Browsing the archives for the consumer-satisfaction tag.


MENGENAL PELANGGAN LEBIH DEKAT

Marketing

Beberapa waktu lalu dalam blog jokosusilo.com ditampilkan artikel tentang mengenali pelanggan (konsumen) . Dalam pengamatan saya selama berkecimpung dalam blogging sekitar 11 bulan terakhir saya jumpai hal-hal yang menarik untuk berbagi dengan teman-teman blogger.
Pertama-tama saya jumpai bahwa pelanggan atau calon pelanggan serta kelompok pelanggan mempunyai minat yang berbeda satu dari lainnya, termasuk minat pada informasi yang mereka kehendaki.
Hasil pengamatan saya dalam menjelajahi internet dengan maksud “mempelajari” bentuk dan struktur website, khususnya mini website, ternyata hampir semuanya menampilkan informasi yang terstruktur sesuai dengan kelompok peminat informasi itu.
Jika kita bandingkan dengan bisnis offline kira-kira analog dengan “Company Profile” atau sering juga disebut sebagai “Business Profile” yang minimal menampilkan hal-hal yang dibutuhkan berbagai kelompok sebagai berikut:

  1. Kelompok yang orientasinya pada Hubungan (Relationship Oriented) yang ingin tahu tentang siapa Anda, yang berada di belakang layar, bagaimana cara berhubungan dengan Anda dan informasi lainnya mengenai Anda.
  2. Kelompok yang berorientasi pada Informasi (Information Oriented)

    Continue Reading »

2 Comments

PERLUNYA MEMBEDAKAN “COPYWRITING” DENGAN “COPYWRITING”

Business

Lho, bagaimana sih, keduanya kan sama? Betul, memang sama, tujuannya pun sama, yaitu meningkatkan penjualan, seperti yang saya ungkapkan dalam artikel terdahulu. Namun ada yang membedakannya, yaitu sasaran dan momentum pada waktu pelaksanaannya, yang disesuaikan dengan perilaku para calon pembeli dalam tahapan atau proses pembelian.
Proses pembelian sudah seringkali kita dengar dan kita kenal sebagai AIDA+L (Awareness, Interest, Decision, Action, plus Loyalty).

Logikanya begini:

  1. Mana mungkin orang menjadi pelanggan, – apalagi setia – (loyalty), kalau belum pernah menjadi pembeli (action);
  2. Orang tidak akan melakukan pembelian (action) kalau belum memutuskan (decision) untuk membeli ;
  3. Para calon pembeli tidak akan memutuskan (decision) untuk membeli , kalau tidak punya minat (interest), – sesuai kebutuhan -,  … dan
  4. Sudah dapat dipastikan, orang tidak akan punya minat (interest) kalau dia tidak sadar (awareness), – tidak tahu tentang adanya produk yang kita tawarkan.

Nah di sinilah copywriting berperan dalam masing-masing tahapan proses pembelian itu, dan agaknya dapat dimengerti kalau gaya dan caranya harus berbeda dari satu tahapan ke tahapan berikutnya dengan tujuan agar yang

Continue Reading »

11 Comments

TUJUAN COPYWRITING ADALAH “MENINGKATKAN PENJUALAN”

Business

Jika Anda membaca judul di atas, dapat dipastikan Anda akan berkomentar SERABA-SERBI BISNIS INTERNET“Ya iyyya, lah”. Kalau begitu, Anda sependapat dengan saya.

Banyak kita melihat dan mendengar iklan yang pada umumnya ditulis dengan kata-kata yang indah, disain yang artistik, iklan TV yang sangat  impressive sampai yang bombastis, dan secara tidak sadar kita menyukainya. Namun, pernahkah ada iklan seperti itu membawa kita membeli suatu produknya? Jika jawabannya “Ya”, berarti iklan itu berhasil menjual.

Iklan tidak dibuat/ditulis agar “disukai”, melainkan mempunyai tujuan akhir, yaitu meningkatkan penjualan dan keuntungan bagi pemasang iklannya.
Oleh karena itu Claude Hopkins mendefinisikan “copywriting” sebagai: “Salesmanship in Print” (Keahlian Menjual Dalam Bentuk Tercetak). Sementara Judith Charles mendefinisikan: “Copywriter” adalah “A Salesperson behind a Typewriter” (Seorang Penjual Di Belakang Mesin Tik).
Jadi, apa kira-kira persyaratan untuk menjadi seorang “Copywriter” yang

Continue Reading »

21 Comments

PENTINGNYA PENGARUH “COPY WRITING” TERHADAP “PENJUALAN”

Business

Jika Anda ingin berjualan secara online, jangan beranggapan bahwa berjualan melalui Internet adalah pekerjaan ringan.

Berbeda dengan berjualan retail offline pada umumnya, berjualan secara online (e-retailer) memiliki tuntutan dan tantangan tersendiri. Bahkan, tantangannya lebih sulit dibanding dengan melayani pelanggan offline, mengingat Anda menghadapi pelanggan di dunia “maya” – tidak berhadapan langsung dengan pelanggan. Namun kesulitan itu bukannya tidak dapat diatasi.

ForeSee, mengungkapkan hasil surveynya mengenai “online retail” yang menyatakan bahwa hanya Amazon dan Netflix yang merupakan online retailer terbaik dengan nilai di atas 80 (yang dinilai oleh American Consumer Satisfaction – University of Michigan, nilai 80 adalah Standar Kepuasan yang baik). Sementara yang lainnya, pada umumnya hanya berada di bawah nilai (score) 69.

Secara umum, berjualan atau berdagang, memerlukan beberapa ketentuan agar berhasil, antara lain:
1. Merchandize, yakni ketersediaan produknya, keragaman jenis produknya serta daya tarik produknya;

2. Functionality, yaitu fungsi dan keragaman fitur dari produk yang beragam pula, manfaatnya bagi pembeli serta kemudahan pemakaiannya atau peng-“operasi”-annya (user friendly);

3. Content, atau isinya – dalam hubungan dengan produk online, adalah isi situsnya yang menunjukkan kecermatan (accuracy), berkualitas (quality) serta mutakhir (up-to-date), mudah dicerna serta mengandung kebenaran.

4. Price,  harga produk yang ditawarkannya wajar  serta tingkat harganya bersaing dengan produk lain yang sejenis.

Nah, kepuasan pelanggan itulah, bukan hanya pelanggan online retail

Continue Reading »

5 Comments