<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lehmann</title>
	<atom:link href="http://lehmannsblog.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lehmannsblog.com</link>
	<description>SERBA-SERBI BISNIS INTERNET</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Mar 2010 14:28:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>PLUS MINUS BISNIS AFILIASI</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2010/01/plus-minus-bisnis-afiliasi/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2010/01/plus-minus-bisnis-afiliasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 14:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate merchant]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate program]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis afiliasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[business affiliate]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jokosusilo]]></category>
		<category><![CDATA[online business]]></category>
		<category><![CDATA[reseller]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda sering menjelajahi internet dari satu situs ke situs lainnya, saya yakin anda acapkali melihat tawaran Affiliate Program bagi produk mereka. Bisnis (Online) yang dilakukan dengan Affiliate Program inilah yang saya maksud dengan Bisnis Afiliasi (Affiliate Business).
Sebagaimana bisnis lainnya Produk Online pun memerlukan tenaga pemasaran. Dalam hal Affiliate Program, tenaga pemasaran terdiri dari orang-orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda sering menjelajahi internet dari satu situs ke situs lainnya, saya yakin anda acapkali melihat tawaran <em>Affiliate Program</em> bagi produk mereka. Bisnis (Online) yang dilakukan dengan <em>Affiliate Program</em> inilah yang saya maksud dengan Bisnis Afiliasi (<em>Affiliate Business</em>).<br />
<a href="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2010/01/Reseller_2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-335" title="Bisnis Affiliasi" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2010/01/Reseller_2.jpg" alt="" width="150" height="125" /></a>Sebagaimana bisnis lainnya Produk <em>Online</em> pun memerlukan tenaga pemasaran. Dalam hal <em>Affiliate Program</em>, tenaga pemasaran terdiri dari orang-orang yang bertindak sebagai <em>Business Affiliates</em> atau <em>Affiliate Merchant</em>. Intinya, <em>Affiliate Merchant</em> merupakan perangkat pemasaran dengan status partner, disebut juga sebagai <em>Reseller</em>.<br />
Bisnis Afiliasi memiliki nilai plus maupun nilai minus seperti halnya juga dengan bentuk bisnis lainnya.</p>
<p><strong>NILAI PLUS.</strong><br />
Suhu <a href="http://formulabisnis.com/?id=lehmann">Bisnis Internet Yang Paling Direkomendasikan</a>, dalam blognya jokosusilo.com seringkali menulis tentang Bisnis Afiliasi ini, dalam salah satu <a href="http://jokosusilo.com/2008/01/26/mengenal-affiliate-program">artikelnya</a> antara lain:<br />
Dengan mengikuti affiliate program, Anda tidak perlu memiliki situs web <span id="more-331"></span>sendiri untuk menghasilkan uang, cukup bergabung dengan situs-situs web yang menawarkan program seperti ini.</p>
<p><strong>Nilai Plus lainnya:</strong></p>
<ul>
<li> Anda tidak perlu repot membuat produk. Tugas anda hanya mengantarkan pembeli pada penjual.</li>
<li> Anda bisa memilih berbagai <em>Affiliate Program</em> sesuai dengan keinginan dan minat Anda. Anda bisa punya banyak sumber penghasilan dari berbagai bisnis yang berbeda.</li>
<li> Komisi yang ditawarkan program ini biasanya relatif tinggi. Antara 10%-95%.</li>
<li> Anda bisa jadikan <em>Affiliate Program</em> sebagai sumber pendapatan pasif. Anda hanya perlu tinggal di rumah, tidak perlu kemana-mana. Dan, uang akan datang sendiri. Yang penting Anda tetap berpromosi. Atau bahkan, Anda masih bisa mengerjakan kegiatan <em>offline</em> Anda.</li>
</ul>
<p><strong>Anda pernah mengamati atau mengalami SISI NEGATIF-nya?</strong></p>
<ul>
<li> Karena Anda tidak memiliki produk sendiri, hasil penjualannya sangat tergantung pada tingkat penjualan produk orang lain yang berhasil Anda capai;</li>
<li>Ketergantungan tingkat penjualan Anda sangat erat dengan upaya pemasaran yang Anda lakukan &#8211; semakin sedikit upaya promosi Anda, semakin kecil peluang penjualannya, &#8211; bukan berarti jika Anda punya produk sendiri, tidak perlu melakukan promosi -. Upaya Promosi &#8230; Tetap &#8230; Harus Dilakukan !!!</li>
<li> Upaya promosi yang Anda lakukan untuk bisnis afiliasi, tidak mustahil &#8230; justru &#8230; mengantarkan &#8220;calon pembeli&#8221; ke situs <em>principal merchant</em> (pemilik produk) &#8211; dengan demikian Anda tidak memperoleh komisi yang seyogyanya Anda peroleh;</li>
<li> Dengan demikian, peluang untuk &#8220;ditinggalkan&#8221; oleh calon pembeli, jauh lebih besar ketimbang jika Anda punya produk sendiri &#8211; Mengapa ? Karena calon pembeli dapat dengan mudah &#8220;mengenali&#8221; <em>link</em> atau <em>URL</em> bisnis afiliasi;</li>
<li> Pemasaran bisnis afiliasi membutuhkan kejelian dan kemahiran serta kaya akan trik dan taktik &#8220;copywriting&#8221; &#8211; untuk itu Anda perlu banyak berlatih menulis copywriting, banyak mengamati iklan dan text promosi produk lainnya baik untuk mengenal &#8220;kebutuhan konsumen&#8221; maupun mengamati &#8220;produk serupa/sejenis&#8221; yang bisa jadi merupakan &#8220;pesaing&#8221;;</li>
<li> Selama kemahiran itu belum Anda kuasai, jangan terlampau berharap penjualan bisnis afiliasi Anda akan meningkat lebih pesat;</li>
<li> Dengan demikian Anda harus memiliki kesabaran lebih besar, dibanding jika Anda memiliki produk sendiri.</li>
</ul>
<p>Tapi &#8230;, jangan dulu kecil hati, &#8211; jangan malah takut mulai ACTION untuk Bisnis Afiliasi -, sebab sebagaimana Greg Phillips-Benjamin Disraeli mengatakan &#8230;<em><strong> &#8220;ACTION may not always bring SUCCESS, but there is NO SUCCESS WITHOUT ACTION&#8221;.</strong></em> Maka &#8230; pasti ada solusinya.</p>
<p><strong>Bagaimana SOLUSINYA?</strong><br />
Anda bisa belajar banyak, &#8211; seperti yang saya pelajari juga -, dari Blog JokoSusilo, &#8211; khususnya <a href="http://jokosusilo.com/2010/01/13/4-cara-mematikan-untuk-meningkatkan-komisi-affiliatereseller-anda">artikel yang satu ini</a> yang antara lain memberikan &#8220;jurus&#8221; agar membuat &#8220;differensiasi&#8221; website seperti yang dilakukan <a href="http://www.formulabisnisonline.com">Formula Bisnis Online,</a> &#8211; meskipun harus diakui untuk ini perlu ketrampilan yang cukup tinggi, &#8211; saya tahu mengenai hal ini karena saya sendiri masih mencoba membuat affiliate website -, dan saya sendiri sudah &#8220;berkunjung ke situs tersebut. Komentar saya: &#8220;Hebat, &#8230; memang hebat&#8221;, dan saya yakin dia akan cepat berhasil.</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PLUS MINUS BISNIS AFILIASI" url="http://lehmannsblog.com/?p=331"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2010/01/plus-minus-bisnis-afiliasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BREAKING NEWS &#124; BERITA TERKINI DARI SMUO</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2010/01/breaking-news-berita-terkini-dari-smuo/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2010/01/breaking-news-berita-terkini-dari-smuo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 09:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[komisi]]></category>
		<category><![CDATA[online business]]></category>
		<category><![CDATA[reseller]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Buat Anda, &#8211; peminat Online Business -, berikut ini disampaikan beberapa informasi baru tentang SMUO, Sistem Mesin Uang Otomatis, yang banyak digandrungi para pebisnis online, yang anggota kominitasnya mencapai lebih dari 460.000 (data 11/01/10).
Informasi di bawah ini dikeluarkan sehubungan dengan kebijakan baru dari merchant SMUO &#8211; Formulabisnis, terhitung mulai awal Januari 2010.
Informasi pertama yang baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat Anda, &#8211; peminat Online Business -, berikut ini disampaikan beberapa informasi baru tentang <strong>SMUO</strong>, Sistem Mesin Uang Otomatis, yang banyak digandrungi para pebisnis online, yang anggota kominitasnya mencapai lebih dari 460.000 (data 11/01/10).</p>
<p>Informasi di bawah ini dikeluarkan sehubungan dengan kebijakan baru dari merchant <strong>SMUO &#8211; Formulabisnis</strong>, terhitung mulai awal Januari 2010.</p>
<p>Informasi <strong>pertama</strong> yang baru dari SMUO : Jika Anda membeli produk SMUO, berbagai bonus spesial (termasuk bonus baru) telah disediakan khusus untuk Anda peroleh, &#8211; secara gratis.</p>
<p>Informasi <strong>kedua</strong> yang lebih menarik : Anda mungkin belum tahu, bahwa jika Anda membeli SMUO, Anda berhak menjual produk itu lebih lanjut, &#8211; selaku &#8220;reseller&#8221; -, dengan mendapat komisi sebanyak 50% dari harga jualnya.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Mulai awal Januari 2010, komisi buat Anda dinaikkan menjadi 60%.</span></strong></p>
<p>Informasi<strong> ketiga</strong> : Bukan hanya itu lho, tapi komisi 60% itu pun berlaku atas harga baru yang telah disesuaikan. Jadi &#8230; Anda akan menerima komisi jauh lebih besar ketimbang 50% dari harga lama.</p>
<p>Anda Tidak tertarik?  &#8230; Oooh &#8230;, sayang sekali.</p>
<p>Tapi &#8230;, untuk lihat informasi produk, silahkan <a href="http://www.formulabisnis.com/?id=lehmann">KLIK DI SINI.</a></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="BREAKING NEWS | BERITA TERKINI DARI SMUO" url="http://lehmannsblog.com/?p=320"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2010/01/breaking-news-berita-terkini-dari-smuo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENGENAL PELANGGAN LEBIH DEKAT</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/12/mengenal-pelanggan-lebih-dekat/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/12/mengenal-pelanggan-lebih-dekat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 04:54:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[business profile]]></category>
		<category><![CDATA[company profile]]></category>
		<category><![CDATA[consumer-satisfaction]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan-pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[struktur website]]></category>
		<category><![CDATA[website-content]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu dalam blog jokosusilo.com ditampilkan artikel tentang mengenali pelanggan (konsumen) . Dalam pengamatan saya selama berkecimpung dalam blogging sekitar 11 bulan terakhir saya jumpai hal-hal yang menarik untuk berbagi dengan teman-teman blogger.
Pertama-tama saya jumpai bahwa pelanggan atau calon pelanggan serta kelompok pelanggan mempunyai minat yang berbeda satu dari lainnya, termasuk minat pada informasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu dalam blog jokosusilo.com ditampilkan artikel tentang <a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview('/outbound/article/jokosusilo.com');" href="http://jokosusilo.com/2009/10/12/kenali-dan-pahami-siapa-konsumen-anda">mengenali pelanggan (konsumen) </a>. Dalam pengamatan saya selama berkecimpung dalam blogging sekitar 11 bulan terakhir saya jumpai hal-hal yang menarik untuk berbagi dengan teman-teman blogger.<br />
Pertama-tama saya jumpai bahwa pelanggan atau calon pelanggan serta kelompok pelanggan mempunyai minat yang berbeda satu dari lainnya, termasuk minat pada informasi yang mereka kehendaki.<br />
Hasil pengamatan saya dalam menjelajahi internet dengan maksud “mempelajari” bentuk dan struktur website, khususnya mini website, ternyata hampir semuanya menampilkan informasi yang terstruktur sesuai dengan kelompok peminat informasi itu.<br />
Jika kita bandingkan dengan bisnis offline kira-kira analog dengan “<em>Company Profile</em>” atau sering juga disebut sebagai “<em>Business Profile</em>” yang minimal menampilkan hal-hal yang dibutuhkan berbagai kelompok sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Kelompok yang orientasinya pada Hubungan (<em>Relationship Oriented</em>) yang ingin tahu tentang siapa Anda, yang berada di belakang layar, bagaimana cara berhubungan dengan Anda dan informasi lainnya mengenai Anda.</li>
<li>Kelompok yang berorientasi pada Informasi (<em>Information Oriented</em>) <span id="more-294"></span>seperti “fakta”, “data” yang mereka suka membacanya dalam artikel (blog) khususnya mengenai “produk dan fungsinya”-nya, dsb. Di sinilah, agaknya, “review suatu produk” sangat berperan.</li>
<li>Kelompok yang orientasinya pada status (<em>Status Oriented</em>), yang menghendaki informasi tentang siapa pelanggannya, berapa banyak pelanggannya. Tidak kurang pentingnya perihal “hadiah” yang disediakan bagi calon pelanggan yang “mendaftar” atau “membeli”, yang meberikan gambaran “di mana posisi prospek yang bersangkutan” ditempatkan.</li>
<li>Kelompok yang berorientasi pada proses (<em>Process Oriented</em>), seperti jasa dan cara Anda bekerja melayani pesanan, apa yang harus mereka lakukan untuk mendaftar, membeli serta mendapatkan hadiah yang dijanjikannya, dsb.</li>
<li>Kelompok yang orientasinya pada Hasil (<em>Result Oriented</em>), misalnya – apa yang akan diperoleh kalau sudah mendaftar atau membeli produknya, apa saja manfaatnya, dsb. Di sinilah agaknya testimonial dan pernyataan kepercayaan sangat berperan.</li>
</ol>
<p>Yang kemudian timbul adalah pertanyaan yang perlu Anda jawab: “Sudahkah situs Anda memenuhi informasi yang mereka butuhkan dengan berbagai perbedaan tersebut?”<br />
Acapkali …, kalau pun Anda telah memberikan informasi yang mereka inginkan atau mereka butuhkan, … ternyata … informasi yang Anda sampaikan menggunakan media komunikasi yang salah. Maka perlu diketahui bahwa …</p>
<ul>
<li>Sebagian prospek Anda lebih suka informasi yang “terlihat” (<em>visual</em>), tertulis, ilustrasi, gambar, foto dan sejenisnya;</li>
<li>Sebagian lagi lebih suka informasi yang “terdengar” (<em>auditorial</em>) – maka Anda dapat menggunakan musik atau informasi audio;</li>
<li>Sebagian lainnya lebih suka pada informasi yang “terlihat dan terdengar” (<em>audio visual</em>) – maka Anda dapat menggunakan video / CD;</li>
</ul>
<p><strong>Ada prinsip belajar – mengajar yang menyatakan bahwa :</strong></p>
<ul>
<li>Hanya dengan mendengar – Anda mudah lupa;</li>
<li>Dengan melihat – Anda mudah ingat;</li>
<li>Dengan mendengar dan melihat – Anda mudah ingat dan … melekat;</li>
<li>Dengan berbuat (<em>action</em>) – maka … Anda dapat melakukannya.</li>
</ul>
<p><strong>Kesimpulannya:</strong> Kebanyakan dari kita melakukan kekeliruan yang tidak kita sadari, – Jika seseorang meminta Anda menceritakan tentang “Jasa atau barang yang Anda Tawarkan” … Anda menganjurkannya agar “membaca” informasi.<br />
Yakinkan bahwa hal itu tidak lagi Anda lakukan. Sebagai solusinya: Buatlah isi situs Anda mengandung informasi yang “menjawab” kebutuhan prospek Anda (<em>Relationship – Information – Status – Process – Result</em>).<br />
Kuncinya adalah : Prospek anda perlu mengetahui “Bagaimana Anda Membantu Mereka”, jadi berilah mereka pengetahuan tentang bisnis Anda dengan Isi Situs (<em>content</em>) yang mereka butuhkan, jika Anda tidak ingin kehilangan prospek Anda.<br />
Sebagaimana yang mungkin telah Anda pelajari tentang <strong>Prinsip Pemasaran</strong>, yaitu :  “<strong>Memecahkan Masalah</strong> yang dihadapi <strong>Konsumen</strong>“.</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="MENGENAL PELANGGAN LEBIH DEKAT" url="http://lehmannsblog.com/?p=294"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/12/mengenal-pelanggan-lebih-dekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERLUNYA NIAT, TEKAD DAN UPAYA UNTUK MENCAPAI PERUBAHAN</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/11/perlunya-niat-tekad-dan-upaya-untuk-mencapai-perubahan/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/11/perlunya-niat-tekad-dan-upaya-untuk-mencapai-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan diri]]></category>
		<category><![CDATA[tekad]]></category>
		<category><![CDATA[upaya]]></category>
		<category><![CDATA[upaya tanpa henti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Banyak di antara Anda yang ingin melakukan perubahan diri untuk sukses. Namun lingkungan membuat Anda tidak berbuat apa pun untuk berubah. Artikel ini mengisahkan tentang “perlunya niat, tekad (internal motivation) dan upaya” atau “action” untuk mencapai suatu perubahan bagi kepentingan diri sendiri dan/atau bagi kaumnya.  Inilah kisahnya &#8230;  Selamat menikmati.
KISAH SANG ELANG
Seorang petani menemukan sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak di antara Anda yang ingin melakukan perubahan diri untuk <a href="http://lehmannsblog.com/2009/03/anda-ingin-sukses">sukses</a>. Namun lingkungan membuat Anda tidak berbuat apa pun untuk berubah. Artikel ini mengisahkan tentang “perlunya niat, tekad (<em>internal motivation</em>) dan <a href="http://lehmannsblog.com/2009/08/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses">upaya</a>” atau “<a href="http://lehmannsblog.com/2009/05/action-maju-selangkah-mundur-dua-langkah">action</a>” untuk mencapai suatu perubahan bagi kepentingan diri sendiri dan/atau bagi kaumnya.  Inilah kisahnya &#8230;  Selamat menikmati.</p>
<h3>KISAH SANG ELANG</h3>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-282" title="Kisah Sang Elang" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/11/elang1.jpg" alt="Kisah Sang Elang" width="150" height="113" />Seorang petani menemukan sebuah telur di sawahnya, dan ternyata telur yang ditemukannya itu adalah telur seekor elang. Namun si petani tersebut tidak menyadarinya.</p>
<p>Wah..lumayan nih dapet sebutir telur , bisa untuk tambahan menu makanan hari ini, pikir si petani. Sesampainya di rumah, petani tersebut urung melakukan niatnya, melihat bentuk telur itu yang agak besar dan berbeda dengan telur ayam biasanya.</p>
<p>Akhirnya si petani tersebut menaruh telur elang tersebut di kandang seekor ayam betina di belakang rumahnya untuk di erami.</p>
<p>Hari berganti hari, dan akhirnya telur elang itupun menetas bersama dengan telur- telur ayam lainnya. Masa kanak-kanak elang tersebut dihabiskan dengan anak-anak ayam yang lain. Dan akhirnya tingkah elang tersebut pun seperti layaknya ayam yang lain.</p>
<p>Si anak elang menjalani kehidupannya seperti ayam, seperti yang dilakukan sang saudara tirinya, mencari cacing,bermain dengan ayam-ayam.</p>
<p>Sehingga suatu saat dia melihat ada seekor elang terbang diatas mereka, sang anak elang pun terpana melihat elang tersebut terbang bebas diangkasa. “Wah enak ya si elang bisa terbang bebas”, kata si anak elang tersebut. ”Jangan mimpi deh, kamu kan ayam nggak bisa terbang seperti mereka”, kata saudara tiri si elang tersebut.</p>
<p>Anak elang tersebut tumbuh dewasa. Badannya semakin tegar, sayapnya <span id="more-281"></span>semakin kokoh-kuat, paruhnya semakin tajam, dan kakinya semakin mencengkram. Tapi dia masih saja bertingkah seperti ayam. Dia tidak berani untuk mengepakkan sayapnya, hanya bersedih melihat dirinya berbeda dengan ayam-ayam lainnya dan hanya bisa memandang ke langit memperhatikan burung-burung lain yang terbang. Hingga akhirnya si elang itupun mati tanpa ia bisa mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi di angkasa.</p>
<p>—————————-</p>
<p>Sebuah pelajaran yang berharga dari cerita di atas. Diibaratkan, diri kita adalah seekor elang yang sebetulnya mampu untuk terbang, melayang tinggi, dan bermain di angkasa. Hanya tinggal kemauan untuk mencoba mengepakkan sayap, maka kita akan bisa terbang bersama burung-burung yang lain dan malah bisa lebih tinggi kalau kita menyadari bahwa diri kita memiliki kelebihan dan kekuatan untuk melakukan hal itu.</p>
<p>Tapi sayang, kadang-kadang mental kita masih berada jauh dari impian, masih berkutat di dalam lingkungan yang sempit, kuno, dan tidak mau berubah seperti eleng tadi. Untuk keluar mencoba melakukan sesuatu hal yang baru masih belum bisa dan tidak berani melakukannya. Kita masih terkondisikan oleh lingkungan, tanpa mau tahu sebetulnya kita juga bisa menciptakan kondisi lingkungan.</p>
<p>Memang berat menjadi seekor elang di lingkungan ayam, karena memang sudah menjadi kebiasaan, menjadi sebuah tabiat, semua dilakukan atas asas tradisi. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, tidak ada salahnya untuk bisa berubah. Hidup adalah sebuah alur yang tidak selalu lurus. Ia bergerak dinamis mengikuti arah perkembangan jaman.</p>
<p>Banyak rintangan dan hambatan menjadikan sebuah pelajaran buat kita tuk bisa menghadapinya. Kesabaran tuk belajar mengepakkan sayap secara perlahan-lahan tapi pasti akan menunjukkan jati diri bahwa kita adalah manusia yang diciptakan oleh Allah secara sempurna yang diberikan akal untuk berpikir, tuk bertahan hidup, dan juga tuk bisa merasakan setiap perbedaan dengan perubahan.</p>
<p><strong><em>Artikel ini dapat disajikan berkat kerjasama sharing dengan </em></strong><strong><em><a title="BERBAGI INSPIRASI &amp; MOTIVASI" href="http://irmasustikablogspotcom.blogspot.com">Irma Sustika</a></em></strong><strong><em> diiringi penghargaan dan terima kasih. Semoga dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi banyak pembaca yang ingin melakukan perubahan diri.</em></strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PERLUNYA NIAT, TEKAD DAN UPAYA UNTUK MENCAPAI PERUBAHAN" url="http://lehmannsblog.com/?p=281"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/11/perlunya-niat-tekad-dan-upaya-untuk-mencapai-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENTINGNYA BERPIKIRAN POSITIF DALAM BERBISNIS</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/08/pentingnya-berpikiran-positif-dalam-berbisnis/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/08/pentingnya-berpikiran-positif-dalam-berbisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 14:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[berpikiran negatif]]></category>
		<category><![CDATA[berpikiran positif]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[negative thinking]]></category>
		<category><![CDATA[positive thnking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/stop-dreaming-start-action-kontes-seo-jokosusilo/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita menjumpai berbagai tipe orang. Banyak di antaranya yang selalu berpikiran negatif (negative thinking), yang hampir tidak pernah menilai segala sesuatu dari sisi positif, baru setelah mendapat &#8220;keyakinan&#8221; yang mungkin diperolehnya dari &#8220;guru&#8221;-nya, teman sekerja, istrinya, bahkan mungkin dari mertuanya, dia berani bertindak (action). Namun, tidak sedikit pula orang yang berpikiran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita menjumpai berbagai tipe orang. Banyak di antaranya yang selalu berpikiran negatif (negative thinking), yang hampir tidak pernah menilai segala sesuatu dari sisi positif, baru setelah mendapat &#8220;keyakinan&#8221; yang mungkin diperolehnya dari &#8220;guru&#8221;-nya, teman sekerja, istrinya, bahkan mungkin dari mertuanya, dia berani bertindak (action). Namun, tidak sedikit pula orang yang berpikiran positif (positive thinking) yang kita kenal.<br />
Di dalam melakukan bisnis, &#8211; baik bisnis offline maupun online, berpikiran positif lazimnya dinilai lebih baik daripada berpikiran negatif. Harus kita akui, sebenarnya banyak pelaku bisnis yang berhasil berasal dari kelompok yang berpikiran negatif. Sebaliknya, pelaku bisnis yang berpikiran positif tidak semuanya berhasil. Banyak terdengar pelaku bisnis yang jatuh bangun karena nalurinya yang terlampau banyak dipengaruhi oleh pikiran positifnya, <span id="more-196"></span>sehingga melupakan sisi risiko yang mungkin terjadi. Kedua hal sama-sama mungkin terjadi.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-200" title="Kadar Pemikiran Positif-Negatif" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/08/KadarPemikiran-300x266.gif" alt="Kadar Pemikiran Positif-Negatif" width="300" height="266" />Logikanya begini&#8230; Di dalam diri setiap orang bersarang kedua pikiran itu, namun kadarnya berbeda-beda. Ada yang kadar pikiran negatifnya hanya 10%, 25%, 30%, 40% 50% dan seterusnya. Sama halnya pikiran positive yang kadarnya bisa berbeda juga dari seorang dengan yang lainnya (lihat diagram ilustrasi), di antara keduanya tentu ada juga yang relatif berimbang, 50%-50% antara pikiran positif dan negatifnya.<br />
Mungkin Anda pernah mengalaminya, ketika melihat Iklan Bisnis Internet Anda berprasangka negatif, jangan-jangan penipuan &#8230; , jangan-jangan cuma janji &#8230; dsb &#8230; dsb. Tapi lihatlah <a href="http://formulabisnis-joss.co.cc">Bisnis Internet yang terbukti berhasil</a> dan <img class="alignleft size-full wp-image-206" title="Kantor Baru FormulaBisnis.com" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/08/muka-kantor-150x150.jpg" alt="Kantor Baru FormulaBisnis.com" width="150" height="150" />teruji baru saja <a href="http://jokosusilo.com/2009/08/21/joko-susilo-pindah-kantor-baru">pindah kantor baru</a> sebagai bukti keberhasilan Bisnis Internet, jika benar-benar ditekuni dengan kesabaran dan kesungguhan, dan tentu saja disertai dengan &#8220;harapan positif&#8221; (sukses).<br />
Mengenai hal ini ada cerita menuturkan soal &#8220;berpikiran positif&#8221;  (positive thinking) yang membawa bisnis menuju  sukses.</p>
<p>Sebuah pabrik sepatu bermaksud membuka cabang usaha di salah satu negara Afrika. Untuk mendapat informasi peluang pasarnya, sang Direktur mengirim staffnya untuk melakukan pengamatan dan penelitian tentang hal itu. Pendek cerita, staffnya sudah kembali ke kantor pusat pabrik sepatu itu dan melapor kepada sang Direktur, terjadilah dialog seperti berikut.<br />
Direktur : Nah, bagaimana hasil pengamatanmu mengenai peluang bisnis kita di sana?<br />
Staf          : Maaf pak. Tapi sebaiknya tidak usah buka cabang usaha di sana, pak. Tidak ada peluang.<br />
Direktur : Kamu yakin?<br />
Staf          : 100% yakin, pak?<br />
Direktur : Apa yang membuat kamu 100% yakin?<br />
Staf          : Penduduk di sana semua tidak pakai sepatu, pak. Nggak ada yang perlu sepatu.<br />
Direktur : Oh, baiklah kalau begitu.<br />
Diam-diam sang Direktur tidak merasa yakin dan kurang puas dengan hasil pengamatan stafnya dan mengirim staf ke-2 ke negara itu dengan tugas yang sama, mengamati dan meneliti peluang pasar. Pada malam pertama staf tersebut berada di negara itu, dia menghubungi direkturnya dan inilah dialognya.<br />
Direktur : Ada apa kamu, kok baru malam pertama sudah menghubungi saya?<br />
Staf          : Begini, pak. Ternyata untuk membuka cabang usaha di sini peluangnya sangat besar, pak.<br />
Direktur : Lho kok &#8230;, bagaimana bisa begitu?<br />
Staf          : Semua penduduk di sini  belum punya sepatu.<br />
Direktur : Oh, baik kalau begitu. Kesempatan pertama besok, kamu segera pulang.<br />
Tidak lama kemudian dibukalah cabang usaha sepatunya di negara tersebut dan &#8230; staf ke-2 itulah yang menjadi pemimpinnya.<br />
Cerita ini menyampaikan pesan betapa pentingnya &#8220;pikiran positif&#8221; dalam berbisnis.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan posisi Anda? Positif &gt;50%, atau Negatif &gt;50%?</strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PENTINGNYA BERPIKIRAN POSITIF DALAM BERBISNIS" url="http://lehmannsblog.com/stop-dreaming-start-action-kontes-seo-jokosusilo/?p=196"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/08/pentingnya-berpikiran-positif-dalam-berbisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ANTARA IMPIAN, MOTIVASI, UPAYA DAN SUKSES</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/08/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/08/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 05:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[dreaming]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[keyword]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[start]]></category>
		<category><![CDATA[stop]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[upaya tanpa henti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/stop-dreaming-start-action-kontes-seo-jokosusilo/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[STOP DREAMING START ACTION &#8230; and &#8230; KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING !!!
Semakin dalam Anda menekuni Bisnis, Anda akan semakin yakin bahwa SUKSES itu perlu &#8211; bahkan harus &#8211; dicapai dengan UPAYA TANPA HENTI. Tanpa upaya keras, sulit &#8211; bahkan mustahil &#8211; sukses dapat tercapai.
Di samping itu, untuk UPAYA TANPA HENTI perlu &#8211; bahkan HARUS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STOP DREAMING START ACTION &#8230; and &#8230; KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING !!!</strong><br />
<img class="alignright size-full wp-image-193" title="KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/08/AG00160_.GIF" alt="KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING" width="95" height="96" />Semakin dalam Anda menekuni Bisnis, Anda akan semakin yakin bahwa SUKSES itu perlu &#8211; bahkan harus &#8211; dicapai dengan UPAYA TANPA HENTI. Tanpa upaya keras, sulit &#8211; bahkan mustahil &#8211; sukses dapat tercapai.<br />
Di samping itu, untuk UPAYA TANPA HENTI perlu &#8211; bahkan HARUS ada motivasi, &#8211; baik dari dalam (<em>internal</em>) seperti angan-angan, impian, cita-cita atau obsessi dan semangat -, maupun dari luar (<em>external</em>), &#8211; dari bangku sekolah/kuliah, bacaan (buku, koran, majalah, blog dsb.), atau pengalaman orang lain.<br />
Di bawah ini, saya sampaikan sebuah cerita mengenai UPAYA TANPA HENTI yang berakhir SUKSES. Cerita ini sudah sering disampaikan oleh banyak <span id="more-192"></span>orang, bahkan banyak juga yang sudah menulisnya. Mungkin Anda sudah pernah mendengar atau membaca cerita ini, yaitu tentang dua  Suku A dan B yang desanya mengalami kekeringan karena musim kering yang berkepanjangan.<br />
Pendek cerita, kedua penduduk Desa Suku itu mengadakan upacara memohon hujan dengan cara menari-nari sebagaimana lazimnya adat dan kepercayaan mereka masing-masing.<br />
Setelah beberapa hari dilakukan upacara itu, suku A sudah merasa tidak berhasil sehingga menghentikan upacara tariannya dan menugaskan &#8220;pionir&#8221; untuk &#8220;mengintip&#8221; apa yang dikerjakan suku B, karena menurut berita, &#8211; tidak resmi -, di desa suku B berhasil turun hujan. Ternyata berita itu benar, masyarakat suku desa B melakukan upacara tarian itu sehingga menghasilkan hujan.<br />
Maka kembalilah pionir suku A ke desanya dan melaporkan bahwa berita itu benar, di desa B berhasil turun hujan setelah upacara yang sama seperti yang dilakukan oleh suku A.<br />
Akhirnya kepala suku A memutuskan untuk melakukan lagi upacara &#8230; Satu jam, dua jam &#8230; sehari, dua hari &#8230; seminggu, dua minggu &#8230; belum juga berhasil turun hujan. Masyarakat suku A mulai lagi merasa putus asa dan mengusulkan kepada kepala suku untuk menghentikan upacara &#8230; Suku A akhirnya menyerah, dan pergilah Kepala Suku A itu berkunjung ke desa Suku B.<br />
Dalam kesempatan itu dengan berat hati dan malu-malu, Kepala Suku A menanyakan bagaimana caranya bisa mendatangkan hujan dengan upacara yang dilakukannya, sedangkan di desanya (Suku A) dengan melakukan upacara yang sama tidak juga turun hujan. Maka terjadilah dialog seperti di bawah ini.<br />
Kepala Suku B (KS-B) bertanya: &#8220;Berapa hari kalian melakukan upacara itu?&#8221;<br />
Kepala Suku A (KS-A) menjawab dengan semangat: &#8220;Dua Minggu, pak&#8221;.<br />
KS-B: &#8220;Lantas, setelah dua minggu kalian menghentikan upacara?<br />
KS-A: &#8220;Betul, pak&#8221;.<br />
KS-B: &#8220;Nah, itulah bedanya &#8230; dengan yang kami lakukan&#8221;.<br />
KS-A: &#8220;Apa bedanya, pak?&#8221;.<br />
KS-B: &#8220;Kami tidak menghentikan upacara setelah dua minggu, karena belum turun hujan&#8221;.<br />
KS-A: &#8220;Lantas &#8230;?&#8221;<br />
KS-B: &#8220;Kami baru menghentikan upacara setelah &#8230; terjadi turun hujan&#8221;.<br />
KS-A: &#8220;Oooooo&#8230;!&#8221;<br />
Apa yang dapat kita tarik pelajaran dari PESAN yang terkandung dalam cerita di atas sangat sesuai dengan semangat <em>Stop Dreaming Start Action</em>, dan artikel saya terdahulu yang diterbitkan untuk Kontes SEO Joko Susilo, &#8220;KEEP ON YOUR ACTION ROLLING TILL YOUR DREAMS COME TRUE&#8221; yang pesannya memotivasi semangat  &#8220;Action Terus Sampai Berhasil&#8221; seperti yang dianjurkan Joko Susilo dalam artikelnya &#8220;<a href="http://www.jokosusilo.com/2009/03/16/5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-menjadi-sukses">5-Hal Yang Melejitkan Orang-orang Menjadi Sukses&#8221;</a>, di mana KERJA KERAS merupakan salah satu dari 5-Hal tersebut.<br />
Yang seringkali dilakukan orang adalah melupakan impiannya setelah gagal sekali, gagal duakali, &#8230; atau gagal ketiga kalinya.  Putus asa &#8230; dan &#8230; frustrasi. Padahal kalau upaya Anda dilanjutkan tanpa henti (action &#8230; and keep on action) sampai impian terwujud, maka Insya Allah, cepat atau lambat Anda dapatkan Impian Anda.<br />
Ilmu manajemen mengajarkan: &#8220;Tidak ada yang salah dengan kerja keras. Yang salah adalah kerja keras tanpa efisiensi dan efektivitas&#8221;&#8230; ?!? Effisiensi dan Effektivitas menghasilkan Produktivitas &#8230; menuju KEBERHASILAN &#8230; alias &#8230; SUKSES. Tapi kita perlu juga ingat, bahwa meskipun sudah sukses, upaya pun harus selalu dilakukan agar sukses pertama menghasilkan sukses berikutnya. &#8230; Setuju?</p>
<p><strong>Salam Action, Tetap Semangat !</strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="ANTARA IMPIAN, MOTIVASI, UPAYA DAN SUKSES" url="http://lehmannsblog.com/stop-dreaming-start-action-kontes-seo-jokosusilo/?p=192"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/08/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING TILL YOUR DREAMS COME TRUE</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/06/keep-on-your-actions-rolling-till-your-dreams-come-true/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/06/keep-on-your-actions-rolling-till-your-dreams-come-true/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 13:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[dreaming]]></category>
		<category><![CDATA[jokosusilo]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[start action]]></category>
		<category><![CDATA[stop dreaming]]></category>
		<category><![CDATA[stop dreaming start action]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[STOP DREAMING START ACTION:
Barangsiapa mengenal blog JokoSusilo pasti mengenal Slogan &#8220;Stop Dreaming Start Action&#8221; yang ternyata mampu memotivasi bukan hanya para anggota FormulaBisnis untuk senantiasa mengambil action, melainkan juga para blogger lainnya, yang terbukti dari berbondongnya peserta Kontes SEO yang diselenggarakan Joko Susilo. Memang agaknya itulah tujuan daripada Joko Susilo mengambil slogan tersebut.
Pertanyaan Joko Susilo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-167" title="Stop Dreaming Start Action" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/06/StopDreaming.jpg" alt="Stop Dreaming Start Action" width="185" height="185" /><strong>STOP DREAMING START ACTION</strong>:<br />
Barangsiapa mengenal <a title="Blog Bisnis Internet dan Marketing" href="http://jokosusilo.com">blog JokoSusilo</a> pasti mengenal Slogan <strong><em>&#8220;Stop Dreaming Start Action&#8221;</em></strong> yang ternyata mampu memotivasi bukan hanya para anggota FormulaBisnis untuk senantiasa mengambil action, melainkan juga para blogger lainnya, yang terbukti dari berbondongnya peserta <a title="Kontes SEO Joko Susilo &quot;Stop Dreaming Start ACTION&quot; Dibuka" href="http://www.jokosusilo.com/2009/06/20/kontes-seo-jokosusilo-stop-dreaming-start-action-dibuka">Kontes SEO</a> yang diselenggarakan Joko Susilo. Memang agaknya itulah tujuan daripada Joko Susilo mengambil slogan tersebut.<br />
Pertanyaan Joko Susilo sebagai judul <a title="Apa Arti ACTION Bagi Anda" href="http://www.jokosusilo.com/2009/06/22/apa-arti-action-bagi-anda">blognya baru-baru ini</a> sungguh membuat saya menyadari bahwa di balik SLOGAN itu tersembunyi berbagai arti yang mungkin sekali tidak semua dari kita menyadarinya.<br />
Arti yang pertama saya temukan adalah : &#8220;<strong>ACTION</strong> itu <strong>wujud semangat <span id="more-166"></span></strong>kerja kita&#8221;. Tanpa action, semangat kita betapa pun menggeloranya, akan berakhir tanpa mencapai tujuan apa pun, bagaikan mobil F-1 dalam garasi atau pesawat terbang supersonic dalam hanggar.<br />
Sebaliknya action tanpa semangat akan selalu &#8220;menunda&#8221; keberhasilan, ibarat mobil atau pesawat terbang kurang bahan bakar harus berhenti sebelum tujuan tercapai.<br />
Arti yang kedua yang teringat oleh saya adalah : &#8220;<strong>ACTION</strong> merupakan <strong>kunci sukses&#8221;</strong>. Sebab action membawa kita pada DUA KEMUNGKINAN, yaitu <strong>sukses</strong> atau <strong>gagal</strong>.<br />
Namun bagi orang penuh action <strong>kegagalan</strong> hanyalah <strong>sukses yang tertunda</strong>. Sedangkan orang <strong>tanpa action</strong> sama dengan <strong>gagal sebelum mulai</strong>.<br />
Menurut hemat saya, tertundanya keberhasilan pun sangat &#8220;tergantung&#8221; pada berbagai hal, antara lain :</p>
<ul>
<li><strong>Kondisi kesiapan pribadi</strong> yang bersangkutan  untuk action, &#8211; dalam hal bisnis internet &#8211; termasuk keterbatasan kemampuan membuat webblog atau website);</li>
<li><strong>Sarana pendukung</strong> action itu sendiri;</li>
<li><strong>Cara dan jalan</strong> yang ditempuh dalam action;</li>
<li><strong>Pola pikir (mind set)</strong> masing-masing pribadi;</li>
<li><strong>Kondisi persaingan pasar</strong> produk sejenis;</li>
<li><strong>Unsur motivasi pribadi</strong> yang bersangkutan &#8211; terutama unsur motivasi internal &#8211; bukan berarti unsur<a title="Menu Blogging : Empat Sehat Lima Sempurna" href="http://www.jokosusilo.com/2009/05/31/menu-blogging-empat-sehat-lima-sempurna"> motivasi external</a> tidak berperan -, bahkan motivasi external menjadi sangat berperan penting, seperti halnya artikel-artikel Joko Susilo pada umumnya, manakala kondisi motivasi internalnya lemah.</li>
</ul>
<p>Anda juga mungkin menyadari bahwa action itu ada yang SPONTAN dan ada juga yang ALON-ALON ASAL KELAKON. Hal itu dipengaruhi antara lain oleh karakter pribadi dan unsur-unsur tersebut di atas serta hambatan lainnya yang tak terduga. Jangan dilupakan, dukungan keluarga &#8211; istri dan anak-anak &#8211; dan kondisi, situasi serta suasana lingkungan merupakan unsur penentu dari terlaksananya action sesuai dengan harapan Anda, &#8211; keberhasilan Joko Susilo tidak terlepas dari dukungan penuh keluarganya.<br />
Masih menurut hemat saya, unsur ber-&#8221;Mimpi&#8221; (dreaming) merupakan unsur penting dalam hal memotivasi action seseorang, mengingat <a title="Impian Inspirasi Untuk Action" href="http://">impian</a>, angan-angan, cita-cita, obsessi atau apa pun namanya, merupakan <a title="Impian Inspirasi Untuk Action" href="http://">inspirasi untuk action</a>. Jadi partanyaannya : MENGAPA MIMPI HARUS DIHENTIKAN?<br />
Saya kira bukan maksud Joko Susilo untuk menghentikan mimpi-mimpi indah Anda. Tentu Anda maklum maksud Joko Susilo adalah : &#8220;<a title="Mewujudkan Impian dengan ACTION" href="http://www.jokosusilo.com/2009/06/16/blog-anda-sudah-punya-slogan-dan-tagline">Mewujudkan Impian itu dengan melakukan ACTION</a>&#8220;. Jangan hanya MIMPI.<br />
Saya yakin &#8230; seseorang yang penuh action, impiannya lebih terjamin dapat segera tercapai. Artinya, kurang action, &#8230; ya &#8230; kurang juga hasilnya.<br />
Satu hal lagi, kunci keberhasilan terletak pada ACTION PERTAMA yang diikuti resep keberhasilan yaitu action-action selanjutnya tanpa henti sampai IMPIAN-nya tercapai. Bahkan setelah tercapai impian pertama harus ada impian-impian berikutnya untuk dicapai.<br />
Nenek moyang kita sudah mengajarkan : &#8220;Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe&#8221; atau dengan kata lain: “Banyak Bekerja Tanpa Mengharapkan Imbalan”. Jadi meskipun action belum &#8220;menghasilkan&#8221; imbalan, &#8230; action terrrruuuus !!! Sampai berhasil.<br />
Karena itulah artikel ini diberi judul <strong>&#8220;Keep On Your Actions Rolling Till Your DREAMS Come True&#8221;</strong>. Harap diperhatikan &#8230; !!! Kata IMPIAN tidak ditulis dalam bentuk tunggal, &#8211; single : Dream, melainkan jamak, &#8211; plural : Dream<strong>s</strong>, artinya &#8230; buuaanyaaaak IMPIAN.<br />
Tapi, boleh dong &#8230; Anda ber-MIMPI sekaligus ACTION &#8230; untuk mewujudkan impian Anda. So, <strong>Keep On Dreaming And Take ACTIONS To Let Your Dreams Come True.</strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING TILL YOUR DREAMS COME TRUE" url="http://lehmannsblog.com/?p=166"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/06/keep-on-your-actions-rolling-till-your-dreams-come-true/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RISET PASAR AWAL KEGIATAN PEMASARAN</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/06/riset-pasar-awal-kegiatan-pemasaran/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/06/riset-pasar-awal-kegiatan-pemasaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 12:43:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[actual demand]]></category>
		<category><![CDATA[jokosusilo]]></category>
		<category><![CDATA[marketing test]]></category>
		<category><![CDATA[potential demand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Masih segar dalam ingatan kita JokoSusilo.com menyajikan artikel perihal &#8220;4 Tahap Proses Marketing Menyeluruh yang Perlu Anda Tahu&#8221;.
Empat proses itu diawali dengan Melakukan Riset Pasar. Secara Umum Riset Pasar dapat dilakukan melalui dua sudut pandang. Pertama, sudut pandang produk, &#8211; yang akan diluncurkan -, dan kedua, sudut pandang pasar secara menyeluruh (comprehensive).
Dari sudut pandang produk, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-155 alignleft" title="Test Pasar Produk Online" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/06/market-test-300x256.gif" alt="Test Pasar Produk Online" width="300" height="256" />Masih segar dalam ingatan kita JokoSusilo.com menyajikan artikel perihal <a href="http://jokosusilo.com/2009/06/02/4-tahap-proses-marketing-menyeluruh-yang perlu-anda-tahu">&#8220;4 Tahap Proses Marketing Menyeluruh yang Perlu Anda Tahu&#8221;</a>.<br />
Empat proses itu diawali dengan Melakukan Riset Pasar. Secara Umum Riset Pasar dapat dilakukan melalui dua sudut pandang. Pertama, sudut pandang produk, &#8211; yang akan diluncurkan -, dan kedua, sudut pandang pasar secara menyeluruh (comprehensive).<br />
Dari sudut pandang produk, yang diamati antara lain : Siapa yang membutuhkan produk kita (target market); di mana produk itu dibutuhkan; kapan produk itu diperlukan berada di pasar; kualitas yang bagaimana yang <span id="more-154"></span>diharapkan dari produk kita (tahan lama, tahan banting, fitur tentang <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/pentingnya-pengaruh-copy-writing-terhadap-penjualan">fungsi produk</a> itu<a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/pentingnya-pengaruh-copywriting-terhadap-penjualan"> </a>a.l. user-friendly); siapa yang menjual produk sejenis (persaingan) apa keunggulan produk saingan, bagaimana kualitasnya, dsb &#8230; dsb.<br />
Dari sisi pasar, perlu diteliti selain potensi permintaan (potential demand) dan permintaan nyata (actual demand) juga  segi-segi lainnya seperti waktu kebutuhan memuncak atau menurun, serta kecenderungan permintaan dari waktu ke waktu. Apakah meningkat terus atau ada kalanya menurun.</p>
<p>Yang seringkali terlupakan adalah potensi efektivitas &#8220;Media Iklan&#8221; yang menurut saya tidak kalah pentingnya. Media apa saja yang ada di pasar? Sejauh manakah iklan dapat menghasilkan &#8220;penjualan&#8221;? Bagaimanakah ratio antara pemasangan iklan dengan penjualan di masing-masing media? &#8230; dsb &#8230;dsb.<br />
Penelitian tentang efektivitas media iklan ini dapat sekaligus berfungsi sebagai &#8220;market test&#8221; bagi produk Anda.<br />
Nah, selama 2-minggu terakhir ini, saya mencoba mengamati media iklan online, khususnya iklan baris gratisan. Dalam kesempatan ini saya amati &#8220;IklanBarisPlus&#8221; dengan tiga produk. Hasilnya, boleh Anda nilai sendiri seperti berikut. Catatan: Tiap pemasangan selama satu minggu (7 hari).</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-159" title="Tabel Test Pasar" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/06/tabelmarkettest-300x116.gif" alt="Tabel Test Pasar" width="300" height="116" /></p>
<p>Dengan Ratio seperti Produk-1 itu, logikanya tiap 100 kali pemasangan iklan akan mendapat 375 klik. Angka ini bagi saya sangat menarik, karena ada penawaran media iklan untuk pemasangan iklan sekaligus di 200 situs. Maka kalau kita pasang iklan di media tersebut, dapat diharapkan mendapat 750 klik (pengunjung). Atau dengan kata lain, 200 hari (hampir 7 bulan) berturut-turut di satu situs akan dapat 750 pengunjung.<br />
Mana yang lebih menarik buat Anda? Apa tindakan Anda selanjutnya?<br />
Pertanyaannya berikutnya adalah: Berapa di antara 750 pengunjung itu menghasilkan penjualan? &#8230; agaknya perlu pengamatan lebih lanjut. Dan tentu saja iklan dengan sasaran 200 situs tidaklah gratis.</p>
<p>Dari Grafik Market Test, dapat kita lihat gambaran minat pengunjung situs media iklan itu terhadap produk-3 paling besar sejak penempatan iklan ke-1 sampai dengan ke-4. Sementara untuk produk-2 hanya dilakukan 3x penempatan iklan, sehingga pada periode ke-3 tidak mendapat pengunjung. Hal itu sengaja dilakukan untuk melihat pertumbuhan minat yang terjadi dalam periode pemasangan ke-2 jika di periode ke-3 tidak dilakukan pemasangan iklan. Dan ternyata jumlah pengunjung tidak mengalami perubahan. Baru setelah pemasangan ke-4 dilakukan, ada tambahan 4 pengunjung.<br />
Menurut Anda, perlukah pengamatan seperti ini? Tunggu laporan hasil pengamatan lebih lanjut.</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="RISET PASAR AWAL KEGIATAN PEMASARAN" url="http://lehmannsblog.com/?p=154"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/06/riset-pasar-awal-kegiatan-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HUBUNGAN BRAND DENGAN PEMASARAN PRODUK</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/05/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/05/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 12:12:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[branding]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[differensiasi produk]]></category>
		<category><![CDATA[diversifikasi produk]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[product branding]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>
		<category><![CDATA[tagline]]></category>
		<category><![CDATA[tema promosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi tentang &#8220;Lebih Penting Mana, Brand atau Produk?&#8221; beberapa waktu lalu, di blog JokoSusilo.com menarik dan menggugah saya menulis soal itu, terutama mengenai hubungannya dengan fungsi pemasaran suatu produk.
Kita mengenal beberapa fungsi marketing, salah satu di antaranya adalah &#8220;branding&#8221;. Dalam komentar saya pada blog tersebut, brand itu seharusnya melekat pada produk. Dalam arti &#8230; tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-142" title="Contoh Brand dari Produk Kecap" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/05/4167b.jpg" alt="Contoh Brand dari Produk Kecap" width="150" height="150" />Diskusi tentang &#8220;<a href="http://jokosusilo.com/2009/05/05/lebih-penting-mana-brand-atau-produk">Lebih Penting Mana, Brand atau Produk</a>?&#8221; beberapa waktu lalu, di blog JokoSusilo.com menarik dan menggugah saya menulis soal itu, terutama mengenai hubungannya dengan fungsi pemasaran suatu produk.</p>
<p>Kita mengenal beberapa fungsi marketing, salah satu di antaranya adalah &#8220;branding&#8221;. Dalam komentar saya pada blog tersebut, brand itu seharusnya melekat pada produk. Dalam arti &#8230; tanpa produk, &#8211; apa yang akan diberi brand? Ketika itu saya memberi contoh, kalau kita mendengar &#8220;rojolele&#8221; &#8211; yang terpikir oleh kita adalah &#8220;beras&#8221;. Tapi, kalau kita mendengar kata beras, bisa bermacam-macam brand yang melintas di pikiran kita. Bisa &#8220;rojolele&#8221;, bisa &#8220;setra ramos&#8221;, bisa &#8220;pandan wangi&#8221; dsb. Padahal produknya adalah beras-beras juga.</p>
<p>Kalau Anda bicara soal mobil, terlintas dalam pikiran Anda berbagai &#8220;merk&#8221; <span id="more-141"></span>(brand) seperti Mercedes, BMW, Fiat, Opel, Ford, Chevrolet, Toyota, Mitsubishi, Suzuki dsb. yang sekaligus membawa nama fabrikan (producer). Kalau Anda bicara soal salah satu merk itu, misalkan Toyota, maka timbul pertanyaan yang menjurus pada produk yang lebih spesifik.</p>
<p>&#8220;Jenisnya apa?&#8221; Truk, Bus, Sedan, Pick-up, Minibus, dsb. Lebih spesifik lagi kalau Anda bicara soal &#8220;jenisnya&#8221; misalnya, Toyota Sedan, maka timbul pertanyaan lebih lanjut, tipenya apa? Crown, Corona, Corolla dsb. Selanjutnya jika ada orang bicara soal Kijang misalnya, Anda tahu bahwa yang dibicarakan adalah Toyota Jenis Minibus atau Pick-up.</p>
<p>Di situlah peran branding dalam hubungannya dengan diversifikasi dan differensiasi produk.</p>
<p>Nah, jika Anda hubungkan dengan SMUO, maka yang terlintas di pikiran Anda suatu &#8220;Program Pembelajaran Bisnis Online&#8221; yang diproduksi dan disalurkan oleh FormulaBisnis.com.</p>
<p>Pertanyaan yang mungkin terlintas di pikiran Anda, &#8220;Jadi mana yang harus kita promosikan? SMUO atau FormulaBisnis.com?</p>
<p>Dalam hal ini, karena SMUO adalah satu-satunya produk yang diproduksi dan ditawarkan oleh FormulaBisnis. Maka jika Anda mempromosikan FormulaBisnis maka Anda sekaligus mempromosikan SMUO. Demikian juga jika Anda mempromosikan SMUO, sekaligus mempromosikan FormulaBisnis.</p>
<p>Sama halnya jika Anda mempromosikan &#8220;rojolele&#8221; (brand) berarti sekaligus mempromosikan beras (produk).</p>
<p>Perkembangan selanjutnya, FormulaBisnis.com menciptakan produk baru dengan brand RahasiaBlogging yang disalurkan oleh RahasiaBlogging.com.</p>
<p>Jika Anda mencari iklan Bisnis Online atau Bisnis Internet, maka Anda akan menjumpai juga berbagai produk selain SMUO.</p>
<p>Sama halnya jika Anda mencari iklan &#8220;kecap&#8221; Anda akan menjumpai tawaran kecap dari berbagai &#8220;merk&#8221;, &#8230; sekedar contoh: termasuk merk &#8220;Bola Dunia&#8221; (lihat ilustrasi).</p>
<p>Soal berikutnya adalah &#8220;tema promosi&#8221;, disebut juga &#8220;Tagline&#8221;, yang mengacu pada brand dan produk yang Anda jual.</p>
<p>Apa yang terlintas di pikiran Anda jika membaca Iklan Promosi : &#8220;Banjir Kok Naik Sedan&#8221; &#8230; atau &#8230; &#8220;Memang Tiada Duanya&#8221;.</p>
<p>Nah, pikirkanlah brand untuk produk Anda sebelum Anda meluncurkannya, dan &#8230; jangan lupa &#8220;Tema Promosinya&#8221;.</p>
<p>Masih ingat artikel <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting">Perlunya Membedakan Copywriting dengan Copywriting?</a></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="HUBUNGAN BRAND DENGAN PEMASARAN PRODUK" url="http://lehmannsblog.com/?p=141"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/05/hubungan-brand-dengan-pemasaran-produk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ACTION, Maju Selangkah &#8211; Mundur Dua Langkah</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/05/action-maju-selangkah-mundur-dua-langkah/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/05/action-maju-selangkah-mundur-dua-langkah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 03:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[dua langkah]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[ever onward]]></category>
		<category><![CDATA[hipnotis]]></category>
		<category><![CDATA[langkah seribu]]></category>
		<category><![CDATA[maju]]></category>
		<category><![CDATA[mundur]]></category>
		<category><![CDATA[never retreat]]></category>
		<category><![CDATA[selangkah]]></category>
		<category><![CDATA[seribu langkah]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>
		<category><![CDATA[sulap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Anda harus mengambil &#8220;Langkah Seribu&#8221; untuk sukses. Biasanya orang yang mengambil langkah seribu adalah orang yang lari ketakutan.
Dalam hal bisnis online juga berlaku, agar anda mencapai sukses perlu mengambil langkah seribu. Dalam arti, ketakutan &#8220;tertinggal&#8221; oleh yang lain. Tapi jangan ragu untuk mengambil &#8220;langkah pertama&#8221;. Karena, sebuah filsafat mengatakan, &#8220;Seribu Langkah tidak akan tercapai tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda harus mengambil &#8220;Langkah Seribu&#8221; untuk sukses. Biasanya orang yang mengambil langkah seribu adalah orang yang lari ketakutan.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-128" title="Maju Selangkah - Mundur Dua Langkah" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/05/image001.gif" alt="Maju Selangkah - Mundur Dua Langkah" width="140" height="140" />Dalam hal bisnis online juga berlaku, agar anda mencapai sukses perlu mengambil langkah seribu. Dalam arti, ketakutan &#8220;tertinggal&#8221; oleh yang lain. Tapi jangan ragu untuk mengambil &#8220;langkah pertama&#8221;. Karena, sebuah filsafat mengatakan, &#8220;Seribu Langkah tidak akan tercapai tanpa Langkah Pertama&#8221;. Jadi, selalu harus ada langkah pertama. (Lihat Mr. Action Campaign di Side Bar kanan).<br />
Dan jangan pernah mundur. Karena Bung Karno pun, tahun 1963, <span id="more-125"></span>mengatakan &#8220;Ever Onward &#8211; Never Retreat!&#8221;</p>
<p>Namun demikian, filsafat lain mengatakan, &#8220;Setiap Satu Langkah Maju harus diikuti Dua Langkah Mundur&#8221;. Lho, bagaimana mungkin ??? &#8230; Kalau begitu, nggak bisa sampai ke tujuan dong? Sabar, sabar, akan saya jelaskan.</p>
<p>Sebenarnya anda bisa mencapai tujuan &#8220;Seribu Langkah&#8221; dengan cara itu, &#8230; <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/bagaimana-mengamankan-kondisi-keuangan-dalam-krisis-finansial-global">ASAL TAHU CARANYA</a> &#8230; Yang penting, tahu caranya dan &#8230; dilakukan, kalau nggak &#8230; ya &#8230; nggak maju juga. Malah &#8230; GAGAL SEBELUM MULAI.</p>
<p>Begitu juga dengan bisnis online, bahwa internet bisa menghasilkan uang, banyak yang belum tahu. Dewasa ini semakin &#8220;heboh&#8221; orang mencari uang dari internet, bagi mereka yang belum tahu, mungkin dinilai sebagai hal yang mustahil. Tapi bagi sebagian orang yang sudah berhasil, merupakan hal yang mudah, seperti yang dikatakan &#8220;suhu&#8221; bisnis internet yang paling direkomendasikan, mas Joko Susilo : &#8220;Asal Tahu Caranya&#8221;, dan caranya sudah dibeberkan dalam situsnya <a href="http://formulabisnis-joss.co.cc">FormulaBisnis.com</a> dan blognya <a href="http://jokosusilo.com">JokoSusilo.com</a>.</p>
<p>Filsafat &#8220;Maju Selangkah &#8211; Mundur Dua Langkah&#8221; mengandung &#8220;pelajaran&#8221; bagi kita. &#8230; Apa pelajaran yang bisa kita tarik daripadanya?</p>
<p>Bukan Sulap, Bukan Sihir &#8230; Bukan juga Hipnotis. Silahkan buktikan sendiri. Tapi &#8230; jangan di pinggir kolam, ya. Saya nggak tanggung jawab.</p>
<p>Begini. Kalau anda ingin mencapai, &#8230; katakanlah tidak usah seribu langkah deh, tapi &#8230; sepuluh &#8230; saja. Anda harus melakukannya seperti ini: &#8230; lakukan maju satu langkah, kemudian berbalik menghadap ke belakang dan mundurlah dua langkah &#8230; dan berbalik menghadap ke depan lagi, ulangi satu langkah maju, berbalik menghadap ke belakang lagi &#8230; ulangi dua langkah mundur &#8230; dan seterusnya ulangi seperti tadi. Anda akan mencapai tujuan anda, sepuluh langkah tanpa membuang waktu dan tenaga untuk mundur. Masuk akal ??? Hwa-ha-ha-ha-ha, saya nggak nipu kan? Tapi ada filsafatnya, lho.</p>
<p>Filsafatnya begini: setiap maju selangkah, tinjaulah ke belakang &#8230; sambil terus maju (dengan melihat langkah yang telah kita ambil, sebagai &#8220;evaluasi&#8221;), &#8211; sudah benarkah langkah anda atau masih ada yang harus diperbaiki? Sambil maju lagi, perbaiki yang salah &#8230; evaluasi lagi (lihat ke belakang), begitu seterusnya.</p>
<p>Nah, sedikitnya itulah yang saya lakukan selama &#8220;Belajar Bisnis Online&#8221; ini &#8230;</p>
<p>MGBU (May God Bless U).</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="ACTION, Maju Selangkah - Mundur Dua Langkah" url="http://lehmannsblog.com/?p=125"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/05/action-maju-selangkah-mundur-dua-langkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
