MENGGALI ILMU MENDULANG UANG


Menyemarakkan Bisnis Wisata

Motivasi, News

Dalam upaya menyemarakkan bisnis wisata di tanah air sekaligus menunjang upaya pemerintah meningkatkan pariwisata  menjadi leading sector dalam ekonomi nasional, Lion Air Group menambah 10 Rute Baru Penerbangan Domestiknya.

Mengetahui commitment Lion Air Group ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya tak bisa menyembunyikan rasa haru dan gembiranya atas keseriusan maskapai Lion Air Group ini. Semua rute baru untuk membuka akses ke destinasi wisata baru, nyaris tidak ada yang tidak dijalankan. Tentu saja langkah itu disambut pemerintah dengan terima kasih telah membantu penuh air connectivity pariwisata di dalam negeri.

Seperti diketahui, pengembangan destinasi wisata itu sangat bergentung pada 3A, – atraksi, akses dan amenitas. Salah satu dari ketiganya, akses sangat terbantu oleh maskapai yang bisa mengangkut lebih banyak wisatawan.

Lion Air Group pada awal Juli 2017 ini kembali memperluas akses destinasi penerbangannya dan memperkuat konektivitasnya. Tercatat ada 10 rute baru yang akan di layani oleh Lion Air dan Wings Air yang merupakan maskapai di bawah naungannya.

Untuk Lion Air per tanggal 3 Juli 2017 akan mengoperasikan penerbangan dari Batam melalui Bandar Udara Internasional Hang Nadim menuju Bandar Lampung melalui Bandar Udara Radin Inten II, serta penerbangan dari Pontianak melalui Bandara Supadio menuju Bandung melalui Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Di Tanggal 4 Juli 2017 Lion Air juga akan terbang perdana dari Yogyakarta melalui Bandar Udara Internasional Adisutjipto menuju Palembang melalui Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dan sebaliknya.

“Kami juga akan menambah beberapa jam penerbangan di beberapa rute seperti dari Cengkareng menuju Yogyakarta, Surabaya, dan Kuala Lumpur, serta dari Batam menuju Pontianak,” ujar Public Relations Manager, Lion Air Group Andy M. Saladin, Sabtu (1/7).

Sedangkan Wings Air per 1 Juli 2017 akan melayani beberapa rute penerbangan baru seperti menghubungkan Kualanamu menuju Jambi, dan melakukan penerbangan perdana dari Tasikmalaya melalui Bandara Wiriadinata menuju Halim Perdanakusuma.

Tidak hanya itu, di tanggal 2 Juli 2017, maskapai yang beroperasi menggunakan pesawat tipe ATR ?72-500/600? tersebut juga akan mengoperasikan penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandung, lalu Bandung menuju Malang melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, dan penerbangan dari Malang bisa dilanjutkan menuju Ujung Panjang. Sedangkan di tanggal 4 dan 5 Juli akan dibuka penerbangan dari Balikpapan menuju Palangkaraya dan Ujung Pandang menuju Raha.

“Rangkaian rute-rute baru ini kami buka tentu untuk dapat terus memberikan pilihan yang beragam terhadap akses yang di sediakan oleh maskapai Lion Air Group. Kami berharap dapat menjadi pilihan dan solusi bagi masyarakat khususnya pelanggan setia kami untuk bepergian,” ujar Andy.

Andy menambahkan, penambahan akses dan jam penerbangan juga dilakukan mengingat permintaan yang tinggi serta kebutuhan yang beragam, sehingga Lion Air dan Wings Air merasa perlu untuk dapat terus hadir melayani masyarakat dalam menyediakan penerbangan yang aman dan nyaman.

Untuk penerbangan Wings Air dengan rute Halim Perdanakusuma – Tasikmalaya harga tiket mulai dari Rp. 374.000 dan untuk Halim Perdanakusuma – Bandung mulai dari Rp. 275.000.

“Kami harapkan dengan beroperasinya rute ke Tasikmalaya dan juga ke Bandung dapat memberikan pilihan kepada penumpang kami yang mempunyai mobilitas yang tinggi. Kami akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan kami terhadap pelanggan setia kami. Selain membuka rute baru dan menambah jam penerbangan, dalam waktu dekat ini Lion Air akan segera mengoperasikan Boeing 737 MAX-8 yang pertama di Indonesia,” tutupnya.

Hingga saat ini, Lion Air tengah mengoperasikan total armadanya berjumlah 112 unit yang terbagi dalam beberapa tipe seperti Boeing ?737-800/900?, Boeing 747-400, dan Airbus A330, yang terbang hingga lebih dari 650 penerbangan perharinya. Sedangkan total armada Wings Air saat ini berjumlah 52 unit dengan tipe ATR ?72-500/600?yang terbang lebih dari 300 flights perharinya.

Lion Air dan Wings Air akan beroperasi dan melayani rute baru nya tersebut 1 kali penerbangan perharinya dengan jadwal sebagai berikut:

1. LION AIR JT 173 // BATAM (STD 13.00) – BANDAR LAMPUNG (STA 14.15)
2. LION AIR JT 174 // BANDAR LAMPUNG (STD 15.00) – BATAM (STA 16.15)
3. LION AIR JT 566 // YOGYAKARTA (STD 21.45) – PALEMBANG (STA 23.05)
4. LION AIR JT 567 // PALEMBANG (STD 19.35) – YOGYAKARTA (STA 21.00)
5. LION AIR JT 957 // PONTIANAK (STD 19.45) – BANDUNG (STA 21.15)
6. LION AIR JT 958 // BANDUNG (STD 06.45) – PONTIANAK (STA 08.15)
7. WINGS AIR IW 1720 // HALIM PERDANAKUSUMA (STD 113.15) – BANDUNG (STA 13.50)
8. WINGS AIR IW 1721 // BANDUNG (STD 09.35) – HALIM PERDANAKUSUMA (STA 10.10)
9. WINGS AIR IW 1854 // BANDUNG (STD 14.15) – MALANG (STA 16.00)
10. WINGS AIR IW 1855 // MALANG (STD 07.25) – BANDUNG (STA 09.10)
11. WINGS AIR IW 1328 // MALANG (STD 16.35) – UJUNG PANDANG (STA 19.35)
12. WINGS AIR IW 1329 // UJUNG PANDANG (STD 06.00) – MALANG (STA 07.00)
13. WINGS AIR IW 1234 // KUALANAMU (STD 16.30) – JAMBI (STA 18.00)
14. WINGS AIR IW 1235 // JAMBI (STD 18.30) – KUALANAMU (STA 20.00)
15. WINGS AIR IW 1721 // HALIM PERDANAKUSUMA (STD 10.35) – TASIKMALAYA (STA 11.30)
16. WINGS AIR IW 1720 // TASIKMALAYA (STD 11.55) – HALIM PERDANAKUSUMA (STA 12.50)
17. WINGS AIR IW 1369 // BALIKPAPAN (STD 15.15) – PALANGKARAYA (STA 15.10)
18. WINGS AIR IW 1368 // PALANGKARAYA (STD 15.35) – BALIKPAPAN (STA 17.30)
19. WINGS AIR IW 1326 // UJUNG PANDANG (STD 15.50) – RAHA (STA 16.45)
20. WINGS AIR IW 1327 // RAHA (STD 06.30) – UJUNG PANDANG (STA 07:25)

Jaringan antar pulau spt ini akan “menggairahkan” wisata nusantara … dan sekaligus “merangsang” distribusi wisman antar berbagai destinasi yang berada di Daerah.

Bukankah ini merupakan “peluang bisnis wisata” di daerah Anda?

Tips untuk Tour Operator setempat: Segeralah bersiap diri dengan Paket-paket Tour Lokal yang “memikat” dan berbasis budaya dan alam. Hindari persaingan antar destinasi yang bermuatan “duplikasi” dengan cara menciptakan dan meningkatkan “komplementaritas” (saling mengisi).

1 Comment

1 Comment

  1. LehmannNo Gravatar  •  Jul 3, 2017 @12:27

    Bagi destinasi yg bertekad mengembangkan pariwisatanya, hendaknya bertekad juga untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM)-nya. Paling sedikit terlatih utk “melayani/memperlakukan” wisatawan (wisnus maupun wisman) lataknya kita memperlakukan “tamu” kita yg brkunjung di rumah kita. Hendaknya diingat bhw pariwisata adalah industri jasa yang bersumber dari SDM.

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>