MENGGALI ILMU MENDULANG UANG


PERLUNYA MEMBEDAKAN “COPYWRITING” DENGAN “COPYWRITING”

Business

Lho, bagaimana sih, keduanya kan sama? Betul, memang sama, tujuannya pun sama, yaitu meningkatkan penjualan, seperti yang saya ungkapkan dalam artikel terdahulu. Namun ada yang membedakannya, yaitu sasaran dan momentum pada waktu pelaksanaannya, yang disesuaikan dengan perilaku para calon pembeli dalam tahapan atau proses pembelian.
Proses pembelian sudah seringkali kita dengar dan kita kenal sebagai AIDA+L (Awareness, Interest, Decision, Action, plus Loyalty).

Logikanya begini:

  1. Mana mungkin orang menjadi pelanggan, – apalagi setia – (loyalty), kalau belum pernah menjadi pembeli (action);
  2. Orang tidak akan melakukan pembelian (action) kalau belum memutuskan (decision) untuk membeli ;
  3. Para calon pembeli tidak akan memutuskan (decision) untuk membeli , kalau tidak punya minat (interest), – sesuai kebutuhan -,  … dan
  4. Sudah dapat dipastikan, orang tidak akan punya minat (interest) kalau dia tidak sadar (awareness), – tidak tahu tentang adanya produk yang kita tawarkan.

Nah di sinilah copywriting berperan dalam masing-masing tahapan proses pembelian itu, dan agaknya dapat dimengerti kalau gaya dan caranya harus berbeda dari satu tahapan ke tahapan berikutnya dengan tujuan agar yang semula “calon” pembeli menjadi “pembeli” dan selanjutnya jadi “pelanggan” (repeat buyer/repeat purchaser, – dalam hal produk online: repeat visitor) yang setia (loyal).
Cobalah baca SMUO (kalau Anda sudah pernah baca, – bacalah ulang), Anda akan menemukan rahasia copywriting yang benar-benar diterapkan penciptanya dari tahap pertama Anda meng-“klik” situsnya sampai pada “klik” pemesanan serta klik-klik berikutnya yang membuat Anda menjadi “pelanggan setia”.
Pengalaman saya membuktikan, ketika saya menjelajahi internet, mata saya terbentur pada iklan suatu produk online, maka sadarlah saya akan adanya “produk” yang kebetulan sudah saya cari beberapa lama sebelumnya, tentu saja saya klik dan saya baca karena memang saya berminat karena sedang butuh, setelah membaca tentang fitur, manfaat dan detil lainnya tentang produk itu saya memutuskan untuk memesannya, maka saya klik tombol pemesanannya. Selanjutnya hingga sekarang, berulang kali saya kunjungi situsnya. Nampaknya sederhana. Namun untuk melaksanakan copywriting yang mampu “menyeret” calon pembeli sampai menjadi pelanggan setia, perlu ketekunan, kerja keras dan tentu saja perlu waktu untuk terus berlatih.
Saya pernah membaca artikel mengenai “Berapa banyak latihan dan berapa lama kita harus berlatih” untuk menjadi seorang “pelaku terbaik” atau “best performer” di bidang apa pun, misalnya olah raga, music, penulis, pelukis, computer programmer, copywriter, penari dll.
Pertama-tama, seperti yang diungkapkan Malcolm Gladwell kita memerlukan 10.000 jam latihan. … Wow! Jika kita jabarkan, artinya kita harus berlatih sedikitnya 3 jam sehari untuk masa 10 tahun.
Dalam artikel yang sama terungkap pendapat Geoff Colvin yang menyatakan: Yang membedakan “the best performers” dari kita yang lainnya adalah “kerja keras”, – bukan bakat. Kerja keras dalam bentuk latihan, latihan dan latihan. Ia pun menyatakan tidak seorangpun terlahir sebagai pemain golf, pemain tenis, penulis, penari, computer programmer dsb. Mereka semua dibuat menjadi “the best performers“.
Yang kedua, di samping latihan, dalam artikel itu juga disebutkan pula adanya hal lain yang sangat berpengaruh pada keberhasilan seseorang, yaitu yang disebut “kedekatan” (proximity), – dengan kalangan cerdik-pandai yang berotak brillian. Innovator Google, Sergey Brin dan Larry Page, ketika melahirkan Google adalah mahasiswa Stanford University, di mana innovator Yahoo, HP dan Silicon Graphics juga menuntut ilmu. Yang jadi pertanyaan : “Apakah Google akan terlahir, jika Brin dan Page kuliahnya di Indonesia, katakanlah Universitas Indonesia atau Gunadharma dan tinggal di Depok ketimbang di Silicon Valley tempat mereka bermukim?” Jadi, kedekatan dengan innovator lain memberikan peluang bagi seorang innovator untuk melakukan pendekatan ilmiah, bisa berupa diskusi atau tukar pikiran, sehingga gagasan mereka menjadi berkembang.
Hal ketiga yang juga berpengaruh pada pengembangan kemampuan performa, adalah fasilitas dan fasilitasi seperti prasarana dan peluang yang tersedia. Dalam hubungannya dengan kemampuan performa dalam bidang IT (Information Technology), prasarana listrik merupakan hal yang tidak dapat diabaikan agar menjamin hubungan internet (internet connection) stabil. Bagaimana kita bisa jadi “unggulan” di bidang IT kalau listriknya saja masih mengalami “pet-byar”. Selain itu, apakah di Universitas kita di Indonesia memberikan peluang dan fasilitas bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasannya?
Kita ingat tentang kedatangan seorang yang berhasil menciptakan dan mempopulerkankan WordPress, Matt Mullenweg, tgl 17-18 Januari 2009 di Jakarta. Saya mendapat beritanya dari blog rekan Wawan Purnama dan saya berkomentar dalam blog itu dengan nada bercanda: “Matt Mullenweg kan orang Betawi, masih  bersaudara dengan Matt Dower dan Matt Codet”. Kesempatan berikutnya saya berkomentar, masih dalam nada bercanda : “Semoga Matt Dower dan Matt Codet menjadi Matt Mullenweg Indonesia”. Dari Kompas.com saya peroleh informasi juga bahwa Matt Mullenweg menyatakan bahwa Indonesia berada pada peringkat 8 sebagai peng-akses WordPress.
Hal ke-empat khususnya bagi Matt Dower dan Matt Codet, agar bisa menjadi Matt Mullenweg Indonesia, Anda harus mahir Bahasa Inggris, untuk mahir Bahasa Inggris, … ya itu dia, harus latihan juga.
Jika Anda “merasa” tidak berbakat dalam copywriting, atau Bahasa Inggris, ataupun bidang lainnya, tidak usah kecil hati. Yang Anda perlukan cuma Tiga Hal, yaitu : pertama “latihan”, kedua “latihan”, … dan ketiga “latihan”.
Kali ini saya nggak bercanda, saya menulis artikel ini dalam rangka latihan juga, kok. Selamat berlatih !!
Salam,

11 Comments

7 Comments

  1. SpiderwebizcomNo Gravatar  •  Mar 11, 2009 @18:19

    Dari judulnya sudah mampu memancing saya untuk membaca lebih lanjut artikel ini…Anda telah mampu menghipnotis pengunjung Anda…great.

  2. LehmannNo Gravatar  •  Mar 15, 2009 @13:11

    Thanks Spiderman, for your visit. Komentarnya bikin saya makin semangat.

  3. M. AnsoriNo Gravatar  •  Mar 30, 2009 @11:36

    Tulisan pak Lehman ini inspiratif sekali. Sehingga mampu memancing saya untuk latihan menulis. Latihan….. Latihan ……. Latihan. Terima kasih pak Lehman.

  4. MunirNo Gravatar  •  Oct 17, 2009 @00:59

    LUARRRR BIASA posting bapak..terimakasih. Tulisan Bapak bukan hanya memiliki makna memotivasi, tetapi lebih juga dengan penguasaan referensi yang kuat dan penjabaran yang jelas. Bekal yang akan saya tanam kuat….thakn’s & go a head!!!

  5. kesehatanpribadiNo Gravatar  •  Mar 19, 2010 @10:41

    luar biasa anda membuat saya makin bersemangat untuk go action
    karena sy selama agak malas dan kurang dibidang copywriting sy lebih suka ngomong secara lisan.
    mudah-mudahan anda berkenan untuk memberi koreksi posting awal sy di blog http://www.kesehatanpribadi .com
    thanks berat buat anda….

  6. EdwinNo Gravatar  •  May 17, 2010 @14:00

    Inspiratif…
    Yuk, latihan, latihan dan terus latihan….

  7. agnesNo Gravatar  •  Nov 10, 2016 @00:05

    trimasi ya pak atas informasi dan motifasi nya, kalo kayak gitu saya harus terus berlatih terus menurus agar saya bisa menjadi seorang penulis yang handal seperti bapak

4 Trackbacks

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>