<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lehmann &#187; bisnis internet</title>
	<atom:link href="http://lehmannsblog.com/tag/bisnis-internet/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lehmannsblog.com</link>
	<description>SERBA-SERBI BISNIS INTERNET</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 15:43:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet &#8211; Kontroversi &#8220;Menjadi Ahli&#8221;</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/peluang-bisnis-online-tanpa-ribet-kontroversi-menjadi-ahli.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=peluang-bisnis-online-tanpa-ribet-kontroversi-menjadi-ahli</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/peluang-bisnis-online-tanpa-ribet-kontroversi-menjadi-ahli.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 03:47:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advertising]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[harus]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi ahli]]></category>
		<category><![CDATA[Peluang Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ribet]]></category>
		<category><![CDATA[solusi sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet telah berhasil menarik perhatian dan minat ratusan bahkan mungkin ribuan para blogger di Indonesia, bahkan mungkin ada juga yang berdomisili di luar negeri. Sejak tanggal 5 Juli s/d 3 Oktober 2011 Kontes SEO Joko Susilo mengetengahkan produk InstanX.com &#8211; Jadi Expert Tanpa Ribet, suatu solusi sederhana dalam bisnis internet bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet</strong> telah berhasil menarik perhatian dan minat ratusan bahkan mungkin ribuan para blogger di Indonesia, bahkan mungkin ada juga yang berdomisili di luar negeri.<br />
Sejak tanggal 5 Juli s/d 3 Oktober 2011 <a href="http://lehmannsblog.com/peluang-bisnis-online-tanpa-ribet-kontes-seo-joko-susilo.html">Kontes SEO Joko Susilo</a> mengetengahkan produk InstanX.com &#8211; Jadi Expert Tanpa Ribet, suatu solusi sederhana dalam bisnis internet bagi para pelaku bisnis online tanpa harus ribet dan capek menjadi ahli terlebih dulu.<br />
Dalam salah satu <a href="http://lehmannsblog.com/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan.html">artikel saya</a> beberapa waktu lalu, saya kemukakan pendapat salah seorang <em>copywriter</em> dunia yang sukses, Joseph Sugarman, sbb:</p>
<p>&#8220;Untuk bisa menjual produk Anda, Anda harus menjadi &#8220;ahli&#8221; mengenai produk yang akan Anda jual&#8221;.<br />
Menjadi &#8220;ahli&#8221; yang dimaksudkan di sini, dalam arti mempelajari tentang produk yang bersangkutan untuk memperoleh pengetahuan khusus agar Anda dapat memberi informasi yang benar dan nyata tentang produk itu kepada prospek Anda.<br />
Nah, di sini mungkin Anda melihat adanya suatu kontroversi.<br />
Di satu sisi, menurut Joko Susilo dalam<a title="1001 Peluang Bisnis" href="http://www.instanx.com/?id=namelos"> &#8220;ilmu InstanX&#8221;</a>, untuk bisa melakukan bisnis<span id="more-730"></span> internet, dengan menggunakan <a title="1001 Peluang Bisnis" href="http://www.instanx.com/?id=namelos"><strong>Peluang Bisnis Online Tanpa Ribe</strong>t</a>, Anda tidak perlu untuk repot &#8220;menjadi ahli&#8221;. Di sisi lain, menurut Joseph Sugarman, &#8211; kebetulan keduanya berinitial JS -, Anda harus &#8220;menjadi ahli&#8221; agar bisa menjual produk Anda.<br />
Saya melihat antara &#8220;tanpa harus menjadi ahli&#8221; dari kacamata Joko Susilo dengan &#8220;harus menjadi ahli&#8221; dalam pandangan Joseph Sugarman, bukanlah suatu kontroversi, melainkan keduanya melihat dari sudut pandang yang berbeda.<br />
Joko Susilo melihatnya dari sisi &#8220;seluk beluk penciptaan produk&#8221;, sementara Joseph Sugarman melihatnya dari segi &#8220;penyampaian informasi tentang produk&#8221;.<br />
Dengan demikian, kedua prinsip tersebut dapat berjalan seiring, bahkan &#8220;bergandeng-tangan&#8221;, bahu membahu. Kedua pendapat itu pun dapat, bahkan patut, diberikan pembenaran, dikompromikan. Mengapa?<br />
<strong>Inilah penjelasannya.</strong><br />
Dalam hal seluk beluk penciptaan produk, boleh saja Anda tidak memiliki keahlian, karena Anda bisa saja menyewa/membayar keahlian orang lain dengan cara &#8220;<a href="http://lehmannsblog.com/peluang-bisnis-online-tanpa-ribet-instanx-com.html"><em>outsourcing</em> atau <em>maakloon</em></a>&#8221; . Namun jika Anda punya &#8220;toko&#8221; (dalam wujud <em>website</em> atau <em>blog</em>) yang akan menjual sendiri produk tersebut, secara mutlak Anda perlu menguasai informasi (ahli) tentang produk tersebut, meskipun Anda &#8220;dapat menugaskan&#8221; orang lain juga (<em>outsourcing</em>) untuk <a href="http://lehmannsblog.com/pentingnya-pengaruh-copywriting-terhadap-penjualan.html">mem-formulasi-kan dan mem-visualisasi-kan</a> informasi tersebut ke dalam bentuk nyata seperti <em>copywriting</em> untuk sales letter, brochures, design iklan, banner, video, tv-spot dsb.<br />
Di sinilah kekuatan yang Anda peroleh dari <a title="1001 Peluang Bisnis" href="http://www.instanx.com/?id=namelos"><strong>Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet</strong></a>. Anda bebas dari &#8220;keharusan menjadi ahli&#8221;. Anda tidak perlu menjadi ahli seperti Joko Susilo, di mana ia adalah seorang &#8220;pencipta produk&#8221; sekaligus seorang &#8220;marketer&#8221;. Kalau Anda kemudian ingin menjadi ahli seperti Joko Susilo, &#8211; setelah bisnis Anda berjalan -, &#8230; adalah lain soal.<br />
Bagaimana pendapat Anda?</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet - Kontroversi "Menjadi Ahli"" url="http://lehmannsblog.com/?p=730"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/peluang-bisnis-online-tanpa-ribet-kontroversi-menjadi-ahli.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENGUBAH PEMIKIRAN NEGATIF MENJADI POSITIF</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/mengubah-pemikiran-negatif-menjadi-positif.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengubah-pemikiran-negatif-menjadi-positif</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/mengubah-pemikiran-negatif-menjadi-positif.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 14:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[negatif thinking]]></category>
		<category><![CDATA[positif thinking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda mencoba merenung, apakah Anda seorang yang berpikiran positif (positive thinking) atau negatif (negative thinking)? Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjadikan Anda positive tinking. Silahkan Anda mencoba. 1. Ketika Anda melihat atau membaca iklan &#8220;Bisnis Internet&#8221;, komentar apa yang muncul di benak Anda, inikah &#8230;? Ah, mustahil; Allaa, bohong aja; Penipuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda mencoba merenung, apakah Anda seorang yang berpikiran positif (<em>positive thinking</em>) atau negatif (<em>negative thinking</em>)? Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjadikan Anda positive tinking. Silahkan Anda mencoba. <strong></strong></p>
<p><strong>1. Ketika Anda melihat atau membaca iklan &#8220;Bisnis Internet&#8221;, komentar apa yang muncul di benak Anda, inikah &#8230;?</strong></p>
<ul>
<li>Ah, mustahil;</li>
<li>Allaa, bohong aja;</li>
<li>Penipuan tuh;</li>
<li>Yang bener aja;</li>
<li>Tidak mungkin laaah, dsb., dsb.</li>
</ul>
<p>Tentu saja masih banyak lagi pernyataan yang negatif seperti itu. Anda bisa <span id="more-506"></span>membuat daftarnya lebih panjang.  <strong></strong></p>
<p><strong>2. Namun demikian, ada pula yang berkomentar dalam bentuk &#8220;pertanyaan&#8221; (bukan &#8220;pernyataan&#8221;), yang menjurus pada pemikiran positif, seperti:</strong></p>
<ul>
<li>Ah, masa sih?</li>
<li>Apa mungkin?</li>
<li>Apa iya? Apa sih bisnisnya?</li>
<li>Benarkah? Bagaimana caranya, ya?</li>
<li>Emang bisa, ya? dsb., dsb.</li>
</ul>
<p>Dalam kenyataan membuktikan bahwa Bisnis Internet semakin hari semakin semarak diminati para pendatang baru,  sehingga berkembang dengan sangat dahsyat. Mengapa? Karena banyak yang berpikiran positif ketika dia tahu ada bisnis internet.  <strong></strong></p>
<p><strong>3. Pernyataan atau pertanyaannya rata-rata seperti ini:</strong></p>
<ul>
<li>Boleh juga nih, buat sumber nafkah extra;</li>
<li>Ini dia yang saya cari, buat kebebasan finansial;</li>
<li>Saya mau coba ah. Siapa tahu jadi jutawan;</li>
<li>Kebetulan nih, saya sedang nganggur;</li>
<li>Perlu dicoba nih. Buat persiapan pensiun.</li>
</ul>
<p><strong>4. Sekarang silahkan Anda jawab pertanyaan di bawah ini:</strong> Jika Anda melihat ember, gelas, botol atau apapun, setengahnya terisi air, apa yang Anda katakan?</p>
<ul>
<li>a. Setengah penuh ? &#8230; atau</li>
<li>b. Setengah kosong ? &#8230; dan</li>
</ul>
<p><strong>5. Jika isinya 3/4 (tiga per empat), apa komentar Anda?</strong></p>
<ul>
<li>a. Hampir penuh ? &#8230; atau</li>
<li>b. Tidak penuh ? Anda merasakan bedanya semua itu, kan?</li>
</ul>
<p>Selamat bagi Anda yang menjawab 4a dan 5a, Anda orang yang <em>positive thinking</em>.  Bagi anda yang menjawab 4b dan 5b, cobalah Anda berlatih membiasakan diri untuk mengubah kebiasaan menggunakan kalimat, pernyataan atau pertanyaan yang bernada negatif dengan yang bermakna positif, misalnya:</p>
<ol>
<li><em>Mendapatkan uang dari bisnis internet itu <strong>tidak mungkin</strong>, menjadi : <strong>tidak mustahil</strong>;</em> Masih ingat hukum matematika di SMP dulu? : (-2)x(-10) = (+20); (-a)x(-b)=(+ab). Jadi, agar pemikiran Anda yang negatif menjadi positif, gabungkanlah pernyataan negatif dengan yang negatif juga, seperti contoh di atas, tidak = negatif, mungkin = positif, maka hasilnya = negatif; sedangkan tidak = negatif, mustahil = negatif, hasilnya = positif;</li>
<li><em>Contoh lain, positif </em>: &#8220;Mencoba bisnis internet itu <strong><em>tidak salah</em></strong> (<em>negxneg=pos</em>), <em><strong>tidak susah </strong></em>(<em>negxneg=pos</em>), <strong><em>bisa sukses </em></strong>(<em>posxpos=pos</em>), <strong><em>bukan mustahil </em></strong>(<em>negxneg=pos</em>)&#8221;, dsb.;</li>
<li><em>Contoh negatif </em>: &#8220;Melakukan bisnis internet itu <strong><em>tidak benar </em></strong>(<em>negxpos=neg</em>), <strong><em>tidak mudah </em></strong>(<em>negxpos=neg</em>), <em><strong>tidak mungkin sukses </strong></em>(<em>negxposxpos=neg</em>)&#8221;,  -ingat?: (-a)x(+b)x(+c)=(-abc), dsb.</li>
</ol>
<p><strong>SELAMAT MENCOBA UNTUK MEWUJUDKAN POSITIVE THINKING DEMI SUKSESNYA BISNIS ANDA !</strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="MENGUBAH PEMIKIRAN NEGATIF MENJADI POSITIF" url="http://lehmannsblog.com/?p=506"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/mengubah-pemikiran-negatif-menjadi-positif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEBERHASILAN ANDA TIDAK TERGANTUNG PADA NASIB ANDA</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/keberhasilan-anda-tidak-tergantung-pada-nasib-anda.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=keberhasilan-anda-tidak-tergantung-pada-nasib-anda</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/keberhasilan-anda-tidak-tergantung-pada-nasib-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 09:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[berusaha]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[nasib]]></category>
		<category><![CDATA[nasib dan usaha]]></category>
		<category><![CDATA[sungguh-sungguh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[Ya! &#8230; Keberhasilan Anda Tidak Tergantung hanya pada Nasib Anda, &#8230; melainkan juga pada Usaha Anda. Suatu saat saya membaca email dari teman maillist yang mengisahkan keberhasilan seorang pengusaha di bawah judul: &#8220;Nasib dan Usaha&#8221; Saya berfikir, ada baiknya kisah itu disebarkan kepada teman-teman lainnya, mengingat isinya yang mengandung &#8220;pelajaran&#8221; yang sangat berharga. Adapun kisahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya! &#8230; <strong>Keberhasilan</strong> Anda Tidak Tergantung <strong>hanya</strong> pada <strong>Nasib</strong> Anda, &#8230; melainkan <strong>juga</strong> pada <strong>Usaha</strong> Anda.</p>
<p>Suatu saat saya membaca email dari teman maillist yang mengisahkan keberhasilan seorang pengusaha di bawah judul: &#8220;<strong>Nasib dan Usaha</strong>&#8221;</p>
<p>Saya berfikir, ada baiknya kisah itu disebarkan kepada teman-teman lainnya, mengingat isinya yang mengandung &#8220;pelajaran&#8221; yang sangat berharga. Adapun kisahnya seperti di bawah ini.</p>
<p><strong>NASIB DAN USAHA</strong> (Seperti dikisahkan oleh Beben)</p>
<p>Kisah seorang konglomerat dan pengusaha kaya dan menurut banyak pihak, kekayaan itu diperoleh benar2 dari nol. Karena itu, apa yg dilakukannya mampu menginspirasi banyak orang.</p>
<p>Suatu ketika, ada seorang pemuda ingin belajar, menimba pengalaman dari sang pengusaha tersebut. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya sang pemuda berhasil menemui si pengusaha sukses.</p>
<p>&#8220;Terimakasih Bapak mau menerima saya. Terus terang saya sangat ingin <span id="more-351"></span>menimba pengalaman dari Bapak sehingga bisa sukses seperti Bapak,&#8221; ujar pemuda itu.</p>
<p>Mendengar permintaan itu, sang pengusaha tersenyum sejenak. Kemudian, ia pun meminta anak muda tadi menengadahkan tangannya. Si pemuda pun terheran-heran, lalu si pengusahapun menjelaskan maksudnya.<br />
&#8220;Biar aku lihat garis tanganmu dan, simaklah baik-baik apa pendapatku tentangmu sebelum aku memberikan pelajaran seperti yg kamu minta,&#8221; jawab pengusaha tersebut.<br />
Setelah pemuda itu menengadahkan kedua tangannya, si pengusaha pun berkata, &#8220;Lihatlah telapak tanganmu ini. Disini ada beberapa garis utama yang menentukan nasib. Di sana ada garis kehidupan. Kemudian, disini ada garis rezeki dan ada pula garis jodoh.</p>
<p>&#8220;Sekarang, menggenggamlah. Di mana semua garis tadi?&#8221;<br />
&#8220;Di dalam telapak tangan yg saya genggam.&#8221; Jawab si pemuda yg penasaran.<br />
&#8220;Nah, apa artinya itu? Hal itu mengandung arti, bahwa apapun takdir dan keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri. Kamu lihat bukan? Bahwa semua garis tadi ada di tanganmu.</p>
<p>&#8220;Dan, begitulah rahasia suksesku selama ini. Aku <strong>berjuang</strong> dan <strong>berusaha</strong> dengan berbagai cara untuk menentukan nasibku sendiri,&#8221; terang si pengusaha.<br />
&#8220;Tetapi coba lihat pula genggamanmu. Bukankah masih ada garis yang tidak ikut tergenggam? Sisa garis itulah yang berada di luar kendalimu. Karena &#8230; di sanalah letak kekuatan Sang Maha Pencipta yang tidak akan mampu kita lakukan , &#8211; <strong>nasib</strong> -,an itulah bagianNya Tuhan.</p>
<p><strong>Genggam dan lakukan bagianmu dengan <a href="http://www.jokosusilo.com/2008/01/25/affiliate-program-kunci-sukses-bisnis-internet">kerja keras dan sungguh-sungguh</a></strong>, <strong>dan bawalah kepada Tuhan bagian yang tidak mampu engkau lakukan..!</strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="KEBERHASILAN ANDA TIDAK TERGANTUNG PADA NASIB ANDA" url="http://lehmannsblog.com/?p=351"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/keberhasilan-anda-tidak-tergantung-pada-nasib-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PLUS MINUS BISNIS AFILIASI</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/plus-minus-bisnis-afiliasi.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=plus-minus-bisnis-afiliasi</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/plus-minus-bisnis-afiliasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 14:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate merchant]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate program]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis afiliasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[business affiliate]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jokosusilo]]></category>
		<category><![CDATA[online business]]></category>
		<category><![CDATA[reseller]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda sering menjelajahi internet dari satu situs ke situs lainnya, saya yakin anda acapkali melihat tawaran Affiliate Program bagi produk mereka. Bisnis (Online) yang dilakukan dengan Affiliate Program inilah yang saya maksud dengan Bisnis Afiliasi (Affiliate Business). Sebagaimana bisnis lainnya Produk Online pun memerlukan tenaga pemasaran. Dalam hal Affiliate Program, tenaga pemasaran terdiri dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda sering menjelajahi internet dari satu situs ke situs lainnya, saya yakin anda acapkali melihat tawaran <em>Affiliate Program</em> bagi produk mereka. Bisnis (Online) yang dilakukan dengan <em>Affiliate Program</em> inilah yang saya maksud dengan Bisnis Afiliasi (<em>Affiliate Business</em>).<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-335" title="Bisnis Affiliasi" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2010/01/Reseller_2.jpg" alt="" width="150" height="125" />Sebagaimana bisnis lainnya Produk <em>Online</em> pun memerlukan tenaga pemasaran. Dalam hal <em>Affiliate Program</em>, tenaga pemasaran terdiri dari orang-orang yang bertindak sebagai <em>Business Affiliates</em> atau <em>Affiliate Merchant</em>. Intinya, <em>Affiliate Merchant</em> merupakan perangkat pemasaran dengan status partner, disebut juga sebagai <em>Reseller</em>.<br />
Bisnis Afiliasi memiliki nilai plus maupun nilai minus seperti halnya juga dengan bentuk bisnis lainnya.</p>
<p><strong>NILAI PLUS.</strong><br />
Suhu <a href="http://formulabisnis.com/?id=lehmann">Bisnis Internet Yang Paling Direkomendasikan</a>, dalam blognya jokosusilo.com seringkali menulis tentang Bisnis Afiliasi ini, dalam salah satu <a href="http://jokosusilo.com/2008/01/26/mengenal-affiliate-program">artikelnya</a> antara lain:<br />
Dengan mengikuti affiliate program, Anda tidak perlu memiliki situs web <span id="more-331"></span>sendiri untuk menghasilkan uang, cukup bergabung dengan situs-situs web yang menawarkan program seperti ini.</p>
<p><strong>Nilai Plus lainnya:</strong></p>
<ul>
<li> Anda tidak perlu repot membuat produk. Tugas anda hanya mengantarkan pembeli pada penjual.</li>
<li> Anda bisa memilih berbagai <em>Affiliate Program</em> sesuai dengan keinginan dan minat Anda. Anda bisa punya banyak sumber penghasilan dari berbagai bisnis yang berbeda.</li>
<li> Komisi yang ditawarkan program ini biasanya relatif tinggi. Antara 10%-95%.</li>
<li> Anda bisa jadikan <em>Affiliate Program</em> sebagai sumber pendapatan pasif. Anda hanya perlu tinggal di rumah, tidak perlu kemana-mana. Dan, uang akan datang sendiri. Yang penting Anda tetap berpromosi. Atau bahkan, Anda masih bisa mengerjakan kegiatan <em>offline</em> Anda.</li>
</ul>
<p><strong>Anda pernah mengamati atau mengalami SISI NEGATIF-nya?</strong></p>
<ul>
<li> Karena Anda tidak memiliki produk sendiri, hasil penjualannya sangat tergantung pada tingkat penjualan produk orang lain yang berhasil Anda capai;</li>
<li>Ketergantungan tingkat penjualan Anda sangat erat dengan upaya pemasaran yang Anda lakukan &#8211; semakin sedikit upaya promosi Anda, semakin kecil peluang penjualannya, &#8211; bukan berarti jika Anda punya produk sendiri, tidak perlu melakukan promosi -. Upaya Promosi &#8230; Tetap &#8230; Harus Dilakukan !!!</li>
<li> Upaya promosi yang Anda lakukan untuk bisnis afiliasi, tidak mustahil &#8230; justru &#8230; mengantarkan &#8220;calon pembeli&#8221; ke situs <em>principal merchant</em> (pemilik produk) &#8211; dengan demikian Anda tidak memperoleh komisi yang seyogyanya Anda peroleh;</li>
<li> Dengan demikian, peluang untuk &#8220;ditinggalkan&#8221; oleh calon pembeli, jauh lebih besar ketimbang jika Anda punya produk sendiri &#8211; Mengapa ? Karena calon pembeli dapat dengan mudah &#8220;mengenali&#8221; <em>link</em> atau <em>URL</em> bisnis afiliasi;</li>
<li> Pemasaran bisnis afiliasi membutuhkan kejelian dan kemahiran serta kaya akan trik dan taktik &#8220;copywriting&#8221; &#8211; untuk itu Anda perlu banyak berlatih menulis copywriting, banyak mengamati iklan dan text promosi produk lainnya baik untuk mengenal &#8220;kebutuhan konsumen&#8221; maupun mengamati &#8220;produk serupa/sejenis&#8221; yang bisa jadi merupakan &#8220;pesaing&#8221;;</li>
<li> Selama kemahiran itu belum Anda kuasai, jangan terlampau berharap penjualan bisnis afiliasi Anda akan meningkat lebih pesat;</li>
<li> Dengan demikian Anda harus memiliki kesabaran lebih besar, dibanding jika Anda memiliki produk sendiri.</li>
</ul>
<p>Tapi &#8230;, jangan dulu kecil hati, &#8211; jangan malah takut mulai ACTION untuk Bisnis Afiliasi -, sebab sebagaimana Greg Phillips-Benjamin Disraeli mengatakan &#8230;<em><strong> &#8220;ACTION may not always bring SUCCESS, but there is NO SUCCESS WITHOUT ACTION&#8221;.</strong></em> Maka &#8230; pasti ada solusinya.</p>
<p><strong>Bagaimana SOLUSINYA?</strong><br />
Anda bisa belajar banyak, &#8211; seperti yang saya pelajari juga -, dari Blog JokoSusilo, &#8211; khususnya <a href="http://jokosusilo.com/2010/01/13/4-cara-mematikan-untuk-meningkatkan-komisi-affiliatereseller-anda">artikel yang satu ini</a> yang antara lain memberikan &#8220;jurus&#8221; agar membuat &#8220;differensiasi&#8221; website seperti yang dilakukan <a href="http://www.formulabisnisonline.com">Formula Bisnis Online,</a> &#8211; meskipun harus diakui untuk ini perlu ketrampilan yang cukup tinggi, &#8211; saya tahu mengenai hal ini karena saya sendiri masih mencoba membuat affiliate website -, dan saya sendiri sudah &#8220;berkunjung ke situs tersebut. Komentar saya: &#8220;Hebat, &#8230; memang hebat&#8221;, dan saya yakin dia akan cepat berhasil.</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PLUS MINUS BISNIS AFILIASI" url="http://lehmannsblog.com/?p=331"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/plus-minus-bisnis-afiliasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HUBUNGAN BRAND DENGAN PEMASARAN PRODUK</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 12:12:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[differensiasi produk]]></category>
		<category><![CDATA[diversifikasi produk]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[product branding]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>
		<category><![CDATA[tagline]]></category>
		<category><![CDATA[tema promosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi tentang &#8220;Lebih Penting Mana, Brand atau Produk?&#8221; beberapa waktu lalu, di blog JokoSusilo.com menarik dan menggugah saya menulis soal itu, terutama mengenai hubungannya dengan fungsi pemasaran suatu produk. Kita mengenal beberapa fungsi marketing, salah satu di antaranya adalah &#8220;branding&#8221;. Dalam komentar saya pada blog tersebut, brand itu seharusnya melekat pada produk. Dalam arti &#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-142" title="Contoh Brand dari Produk Kecap" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/05/4167b.jpg" alt="Contoh Brand dari Produk Kecap" width="150" height="150" />Diskusi tentang &#8220;<a href="http://jokosusilo.com/2009/05/05/lebih-penting-mana-brand-atau-produk">Lebih Penting Mana, Brand atau Produk</a>?&#8221; beberapa waktu lalu, di blog JokoSusilo.com menarik dan menggugah saya menulis soal itu, terutama mengenai hubungannya dengan fungsi pemasaran suatu produk.</p>
<p>Kita mengenal beberapa fungsi marketing, salah satu di antaranya adalah &#8220;branding&#8221;. Dalam komentar saya pada blog tersebut, brand itu seharusnya melekat pada produk. Dalam arti &#8230; tanpa produk, &#8211; apa yang akan diberi brand? Ketika itu saya memberi contoh, kalau kita mendengar &#8220;rojolele&#8221; &#8211; yang terpikir oleh kita adalah &#8220;beras&#8221;. Tapi, kalau kita mendengar kata beras, bisa bermacam-macam brand yang melintas di pikiran kita. Bisa &#8220;rojolele&#8221;, bisa &#8220;setra ramos&#8221;, bisa &#8220;pandan wangi&#8221; dsb. Padahal produknya adalah beras-beras juga.</p>
<p>Kalau Anda bicara soal mobil, terlintas dalam pikiran Anda berbagai &#8220;merk&#8221; <span id="more-141"></span>(brand) seperti Mercedes, BMW, Fiat, Opel, Ford, Chevrolet, Toyota, Mitsubishi, Suzuki dsb. yang sekaligus membawa nama fabrikan (producer). Kalau Anda bicara soal salah satu merk itu, misalkan Toyota, maka timbul pertanyaan yang menjurus pada produk yang lebih spesifik.</p>
<p>&#8220;Jenisnya apa?&#8221; Truk, Bus, Sedan, Pick-up, Minibus, dsb. Lebih spesifik lagi kalau Anda bicara soal &#8220;jenisnya&#8221; misalnya, Toyota Sedan, maka timbul pertanyaan lebih lanjut, tipenya apa? Crown, Corona, Corolla dsb. Selanjutnya jika ada orang bicara soal Kijang misalnya, Anda tahu bahwa yang dibicarakan adalah Toyota Jenis Minibus atau Pick-up.</p>
<p>Di situlah peran branding dalam hubungannya dengan diversifikasi dan differensiasi produk.</p>
<p>Nah, jika Anda hubungkan dengan SMUO, maka yang terlintas di pikiran Anda suatu &#8220;Program Pembelajaran Bisnis Online&#8221; yang diproduksi dan disalurkan oleh FormulaBisnis.com.</p>
<p>Pertanyaan yang mungkin terlintas di pikiran Anda, &#8220;Jadi mana yang harus kita promosikan? SMUO atau FormulaBisnis.com?</p>
<p>Dalam hal ini, karena SMUO adalah satu-satunya produk yang diproduksi dan ditawarkan oleh FormulaBisnis. Maka jika Anda mempromosikan FormulaBisnis maka Anda sekaligus mempromosikan SMUO. Demikian juga jika Anda mempromosikan SMUO, sekaligus mempromosikan FormulaBisnis.</p>
<p>Sama halnya jika Anda mempromosikan &#8220;rojolele&#8221; (brand) berarti sekaligus mempromosikan beras (produk).</p>
<p>Perkembangan selanjutnya, FormulaBisnis.com menciptakan produk baru dengan brand RahasiaBlogging yang disalurkan oleh RahasiaBlogging.com.</p>
<p>Jika Anda mencari iklan Bisnis Online atau Bisnis Internet, maka Anda akan menjumpai juga berbagai produk selain SMUO.</p>
<p>Sama halnya jika Anda mencari iklan &#8220;kecap&#8221; Anda akan menjumpai tawaran kecap dari berbagai &#8220;merk&#8221;, &#8230; sekedar contoh: termasuk merk &#8220;Bola Dunia&#8221; (lihat ilustrasi).</p>
<p>Soal berikutnya adalah &#8220;tema promosi&#8221;, disebut juga &#8220;Tagline&#8221;, yang mengacu pada brand dan produk yang Anda jual.</p>
<p>Apa yang terlintas di pikiran Anda jika membaca Iklan Promosi : &#8220;Banjir Kok Naik Sedan&#8221; &#8230; atau &#8230; &#8220;Memang Tiada Duanya&#8221;.</p>
<p>Nah, pikirkanlah brand untuk produk Anda sebelum Anda meluncurkannya, dan &#8230; jangan lupa &#8220;Tema Promosinya&#8221;.</p>
<p>Masih ingat artikel <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting">Perlunya Membedakan Copywriting dengan Copywriting?</a></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="HUBUNGAN BRAND DENGAN PEMASARAN PRODUK" url="http://lehmannsblog.com/?p=141"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ANDA INGIN SUKSES ?</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/anda-ingin-sukses.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=anda-ingin-sukses</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/anda-ingin-sukses.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 13:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[anda ingin sukses]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[ingin sukses]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[online business]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[There&#8217;s only one success &#8211; to be able to spend your life in your own way (Christopher Morley), yang artinya kira-kira: Hanya ada SATU SUKSES &#8211; yaitu: Untuk dapat menempuh hidup Anda dengan cara Anda sendiri. Dalam artikelnya baru-baru ini, mas Joko Susilo mengutarakan 5-hal untuk menjadi orang sukses: 1. Mencintai yang Anda Lakukan; 2. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>There&#8217;s only one success &#8211; to be able to spend your life in your own way </em>(Christopher Morley), yang artinya kira-kira:</p>
<p><strong>Hanya ada SATU SUKSES &#8211; yaitu: Untuk dapat menempuh hidup Anda dengan cara Anda sendiri. </strong></p>
<p>Dalam <a href="http://jokosusilo.com/2009/03/26/5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-menjadi-sukses">artikelnya baru-baru ini,</a> mas Joko Susilo mengutarakan 5-hal untuk menjadi orang sukses: 1. Mencintai yang Anda Lakukan; 2. Berorientasi Pada Tujuan; 3. Berkumpul di Lingkungan  Orang Sukses; 4. Percaya Diri; dan 5. Bekerja Keras.<br />
Mungkin kita semua memiliki keinginan untuk sukses. Namun tidak semua orang yang memenuhi kriteria di atas. Mungkin di antara Anda ada yang sudah memenuhi kriteria itu, namun belum juga mencapai sukses. Anda tahu, meskipun TAKDIR di Tangan TUHAN, &#8230; namun NASIB berada di tangan kita.<br />
Di antara Anda pasti ada yang bertanya bagaimana cara melaksanakannya.<br />
Saya ingin mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyan tersebut, dengan berbagi pengalaman saya sendiri, meskipun saya yakin saat ini Mas Joko sedang menyiapkan artikel mengenai hal itu dan dalam beberapa hari mendatang dapat diharapkan akan muncul artikelnya mengenai jawaban menurut pandangannya.</p>
<p>Inilah beberapa tips dari saya berdasarkan pengalaman saya pribadi:</p>
<p><strong>1. Bagaimana memelihara sikap Mencintai yang dilakukan?</strong></p>
<ul>
<li>Pilihlah bidang yang ANDA SUKAI (CINTAI);</li>
<li>Jangan menilai pekerjaan atau bidang pekerjaan Anda secara &#8220;a priori&#8221; negatif;</li>
<li>Jangan pernah, &#8230; saya ulangi &#8230; jangan pernah mengatakan pada diri sendiri: &#8220;pekerjaan ini membosankan&#8221;, karena &#8220;kebosanan&#8221; akan benar-benar TERPICU dan menghantui Anda sendiri;</li>
<li><span id="more-113"></span>Terimalah apa adanya kondisi bidang pekerjaan Anda, &#8211; kalau dari pekerjaan itu Anda hanya berpenghasilan Rp.1juta/bulan &#8211; terimalah itu sebagai ANUGERAH;</li>
<li> Jika suasana dalam pekerjaan, menegangkan dan kurang menyenangkan, &#8211; terimalah apa adanya dan &#8230; SEDAPAT MUNGKIN &#8230; BUATLAH SUASANANYA MENJADI SANTAI, AKRAB dan MENYENANGKAN;</li>
<li>Jika Anda melihat ADA PELUANG YANG ANDA SUKA sebagai SUMBER PENGHASILAN EXTRA &#8211; raihlah &#8211; INSYA ALLAH Anda akan  mencintai yang Anda lakukan;</li>
</ul>
<p><strong>2. Bagaimana cara untuk Berorientasi pada tujuan ?</strong></p>
<ul>
<li>Tentukan tujuannya sebelum Anda memulai &#8211; LOGIKANYA: bagaimana Anda bisa berorientasi pada TUJUAN kalau Anda sendiri tidak tahu TUJUANNYA;</li>
<li>Fokuskan perhatian Anda pada TUJUAN itu &#8211; bolehlah lihat-lihat ide lainnya, tapi &#8230; pikirkanlah untuk memanfaatkan ide itu guna kemajuan mencapai TUJUAN Anda;</li>
</ul>
<p><strong>3. Bagaimana sikap seorang pemula untuk Berkumpul di lingkungan orang sukses ?</strong></p>
<ul>
<li> Carilah komunitas di bidang yang Anda lakukan, &#8211; baik ONLINE maupun OFFLINE -, dewasa ini banyak Online Social Network seperti Facebook, Multiply, Tagged, Hi5, WAYN, Yahoogroups, &#8230; dsb., secara Offline &#8230; di kampus atau forum diskusi mahasiswa &#8230; dsb;</li>
<li>Sering-seringlah bertukar pendapat / pikiran dengan mereka. Dalam <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting">artikel saya beberapa waktu lalu</a> tentang innovator Google, Sergey Brin dan Larry Page serta pencipta WordPress, Matt Mullenweg yang bergaul di lingkungan orang-orang dengan otak brillian di Universitas Stanford, di mana innovator Yahoo, HP dan Silicon Graphic juga         menuntut ilmu;</li>
</ul>
<p><strong>4. Bagimana cara untuk lebih Percaya diri ?</strong></p>
<ul>
<li>Percaya diri tumbuh karena menerima pelajaran dari pengetahuan dan pengalaman yang diamalkan / diterapkan;</li>
<li>Pelajaran bisa bersumber dari pengetahuan yang Anda baca, Anda lihat, Anda peroleh di bangku sekolah atau kuliah, dari pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain &#8230; dsb;</li>
<li>Percaya diri akan tumbuh jika Anda YAKIN dan mengakui KEBENARAN tentang apa yang Anda pelajari;</li>
</ul>
<p><strong>5. Bagaimana supaya kita punya sikap Bekerja keras dan cerdas ?</strong></p>
<ul>
<li>Jika Anda memiliki sesuatu yang Anda cintai, memiliki tujuan yang ingin dan harus dicapai, memiliki banyak teman yang memberi semangat dan pengetahuan &#8211; Anda akan mendapat motivasi untuk bekerja keras -, dan jika Anda rajin berlatih &#8220;menerapkan pengetahuan&#8221; Anda, &#8230; yakinlah &#8230; Anda bukan hanya akan bekerja keras, melainkan juga bekerja CERDAS;</li>
<li>Tetap semangat adalah MODAL untuk bekerja keras guna mencapai TUJUAN dan menjadi orang SUKSES !!!</li>
</ul>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="ANDA INGIN SUKSES ?" url="http://lehmannsblog.com/?p=113"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/anda-ingin-sukses.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BAGAIMANA MENGAMANKAN KONDISI KEUANGAN DALAM KRISIS FINANSIAL GLOBAL</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/bagaimana-mengaamankan-kondisi-keuangan-dalam-krisis-finansial-global.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bagaimana-mengaamankan-kondisi-keuangan-dalam-krisis-finansial-global</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/bagaimana-mengaamankan-kondisi-keuangan-dalam-krisis-finansial-global.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 07:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[deposito]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[lehmann]]></category>
		<category><![CDATA[mengakses internet]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[pasar uang]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Krisis finansial global yang berawal dari krisis subprime mortgage yang mulai pada tahun 2007, di Amerika Serikat (AS) yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh institusi keuangan raksasa di Amerika, melainkan juga mempengaruhi kondisi ekonomi di negara lainnya, di Indonesia pun banyak investor yang tidak luput dari pengaruh itu. Bagaimana hal itu bisa terjadi? &#8230; Justin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Krisis finansial global yang berawal dari krisis <em>subprime mortgage</em> yang mulai pada tahun 2007, di Amerika Serikat (AS) yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh institusi keuangan raksasa di Amerika, melainkan juga mempengaruhi kondisi ekonomi di negara lainnya, di Indonesia pun banyak investor yang tidak luput dari pengaruh itu.</p>
<p>Bagaimana hal itu bisa terjadi? &#8230; Justin Wood, direktur EIU (<em>Economist Intelligence Unit</em>) Asia Tenggara, menjelaskan dalam wawancaranya dengan Jakarta Post (<em>Jakarta Post, Monday &#8211; Nov. 17, &#8217;08</em>), intinya kira-kira sbb.</p>
<p>Krisis keuangan di AS, sudah menyedot dollar dari negara lain, termasuk Indonesia, untuk kebutuhan penyelamatan. Sebagai akibatnya terjadi kelangkaan dollar di negara yang terimbas, selanjutnya mengakibatkan naiknya kurs dollar di negara yang bersangkutan (termasuk nilai rupiah Indonesia yang semakin terpuruk).</p>
<p>&#8220;Permintaan&#8221; terhadap komoditi export menurun, kegiatan export pun jadi lesu, berbagai perusahaan mengalami penurunan kegiatan produksi dan melakukan PHK. Bidang investasi (produksi fisik, seperti sepatu, textil dll) pun terpukul, dan para peminat investasi di bidang produksi &#8220;bersikap menunggu&#8221;, karena kesulitan mendapatkan dana besar sebagai akibat biaya bunga bank lebih tinggi.</p>
<p>Pada gilirannya, konsumsi swasta pun berkurang. Gelombang PHK &#8220;menghantui&#8221; bidang kerja kita.</p>
<p>Apa yang bisa kita lakukan sebelum PHK terjadi? Jawabannya antara lain investasi dalam saham, berbagai jenis Reksadana (Pendapatan Tetap, Pasar Uang, Terproteksi), ORI (Obligasi), deposito serta asuransi.<br />
Dalam <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/berbagi-pengalaman-bagaimana-saya-memulai-bisnis-online">tulisan saya yang lalu</a>, saya mengisyaratkan bisnis online sebagai salah satu cara investasi yang aman. Mengapa? Karena syaratnya ringan, &#8211; bahkan sangat ringan, inilah syaratnya :</p>
<p><a href="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/01/14011.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-20  alignleft" title="Mengetik &amp; Mengakses Internet" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/01/14011-150x150.jpg" alt="SERBA-SERBI BISNIS INTERNET" width="150" height="150" /></a></p>
<p>1. Bisa Mengetik;<br />
2. Bisa Mengakses Internet;<br />
3. Bersedia bekerja 2 jam sehari, &#8211; di rumah atau di mana pun Anda suka -;<br />
4. Tidak perlu modal besar, hanya perlu modal kecil, &#8211; bahkan sangat kecil.<br />
5. Anda harus Tahu Caranya.</p>
<p>Untuk mengetahui caranya, Anda perlu memiliki pengetahuan bisnis online, salah satu di antaranya adalah paket informasi SMUO. &#8211; Apa itu SMUO? -. SMUO (Sistim Mesin Uang Otomatis) adalah sebuah panduan praktis dan teruji, yang diciptakan oleh Joko Susilo, ST. (Pencipta Bisnis Internet Terpopuler saat ini), tentang bagaimana cara menghasilkan uang dengan menjual informasi di internet.</p>
<p>Secara umum, jika Anda bermaksud memulai bisnis internet namun tidak tahu bagaimana memulainya <span id="more-19"></span>dan merancang serta mengelolanya, SMUO akan memandu dan membimbing Anda dari awal. Saya yakin Anda telah memenuhi syarat 1 s/d 4 di atas.</p>
<p>Lalu, apa manfaatnya setelah memiliki paket informasi SMUO? Manfaat yang kita peroleh antara lain <strong>&#8220;Panduan Tiga Langkah Ampuh Untuk Mendapat Penghasilan Melimpah Dari Internet&#8221;.</strong><br />
Langkah 1: Bagaimana menciptakan produk (yang merupakan bahan baku penghasilan kita);<br />
Langkah 2: Bagaimana membangun Website Otomatis Pencetak Uang;<br />
Langkah 3: Bagaimana menarik sebanyak mungkin pengunjung website kita.</p>
<p>Langkah-langkah tersebut,diuraikannyasecara sangat sistematis sehingga, dapat diikuti dengan mudah oleh pemula sekali pun.</p>
<p>Dalam hal menciptakan produk, misalnya, tidak hanya menuntun mengenai bagaimana caranya, melainkan juga produk apa yang terbaik berikut berbagai contoh. Demikian juga dalam hal membangun website, bukan hanya menuntun mengenai caranya, melainkan juga petunjuk bagaimana dan di mana mendapatkan software yang diperlukan. Terakhir mengenai bagaimana menarik pengunjung website sebanyak-banyaknya. Selain itu ditampilkan juga berbagai cara dan strategi yang sangat berharga.</p>
<p>Tidak kurang pentingnya adalah petunjuk-petunjuk mengenai bagaimana menjadi pelaku bisnis online yang tangguh&#8221;. Bukan hanya itu, ada juga bonus-bonus yang bermanfaat untuk memulai bisnis online, yang termasuk dalam paket informasi itu.</p>
<p>Menurut hemat saya, SMUO dapat menjadi &#8220;buku pintar&#8221; yang layak dimiliki oleh para pemula bisnis online.</p>
<p>Salam,</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="BAGAIMANA MENGAMANKAN KONDISI KEUANGAN DALAM KRISIS FINANSIAL GLOBAL" url="http://lehmannsblog.com/?p=19"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/bagaimana-mengaamankan-kondisi-keuangan-dalam-krisis-finansial-global.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

