<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lehmann &#187; Enterpreneurship</title>
	<atom:link href="http://lehmannsblog.com/category/enterpreneurship/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lehmannsblog.com</link>
	<description>SERBA-SERBI BISNIS INTERNET</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Aug 2010 03:36:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>ANDA BERJIWA PEGAWAI ATAU BERJIWA INVESTOR?</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2010/08/anda-berjiwa-pegawai-atau-berjiwa-investor/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2010/08/anda-berjiwa-pegawai-atau-berjiwa-investor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 08:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[business-owner]]></category>
		<category><![CDATA[cashflow]]></category>
		<category><![CDATA[employee]]></category>
		<category><![CDATA[enterpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[investor]]></category>
		<category><![CDATA[mind-set]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja bebas]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja lepas]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[pemilik bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[penanam modal]]></category>
		<category><![CDATA[pola pikir]]></category>
		<category><![CDATA[qudrant]]></category>
		<category><![CDATA[self-employed]]></category>
		<category><![CDATA[wirausahawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Saya yakin Anda pernah mendengar nama Robert T. Kyosaki, warganegara Amerika keturunan Jepang, tinggal di Hawaii. Ia adalah seorang motivator bisnis yang menulis buku The Cashflow Quadrant, &#8211; Kwadran Aliran Uang. Ia bukan hanya sekedar motivator bisnis, melainkan juga motivator &#8220;kebebasan finasial&#8221; melalui bukunya yang tersohor Rich Dad, Poor Dad, &#8211; Ayah Kaya, Ayah Miskin. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya yakin Anda pernah mendengar nama Robert T. Kyosaki, warganegara Amerika keturunan Jepang, tinggal di Hawaii. Ia adalah seorang motivator bisnis yang menulis buku <em>The Cashflow Quadrant</em>, &#8211; Kwadran Aliran Uang. Ia bukan hanya sekedar motivator bisnis, melainkan juga motivator &#8220;kebebasan finasial&#8221; melalui bukunya yang tersohor <em>Rich Dad, Poor Dad</em>, &#8211; Ayah Kaya, Ayah Miskin.<br />
Ia mengatakan bahwa atas dasar motivasinya untuk mencari nafkah, seseorang dapat dikelompokkan ke dalam salah satu atau mungkin dua kwadran sekaligus, yang masing-masing disebutnya sebagai kelompok pegawai, kelompok pekerja bebas, kelompok pemilik bisnis dan kelompok penanam modal.<br />
Kwadran itu sendiri, sebagaimana Anda pelajari di sekolah, adalah seperempat bagian dari sebuah bidang (bulat, persegi atau lonjong tidak masalah).</p>
<div id="attachment_376" class="wp-caption alignleft" style="width: 219px"><a href="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2010/08/Cashflow-Quadrant.jpg"><img class="size-full wp-image-376" title="Cashflow Quadrant" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2010/08/Cashflow-Quadrant.jpg" alt="" width="209" height="209" /></a><p class="wp-caption-text">Cashflow Quadrant</p></div>
<p>Masing-masing kwadran menunjukkan tempat masing-masing kelompok orang dengan diberi notasi E (<em>Employee</em>) bagi kelompok pegawai, S (<em>Self-employed</em>) untuk kelompok pekerja bebas atau pekerja lepas, &#8211; saya lebih suka dengan sebutan &#8220;pekerja mandiri&#8221; -, B (<em>Business Owner</em>) untuk kelompok pemilik bisnis dan I (<em>Investor</em>) bagi kelompok penanam modal, &#8211; lihat ilustrasi. Robert T. Kyosaki membedakan antara kwadran yang berada di sisi kiri dengan yang di sisi kanan. Kelompok kwadran sisi kiri, &#8211; E dan S -, dinilainya sebagai kelompok yang <span id="more-374"></span>lebih mengandalkan pada nafkah yang aman, reguler serta yang menjamin penghasilan secara teratur dan pasti serta tanpa risiko. Kelompok di sisi kiri ini seringkali disebut sebagai &#8220;<em>safety player</em>&#8220;. Sementara kelompok di sisi kanan pada umumnya &#8220;berani&#8221; mengambil risiko dalam menghadapi &#8220;peluang&#8221; yang dijumpainya, sehingga kelompok ini lazim disebut sebagai &#8220;<em>risk taker</em>&#8220;.<br />
Pola pikir (<em>mind set</em>) kelompok kwadran sisi kiri, &#8220;Menanam modal itu berisiko&#8221;. Sementara pola pikir kelompok kwadran sisi kanan, &#8220;Tidak ada bidang usaha atau pekerjaan tanpa risiko&#8221;. Mereka menilai bahwa pegawai pun menghadapi risiko &#8220;dipecat&#8221; dari pekerjaannya, jika pekerjaan atau ethos kerjanya dinilai &#8220;tidak memuaskan&#8221;.<br />
Lebih lanjut, Robert T. Kyosaki menjelaskan bahwa jika Anda berada di kwadran sisi kiri, &#8211; E dan S -, dan ingin memiliki &#8220;kebebasan finansial&#8221;, maka Anda harus bersedia, belajar, berlatih dan berupaya untuk &#8220;menjadi&#8221; orang yang berada di kwadran sisi kanan, &#8211; B dan I -. Konsekuansinya, Anda harus &#8220;mengubah&#8221; pola pikir Anda, yaitu dari pola pikir kwadran sisi kiri (<em>safety player</em>) menjadi pola pikir kwadran sisi kanan (<em>risk taker</em>).<br />
Bagaimana ia membedakan masing-masing kelompok itu satu dengan lainnya antara E, S, B dan I?</p>
<ul>
<li><strong>E (<em>Employee</em>).</strong> Seorang yang berjiwa pegawai selalu akan berupaya agar tetap bekerja (jadi pegawai), karena dinilainya bahwa dengan bekerja ia akan mendapat jaminan penghasilan yang tetap dan pasti, bahkan mungkin ia berharap mendapat &#8220;tunjangan&#8221; lainnya, seperti tunjangan  kesehatan dan hari tua. Kata &#8220;risiko&#8221; akan menimbulkan ketakutan baginya. Rasa aman mambuatnya bahagia. Bagi mereka rasa aman bahkan lebih penting daripada uang. Bukan hal aneh jika mereka mengatakan : &#8220;Aku tidak tertarik pada uang&#8221;.</li>
<li><strong>S (<em>Self-employed</em>).</strong> Mereka ingin menjadi bos mereka sendiri. Sangat independen dalam hal keuangan. Tidak suka jika besarnya penghasilan ditentukan orang lain. Mereka menilai bahwa kerja keras atau keahlian mereka patut dibayar tinggi. Karena itu mereka sadar bahwa tanpa kerja keras dengan sebaik-baiknya, mereka tidak patut dibayar tinggi. Berbeda dengan seorang pegawai, pekerja bebas senantiasa akan berupaya agar &#8220;hasil kerja&#8221;-nya adalah yang terbaik. Bahkan acapkali ia menganggap orang lain tidak se-&#8221;hebat&#8221; dia, karena mereka pada umumnya berjiwa &#8220;perfeksionis&#8221;. Akibatnya, mereka tidak suka mendelegasikan pekerjaannya kepada orang lain, karena dianggapnya tidak ada orang lain yang bisa mengerjakan sesuai dengan kriteria yang ditentukannya. Bagi mereka, uang tidaklah penting, kemandirian dan &#8220;pengakuan&#8221; atas kelebihan mereka dinilai lebih penting daripada uang. Banyak di antara mereka merupakan pekerja &#8220;profesional&#8221; yang berpendidikan tinggi atau lebih tinggi dari rata-rata, seperti dokter, arsitek, akuntan, pengacara, konsultan, namun tidak jarang mereka merupakan pemilik toko eceran (warung), montir, artis dan sejenisnya yang lebih suka &#8220;mandiri&#8221; ketimbang jadi pegawai orang lain. Di Indonesia, banyak di antara artis, &#8211; selaku seorang pekerja bebas (S) -, mengubah dirinya dan berhasil -, menjadi seorang pemilik usaha (B).</li>
<li><strong>B (<em>Business-owner</em>).</strong> Kelompok B berlawanan dengan kelompok S, dalam hal menangani pekerjaan. Kelompok ini lebih suka &#8220;menggunakan&#8221; orang-orang cerdik pandai, &#8211; yang berasal dari keempat kelompok, baik E, S, B, maupun I -, untuk mengerjakan pekerjaannya dengan hasil &#8220;lebih baik&#8221;. Moto kebanyakan dari kelompok ini adalah &#8220;Mengapa saya harus mengerjakan sendiri kalau bisa &#8220;menyewa&#8221; orang lain yang mampu mengerjakannya dengan lebih baik?&#8221;. Pada umumnya seseorang dari kelompok B banyak dikelilingi tenaga kerja ahli untuk masing-masing bidang yang berbeda. Sedangkan dia sendiri lebih suka mengerjakan tugas yang menurutnya &#8220;lebih penting&#8221;, seperti &#8220;berfikir&#8221;, &#8211; tent saja  &#8230; demi kemajuan usahanya.</li>
<li><strong>I (<em>Investor</em>).</strong> Bagi seseorang yang berada di kwadran ini, kata &#8220;risiko&#8221; sangat mungkin menimbulkan &#8220;semangat&#8221; baginya. Ia akan selalu ingat slogan yang menyatakan &#8220;<em>high risk, high income</em>&#8220;. Mata fisik dan mata hatinya senantiasa akan mencari dan menemukan &#8220;peluang investasi&#8221; yang menguntungkannya. Sebagai contoh: Tatkala gelombang krismon melanda Indonesia, dan melihat gejala &#8220;suku bunga yang meningkat pesat&#8221;, ia menginvestasikan uangnya dalam &#8220;deposito&#8221;, tatkala suku bunga menunjukkan gejala menurun, dia hentikan investasi dalam deposito. Selain itu, ia melihat gejala kurs dollar yang meningkat pesat sebagai peluang investasi dalam valuta. Selaku seorang investor, jika dia ingin kaya, dia akan berbuat agar uangnya bekerja untuk dirinya, bukan dia yang bekerja untuk uang.</li>
</ul>
<p>Bagi Anda yang belum termasuk kelompok kwardan sisi kanan, jangan dulu berkecil hati. Memang, untuk mengubah &#8220;pola pikir&#8221; (<em>mind set</em>) kwardan sisi kiri menjadi pola pikir sisi kanan tidak dapat berlangsung secara instan, seperti halnya Anda menginstal program applikasi komputer Anda. Atau secara populer, seperti membalikkan telapak tangan Anda.<br />
Tentu saja Anda memerlukan waktu untuk mengubah pola pikir Anda, terutama mengingat kondisi lingkungan masyarakat kita (di Indonesia) yang belum mendukung pembentukan pola pikir wirausaha. Sejak lahir, Anda terdidik dalam lingkungan yang membentuk pola pikir Anda untuk tidak berani mengambil risiko (<em>risk taking</em>). Berbeda dengan masyarakat Tionghoa, &#8211; di mana pun mereka berada -, lingkungan keluarganya pun sudah bernuansa wirausaha. Tidak usah heran jika mereka banyak yang berhasil dalam bisnis dan keuangan mereka.<br />
Meskipun demikian, tak usah Anda jadikan hal ini sebagai <em>excuse</em> atau alasan untuk tidak mengubah pola pikir Anda, &#8230; jika Anda ingin berhasil. Semangat dan tekad untuk berhasil perlu Anda pertahankan, jika &#8230; memang, Anda ingin berhasil dalam hal bisnis atau keuangan Anda. Nah &#8230;, DI KWADRAN MANA POSISI ANDA?<br />
Di posisi mana pun Anda berada, untuk berwirausaha Anda perlu membekali diri dengan mentalitas dan pola pikir seorang wirausahawan (<em>enterpreneur</em>).</p>
<p>Salam SUKSES. Semoga berhasil.</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="ANDA BERJIWA PEGAWAI ATAU BERJIWA INVESTOR?" url="http://lehmannsblog.com/?p=374"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2010/08/anda-berjiwa-pegawai-atau-berjiwa-investor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEBERAPA BESAR HASIL UPAYA ANDA MENUJU SUKSES?</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2010/07/seberapa-besar-hasil-upaya-anda-menuju-sukses/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2010/07/seberapa-besar-hasil-upaya-anda-menuju-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 14:15:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[latihan]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[peran Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Dalam upaya mencapai sukes di bidang apapun, Anda dihadapkan pada beberapa persyaratan (conditions). Acapkali persyaratan itu sekilas terlihat &#8220;mudah&#8221;, tapi dalam kenyataannya tidak semudah tampaknya. Pernahkah Anda terfikir untuk mengukur atau mengkaji hasil upaya Anda untuk mencapai SUKSES? Anda pasti sering mendengar atau membaca bahwa salah satu persyaratan itu adalah KERJA-KERAS (Hard Work), di samping [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam upaya mencapai sukes di bidang apapun, Anda dihadapkan pada beberapa persyaratan (conditions). Acapkali persyaratan itu sekilas terlihat &#8220;mudah&#8221;, tapi dalam kenyataannya tidak semudah tampaknya. Pernahkah Anda terfikir untuk mengukur atau mengkaji hasil upaya Anda untuk mencapai SUKSES? Anda pasti sering mendengar atau membaca bahwa salah satu persyaratan itu adalah KERJA-KERAS (<em>Hard Work</em>), di samping PENGETAHUAN <em>(Knowledge</em>) dan PERILAKU (<em>Attitude</em>). Hal itu Anda kenal juga dalam dunia pendidikan yang pada dasarnya bertujuan mencetak tenaga kerja yang &#8220;terlatih&#8221;, &#8220;berpengetahuan lebih luas&#8221; dan &#8220;perilaku&#8221;-nya berubah yang menjadikannya &#8220;tenaga kerja profesional&#8221;.<br />
Tapi bagaimana Anda mengukur HASIL kerja-keras Anda dan PERAN pengetahuan dan perilaku Anda dalam hubungan dengan upaya mencapai SUKSES tersebut?<br />
Dalam salah satu <a href="http://lehmannsblog.com/2009/08/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses">artikel terdahulu,</a> untuk mencapai sukses memerlukan kerja-keras tanpa henti, dan dalam <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting">artikel lainnya,</a> cita-cita Anda untuk sukses menjadi &#8220;pelaku terbaik&#8221; <span id="more-364"></span>(best performer), bisa juga dicapai melalui latihan, &#8230; latihan, &#8230; dan &#8230; latihan. Latihan pun tidak serta merta mengubah Anda menjadi orang sukses, melainkan masih tergantung pada perubahan perilaku Anda untuk menjadi orang sukses.<br />
Sukses itu sendiri sangat <a href="http://lehmannsblog.com/2010/03/memilih-topik-blog-anda">subjektif penilaiannya</a>, tergantung pada masing-masing individu Anda. Walau begitu, ada satu hal yang bisa Anda pegang sebagai &#8220;pedoman&#8221;, yaitu SUKSES itu adalah suatu hasil yang memberikan kebahagiaan dan kepuasan &#8220;sesuai harapan Anda&#8221;, yang sangat bersifat kualitatif, sehingga sukar untuk dinilai secara kuantitatif.<br />
Karena penilaian sukses itu bersifat subjektif, maka ukuran hasil kerja-keras pun jadi subjektif, begitu pun halnya dengan penilaian atas peran pengetahuan dan perilaku Anda dalam mencapai sukses itu. Jangan khawatir, ada satu petunjuk kuantitatif, yang minimal dapat Anda jadikan pegangan, &#8230; sekedar pegangan, mengingat petunjuk ini terlihat bagaikan sekedar &#8220;permainan angka&#8221;. Jadi &#8230;, boleh percaya, boleh tidak.</p>
<p><a href="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2010/07/TheBeautyOfMathematics.pdf"><img class="alignleft size-full wp-image-365" title="The Beauty of Mathematics and the Love of God" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2010/07/theBeautyofMath-e-cover.png" alt="" width="244" height="268" /></a>Anda dapat melihatnya dari tulisan terlampir dalam format pdf (e-book) yang aslinya diperoleh dalam bentuk email dari maillist-group di mana saya menjadi anggota.<br />
Tulisan itu aslinya berjudul <a href="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2010/07/TheBeautyOfMathematics.pdf">The Beauty Of Mathematics and the Love Of God</a>. Silahkan lihat dulu &#8230; Nah &#8230;, Selamat Menikmati. Jadi &#8230;, Di samping KERJA KERAS, PENGETAHUAN dan PERILAKU, &#8230; ada PERAN KASIH SAYANG TUHAN dalam pencapaian Sukses Anda. Kesimpulan Anda?</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="SEBERAPA BESAR HASIL UPAYA ANDA MENUJU SUKSES?" url="http://lehmannsblog.com/?p=364"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2010/07/seberapa-besar-hasil-upaya-anda-menuju-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEBERHASILAN ANDA TIDAK TERGANTUNG PADA NASIB ANDA</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2010/04/keberhasilan-anda-tidak-tergantung-pada-nasib-anda/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2010/04/keberhasilan-anda-tidak-tergantung-pada-nasib-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 09:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[berusaha]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[nasib]]></category>
		<category><![CDATA[nasib dan usaha]]></category>
		<category><![CDATA[sungguh-sungguh]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[Ya! &#8230; Keberhasilan Anda Tidak Tergantung hanya pada Nasib Anda, &#8230; melainkan juga pada Usaha Anda. Suatu saat saya membaca email dari teman maillist yang mengisahkan keberhasilan seorang pengusaha di bawah judul: &#8220;Nasib dan Usaha&#8221; Saya berfikir, ada baiknya kisah itu disebarkan kepada teman-teman lainnya, mengingat isinya yang mengandung &#8220;pelajaran&#8221; yang sangat berharga. Adapun kisahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya! &#8230; <strong>Keberhasilan</strong> Anda Tidak Tergantung <strong>hanya</strong> pada <strong>Nasib</strong> Anda, &#8230; melainkan <strong>juga</strong> pada <strong>Usaha</strong> Anda.</p>
<p>Suatu saat saya membaca email dari teman maillist yang mengisahkan keberhasilan seorang pengusaha di bawah judul: &#8220;<strong>Nasib dan Usaha</strong>&#8221;</p>
<p>Saya berfikir, ada baiknya kisah itu disebarkan kepada teman-teman lainnya, mengingat isinya yang mengandung &#8220;pelajaran&#8221; yang sangat berharga. Adapun kisahnya seperti di bawah ini.</p>
<p><strong>NASIB DAN USAHA</strong> (Seperti dikisahkan oleh Beben)</p>
<p>Kisah seorang konglomerat dan pengusaha kaya dan menurut banyak pihak, kekayaan itu diperoleh benar2 dari nol. Karena itu, apa yg dilakukannya mampu menginspirasi banyak orang.</p>
<p>Suatu ketika, ada seorang pemuda ingin belajar, menimba pengalaman dari sang pengusaha tersebut. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya sang pemuda berhasil menemui si pengusaha sukses.</p>
<p>&#8220;Terimakasih Bapak mau menerima saya. Terus terang saya sangat ingin <span id="more-351"></span>menimba pengalaman dari Bapak sehingga bisa sukses seperti Bapak,&#8221; ujar pemuda itu.</p>
<p>Mendengar permintaan itu, sang pengusaha tersenyum sejenak. Kemudian, ia pun meminta anak muda tadi menengadahkan tangannya. Si pemuda pun terheran-heran, lalu si pengusahapun menjelaskan maksudnya.<br />
&#8220;Biar aku lihat garis tanganmu dan, simaklah baik-baik apa pendapatku tentangmu sebelum aku memberikan pelajaran seperti yg kamu minta,&#8221; jawab pengusaha tersebut.<br />
Setelah pemuda itu menengadahkan kedua tangannya, si pengusaha pun berkata, &#8220;Lihatlah telapak tanganmu ini. Disini ada beberapa garis utama yang menentukan nasib. Di sana ada garis kehidupan. Kemudian, disini ada garis rezeki dan ada pula garis jodoh.</p>
<p>&#8220;Sekarang, menggenggamlah. Di mana semua garis tadi?&#8221;<br />
&#8220;Di dalam telapak tangan yg saya genggam.&#8221; Jawab si pemuda yg penasaran.<br />
&#8220;Nah, apa artinya itu? Hal itu mengandung arti, bahwa apapun takdir dan keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri. Kamu lihat bukan? Bahwa semua garis tadi ada di tanganmu.</p>
<p>&#8220;Dan, begitulah rahasia suksesku selama ini. Aku <strong>berjuang</strong> dan <strong>berusaha</strong> dengan berbagai cara untuk menentukan nasibku sendiri,&#8221; terang si pengusaha.<br />
&#8220;Tetapi coba lihat pula genggamanmu. Bukankah masih ada garis yang tidak ikut tergenggam? Sisa garis itulah yang berada di luar kendalimu. Karena &#8230; di sanalah letak kekuatan Sang Maha Pencipta yang tidak akan mampu kita lakukan , &#8211; <strong>nasib</strong> -,an itulah bagianNya Tuhan.</p>
<p><strong>Genggam dan lakukan bagianmu dengan <a href="http://www.jokosusilo.com/2008/01/25/affiliate-program-kunci-sukses-bisnis-internet">kerja keras dan sungguh-sungguh</a></strong>, <strong>dan bawalah kepada Tuhan bagian yang tidak mampu engkau lakukan..!</strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="KEBERHASILAN ANDA TIDAK TERGANTUNG PADA NASIB ANDA" url="http://lehmannsblog.com/?p=351"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2010/04/keberhasilan-anda-tidak-tergantung-pada-nasib-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMILIH TOPIK BLOG ANDA</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2010/03/memilih-topik-blog-anda/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2010/03/memilih-topik-blog-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 15:37:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jokosusilo]]></category>
		<category><![CDATA[keberhasilan]]></category>
		<category><![CDATA[pembaca]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>
		<category><![CDATA[topik blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Pilihlah Topik Blog Anda Agar Berhasil. Keberhasilan blog Anda merupakan hasil jerih payah serta pengorbanan atas waktu dan upaya Anda. Apa tolok ukur keberhasilan bagi Anda? Tiap orang mempunyai tolok ukur yang berbeda mengenai keberhasilan, tergantung pada &#8220;Apa yang menjadi harapan Anda pada saat memulai kegiatan blogging&#8221;, bahkan sebelumnya lagi. Minimal pemilik blog mengharapkan blognya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pilihlah Topik Blog Anda Agar Berhasil.</strong></p>
<p>Keberhasilan blog Anda merupakan hasil jerih payah serta pengorbanan atas waktu dan upaya Anda.<br />
<em>Apa tolok ukur keberhasilan bagi Anda?</em><br />
Tiap orang mempunyai tolok ukur yang berbeda mengenai keberhasilan, tergantung pada &#8220;Apa yang menjadi harapan Anda pada saat memulai kegiatan blogging&#8221;, bahkan sebelumnya lagi. Minimal pemilik blog mengharapkan blognya banyak pengunjung dan pembacanya, dan tentu saja jika blog itu berkaitan dengan bisnis, maka <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan">&#8220;penjualan&#8221;</a> juga bisa menjadi tolok ukur keberhasilan blog Anda.<br />
Agar blog Anda berhasil ada beberapa tip yang dapat Anda ikuti dalam memilih topik yang akan Anda sampaikan dalam blog yang Anda harapkan akan membawa Anda ke jalur menuju tercapainya tujuan blogging Anda.</p>
<ol>
<li><strong>Topik yang Anda pilih harus menyangkut hal yang Anda sukai.</strong><br />
Jika Anda menyukai suatu topik, sudah pasti Anda akan senang hati meng-update blog Anda setiap saat. Blog yang di-update beberapa kali dalam sehari akan dengan mudah mencapai sukses. Jika blog Anda berada dalam jalur sukses, Anda perlu memelihara isi blog Anda selalu &#8220;baru&#8221; yang berarti Anda perlu meng-update blog Anda secara konsisten. Anda dapat melihat blog jokosusilo yang selalu menampilkan topik-topik baru dalam tempo yang singkat, kadang sehari dijumpai dua topik baru, paling sedikit tiap dua hari ada topik baru. Yakinkan diri Anda bahwa topik yang Anda pilih merupakan <span id="more-340"></span>topik yang Anda rasakan sangat suka untuk menulisnya. Jika tidak, Anda akan merasa bosan dan tidak bersemangat menuliskannya. Tapi jangan lupa, &#8230; topik yang Anda sukai pun harus &#8220;disukai&#8221; pembacanya. Jadi pilihlah topik yang Anda rasakan akan Anda senangi untuk menulisnya serta disukai banyak orang &#8211; untuk jangka waktu yang lama, kalaupun tidak untuk selamanya.</li>
<li><strong>Pilihlah topik yang Anda suka untuk membahasnya dengan orang lain.</strong><br />
Dalam hubungan ini blog yang sukses mempersyaratkan adanya komunikasi dua-arah, yaitu antara Anda (selaku blogger) dengan para pembaca blog Anda. Jika pembaca blog Anda memberi komentar atas blog Anda atau mengirim email untuk membahasnya lebih lanjut, Anda harus bersikap responsif dan menyambut mereka. Lagi-lagi, ingin saya mengacu pada blognya jokosusilo, yang berhasil &#8220;menarik&#8221; ratusan ribu penggemar dari komunitas blogger, bukan hanya anggota formulabisnis saja, melainkan yang bukan anggota pun ikut terlibat. Jadi ternyata, komunitas yang Anda ciptakan merupakan kunci ke jalan sukses blog Anda.</li>
<li><strong>Topik yang Anda pilih pun harus Anda rela untuk diperdebatkan dengan orang lain.</strong><br />
Jika blog Anda berkembang, maka semakin banyak orang yang mendatanginya. Anda harus ingat bahwa para pengunjung blog Anda terdiri dari berbagai kalangan dengan berbagai pendapat. Di antara mereka ada saja yang tidak setuju atas apa yang Anda tulis. Masih merupakan pengamatan saya atas blog jokosusilo, membuktikan bahwa diskusi tentang topik yang ditulisnya serta perdebatan yang &#8220;sehat&#8221; membawanya ke jenjang sukses.</li>
<li><strong>Janganlah memilih Topik tentang hal yang Anda sendiri merasa sensitif.</strong><br />
Ketika blog Anda semakin berkembang, dan semakin banyak pengunjungnya, tidak mustahil ada saja pengunjung yang bukan sekedar &#8220;tidak setuju&#8221; melainkan bersifat &#8220;menentang keras&#8221; sehingga boleh jadi Anda diserangnya secara pribadi. Saya teringat, suatu ketika blog jokosusilo tidak luput dari &#8220;cacian&#8221; dan pendapat negatif. Namun, Sang Guru tetap bersikap DINGIN dan mengatasinya dengan jawaban bijaksana yang tidak mempertajam suasana. Agaknya untuk bersikap seperti itu, Anda perlu memiliki hati yang dingin, otak yang jernih &#8230; dan &#8230; tebal kulit muka (rai gedek, Jawa).</li>
<li><strong>Topik Anda pun harus merupakan hal yang Anda rasakan suka untuk menelitinya.</strong><br />
Agar blog Anda mencapai sukses, Anda perlu meng-update diri dengan berita, peristiwa dan informasi yang mutakhir tentang topik yang Anda tulis. Dalam suasana dan situasi perkembangan teknologi informasi seperti sekarang ini, perubahan informasi demikian cepatnya, sehingga Anda perlu banyak membaca tentang berbagai topik yang menarik. Salah satu aspek yang unik dari blog adalah kemampuannya untuk menyajikan <strong>informasi yang segar</strong>, <strong>isi yang berguna</strong>, serta <strong>diskusi tentang berbagai topik</strong> yang bervariasi. Dengan demikian blog Anda akan mampu menyajikan informasi yang selalu baru dan relevan bagi pembaca Anda, seperti yang dilakukan juga oleh Guru Blogger Joko Susilo yang baru-baru ini menyajikan berbagai trik baru tentang &#8220;pemanfaatan&#8221; Facebook untuk jejaring Reseller.</li>
</ol>
<p>Informasi dan petunjuk yang senada seperti di atas, juga dapat Anda baca di blog <a href="http://www.jokosusilo.com">jokosusilo.com</a> serta dalam Buku-Elektronik (e-book) <strong>SMUO</strong> (Sistem  Mesin Uang Otomatis) yang bisa Anda peroleh jika Anda mendaftar sebagai anggota <a href="http://www.formulabisnis.com">Formulabisnis.com</a></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="MEMILIH TOPIK BLOG ANDA" url="http://lehmannsblog.com/?p=340"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2010/03/memilih-topik-blog-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERLUNYA NIAT, TEKAD DAN UPAYA UNTUK MENCAPAI PERUBAHAN</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/11/perlunya-niat-tekad-dan-upaya-untuk-mencapai-perubahan/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/11/perlunya-niat-tekad-dan-upaya-untuk-mencapai-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan diri]]></category>
		<category><![CDATA[tekad]]></category>
		<category><![CDATA[upaya]]></category>
		<category><![CDATA[upaya tanpa henti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Banyak di antara Anda yang ingin melakukan perubahan diri untuk sukses. Namun lingkungan membuat Anda tidak berbuat apa pun untuk berubah. Artikel ini mengisahkan tentang “perlunya niat, tekad (internal motivation) dan upaya” atau “action” untuk mencapai suatu perubahan bagi kepentingan diri sendiri dan/atau bagi kaumnya.  Inilah kisahnya &#8230;  Selamat menikmati. KISAH SANG ELANG Seorang petani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak di antara Anda yang ingin melakukan perubahan diri untuk <a href="http://lehmannsblog.com/2009/03/anda-ingin-sukses">sukses</a>. Namun lingkungan membuat Anda tidak berbuat apa pun untuk berubah. Artikel ini mengisahkan tentang “perlunya niat, tekad (<em>internal motivation</em>) dan <a href="http://lehmannsblog.com/2009/08/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses">upaya</a>” atau “<a href="http://lehmannsblog.com/2009/05/action-maju-selangkah-mundur-dua-langkah">action</a>” untuk mencapai suatu perubahan bagi kepentingan diri sendiri dan/atau bagi kaumnya.  Inilah kisahnya &#8230;  Selamat menikmati.</p>
<h3>KISAH SANG ELANG</h3>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-282" title="Kisah Sang Elang" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/11/elang1.jpg" alt="Kisah Sang Elang" width="150" height="113" />Seorang petani menemukan sebuah telur di sawahnya, dan ternyata telur yang ditemukannya itu adalah telur seekor elang. Namun si petani tersebut tidak menyadarinya.</p>
<p>Wah..lumayan nih dapet sebutir telur , bisa untuk tambahan menu makanan hari ini, pikir si petani. Sesampainya di rumah, petani tersebut urung melakukan niatnya, melihat bentuk telur itu yang agak besar dan berbeda dengan telur ayam biasanya.</p>
<p>Akhirnya si petani tersebut menaruh telur elang tersebut di kandang seekor ayam betina di belakang rumahnya untuk di erami.</p>
<p>Hari berganti hari, dan akhirnya telur elang itupun menetas bersama dengan telur- telur ayam lainnya. Masa kanak-kanak elang tersebut dihabiskan dengan anak-anak ayam yang lain. Dan akhirnya tingkah elang tersebut pun seperti layaknya ayam yang lain.</p>
<p>Si anak elang menjalani kehidupannya seperti ayam, seperti yang dilakukan sang saudara tirinya, mencari cacing,bermain dengan ayam-ayam.</p>
<p>Sehingga suatu saat dia melihat ada seekor elang terbang diatas mereka, sang anak elang pun terpana melihat elang tersebut terbang bebas diangkasa. “Wah enak ya si elang bisa terbang bebas”, kata si anak elang tersebut. ”Jangan mimpi deh, kamu kan ayam nggak bisa terbang seperti mereka”, kata saudara tiri si elang tersebut.</p>
<p>Anak elang tersebut tumbuh dewasa. Badannya semakin tegar, sayapnya <span id="more-281"></span>semakin kokoh-kuat, paruhnya semakin tajam, dan kakinya semakin mencengkram. Tapi dia masih saja bertingkah seperti ayam. Dia tidak berani untuk mengepakkan sayapnya, hanya bersedih melihat dirinya berbeda dengan ayam-ayam lainnya dan hanya bisa memandang ke langit memperhatikan burung-burung lain yang terbang. Hingga akhirnya si elang itupun mati tanpa ia bisa mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi di angkasa.</p>
<p>—————————-</p>
<p>Sebuah pelajaran yang berharga dari cerita di atas. Diibaratkan, diri kita adalah seekor elang yang sebetulnya mampu untuk terbang, melayang tinggi, dan bermain di angkasa. Hanya tinggal kemauan untuk mencoba mengepakkan sayap, maka kita akan bisa terbang bersama burung-burung yang lain dan malah bisa lebih tinggi kalau kita menyadari bahwa diri kita memiliki kelebihan dan kekuatan untuk melakukan hal itu.</p>
<p>Tapi sayang, kadang-kadang mental kita masih berada jauh dari impian, masih berkutat di dalam lingkungan yang sempit, kuno, dan tidak mau berubah seperti eleng tadi. Untuk keluar mencoba melakukan sesuatu hal yang baru masih belum bisa dan tidak berani melakukannya. Kita masih terkondisikan oleh lingkungan, tanpa mau tahu sebetulnya kita juga bisa menciptakan kondisi lingkungan.</p>
<p>Memang berat menjadi seekor elang di lingkungan ayam, karena memang sudah menjadi kebiasaan, menjadi sebuah tabiat, semua dilakukan atas asas tradisi. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, tidak ada salahnya untuk bisa berubah. Hidup adalah sebuah alur yang tidak selalu lurus. Ia bergerak dinamis mengikuti arah perkembangan jaman.</p>
<p>Banyak rintangan dan hambatan menjadikan sebuah pelajaran buat kita tuk bisa menghadapinya. Kesabaran tuk belajar mengepakkan sayap secara perlahan-lahan tapi pasti akan menunjukkan jati diri bahwa kita adalah manusia yang diciptakan oleh Allah secara sempurna yang diberikan akal untuk berpikir, tuk bertahan hidup, dan juga tuk bisa merasakan setiap perbedaan dengan perubahan.</p>
<p><strong><em>Artikel ini dapat disajikan berkat kerjasama sharing dengan </em></strong><strong><em><a title="BERBAGI INSPIRASI &amp; MOTIVASI" href="http://irmasustikablogspotcom.blogspot.com">Irma Sustika</a></em></strong><strong><em> diiringi penghargaan dan terima kasih. Semoga dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi banyak pembaca yang ingin melakukan perubahan diri.</em></strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PERLUNYA NIAT, TEKAD DAN UPAYA UNTUK MENCAPAI PERUBAHAN" url="http://lehmannsblog.com/?p=281"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/11/perlunya-niat-tekad-dan-upaya-untuk-mencapai-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENTINGNYA BERPIKIRAN POSITIF DALAM BERBISNIS</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/08/pentingnya-berpikiran-positif-dalam-berbisnis/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/08/pentingnya-berpikiran-positif-dalam-berbisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 14:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[berpikiran negatif]]></category>
		<category><![CDATA[berpikiran positif]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[negative thinking]]></category>
		<category><![CDATA[positive thnking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/stop-dreaming-start-action-kontes-seo-jokosusilo/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita menjumpai berbagai tipe orang. Banyak di antaranya yang selalu berpikiran negatif (negative thinking), yang hampir tidak pernah menilai segala sesuatu dari sisi positif, baru setelah mendapat &#8220;keyakinan&#8221; yang mungkin diperolehnya dari &#8220;guru&#8221;-nya, teman sekerja, istrinya, bahkan mungkin dari mertuanya, dia berani bertindak (action). Namun, tidak sedikit pula orang yang berpikiran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita menjumpai berbagai tipe orang. Banyak di antaranya yang selalu berpikiran negatif (negative thinking), yang hampir tidak pernah menilai segala sesuatu dari sisi positif, baru setelah mendapat &#8220;keyakinan&#8221; yang mungkin diperolehnya dari &#8220;guru&#8221;-nya, teman sekerja, istrinya, bahkan mungkin dari mertuanya, dia berani bertindak (action). Namun, tidak sedikit pula orang yang berpikiran positif (positive thinking) yang kita kenal.<br />
Di dalam melakukan bisnis, &#8211; baik bisnis offline maupun online, berpikiran positif lazimnya dinilai lebih baik daripada berpikiran negatif. Harus kita akui, sebenarnya banyak pelaku bisnis yang berhasil berasal dari kelompok yang berpikiran negatif. Sebaliknya, pelaku bisnis yang berpikiran positif tidak semuanya berhasil. Banyak terdengar pelaku bisnis yang jatuh bangun karena nalurinya yang terlampau banyak dipengaruhi oleh pikiran positifnya, <span id="more-196"></span>sehingga melupakan sisi risiko yang mungkin terjadi. Kedua hal sama-sama mungkin terjadi.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-200" title="Kadar Pemikiran Positif-Negatif" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/08/KadarPemikiran-300x266.gif" alt="Kadar Pemikiran Positif-Negatif" width="300" height="266" />Logikanya begini&#8230; Di dalam diri setiap orang bersarang kedua pikiran itu, namun kadarnya berbeda-beda. Ada yang kadar pikiran negatifnya hanya 10%, 25%, 30%, 40% 50% dan seterusnya. Sama halnya pikiran positive yang kadarnya bisa berbeda juga dari seorang dengan yang lainnya (lihat diagram ilustrasi), di antara keduanya tentu ada juga yang relatif berimbang, 50%-50% antara pikiran positif dan negatifnya.<br />
Mungkin Anda pernah mengalaminya, ketika melihat Iklan Bisnis Internet Anda berprasangka negatif, jangan-jangan penipuan &#8230; , jangan-jangan cuma janji &#8230; dsb &#8230; dsb. Tapi lihatlah <a href="http://formulabisnis-joss.co.cc">Bisnis Internet yang terbukti berhasil</a> dan <img class="alignleft size-full wp-image-206" title="Kantor Baru FormulaBisnis.com" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/08/muka-kantor-150x150.jpg" alt="Kantor Baru FormulaBisnis.com" width="150" height="150" />teruji baru saja <a href="http://jokosusilo.com/2009/08/21/joko-susilo-pindah-kantor-baru">pindah kantor baru</a> sebagai bukti keberhasilan Bisnis Internet, jika benar-benar ditekuni dengan kesabaran dan kesungguhan, dan tentu saja disertai dengan &#8220;harapan positif&#8221; (sukses).<br />
Mengenai hal ini ada cerita menuturkan soal &#8220;berpikiran positif&#8221;  (positive thinking) yang membawa bisnis menuju  sukses.</p>
<p>Sebuah pabrik sepatu bermaksud membuka cabang usaha di salah satu negara Afrika. Untuk mendapat informasi peluang pasarnya, sang Direktur mengirim staffnya untuk melakukan pengamatan dan penelitian tentang hal itu. Pendek cerita, staffnya sudah kembali ke kantor pusat pabrik sepatu itu dan melapor kepada sang Direktur, terjadilah dialog seperti berikut.<br />
Direktur : Nah, bagaimana hasil pengamatanmu mengenai peluang bisnis kita di sana?<br />
Staf          : Maaf pak. Tapi sebaiknya tidak usah buka cabang usaha di sana, pak. Tidak ada peluang.<br />
Direktur : Kamu yakin?<br />
Staf          : 100% yakin, pak?<br />
Direktur : Apa yang membuat kamu 100% yakin?<br />
Staf          : Penduduk di sana semua tidak pakai sepatu, pak. Nggak ada yang perlu sepatu.<br />
Direktur : Oh, baiklah kalau begitu.<br />
Diam-diam sang Direktur tidak merasa yakin dan kurang puas dengan hasil pengamatan stafnya dan mengirim staf ke-2 ke negara itu dengan tugas yang sama, mengamati dan meneliti peluang pasar. Pada malam pertama staf tersebut berada di negara itu, dia menghubungi direkturnya dan inilah dialognya.<br />
Direktur : Ada apa kamu, kok baru malam pertama sudah menghubungi saya?<br />
Staf          : Begini, pak. Ternyata untuk membuka cabang usaha di sini peluangnya sangat besar, pak.<br />
Direktur : Lho kok &#8230;, bagaimana bisa begitu?<br />
Staf          : Semua penduduk di sini  belum punya sepatu.<br />
Direktur : Oh, baik kalau begitu. Kesempatan pertama besok, kamu segera pulang.<br />
Tidak lama kemudian dibukalah cabang usaha sepatunya di negara tersebut dan &#8230; staf ke-2 itulah yang menjadi pemimpinnya.<br />
Cerita ini menyampaikan pesan betapa pentingnya &#8220;pikiran positif&#8221; dalam berbisnis.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan posisi Anda? Positif &gt;50%, atau Negatif &gt;50%?</strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PENTINGNYA BERPIKIRAN POSITIF DALAM BERBISNIS" url="http://lehmannsblog.com/stop-dreaming-start-action-kontes-seo-jokosusilo/?p=196"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/08/pentingnya-berpikiran-positif-dalam-berbisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ANTARA IMPIAN, MOTIVASI, UPAYA DAN SUKSES</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/08/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/08/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 05:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[dreaming]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[keyword]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[start]]></category>
		<category><![CDATA[stop]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[upaya tanpa henti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/stop-dreaming-start-action-kontes-seo-jokosusilo/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[STOP DREAMING START ACTION &#8230; and &#8230; KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING !!! Semakin dalam Anda menekuni Bisnis, Anda akan semakin yakin bahwa SUKSES itu perlu &#8211; bahkan harus &#8211; dicapai dengan UPAYA TANPA HENTI. Tanpa upaya keras, sulit &#8211; bahkan mustahil &#8211; sukses dapat tercapai. Di samping itu, untuk UPAYA TANPA HENTI perlu &#8211; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STOP DREAMING START ACTION &#8230; and &#8230; KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING !!!</strong><br />
<img class="alignright size-full wp-image-193" title="KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/08/AG00160_.GIF" alt="KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING" width="95" height="96" />Semakin dalam Anda menekuni Bisnis, Anda akan semakin yakin bahwa SUKSES itu perlu &#8211; bahkan harus &#8211; dicapai dengan UPAYA TANPA HENTI. Tanpa upaya keras, sulit &#8211; bahkan mustahil &#8211; sukses dapat tercapai.<br />
Di samping itu, untuk UPAYA TANPA HENTI perlu &#8211; bahkan HARUS ada motivasi, &#8211; baik dari dalam (<em>internal</em>) seperti angan-angan, impian, cita-cita atau obsessi dan semangat -, maupun dari luar (<em>external</em>), &#8211; dari bangku sekolah/kuliah, bacaan (buku, koran, majalah, blog dsb.), atau pengalaman orang lain.<br />
Di bawah ini, saya sampaikan sebuah cerita mengenai UPAYA TANPA HENTI yang berakhir SUKSES. Cerita ini sudah sering disampaikan oleh banyak <span id="more-192"></span>orang, bahkan banyak juga yang sudah menulisnya. Mungkin Anda sudah pernah mendengar atau membaca cerita ini, yaitu tentang dua  Suku A dan B yang desanya mengalami kekeringan karena musim kering yang berkepanjangan.<br />
Pendek cerita, kedua penduduk Desa Suku itu mengadakan upacara memohon hujan dengan cara menari-nari sebagaimana lazimnya adat dan kepercayaan mereka masing-masing.<br />
Setelah beberapa hari dilakukan upacara itu, suku A sudah merasa tidak berhasil sehingga menghentikan upacara tariannya dan menugaskan &#8220;pionir&#8221; untuk &#8220;mengintip&#8221; apa yang dikerjakan suku B, karena menurut berita, &#8211; tidak resmi -, di desa suku B berhasil turun hujan. Ternyata berita itu benar, masyarakat suku desa B melakukan upacara tarian itu sehingga menghasilkan hujan.<br />
Maka kembalilah pionir suku A ke desanya dan melaporkan bahwa berita itu benar, di desa B berhasil turun hujan setelah upacara yang sama seperti yang dilakukan oleh suku A.<br />
Akhirnya kepala suku A memutuskan untuk melakukan lagi upacara &#8230; Satu jam, dua jam &#8230; sehari, dua hari &#8230; seminggu, dua minggu &#8230; belum juga berhasil turun hujan. Masyarakat suku A mulai lagi merasa putus asa dan mengusulkan kepada kepala suku untuk menghentikan upacara &#8230; Suku A akhirnya menyerah, dan pergilah Kepala Suku A itu berkunjung ke desa Suku B.<br />
Dalam kesempatan itu dengan berat hati dan malu-malu, Kepala Suku A menanyakan bagaimana caranya bisa mendatangkan hujan dengan upacara yang dilakukannya, sedangkan di desanya (Suku A) dengan melakukan upacara yang sama tidak juga turun hujan. Maka terjadilah dialog seperti di bawah ini.<br />
Kepala Suku B (KS-B) bertanya: &#8220;Berapa hari kalian melakukan upacara itu?&#8221;<br />
Kepala Suku A (KS-A) menjawab dengan semangat: &#8220;Dua Minggu, pak&#8221;.<br />
KS-B: &#8220;Lantas, setelah dua minggu kalian menghentikan upacara?<br />
KS-A: &#8220;Betul, pak&#8221;.<br />
KS-B: &#8220;Nah, itulah bedanya &#8230; dengan yang kami lakukan&#8221;.<br />
KS-A: &#8220;Apa bedanya, pak?&#8221;.<br />
KS-B: &#8220;Kami tidak menghentikan upacara setelah dua minggu, karena belum turun hujan&#8221;.<br />
KS-A: &#8220;Lantas &#8230;?&#8221;<br />
KS-B: &#8220;Kami baru menghentikan upacara setelah &#8230; terjadi turun hujan&#8221;.<br />
KS-A: &#8220;Oooooo&#8230;!&#8221;<br />
Apa yang dapat kita tarik pelajaran dari PESAN yang terkandung dalam cerita di atas sangat sesuai dengan semangat <em>Stop Dreaming Start Action</em>, dan artikel saya terdahulu yang diterbitkan untuk Kontes SEO Joko Susilo, &#8220;KEEP ON YOUR ACTION ROLLING TILL YOUR DREAMS COME TRUE&#8221; yang pesannya memotivasi semangat  &#8220;Action Terus Sampai Berhasil&#8221; seperti yang dianjurkan Joko Susilo dalam artikelnya &#8220;<a href="http://www.jokosusilo.com/2009/03/16/5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-menjadi-sukses">5-Hal Yang Melejitkan Orang-orang Menjadi Sukses&#8221;</a>, di mana KERJA KERAS merupakan salah satu dari 5-Hal tersebut.<br />
Yang seringkali dilakukan orang adalah melupakan impiannya setelah gagal sekali, gagal duakali, &#8230; atau gagal ketiga kalinya.  Putus asa &#8230; dan &#8230; frustrasi. Padahal kalau upaya Anda dilanjutkan tanpa henti (action &#8230; and keep on action) sampai impian terwujud, maka Insya Allah, cepat atau lambat Anda dapatkan Impian Anda.<br />
Ilmu manajemen mengajarkan: &#8220;Tidak ada yang salah dengan kerja keras. Yang salah adalah kerja keras tanpa efisiensi dan efektivitas&#8221;&#8230; ?!? Effisiensi dan Effektivitas menghasilkan Produktivitas &#8230; menuju KEBERHASILAN &#8230; alias &#8230; SUKSES. Tapi kita perlu juga ingat, bahwa meskipun sudah sukses, upaya pun harus selalu dilakukan agar sukses pertama menghasilkan sukses berikutnya. &#8230; Setuju?</p>
<p><strong>Salam Action, Tetap Semangat !</strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="ANTARA IMPIAN, MOTIVASI, UPAYA DAN SUKSES" url="http://lehmannsblog.com/stop-dreaming-start-action-kontes-seo-jokosusilo/?p=192"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/08/antara-impian-motivasi-upaya-dan-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING TILL YOUR DREAMS COME TRUE</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/06/keep-on-your-actions-rolling-till-your-dreams-come-true/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/06/keep-on-your-actions-rolling-till-your-dreams-come-true/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 13:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[dreaming]]></category>
		<category><![CDATA[jokosusilo]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>
		<category><![CDATA[start action]]></category>
		<category><![CDATA[stop dreaming]]></category>
		<category><![CDATA[stop dreaming start action]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[STOP DREAMING START ACTION: Barangsiapa mengenal blog JokoSusilo pasti mengenal Slogan &#8220;Stop Dreaming Start Action&#8221; yang ternyata mampu memotivasi bukan hanya para anggota FormulaBisnis untuk senantiasa mengambil action, melainkan juga para blogger lainnya, yang terbukti dari berbondongnya peserta Kontes SEO yang diselenggarakan Joko Susilo. Memang agaknya itulah tujuan daripada Joko Susilo mengambil slogan tersebut. Pertanyaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-167" title="Stop Dreaming Start Action" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/06/StopDreaming.jpg" alt="Stop Dreaming Start Action" width="185" height="185" /><strong>STOP DREAMING START ACTION</strong>:<br />
Barangsiapa mengenal <a title="Blog Bisnis Internet dan Marketing" href="http://jokosusilo.com">blog JokoSusilo</a> pasti mengenal Slogan <strong><em>&#8220;Stop Dreaming Start Action&#8221;</em></strong> yang ternyata mampu memotivasi bukan hanya para anggota FormulaBisnis untuk senantiasa mengambil action, melainkan juga para blogger lainnya, yang terbukti dari berbondongnya peserta <a title="Kontes SEO Joko Susilo &quot;Stop Dreaming Start ACTION&quot; Dibuka" href="http://www.jokosusilo.com/2009/06/20/kontes-seo-jokosusilo-stop-dreaming-start-action-dibuka">Kontes SEO</a> yang diselenggarakan Joko Susilo. Memang agaknya itulah tujuan daripada Joko Susilo mengambil slogan tersebut.<br />
Pertanyaan Joko Susilo sebagai judul <a title="Apa Arti ACTION Bagi Anda" href="http://www.jokosusilo.com/2009/06/22/apa-arti-action-bagi-anda">blognya baru-baru ini</a> sungguh membuat saya menyadari bahwa di balik SLOGAN itu tersembunyi berbagai arti yang mungkin sekali tidak semua dari kita menyadarinya.<br />
Arti yang pertama saya temukan adalah : &#8220;<strong>ACTION</strong> itu <strong>wujud semangat <span id="more-166"></span></strong>kerja kita&#8221;. Tanpa action, semangat kita betapa pun menggeloranya, akan berakhir tanpa mencapai tujuan apa pun, bagaikan mobil F-1 dalam garasi atau pesawat terbang supersonic dalam hanggar.<br />
Sebaliknya action tanpa semangat akan selalu &#8220;menunda&#8221; keberhasilan, ibarat mobil atau pesawat terbang kurang bahan bakar harus berhenti sebelum tujuan tercapai.<br />
Arti yang kedua yang teringat oleh saya adalah : &#8220;<strong>ACTION</strong> merupakan <strong>kunci sukses&#8221;</strong>. Sebab action membawa kita pada DUA KEMUNGKINAN, yaitu <strong>sukses</strong> atau <strong>gagal</strong>.<br />
Namun bagi orang penuh action <strong>kegagalan</strong> hanyalah <strong>sukses yang tertunda</strong>. Sedangkan orang <strong>tanpa action</strong> sama dengan <strong>gagal sebelum mulai</strong>.<br />
Menurut hemat saya, tertundanya keberhasilan pun sangat &#8220;tergantung&#8221; pada berbagai hal, antara lain :</p>
<ul>
<li><strong>Kondisi kesiapan pribadi</strong> yang bersangkutan  untuk action, &#8211; dalam hal bisnis internet &#8211; termasuk keterbatasan kemampuan membuat webblog atau website);</li>
<li><strong>Sarana pendukung</strong> action itu sendiri;</li>
<li><strong>Cara dan jalan</strong> yang ditempuh dalam action;</li>
<li><strong>Pola pikir (mind set)</strong> masing-masing pribadi;</li>
<li><strong>Kondisi persaingan pasar</strong> produk sejenis;</li>
<li><strong>Unsur motivasi pribadi</strong> yang bersangkutan &#8211; terutama unsur motivasi internal &#8211; bukan berarti unsur<a title="Menu Blogging : Empat Sehat Lima Sempurna" href="http://www.jokosusilo.com/2009/05/31/menu-blogging-empat-sehat-lima-sempurna"> motivasi external</a> tidak berperan -, bahkan motivasi external menjadi sangat berperan penting, seperti halnya artikel-artikel Joko Susilo pada umumnya, manakala kondisi motivasi internalnya lemah.</li>
</ul>
<p>Anda juga mungkin menyadari bahwa action itu ada yang SPONTAN dan ada juga yang ALON-ALON ASAL KELAKON. Hal itu dipengaruhi antara lain oleh karakter pribadi dan unsur-unsur tersebut di atas serta hambatan lainnya yang tak terduga. Jangan dilupakan, dukungan keluarga &#8211; istri dan anak-anak &#8211; dan kondisi, situasi serta suasana lingkungan merupakan unsur penentu dari terlaksananya action sesuai dengan harapan Anda, &#8211; keberhasilan Joko Susilo tidak terlepas dari dukungan penuh keluarganya.<br />
Masih menurut hemat saya, unsur ber-&#8221;Mimpi&#8221; (dreaming) merupakan unsur penting dalam hal memotivasi action seseorang, mengingat <a title="Impian Inspirasi Untuk Action" href="http://">impian</a>, angan-angan, cita-cita, obsessi atau apa pun namanya, merupakan <a title="Impian Inspirasi Untuk Action" href="http://">inspirasi untuk action</a>. Jadi partanyaannya : MENGAPA MIMPI HARUS DIHENTIKAN?<br />
Saya kira bukan maksud Joko Susilo untuk menghentikan mimpi-mimpi indah Anda. Tentu Anda maklum maksud Joko Susilo adalah : &#8220;<a title="Mewujudkan Impian dengan ACTION" href="http://www.jokosusilo.com/2009/06/16/blog-anda-sudah-punya-slogan-dan-tagline">Mewujudkan Impian itu dengan melakukan ACTION</a>&#8220;. Jangan hanya MIMPI.<br />
Saya yakin &#8230; seseorang yang penuh action, impiannya lebih terjamin dapat segera tercapai. Artinya, kurang action, &#8230; ya &#8230; kurang juga hasilnya.<br />
Satu hal lagi, kunci keberhasilan terletak pada ACTION PERTAMA yang diikuti resep keberhasilan yaitu action-action selanjutnya tanpa henti sampai IMPIAN-nya tercapai. Bahkan setelah tercapai impian pertama harus ada impian-impian berikutnya untuk dicapai.<br />
Nenek moyang kita sudah mengajarkan : &#8220;Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe&#8221; atau dengan kata lain: “Banyak Bekerja Tanpa Mengharapkan Imbalan”. Jadi meskipun action belum &#8220;menghasilkan&#8221; imbalan, &#8230; action terrrruuuus !!! Sampai berhasil.<br />
Karena itulah artikel ini diberi judul <strong>&#8220;Keep On Your Actions Rolling Till Your DREAMS Come True&#8221;</strong>. Harap diperhatikan &#8230; !!! Kata IMPIAN tidak ditulis dalam bentuk tunggal, &#8211; single : Dream, melainkan jamak, &#8211; plural : Dream<strong>s</strong>, artinya &#8230; buuaanyaaaak IMPIAN.<br />
Tapi, boleh dong &#8230; Anda ber-MIMPI sekaligus ACTION &#8230; untuk mewujudkan impian Anda. So, <strong>Keep On Dreaming And Take ACTIONS To Let Your Dreams Come True.</strong></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="KEEP ON YOUR ACTIONS ROLLING TILL YOUR DREAMS COME TRUE" url="http://lehmannsblog.com/?p=166"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/06/keep-on-your-actions-rolling-till-your-dreams-come-true/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ACTION, Maju Selangkah &#8211; Mundur Dua Langkah</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/05/action-maju-selangkah-mundur-dua-langkah/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/05/action-maju-selangkah-mundur-dua-langkah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 03:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[action]]></category>
		<category><![CDATA[dua langkah]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[ever onward]]></category>
		<category><![CDATA[hipnotis]]></category>
		<category><![CDATA[langkah seribu]]></category>
		<category><![CDATA[maju]]></category>
		<category><![CDATA[mundur]]></category>
		<category><![CDATA[never retreat]]></category>
		<category><![CDATA[selangkah]]></category>
		<category><![CDATA[seribu langkah]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>
		<category><![CDATA[sulap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Anda harus mengambil &#8220;Langkah Seribu&#8221; untuk sukses. Biasanya orang yang mengambil langkah seribu adalah orang yang lari ketakutan. Dalam hal bisnis online juga berlaku, agar anda mencapai sukses perlu mengambil langkah seribu. Dalam arti, ketakutan &#8220;tertinggal&#8221; oleh yang lain. Tapi jangan ragu untuk mengambil &#8220;langkah pertama&#8221;. Karena, sebuah filsafat mengatakan, &#8220;Seribu Langkah tidak akan tercapai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda harus mengambil &#8220;Langkah Seribu&#8221; untuk sukses. Biasanya orang yang mengambil langkah seribu adalah orang yang lari ketakutan.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-128" title="Maju Selangkah - Mundur Dua Langkah" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/05/image001.gif" alt="Maju Selangkah - Mundur Dua Langkah" width="140" height="140" />Dalam hal bisnis online juga berlaku, agar anda mencapai sukses perlu mengambil langkah seribu. Dalam arti, ketakutan &#8220;tertinggal&#8221; oleh yang lain. Tapi jangan ragu untuk mengambil &#8220;langkah pertama&#8221;. Karena, sebuah filsafat mengatakan, &#8220;Seribu Langkah tidak akan tercapai tanpa Langkah Pertama&#8221;. Jadi, selalu harus ada langkah pertama. (Lihat Mr. Action Campaign di Side Bar kanan).<br />
Dan jangan pernah mundur. Karena Bung Karno pun, tahun 1963, <span id="more-125"></span>mengatakan &#8220;Ever Onward &#8211; Never Retreat!&#8221;</p>
<p>Namun demikian, filsafat lain mengatakan, &#8220;Setiap Satu Langkah Maju harus diikuti Dua Langkah Mundur&#8221;. Lho, bagaimana mungkin ??? &#8230; Kalau begitu, nggak bisa sampai ke tujuan dong? Sabar, sabar, akan saya jelaskan.</p>
<p>Sebenarnya anda bisa mencapai tujuan &#8220;Seribu Langkah&#8221; dengan cara itu, &#8230; <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/bagaimana-mengamankan-kondisi-keuangan-dalam-krisis-finansial-global">ASAL TAHU CARANYA</a> &#8230; Yang penting, tahu caranya dan &#8230; dilakukan, kalau nggak &#8230; ya &#8230; nggak maju juga. Malah &#8230; GAGAL SEBELUM MULAI.</p>
<p>Begitu juga dengan bisnis online, bahwa internet bisa menghasilkan uang, banyak yang belum tahu. Dewasa ini semakin &#8220;heboh&#8221; orang mencari uang dari internet, bagi mereka yang belum tahu, mungkin dinilai sebagai hal yang mustahil. Tapi bagi sebagian orang yang sudah berhasil, merupakan hal yang mudah, seperti yang dikatakan &#8220;suhu&#8221; bisnis internet yang paling direkomendasikan, mas Joko Susilo : &#8220;Asal Tahu Caranya&#8221;, dan caranya sudah dibeberkan dalam situsnya <a href="http://formulabisnis-joss.co.cc">FormulaBisnis.com</a> dan blognya <a href="http://jokosusilo.com">JokoSusilo.com</a>.</p>
<p>Filsafat &#8220;Maju Selangkah &#8211; Mundur Dua Langkah&#8221; mengandung &#8220;pelajaran&#8221; bagi kita. &#8230; Apa pelajaran yang bisa kita tarik daripadanya?</p>
<p>Bukan Sulap, Bukan Sihir &#8230; Bukan juga Hipnotis. Silahkan buktikan sendiri. Tapi &#8230; jangan di pinggir kolam, ya. Saya nggak tanggung jawab.</p>
<p>Begini. Kalau anda ingin mencapai, &#8230; katakanlah tidak usah seribu langkah deh, tapi &#8230; sepuluh &#8230; saja. Anda harus melakukannya seperti ini: &#8230; lakukan maju satu langkah, kemudian berbalik menghadap ke belakang dan mundurlah dua langkah &#8230; dan berbalik menghadap ke depan lagi, ulangi satu langkah maju, berbalik menghadap ke belakang lagi &#8230; ulangi dua langkah mundur &#8230; dan seterusnya ulangi seperti tadi. Anda akan mencapai tujuan anda, sepuluh langkah tanpa membuang waktu dan tenaga untuk mundur. Masuk akal ??? Hwa-ha-ha-ha-ha, saya nggak nipu kan? Tapi ada filsafatnya, lho.</p>
<p>Filsafatnya begini: setiap maju selangkah, tinjaulah ke belakang &#8230; sambil terus maju (dengan melihat langkah yang telah kita ambil, sebagai &#8220;evaluasi&#8221;), &#8211; sudah benarkah langkah anda atau masih ada yang harus diperbaiki? Sambil maju lagi, perbaiki yang salah &#8230; evaluasi lagi (lihat ke belakang), begitu seterusnya.</p>
<p>Nah, sedikitnya itulah yang saya lakukan selama &#8220;Belajar Bisnis Online&#8221; ini &#8230;</p>
<p>MGBU (May God Bless U).</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="ACTION, Maju Selangkah - Mundur Dua Langkah" url="http://lehmannsblog.com/?p=125"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/05/action-maju-selangkah-mundur-dua-langkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ANDA INGIN SUKSES ?</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/2009/03/anda-ingin-sukses/</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/2009/03/anda-ingin-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 13:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterpreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[anda ingin sukses]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[ingin sukses]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[online business]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[There&#8217;s only one success &#8211; to be able to spend your life in your own way (Christopher Morley), yang artinya kira-kira: Hanya ada SATU SUKSES &#8211; yaitu: Untuk dapat menempuh hidup Anda dengan cara Anda sendiri. Dalam artikelnya baru-baru ini, mas Joko Susilo mengutarakan 5-hal untuk menjadi orang sukses: 1. Mencintai yang Anda Lakukan; 2. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>There&#8217;s only one success &#8211; to be able to spend your life in your own way </em>(Christopher Morley), yang artinya kira-kira:</p>
<p><strong>Hanya ada SATU SUKSES &#8211; yaitu: Untuk dapat menempuh hidup Anda dengan cara Anda sendiri. </strong></p>
<p>Dalam <a href="http://jokosusilo.com/2009/03/26/5-hal-yang-melejitkan-orang-orang-menjadi-sukses">artikelnya baru-baru ini,</a> mas Joko Susilo mengutarakan 5-hal untuk menjadi orang sukses: 1. Mencintai yang Anda Lakukan; 2. Berorientasi Pada Tujuan; 3. Berkumpul di Lingkungan  Orang Sukses; 4. Percaya Diri; dan 5. Bekerja Keras.<br />
Mungkin kita semua memiliki keinginan untuk sukses. Namun tidak semua orang yang memenuhi kriteria di atas. Mungkin di antara Anda ada yang sudah memenuhi kriteria itu, namun belum juga mencapai sukses. Anda tahu, meskipun TAKDIR di Tangan TUHAN, &#8230; namun NASIB berada di tangan kita.<br />
Di antara Anda pasti ada yang bertanya bagaimana cara melaksanakannya.<br />
Saya ingin mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyan tersebut, dengan berbagi pengalaman saya sendiri, meskipun saya yakin saat ini Mas Joko sedang menyiapkan artikel mengenai hal itu dan dalam beberapa hari mendatang dapat diharapkan akan muncul artikelnya mengenai jawaban menurut pandangannya.</p>
<p>Inilah beberapa tips dari saya berdasarkan pengalaman saya pribadi:</p>
<p><strong>1. Bagaimana memelihara sikap Mencintai yang dilakukan?</strong></p>
<ul>
<li>Pilihlah bidang yang ANDA SUKAI (CINTAI);</li>
<li>Jangan menilai pekerjaan atau bidang pekerjaan Anda secara &#8220;a priori&#8221; negatif;</li>
<li>Jangan pernah, &#8230; saya ulangi &#8230; jangan pernah mengatakan pada diri sendiri: &#8220;pekerjaan ini membosankan&#8221;, karena &#8220;kebosanan&#8221; akan benar-benar TERPICU dan menghantui Anda sendiri;</li>
<li><span id="more-113"></span>Terimalah apa adanya kondisi bidang pekerjaan Anda, &#8211; kalau dari pekerjaan itu Anda hanya berpenghasilan Rp.1juta/bulan &#8211; terimalah itu sebagai ANUGERAH;</li>
<li> Jika suasana dalam pekerjaan, menegangkan dan kurang menyenangkan, &#8211; terimalah apa adanya dan &#8230; SEDAPAT MUNGKIN &#8230; BUATLAH SUASANANYA MENJADI SANTAI, AKRAB dan MENYENANGKAN;</li>
<li>Jika Anda melihat ADA PELUANG YANG ANDA SUKA sebagai SUMBER PENGHASILAN EXTRA &#8211; raihlah &#8211; INSYA ALLAH Anda akan  mencintai yang Anda lakukan;</li>
</ul>
<p><strong>2. Bagaimana cara untuk Berorientasi pada tujuan ?</strong></p>
<ul>
<li>Tentukan tujuannya sebelum Anda memulai &#8211; LOGIKANYA: bagaimana Anda bisa berorientasi pada TUJUAN kalau Anda sendiri tidak tahu TUJUANNYA;</li>
<li>Fokuskan perhatian Anda pada TUJUAN itu &#8211; bolehlah lihat-lihat ide lainnya, tapi &#8230; pikirkanlah untuk memanfaatkan ide itu guna kemajuan mencapai TUJUAN Anda;</li>
</ul>
<p><strong>3. Bagaimana sikap seorang pemula untuk Berkumpul di lingkungan orang sukses ?</strong></p>
<ul>
<li> Carilah komunitas di bidang yang Anda lakukan, &#8211; baik ONLINE maupun OFFLINE -, dewasa ini banyak Online Social Network seperti Facebook, Multiply, Tagged, Hi5, WAYN, Yahoogroups, &#8230; dsb., secara Offline &#8230; di kampus atau forum diskusi mahasiswa &#8230; dsb;</li>
<li>Sering-seringlah bertukar pendapat / pikiran dengan mereka. Dalam <a href="http://lehmannsblog.com/2009/01/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting">artikel saya beberapa waktu lalu</a> tentang innovator Google, Sergey Brin dan Larry Page serta pencipta WordPress, Matt Mullenweg yang bergaul di lingkungan orang-orang dengan otak brillian di Universitas Stanford, di mana innovator Yahoo, HP dan Silicon Graphic juga         menuntut ilmu;</li>
</ul>
<p><strong>4. Bagimana cara untuk lebih Percaya diri ?</strong></p>
<ul>
<li>Percaya diri tumbuh karena menerima pelajaran dari pengetahuan dan pengalaman yang diamalkan / diterapkan;</li>
<li>Pelajaran bisa bersumber dari pengetahuan yang Anda baca, Anda lihat, Anda peroleh di bangku sekolah atau kuliah, dari pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain &#8230; dsb;</li>
<li>Percaya diri akan tumbuh jika Anda YAKIN dan mengakui KEBENARAN tentang apa yang Anda pelajari;</li>
</ul>
<p><strong>5. Bagaimana supaya kita punya sikap Bekerja keras dan cerdas ?</strong></p>
<ul>
<li>Jika Anda memiliki sesuatu yang Anda cintai, memiliki tujuan yang ingin dan harus dicapai, memiliki banyak teman yang memberi semangat dan pengetahuan &#8211; Anda akan mendapat motivasi untuk bekerja keras -, dan jika Anda rajin berlatih &#8220;menerapkan pengetahuan&#8221; Anda, &#8230; yakinlah &#8230; Anda bukan hanya akan bekerja keras, melainkan juga bekerja CERDAS;</li>
<li>Tetap semangat adalah MODAL untuk bekerja keras guna mencapai TUJUAN dan menjadi orang SUKSES !!!</li>
</ul>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="ANDA INGIN SUKSES ?" url="http://lehmannsblog.com/?p=113"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/2009/03/anda-ingin-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
