Browsing the archives for the bersemangat tag.


Steve Jobs – Tokoh di Balik MacIntosh

Motivasi

Bagaikan peribahasa Gajah Mati Meninggalkan Gadingnya, Harimau Mati Meninggalkan Belangnya, Steve Jobs baru saja meninggalkan Karyanya bagi kita para penggemar dan pengguna komputer.
Ia seorang yang gigih dan senantiasa bersemangat menghadapi berbagai cobaan dalam hidupnya, yang justru membuatnya menjadi salah satu tokoh dunia komputer yang berhasil.
Beben Benyamin, salah seorang teman mailing list, baru-baru ini menulis kisah di belakang keberhasilan Steve Jobs, yang menurut saya ada baiknya diketahui oleh teman-teman para blogger, terutama para newbies yang seringkali dirundung keraguan akan keberhasilan upayanya sendiri.
Di bawah ini, disampaikan kisahnya sebagaimana disampaikan oleh rekan Beben.

Kata Sambutan Steve Jobs.

Di bawah ini adalah kata sambutan yang diberikan oleh Steve Jobs pada Graduation Day di Stanford University 2005. Ada beberapa nilai yang dapat kita ambil dan pelajari dari sini, sangat menarik.  
Semoga dapat menjadi berkat dan sumber inspirasi bagi setiap kita.

Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu Universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik

Saya Drop Out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya.
Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “Kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.”

Continue Reading »

4 Comments