MENGGALI ILMU MENDULANG UANG


Kiat Bisnis Ideal Bermodal Kecil

Enterpreneurship

Dalam salah satu artikel terdahulu *1), saya menulis tentang Bisnis Ideal di mana dikemukakan salah satu kriterianya adalah “dibutuhkan semua orang”. Selain itu, dalam
artikel yang sama dikemukakan pula tentang beberapa prinsip mendasar yang berkaitan dengan kegunaan (utility) suatu produk, ada kegunaan karena bentuknya (form utility),
kegunaan atas dasar waktu (time utility), kegunaan atas dasar tempat (place utility) dan kegunaan karena kepemilikannya (pocession/ownership utility).
Dalam hal Anda ingin membuka bisnis, Anda tinggal memilih kelompok produk yang ingin Kiat Bisnis IdealAnda tawarkan kepada kelompok konsumen/pemakai tertentu. Masalah yang kita hadapi
pertama-tama adalah masalah kecukupan “modal” (keuangan). Dalam hubungan ini Anda dihadapkan pada pilihan produk semacam apa yang ingin Anda perdagangkan . Di sini Anda
perlu menilai beberapa jenis produk yang dapat Anda tawarkan atas dasar pertimbangan Bisnis Ideal tadi. Apakah produk tersebut tergolong pada:

  1. Consumer goods, barang konsumsi yang dibutuhkan semua orang dan dibeli sehari-hari, contohnya sembako;
  2. Shopping goods, kebutuhan utama semua orang tapi pembeliannya jarang dilakukan, contohnya pakaian, sepatu, tas, topi, aksesori lainnya, dsb;
  3. Durable goods, disebut juga “durables“, barang tahan lama yang pembeliannya mungkin hanya satu kali seumur hidup seperti furniture, pesawat TV, pesawat telpon, radio, cassette/cd-dvd-player, komputer dan elektronik lainnya, kendaraan bermotor dll. Kelompok ini merupakan lawan/kebalikan dari barang tidak tahan lama, – kelompok 1 dan 2 di atas -, yang habis atau rusak dalam tempo relatif lebih singkat jika dibanding dengan barang tahan lama (durables);
  4. Capital goods, barang yang digunakan sebagai modal terutama dalam kaitannya dengan usaha bisnis dan/atau berproduksi.

Dalam kaitan dengan maksud Anda membuat bisnis yang akan Anda lakukan, terutama dalam hal keterbatasan modal (dengan modal kecil), beberapa anjuran yang perlu Anda pertimbangkan antara lain sebagai berikut.

  1. Kumpulkanlah informasi mengenai usaha bermodal kecil yang ingin Anda lakukan, antara lain mengenai kondisi persaingan yang kurang sehat;
  2. Pilihlah jenis barang dagangan yang tergolong dalam kebutuhan sehari-hari (consumer goods), yang bisa terdiri dari:
    a. Produk sembako: beras, minyak goreng dan margarin, tepung, telur, gula, garam dapur dan garam meja serta kelompok sembako lainnya yang pada hakekatnya selalu dibutuhkan banyak orang;
    b. Kedai nasi dan minuman, yang pada dasarnya merupakan kebutuhan setiap orang;
    c. Buah-buahan dan syuran, mungkin bisa dipertimbangkan kemudian jika usaha telah berkembang baik, karena mengandung risiko cepat rusak/busuk;
  3. Catatlah jenis barang yang kecil tapi “banyak ditanyakan” para pelanggan, seperti rokok, korek api, tusuk gigi, tissu dll. dalam melengkapi “kebutuhan pelanggan“;
  4. Terapkan pengelolaan usaha yang baik dan benar, khususnya meminimalkan kerugian dan mengoptimalkan keuntungan (bukan berarti keuntungan se-besar2nya);
  5. Dalam kaitan butir 3 di atas, terapkan prinsip “Untung Sedikit Asal Laku Banyak” *2), agar usaha Anda tetap “bisa bersaing” (competitive);
  6. Peliharalah hubungan baik dengan para pelanggan;
  7. Persiapkanlah segala sesuatunya sebelum mulai, baik untuk kebutuhan usaha maupun untuk kepentingan diri anda khususnya persiapan mental dalam menghadapi persaingan usaha.
  8. Lakukan perhitungan keuangan dengan cermat, termasuk pencatatan “pemasukan” dan “pengeluaran” dalam rangka menjaga “arus” keuangan (cashflow).
  9. Pisahkan “pengeluaran pribadi dari pengeluaran usaha”.

Keunggulan usaha bermodal minim

  1. Modal Kecil bukan halangan untuk bisa berkembang menjadi usaha besar. Modal besar bukan jaminan usaha akan sukses, usaha bermodal kecil pun bisa sukses asal dikelola dengan baik dan cerdas;
  2. Konsumen merasa lebih dekat dengan usaha kecil. Usaha kecil lebih mudah akrab dengan masyarakat kecil, karena lebih bersifat kekeluargaan dalam melayani komsumen;
  3. Usaha Kecil lebih mudah beradaptasi. Kemampuan beradaptasi usaha kecil lebih tinggi daripada usaha besar, antara lain dalam menghadapi perubahan kondisi pasar, dapat segera mengenali gejala perubahan dan dapat segera menyesuaikan diri;
  4. Dalam menghadapi perubahan pasar lebih mudah berkreasi menciptakan inovasi.

Artikel terkait:
*1). http://lehmannsblog.com/produk-bisnis-ideal-sekilas-pandang.html
*2). http://lehmannsblog.com/beberapa-prinsip-populer-dalam-berbisnis.html

No Comments

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>