah dapat dipastikan, orang tidak akan punya minat (<em>interest</em>) kalau dia tidak sadar (<em>awareness</em>), &#8211; tidak tahu tentang adanya produk yang kita tawarkan.</li>
</ol>
<p>Nah di sinilah<em> copywriting</em> berperan dalam masing-masing tahapan proses pembelian itu, dan agaknya dapat dimengerti kalau gaya dan caranya harus berbeda dari satu tahapan ke tahapan berikutnya dengan tujuan agar yang <span id="more-62"></span>semula &#8220;calon&#8221; pembeli menjadi &#8220;pembeli&#8221; dan selanjutnya jadi &#8220;pelanggan&#8221; (<em>repeat buyer/repeat purchaser</em>, &#8211; dalam hal produk <em>online</em>:<em> repeat visitor</em>) yang setia (<em>loyal</em>).<br />
Cobalah baca SMUO (kalau Anda sudah pernah baca, &#8211; bacalah ulang), Anda akan menemukan rahasia <em>copywriting</em> yang benar-benar diterapkan penciptanya dari tahap pertama Anda meng-&#8221;klik&#8221; situsnya sampai pada &#8220;klik&#8221; pemesanan serta klik-klik berikutnya yang membuat Anda menjadi &#8220;pelanggan setia&#8221;.<br />
Pengalaman saya membuktikan, ketika saya menjelajahi internet, mata saya terbentur pada iklan suatu produk online, maka sadarlah saya akan adanya &#8220;produk&#8221; yang kebetulan sudah saya cari beberapa lama sebelumnya, tentu saja saya klik dan saya baca karena memang saya berminat karena sedang butuh, setelah membaca tentang fitur, manfaat dan detil lainnya tentang produk itu saya memutuskan untuk memesannya, maka saya klik tombol pemesanannya. Selanjutnya hingga sekarang, berulang kali saya kunjungi situsnya. Nampaknya sederhana. Namun untuk melaksanakan copywriting yang mampu &#8220;menyeret&#8221; calon pembeli sampai menjadi pelanggan setia, perlu ketekunan, kerja keras dan tentu saja perlu waktu untuk terus berlatih.<br />
Saya pernah membaca artikel mengenai &#8220;Berapa banyak latihan dan berapa lama kita harus berlatih&#8221; untuk menjadi seorang &#8220;pelaku terbaik&#8221; atau &#8220;best performer&#8221; di bidang apa pun, misalnya olah raga, music, penulis, pelukis, computer programmer, copywriter, penari dll.<br />
<strong>Pertama-tama</strong>, seperti yang diungkapkan Malcolm Gladwell kita memerlukan 10.000 jam latihan. &#8230; Wow! Jika kita jabarkan, artinya kita harus berlatih sedikitnya 3 jam sehari untuk masa 10 tahun.<br />
Dalam artikel yang sama terungkap pendapat Geoff Colvin yang menyatakan: Yang membedakan &#8220;the best performers&#8221; dari kita yang lainnya adalah &#8220;kerja keras&#8221;, &#8211; bukan bakat. Kerja keras dalam bentuk latihan, latihan dan latihan. Ia pun menyatakan tidak seorangpun terlahir sebagai pemain golf, pemain tenis, penulis, penari, computer programmer dsb. Mereka semua dibuat menjadi &#8220;the best performers&#8221;.<br />
<strong>Yang kedua</strong>, di samping latihan, dalam artikel itu juga disebutkan pula adanya hal lain yang sangat berpengaruh pada keberhasilan seseorang, yaitu yang disebut &#8220;kedekatan&#8221; (proximity), &#8211; dengan kalangan cerdik-pandai yang berotak brillian. Innovator Google, Sergey Brin dan Larry Page, ketika melahirkan Google adalah mahasiswa Stanford University, di mana innovator Yahoo, HP dan Silicon Graphics juga menuntut ilmu. Yang jadi pertanyaan : &#8220;Apakah Google akan terlahir, jika Brin dan Page kuliahnya di Indonesia, katakanlah Universitas Indonesia atau Gunadharma dan tinggal di Depok ketimbang di Silicon Valley tempat mereka bermukim?&#8221; Jadi, kedekatan dengan innovator lain memberikan peluang bagi seorang innovator untuk melakukan pendekatan ilmiah, bisa berupa diskusi atau tukar pikiran, sehingga gagasan mereka menjadi berkembang.<br />
<strong>Hal ketiga</strong> yang juga berpengaruh pada pengembangan kemampuan performa, adalah fasilitas dan fasilitasi seperti prasarana dan peluang yang tersedia. Dalam hubungannya dengan kemampuan performa dalam bidang IT (Information Technology), prasarana listrik merupakan hal yang tidak dapat diabaikan agar menjamin hubungan internet (internet connection) stabil. Bagaimana kita bisa jadi &#8220;unggulan&#8221; di bidang IT kalau listriknya saja masih mengalami &#8220;pet-byar&#8221;. Selain itu, apakah di Universitas kita di Indonesia memberikan peluang dan fasilitas bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasannya?<br />
Kita ingat tentang kedatangan seorang yang berhasil menciptakan dan mempopulerkankan WordPress, Matt Mullenweg, tgl 17-18 Januari 2009 di Jakarta. Saya mendapat beritanya dari blog rekan <a href="http://wawanpurnama.com/2009/1/17/kunjungan-pendiri-wordpress-ke-indonesia">Wawan Purnama</a> dan saya berkomentar dalam blog itu dengan nada bercanda: &#8220;Matt Mullenweg kan orang Betawi, masih  bersaudara dengan Matt Dower dan Matt Codet&#8221;. Kesempatan berikutnya saya berkomentar, masih dalam nada bercanda : &#8220;Semoga Matt Dower dan Matt Codet menjadi Matt Mullenweg Indonesia&#8221;. Dari Kompas.com saya peroleh informasi juga bahwa Matt Mullenweg menyatakan bahwa Indonesia berada pada peringkat 8 sebagai peng-akses WordPress.<br />
<strong>Hal ke-empat</strong> khususnya bagi Matt Dower dan Matt Codet, agar bisa menjadi Matt Mullenweg Indonesia, Anda harus mahir Bahasa Inggris, untuk mahir Bahasa Inggris, &#8230; ya itu dia, harus latihan juga.<br />
Jika Anda &#8220;merasa&#8221; tidak berbakat dalam copywriting, atau Bahasa Inggris, ataupun bidang lainnya, tidak usah kecil hati. Yang Anda perlukan cuma Tiga Hal, yaitu : pertama &#8220;latihan&#8221;, kedua &#8220;latihan&#8221;, &#8230; dan ketiga &#8220;latihan&#8221;.<br />
Kali ini saya nggak bercanda, saya menulis artikel ini dalam rangka latihan juga, kok. Selamat berlatih !!<br />
Salam,</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PERLUNYA MEMBEDAKAN "COPYWRITING" DENGAN "COPYWRITING"" url="http://lehmannsblog.com/?p=62"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TUJUAN COPYWRITING ADALAH &#8220;MENINGKATKAN PENJUALAN&#8221;</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/01/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/01/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 09:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[consumer-satisfaction]]></category>
		<category><![CDATA[copy-writing]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan-pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[lehmann]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan-purnajual]]></category>
		<category><![CDATA[repeat-buyer]]></category>
		<category><![CDATA[salesmanship]]></category>
		<category><![CDATA[selling]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda membaca judul di atas, dapat dipastikan Anda akan berkomentar &#8220;Ya iyyya, lah&#8221;. Kalau begitu, Anda sependapat dengan saya. Banyak kita melihat dan mendengar iklan yang pada umumnya ditulis dengan kata-kata yang indah, disain yang artistik, iklan TV yang sangat  impressive sampai yang bombastis, dan secara tidak sadar kita menyukainya. Namun, pernahkah ada iklan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda membaca judul di atas, dapat dipastikan Anda akan berkomentar <img class="size-thumbnail wp-image-57 alignleft" title="Hard Training for Copywriting" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/01/copywriting7130-150x150.jpg" alt="Think Hard for Copywriting" width="150" height="150" />&#8220;Ya iyyya, lah&#8221;. Kalau begitu, Anda sependapat dengan saya.</p>
<p>Banyak kita melihat dan mendengar iklan yang pada umumnya ditulis dengan kata-kata yang indah, disain yang artistik, iklan TV yang sangat  impressive sampai yang bombastis, dan secara tidak sadar kita menyukainya. Namun, pernahkah ada iklan seperti itu membawa kita membeli suatu produknya? Jika jawabannya &#8220;Ya&#8221;, berarti iklan itu berhasil menjual.</p>
<p>Iklan tidak dibuat/ditulis agar &#8220;disukai&#8221;, melainkan mempunyai tujuan akhir, yaitu meningkatkan penjualan dan keuntungan bagi pemasang iklannya.<br />
Oleh karena itu Claude Hopkins mendefinisikan &#8220;copywriting&#8221; sebagai: &#8220;Salesmanship in Print&#8221; (Keahlian Menjual Dalam Bentuk Tercetak). Sementara Judith Charles mendefinisikan: &#8220;Copywriter&#8221; adalah &#8220;A Salesperson behind a Typewriter&#8221; (Seorang Penjual Di Belakang Mesin Tik).<br />
Jadi, apa kira-kira persyaratan untuk menjadi seorang &#8220;Copywriter&#8221; yang <span id="more-54"></span>menulis text iklan (Copywriting) yang mampu menjual (selling)?</p>
<p>Kadang-kadang, sebuah iklan yang ditulis secara sederhana dan langsung pada sasaran (direct), lebih berhasil dengan baik memenuhi kewajibannya &#8220;menjual&#8221;. Jika Anda menulis iklan ingatlah akan hal itu, seakan-akan hidup Anda sangat tergantung pada konsep itu.<br />
Konsep tersebut berlaku untuk semua pekerjaan copy writing, untuk iklan, brochure, sales letter, katalog (termasuk e-book) dsb.</p>
<p>Agar hasil copywriting Anda menjual dengan baik, diperlukan sedikitnya 3 (tiga) hal:<br />
1. Dapatkan perhatian prospek Anda;<br />
2. Komunikasikan manfaat produk dan pelayanan/jasa Anda;<br />
3. Bujuk-rayulah prospek Anda agar segera mengambil tindakan (sesuai yang Anda inginkan);<br />
Untuk keperluan itu, Joseph Sugarman &#8211; salah seorang copywriter yang berhasil di dunia -, menyatakan bahwa persiapan yang diperlukan seseorang untuk menjadi copywriter profesional memerlukan dua macam pengetahuan, yaitu pengetahuan umum dan pengetahuan khusus. Keduanya berbeda satu dari lainnya.<br />
<strong>Pengetahuan Umum:</strong><br />
Copywriter terbaik di dunia kebanyakan merupakan orang-orang yang selalu ingin tahu (curious) tentang berbagai hal, banyak membaca, punya hobby banyak, suka melakukan perjalanan (traveling), kerapkali menguasai berbagai ketrampilan, &#8211; karena mudah bosan dengan suatu ketrampilan -, kemudian mencari ketrampilan baru untuk dikuasainya, selalu haus pengalaman dan pengetahuan, memandang orang lain menarik, oleh karena itu dia merupakan &#8220;pendengar yang baik&#8221;.<br />
Bagaimana dengan Anda &#8230;? Apakah Anda termasuk kategori itu? Jika tidak, &#8230; sebaiknya Anda segera mulai dan tumbuhkan minat pada berbagai hal di mana pun Anda berada. Ini berlaku seumur hidup.<br />
<strong>Pengetahuan Khusus:</strong><br />
Untuk bisa menjual produk Anda, Anda harus menjadi &#8220;ahli&#8221; mengenai produk yang akan Anda jual. Menjadi &#8220;ahli&#8221; berarti mempelajari tentang produk yang bersangkutan untuk memperoleh pengetahuan khusus agar Anda dapat memberi informasi yang benar dan nyata tentang produk itu kepada prospek Anda. Mengapa? Karena setiap produk memiliki karakteristik, cirinya masing-masing untuk diinformasikan kepada prospek Anda dengan cara Anda yang khusus pula. Singkatnya, produk Anda memiliki ciri khasnya masing-masing, tergantung pada Anda bagaimana mengetahui pikiran prospek Anda atas produk itu. Nah, pikiran mereka tentang produk itu disebut oleh David Ogilvy &#8220;a product&#8217;s inherent drama&#8221; (drama yang melekat pada produk).<br />
Di samping kedua pengetahuan itu, umum dan khusus, Anda juga dituntut untuk memiliki <strong>&#8220;kunci&#8221; lainnya</strong> yang disebut<strong> &#8220;inside knowledge&#8221; </strong>(pengetahuan di dalam), yang dimaksukan adalah pengetahuan tentang keadaan, karakteristik, keinginan, kebutuhan di dalam target market (pasar sasaran) yang ingin Anda jangkau, yaitu sekelompok perorangan kepada siapa Anda akan menjual produk Anda.<br />
Anda perlu menjadi ahli dalam hal &#8220;pikiran pasar sasaran Anda tentang produk Anda&#8221;. Anda perlu melibatkan diri dengan mereka, perlu mengetahui apa yang membuat pasar sasaran Anda mengeluarkan uang dari koceknya. Kalau Anda mengabaikan hal ini, maka &#8230; hhmmm &#8230; terlepaslah &#8220;ikan&#8221; dari kailnya.  Titik.<br />
<strong>Jadi &#8230; ingat, jangan sampai terlepas ikannya.</strong><br />
Salam,</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="TUJUAN COPYWRITING ADALAH "MENINGKATKAN PENJUALAN" " url="http://lehmannsblog.com/?p=54"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/01/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENTINGNYA PENGARUH &#8220;COPY WRITING&#8221; TERHADAP &#8220;PENJUALAN&#8221;</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/01/pentingnya-pengaruh-copy-writing-terhadap-penjualan/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/01/pentingnya-pengaruh-copy-writing-terhadap-penjualan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 09:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[bonus]]></category>
		<category><![CDATA[consumer-satisfaction]]></category>
		<category><![CDATA[copy-writing]]></category>
		<category><![CDATA[discount]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan-pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan-purnajual]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[repeat-buyer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/2009/01/36/</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda ingin berjualan secara online, jangan beranggapan bahwa berjualan melalui Internet adalah pekerjaan ringan. Berbeda dengan berjualan retail offline pada umumnya, berjualan secara online (e-retailer) memiliki tuntutan dan tantangan tersendiri. Bahkan, tantangannya lebih sulit dibanding dengan melayani pelanggan offline, mengingat Anda menghadapi pelanggan di dunia &#8220;maya&#8221; &#8211; tidak berhadapan langsung dengan pelanggan. Namun kesulitan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda ingin berjualan secara online, jangan beranggapan bahwa berjualan melalui Internet adalah pekerjaan ringan.</p>
<p>Berbeda dengan berjualan retail offline pada umumnya, berjualan secara online (e-retailer) memiliki tuntutan dan tantangan tersendiri. Bahkan, tantangannya lebih sulit dibanding dengan melayani pelanggan offline, mengingat Anda menghadapi pelanggan di dunia &#8220;maya&#8221; &#8211; tidak berhadapan langsung dengan pelanggan. Namun kesulitan itu bukannya tidak dapat diatasi.</p>
<p>ForeSee, mengungkapkan hasil surveynya mengenai &#8220;online retail&#8221; yang menyatakan bahwa hanya Amazon dan Netflix yang merupakan online retailer terbaik dengan nilai di atas 80 (yang dinilai oleh American Consumer Satisfaction &#8211; University of Michigan, nilai 80 adalah Standar Kepuasan yang baik). Sementara yang lainnya, pada umumnya hanya berada di bawah nilai (score) 69.</p>
<p>Secara umum, berjualan atau berdagang, memerlukan beberapa ketentuan agar berhasil, antara lain:<br />
1. <strong>Merchandize</strong>, yakni ketersediaan produknya, keragaman jenis produknya serta daya tarik produknya.</p>
<p>2. <strong>Functionality</strong>, yaitu fungsi dan keragaman fitur dari produk yang beragam pula, manfaatnya bagi pembeli serta kemudahan pemakaiannya (peng-&#8221;operasi&#8221;-annya).</p>
<p>3. <strong>Content,</strong> atau isinya &#8211; dalam hubungan dengan produk online, adalah isi situsnya yang menunjukkan kecermatan (accuracy), berkualitas (quality) serta mutakhir (up-to-date), mudah dicerna serta mengandung kebenaran.</p>
<p>4. <strong>Price</strong>,  harga produk yang ditawarkannya wajar  serta tingkat harganya bersaing dengan produk lain yang sejenis.</p>
<p>Nah, kepuasan pelanggan itulah, bukan hanya pelanggan online retail <span id="more-36"></span>melainkan juga di dunia offline, yang membawa mereka &#8220;kembali&#8221; untuk membeli,  &#8211; menjadi &#8220;repeat buyer&#8221; atau singkatnya &#8220;repeater&#8221;.</p>
<p><strong>Merchandizing</strong>:</p>
<p>Bagaimana pelanggan akan berbelanja kembali dari Anda, jika produk Anda hanya ada satu jenis? Atau pada saatnya &#8220;dipesan&#8221;, tidak lagi tersedia. Di Indonesia, pada umumnya, daya tarik untuk membeli suatu produk terletak pada &#8220;hadiah&#8221; atau &#8220;bonus&#8221;-nya. Dua produk yang serupa dari dua pesaing yang berbeda, memberikan hadiah atau bonus yang berbeda. Yang menawarkan bonus paling menarik berpeluang lebih besar untuk memenangkan persaingan. Daya tarik lainnya, adalah pelayanan purnajual. Pelanggan mendapatkan &#8220;pelayanan&#8221; extra (tanpa bayaran extra), berupa tuntunan (guidance) atau petunjuk lainnya agar dapat meng-&#8221;operasi&#8221;-kan produk yang telah dibelinya.</p>
<p><strong>Functionality</strong>:</p>
<p>Bagaimana pelanggan akan kembali membeli, jika ternyata produk yang dibelinya berfungsi tidak sesuai dengan yang dinyatakannya. Atau ternyata sukar pemakaiannya atau aplikasinya.</p>
<p><strong>Content</strong>:</p>
<p>Dalam hubungannya dengan online-product (yang pada hakekatnya berbentuk informasi, misalnya suatu program, software) yang bersifat &#8220;maya&#8221; sangat memerlukan &#8220;penjelasan&#8221; yang lengkap (comprehensive), cermat (accurate), mutakhir (up-to-date) dan benar (correct). Tentu saja, dengan penjelasan yang &#8220;memikat&#8221; sehingga &#8220;mampu menjual&#8221; (selling). Nah, di sinilah Anda perlu memiliki penguasaan copy-writing.</p>
<p><strong>Price</strong>:</p>
<p>Dalam kaitannya dengan penawaran harga, pada hakekatnya, pembeli ingin mendapatkan &#8220;harga yang pantas&#8221;, terjangkau (reasonable) untuk kualitas produk tersebut.</p>
<p>Adapun daya tarik tambahan, yang pada umumnya &#8220;memikat pembeli&#8221; adalah discount (potongan harga), hadiah atau bonus, masa berlakunya harga &#8211; lewat masa itu harga berbeda (naik), dll.</p>
<p>Akhirnya, di atas  semua itu Anda perlu memperhatikan dan mendengarkan umpan balik (feedback) dari pelanggan perihal keinginan serta preferensi mereka. Pengalaman mereka ketika berada di situs Anda akan menentukan tingkat kepuasan mereka.</p>
<p><strong>Ingatlah, kepuasan mereka akan membawa mereka kembali untuk belanja dari Anda.<br />
</strong></p>
<p>Salam,</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PENTINGNYA PENGARUH "COPY WRITING" TERHADAP "PENJUALAN"" url="http://lehmannsblog.com/2009/01/36/"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/01/pentingnya-pengaruh-copy-writing-terhadap-penjualan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
