HUBUNGAN BRAND DENGAN PEMASARAN PRODUK

Marketing

Contoh Brand dari Produk KecapDiskusi tentang “Lebih Penting Mana, Brand atau Produk?” beberapa waktu lalu, di blog JokoSusilo.com menarik dan menggugah saya menulis soal itu, terutama mengenai hubungannya dengan fungsi pemasaran suatu produk.

Kita mengenal beberapa fungsi marketing, salah satu di antaranya adalah “branding”. Dalam komentar saya pada blog tersebut, brand itu seharusnya melekat pada produk. Dalam arti … tanpa produk, – apa yang akan diberi brand? Ketika itu saya memberi contoh, kalau kita mendengar “rojolele” – yang terpikir oleh kita adalah “beras”. Tapi, kalau kita mendengar kata beras, bisa bermacam-macam brand yang melintas di pikiran kita. Bisa “rojolele”, bisa “setra ramos”, bisa “pandan wangi” dsb. Padahal produknya adalah beras-beras juga.

Kalau Anda bicara soal mobil, terlintas dalam pikiran Anda berbagai “merk” (brand) seperti Mercedes, BMW, Fiat, Opel, Ford, Chevrolet, Toyota, Mitsubishi, Suzuki dsb. yang sekaligus membawa nama fabrikan (producer). Kalau Anda bicara soal salah satu merk itu, misalkan Toyota, maka timbul pertanyaan yang menjurus pada produk yang lebih spesifik.

“Jenisnya apa?” Truk, Bus, Sedan, Pick-up, Minibus, dsb. Lebih spesifik lagi kalau Anda bicara soal “jenisnya” misalnya, Toyota Sedan, maka timbul pertanyaan lebih lanjut, tipenya apa? Crown, Corona, Corolla dsb. Selanjutnya jika ada orang bicara soal Kijang misalnya, Anda tahu bahwa yang dibicarakan adalah Toyota Jenis Minibus atau Pick-up.

Di situlah peran branding dalam hubungannya dengan diversifikasi dan differensiasi produk.

Nah, jika Anda hubungkan dengan SMUO, maka yang terlintas di pikiran Anda suatu “Program Pembelajaran Bisnis Online” yang diproduksi dan disalurkan oleh FormulaBisnis.com.

Pertanyaan yang mungkin terlintas di pikiran Anda, “Jadi mana yang harus kita promosikan? SMUO atau FormulaBisnis.com?

Dalam hal ini, karena SMUO adalah satu-satunya produk yang diproduksi dan ditawarkan oleh FormulaBisnis. Maka jika Anda mempromosikan FormulaBisnis maka Anda sekaligus mempromosikan SMUO. Demikian juga jika Anda mempromosikan SMUO, sekaligus mempromosikan FormulaBisnis.

Sama halnya jika Anda mempromosikan “rojolele” (brand) berarti sekaligus mempromosikan beras (produk).

Perkembangan selanjutnya, FormulaBisnis.com menciptakan produk baru dengan brand RahasiaBlogging yang disalurkan oleh RahasiaBlogging.com.

Jika Anda mencari iklan Bisnis Online atau Bisnis Internet, maka Anda akan menjumpai juga berbagai produk selain SMUO.

Sama halnya jika Anda mencari iklan “kecap” Anda akan menjumpai tawaran kecap dari berbagai “merk”, … sekedar contoh: termasuk merk “Bola Dunia” (lihat ilustrasi).

Soal berikutnya adalah “tema promosi”, disebut juga “Tagline”, yang mengacu pada brand dan produk yang Anda jual.

Apa yang terlintas di pikiran Anda jika membaca Iklan Promosi : “Banjir Kok Naik Sedan” … atau … “Memang Tiada Duanya”.

Nah, pikirkanlah brand untuk produk Anda sebelum Anda meluncurkannya, dan … jangan lupa “Tema Promosinya”.

Masih ingat artikel Perlunya Membedakan Copywriting dengan Copywriting?

3 Comments

3 Comments

  1. MunirNo Gravatar  •  Oct 17, 2009 @00:45

    sangat jelas saya terima…maklum nih pak, marketer “blajaran/anyaran” he..he

  2. kesehatanpribadiNo Gravatar  •  Mar 19, 2010 @10:48

    iya benar juga produk sama brand mesti kait mengkait.
    apa saran ada jika saya meluncurkan dan mengelola blog kesehatanpribadi ?

  3. LehmannNo Gravatar  •  Mar 25, 2010 @22:12

    Ide yang bagus. Paling sedikit soal kesehatan pasti Anda kuasai dan dengan senang hati menuliskannya. Dan informasi soal kesehatan banyak dicari orang.

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>