<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lehmann &#187; Business</title>
	<atom:link href="http://lehmannsblog.com/category/business/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lehmannsblog.com</link>
	<description>SERBA-SERBI BISNIS INTERNET</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Oct 2011 08:23:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>EVALUASI KINERJA BISNIS INTERNET</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/evaluasi-kinerja-bisnis-internet.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=evaluasi-kinerja-bisnis-internet</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/evaluasi-kinerja-bisnis-internet.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2011 03:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kinerja]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ketika sudah jelas bahwa tujuan tidak akan tercapai, janganlah tujuannya yang disesuaikan melainkan sesuaikanlah langkah-langkah Anda untuk mencapainya&#8221;, Confusius (551-479 SM) &#8211; filosof dan guru terkemuka asal China. Seperti pernah saya tulis dalam artikel terdahulu, setiap Anda telah melangkah maju, menghadaplah ke belakang, &#8211; sambil melangkah mundur agar langkah Anda tidak berkurang atau terhenti -, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Ketika sudah jelas bahwa tujuan tidak akan tercapai, janganlah tujuannya yang disesuaikan melainkan sesuaikanlah langkah-langkah Anda untuk mencapainya&#8221;, Confusius (551-479 SM) &#8211; filosof dan guru terkemuka asal China.</p>
<p>Seperti pernah saya tulis dalam <a title="Langkah Evaluasi" href="http://www.lehmannsblog.com/2009/05/action-maju-selangkah-mundur-dua-langkah/">artikel terdahulu</a>, setiap Anda telah melangkah maju, menghadaplah ke belakang, &#8211; sambil melangkah mundur agar langkah Anda tidak berkurang atau terhenti -, dengan maksud untuk mengambil kesempatan meng-evaluasi langkah-langkah Anda terdahulu. Apakah langkah Anda sudah benar dengan keberhasilan seperti yang Anda harapkan / targetkan? Atau apakah ada langkah Anda yang harus disesuaikan agar target atau tujuan Anda dapat tercapai sesuai harapan?</p>
<p>Mungkin Anda bertanya-tanya, &#8211; seperti pertanyaan yang sering timbul di benak saya -, mengapa target / tujuan Anda tidak memberikan hasil yang &#8220;memuaskan&#8221;? Anda tidak akan pernah mendapat jawabannya jika Anda tidak pernah meng-evaluasi kinerja bisnis Anda. Tentang hal itu, jokosusilo.com<span id="more-388"></span> baru-baru ini menampilkan <a title="Evaluasi Kinerja Bisnis Internet" href="http://www.jokosusilo.com/2010/12/13/bagaimana-cara-mengevaluasi-keberhasilan-bisnis-internet-anda/">artikelnya</a> yang mengutarakan beberapa poin yang dapat dijadikan pegangan untuk di-evaluasi, yaitu:</p>
<ul>
<li>Pendapatan. Ini poin pertama yang penting untuk diukur. Bagaimana dengan pendapatan bisnis internet anda tahun ini?</li>
<li>Jumlah konsumen. Berikutnya adalah jumlah konsumen. Bagaimana dengan jumlah konsumen, apakah juga terjadi peningkatan?</li>
<li>Jumlah prospek. Selanjutnya adalah jumlah prospek. Bagaimana dengan jumlah prospek anda tahun ini?</li>
<li>Jumlah Konten. Berapa banyak konten blog yang anda buat tahun ini?</li>
<li>Pengunjung situs web. Bagaimana dengan pengunjung situs web anda? Adakah peningkatan? Berapa pengunjung baru web anda dan berapa banyak pengunjung berulang?</li>
<li>Jumlah pelanggan. Berapa banyak tambahan jumlah pelanggan blog yang selalu menantikan <em>update</em> terbaru blog anda?</li>
<li>Penggemar <em>fans page</em>. Bagi yang punya <em>fans page</em> di Facebook, bagaimana dengan jumlah penggemar. Berapa banyak penambahannya?</li>
</ul>
<p>Ada tambahan dari kiosislami.com yang perlu juga di-evaluasi, yakni: <em>pagerank</em> di google, alexa dan <em>backlink</em>. Informasi di atas, baik dari jokosusilo.com maupun dari kiosislami.com memberikan petunjuk poin apa saja yang perlu di-evaluasi.</p>
<p>Di sini saya ingin berbagi pengalaman. Selama satu tahun terakhir, &#8211; Januari 2010 s/d Desember 2010 -, saya melakukan &#8220;pencatatan&#8221; atas kinerja promosi, khususnya iklan <em>online</em>, yang saya nilai juga perlu mendapat perhatian untuk di-evaluasi.</p>
<p>Namun, perlu kiranya dicatat, bahwa saya belum punya produk sendiri, hanya betindak sebagai <em>Business Affiliate</em> atau <em>Reseller</em>, dan belum punya website sendiri. Maka, yang dimaksud dengan <em>Site-Visit</em> adalah kunjungan ke situs pemilik produk (<em>Affiliate Merchant</em>). Dari pengamatan atas 20 periode kampanye tersebut ditemukan beberapa hal dan dapat disimpulkan bahwa:</p>
<ul>
<li>Iklan tidak selalu menghasilkan pembeli;</li>
<li>Iklan bisa menghasilkan &#8220;<em>Hits/clicks</em>&#8220;, namun belum tentu menghasilkan &#8220;<em>Visit</em>&#8220;, dengan demikian tidak menghasilkan pembeli;</li>
<li><em>Visit</em> ke situs <em>affiliate merchant</em> yang terjadi dari iklan Anda, tidak selalu pula menghasilkan penjualan.</li>
<li>Di antara 20 periode tersebut ada 4 periode tanpa iklan yang menghasilkan <em>Visit</em>;</li>
<li>Periode tanpa iklan, otomatis tidak menghasilkan <em>Hits/clicks</em>, namun bisa menghasilkan <em>Visit</em>, yang datang dari <em> link</em> lainnya, antara lain &#8220;<em>backlink</em>&#8220;, di <em>social networks</em> dsb., yang berpeluang juga, &#8211; measki belum tentu -, menghasilkan penjualan.</li>
<li>Bagaimana pun, dengan promosi yang telah dilakukan, memberikan hasil yang kurang memuaskan, &#8211; untuk tidak disebut mengecewakan -, sehingga perlu upaya untuk meningkatkan promosi jika ingin meraih penjualan yang lebih baik.</li>
</ul>
<p>Yang menarik dari temuan tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>Total visits 189 (th.2009) dan 197 (th.2010) masing-masing hanya menghasilkan 1 (satu) <em>sales</em>.</li>
<li>Hal itu menunjukkan bahwa untuk mendapatkan penjualan 10 kali lipat, logikanya &#8230; periode iklan harus ditingkatkan 10 kali lebih gencar, bahkan mungkin lebih dari 10 kali.</li>
<li>Selain itu, promosi bisnis Anda harus dilakukan dengan berbagai cara dan media di samping tautan iklan online, termasuk dengan cara dan media &#8220;<em>offline</em>&#8220;.</li>
</ul>
<p>Dengan hasil seperti tersebut di atas, tentu saja tidak memuaskan dan membuat saya, &#8211; mungkin juga Anda -, merasa ada sesuatu yang tidak benar, atau dengan kata lain harus disesuaikan untuk mencapai hasil yang &#8220;memuaskan&#8221; tahun berikutnya.</p>
<p>Menurut  Confusius, &#8220;Jangan Tujuannya yang disesuaikan, melainkan langkah yang kita ambil harus disesuaikan agar Tujuan tercapai sebagaimana harapan&#8221;.</p>
<p>Berbicara tentang HARAPAN, menurut Vaclav Havel (1936-2003), penyair, dramawan, Presiden Cekoslovakia: &#8220;Harapan bukanlah keyakinan bahwa sesuatu akan berakhir dengan baik, melainkan kepastian bahwa sesuatu itu masuk akal, terlepas dari bagaimana kenyataannya&#8221;.</p>
<p>Tetap SEMANGAT!</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="EVALUASI KINERJA BISNIS INTERNET" url="http://lehmannsblog.com/?p=388"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/evaluasi-kinerja-bisnis-internet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PLUS MINUS BISNIS AFILIASI</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/plus-minus-bisnis-afiliasi.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=plus-minus-bisnis-afiliasi</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/plus-minus-bisnis-afiliasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 14:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate merchant]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate program]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis afiliasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[business affiliate]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jokosusilo]]></category>
		<category><![CDATA[online business]]></category>
		<category><![CDATA[reseller]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda sering menjelajahi internet dari satu situs ke situs lainnya, saya yakin anda acapkali melihat tawaran Affiliate Program bagi produk mereka. Bisnis (Online) yang dilakukan dengan Affiliate Program inilah yang saya maksud dengan Bisnis Afiliasi (Affiliate Business). Sebagaimana bisnis lainnya Produk Online pun memerlukan tenaga pemasaran. Dalam hal Affiliate Program, tenaga pemasaran terdiri dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda sering menjelajahi internet dari satu situs ke situs lainnya, saya yakin anda acapkali melihat tawaran <em>Affiliate Program</em> bagi produk mereka. Bisnis (Online) yang dilakukan dengan <em>Affiliate Program</em> inilah yang saya maksud dengan Bisnis Afiliasi (<em>Affiliate Business</em>).<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-335" title="Bisnis Affiliasi" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2010/01/Reseller_2.jpg" alt="" width="150" height="125" />Sebagaimana bisnis lainnya Produk <em>Online</em> pun memerlukan tenaga pemasaran. Dalam hal <em>Affiliate Program</em>, tenaga pemasaran terdiri dari orang-orang yang bertindak sebagai <em>Business Affiliates</em> atau <em>Affiliate Merchant</em>. Intinya, <em>Affiliate Merchant</em> merupakan perangkat pemasaran dengan status partner, disebut juga sebagai <em>Reseller</em>.<br />
Bisnis Afiliasi memiliki nilai plus maupun nilai minus seperti halnya juga dengan bentuk bisnis lainnya.</p>
<p><strong>NILAI PLUS.</strong><br />
Suhu <a href="http://formulabisnis.com/?id=lehmann">Bisnis Internet Yang Paling Direkomendasikan</a>, dalam blognya jokosusilo.com seringkali menulis tentang Bisnis Afiliasi ini, dalam salah satu <a href="http://jokosusilo.com/2008/01/26/mengenal-affiliate-program">artikelnya</a> antara lain:<br />
Dengan mengikuti affiliate program, Anda tidak perlu memiliki situs web <span id="more-331"></span>sendiri untuk menghasilkan uang, cukup bergabung dengan situs-situs web yang menawarkan program seperti ini.</p>
<p><strong>Nilai Plus lainnya:</strong></p>
<ul>
<li> Anda tidak perlu repot membuat produk. Tugas anda hanya mengantarkan pembeli pada penjual.</li>
<li> Anda bisa memilih berbagai <em>Affiliate Program</em> sesuai dengan keinginan dan minat Anda. Anda bisa punya banyak sumber penghasilan dari berbagai bisnis yang berbeda.</li>
<li> Komisi yang ditawarkan program ini biasanya relatif tinggi. Antara 10%-95%.</li>
<li> Anda bisa jadikan <em>Affiliate Program</em> sebagai sumber pendapatan pasif. Anda hanya perlu tinggal di rumah, tidak perlu kemana-mana. Dan, uang akan datang sendiri. Yang penting Anda tetap berpromosi. Atau bahkan, Anda masih bisa mengerjakan kegiatan <em>offline</em> Anda.</li>
</ul>
<p><strong>Anda pernah mengamati atau mengalami SISI NEGATIF-nya?</strong></p>
<ul>
<li> Karena Anda tidak memiliki produk sendiri, hasil penjualannya sangat tergantung pada tingkat penjualan produk orang lain yang berhasil Anda capai;</li>
<li>Ketergantungan tingkat penjualan Anda sangat erat dengan upaya pemasaran yang Anda lakukan &#8211; semakin sedikit upaya promosi Anda, semakin kecil peluang penjualannya, &#8211; bukan berarti jika Anda punya produk sendiri, tidak perlu melakukan promosi -. Upaya Promosi &#8230; Tetap &#8230; Harus Dilakukan !!!</li>
<li> Upaya promosi yang Anda lakukan untuk bisnis afiliasi, tidak mustahil &#8230; justru &#8230; mengantarkan &#8220;calon pembeli&#8221; ke situs <em>principal merchant</em> (pemilik produk) &#8211; dengan demikian Anda tidak memperoleh komisi yang seyogyanya Anda peroleh;</li>
<li> Dengan demikian, peluang untuk &#8220;ditinggalkan&#8221; oleh calon pembeli, jauh lebih besar ketimbang jika Anda punya produk sendiri &#8211; Mengapa ? Karena calon pembeli dapat dengan mudah &#8220;mengenali&#8221; <em>link</em> atau <em>URL</em> bisnis afiliasi;</li>
<li> Pemasaran bisnis afiliasi membutuhkan kejelian dan kemahiran serta kaya akan trik dan taktik &#8220;copywriting&#8221; &#8211; untuk itu Anda perlu banyak berlatih menulis copywriting, banyak mengamati iklan dan text promosi produk lainnya baik untuk mengenal &#8220;kebutuhan konsumen&#8221; maupun mengamati &#8220;produk serupa/sejenis&#8221; yang bisa jadi merupakan &#8220;pesaing&#8221;;</li>
<li> Selama kemahiran itu belum Anda kuasai, jangan terlampau berharap penjualan bisnis afiliasi Anda akan meningkat lebih pesat;</li>
<li> Dengan demikian Anda harus memiliki kesabaran lebih besar, dibanding jika Anda memiliki produk sendiri.</li>
</ul>
<p>Tapi &#8230;, jangan dulu kecil hati, &#8211; jangan malah takut mulai ACTION untuk Bisnis Afiliasi -, sebab sebagaimana Greg Phillips-Benjamin Disraeli mengatakan &#8230;<em><strong> &#8220;ACTION may not always bring SUCCESS, but there is NO SUCCESS WITHOUT ACTION&#8221;.</strong></em> Maka &#8230; pasti ada solusinya.</p>
<p><strong>Bagaimana SOLUSINYA?</strong><br />
Anda bisa belajar banyak, &#8211; seperti yang saya pelajari juga -, dari Blog JokoSusilo, &#8211; khususnya <a href="http://jokosusilo.com/2010/01/13/4-cara-mematikan-untuk-meningkatkan-komisi-affiliatereseller-anda">artikel yang satu ini</a> yang antara lain memberikan &#8220;jurus&#8221; agar membuat &#8220;differensiasi&#8221; website seperti yang dilakukan <a href="http://www.formulabisnisonline.com">Formula Bisnis Online,</a> &#8211; meskipun harus diakui untuk ini perlu ketrampilan yang cukup tinggi, &#8211; saya tahu mengenai hal ini karena saya sendiri masih mencoba membuat affiliate website -, dan saya sendiri sudah &#8220;berkunjung ke situs tersebut. Komentar saya: &#8220;Hebat, &#8230; memang hebat&#8221;, dan saya yakin dia akan cepat berhasil.</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PLUS MINUS BISNIS AFILIASI" url="http://lehmannsblog.com/?p=331"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/plus-minus-bisnis-afiliasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BREAKING NEWS &#124; BERITA TERKINI DARI SMUO</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/breaking-news-berita-terkini-dari-smuo.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=breaking-news-berita-terkini-dari-smuo</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/breaking-news-berita-terkini-dari-smuo.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 09:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[komisi]]></category>
		<category><![CDATA[online business]]></category>
		<category><![CDATA[reseller]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Buat Anda, &#8211; peminat Online Business -, berikut ini disampaikan beberapa informasi baru tentang SMUO, Sistem Mesin Uang Otomatis, yang banyak digandrungi para pebisnis online, yang anggota kominitasnya mencapai lebih dari 460.000 (data 11/01/10). Informasi di bawah ini dikeluarkan sehubungan dengan kebijakan baru dari merchant SMUO &#8211; Formulabisnis, terhitung mulai awal Januari 2010. Informasi pertama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat Anda, &#8211; peminat Online Business -, berikut ini disampaikan beberapa informasi baru tentang <strong>SMUO</strong>, Sistem Mesin Uang Otomatis, yang banyak digandrungi para pebisnis online, yang anggota kominitasnya mencapai lebih dari 460.000 (data 11/01/10).</p>
<p>Informasi di bawah ini dikeluarkan sehubungan dengan kebijakan baru dari merchant <strong>SMUO &#8211; Formulabisnis</strong>, terhitung mulai awal Januari 2010.</p>
<p>Informasi <strong>pertama</strong> yang baru dari SMUO : Jika Anda membeli produk SMUO, berbagai bonus spesial (termasuk bonus baru) telah disediakan khusus untuk Anda peroleh, &#8211; secara gratis.</p>
<p>Informasi <strong>kedua</strong> yang lebih menarik : Anda mungkin belum tahu, bahwa jika Anda membeli SMUO, Anda berhak menjual produk itu lebih lanjut, &#8211; selaku &#8220;reseller&#8221; -, dengan mendapat komisi sebanyak 50% dari harga jualnya.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Mulai awal Januari 2010, komisi buat Anda dinaikkan menjadi 60%.</span></strong></p>
<p>Informasi<strong> ketiga</strong> : Bukan hanya itu lho, tapi komisi 60% itu pun berlaku atas harga baru yang telah disesuaikan. Jadi &#8230; Anda akan menerima komisi jauh lebih besar ketimbang 50% dari harga lama.</p>
<p>Anda Tidak tertarik?  &#8230; Oooh &#8230;, sayang sekali.</p>
<p>Tapi &#8230;, untuk lihat informasi produk, silahkan <a href="http://www.formulabisnis.com/?id=lehmann">KLIK DI SINI.</a></p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="BREAKING NEWS | BERITA TERKINI DARI SMUO" url="http://lehmannsblog.com/?p=320"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/breaking-news-berita-terkini-dari-smuo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERLUNYA MEMBEDAKAN &#8220;COPYWRITING&#8221; DENGAN &#8220;COPYWRITING&#8221;</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 08:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[consumer-satisfaction]]></category>
		<category><![CDATA[copy-writing]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan-pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[repeat-buyer]]></category>
		<category><![CDATA[selling]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Lho, bagaimana sih, keduanya kan sama? Betul, memang sama, tujuannya pun sama, yaitu meningkatkan penjualan, seperti yang saya ungkapkan dalam artikel terdahulu. Namun ada yang membedakannya, yaitu sasaran dan momentum pada waktu pelaksanaannya, yang disesuaikan dengan perilaku para calon pembeli dalam tahapan atau proses pembelian. Proses pembelian sudah seringkali kita dengar dan kita kenal sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lho, bagaimana sih, keduanya kan sama? Betul, memang sama, tujuannya pun sama, yaitu meningkatkan penjualan, seperti yang saya ungkapkan dalam <a href="http://lehmannsblog.com/2009/1/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan">artikel terdahulu</a>. Namun ada yang membedakannya, yaitu sasaran dan momentum pada waktu pelaksanaannya, yang disesuaikan dengan perilaku para calon pembeli dalam tahapan atau proses pembelian.<br />
Proses pembelian sudah seringkali kita dengar dan kita kenal sebagai AIDA+L (<em>Awareness, Interest, Decision, Action, plus Loyalty</em>).</p>
<p><strong>Logikanya begini:</strong></p>
<ol>
<li>Mana mungkin orang menjadi pelanggan, &#8211; apalagi setia &#8211; (<em>loyalty</em>), kalau belum pernah menjadi pembeli (<em>action</em>);</li>
<li>Orang tidak akan melakukan pembelian (<em>action</em>) kalau belum memutuskan (<em>decision</em>) untuk membeli ;</li>
<li>Para calon pembeli tidak akan memutuskan (<em>decision</em>) untuk membeli , kalau tidak punya minat (<em>interest</em>), &#8211; sesuai kebutuhan -,  &#8230; dan</li>
<li>Sudah dapat dipastikan, orang tidak akan punya minat (<em>interest</em>) kalau dia tidak sadar (<em>awareness</em>), &#8211; tidak tahu tentang adanya produk yang kita tawarkan.</li>
</ol>
<p>Nah di sinilah<em> copywriting</em> berperan dalam masing-masing tahapan proses pembelian itu, dan agaknya dapat dimengerti kalau gaya dan caranya harus berbeda dari satu tahapan ke tahapan berikutnya dengan tujuan agar yang <span id="more-62"></span>semula &#8220;calon&#8221; pembeli menjadi &#8220;pembeli&#8221; dan selanjutnya jadi &#8220;pelanggan&#8221; (<em>repeat buyer/repeat purchaser</em>, &#8211; dalam hal produk <em>online</em>:<em> repeat visitor</em>) yang setia (<em>loyal</em>).<br />
Cobalah baca SMUO (kalau Anda sudah pernah baca, &#8211; bacalah ulang), Anda akan menemukan rahasia <em>copywriting</em> yang benar-benar diterapkan penciptanya dari tahap pertama Anda meng-&#8221;klik&#8221; situsnya sampai pada &#8220;klik&#8221; pemesanan serta klik-klik berikutnya yang membuat Anda menjadi &#8220;pelanggan setia&#8221;.<br />
Pengalaman saya membuktikan, ketika saya menjelajahi internet, mata saya terbentur pada iklan suatu produk online, maka sadarlah saya akan adanya &#8220;produk&#8221; yang kebetulan sudah saya cari beberapa lama sebelumnya, tentu saja saya klik dan saya baca karena memang saya berminat karena sedang butuh, setelah membaca tentang fitur, manfaat dan detil lainnya tentang produk itu saya memutuskan untuk memesannya, maka saya klik tombol pemesanannya. Selanjutnya hingga sekarang, berulang kali saya kunjungi situsnya. Nampaknya sederhana. Namun untuk melaksanakan copywriting yang mampu &#8220;menyeret&#8221; calon pembeli sampai menjadi pelanggan setia, perlu ketekunan, kerja keras dan tentu saja perlu waktu untuk terus berlatih.<br />
Saya pernah membaca artikel mengenai &#8220;Berapa banyak latihan dan berapa lama kita harus berlatih&#8221; untuk menjadi seorang &#8220;pelaku terbaik&#8221; atau &#8220;<em>best performer</em>&#8221; di bidang apa pun, misalnya olah raga, music, penulis, pelukis, <em>computer programmer</em>, <em>copywriter</em>, penari dll.<br />
<strong>Pertama-tama</strong>, seperti yang diungkapkan Malcolm Gladwell kita memerlukan 10.000 jam latihan. &#8230; Wow! Jika kita jabarkan, artinya kita harus berlatih sedikitnya 3 jam sehari untuk masa 10 tahun.<br />
Dalam artikel yang sama terungkap pendapat Geoff Colvin yang menyatakan: Yang membedakan &#8220;<em>the best performers</em>&#8221; dari kita yang lainnya adalah &#8220;kerja keras&#8221;, &#8211; bukan bakat. Kerja keras dalam bentuk latihan, latihan dan latihan. Ia pun menyatakan tidak seorangpun terlahir sebagai pemain golf, pemain tenis, penulis, penari, <em>computer programmer</em> dsb. Mereka semua dibuat menjadi &#8220;<em>the best performers</em>&#8220;.<br />
<strong>Yang kedua</strong>, di samping latihan, dalam artikel itu juga disebutkan pula adanya hal lain yang sangat berpengaruh pada keberhasilan seseorang, yaitu yang disebut &#8220;kedekatan&#8221; (proximity), &#8211; dengan kalangan cerdik-pandai yang berotak brillian. <em>Innovator</em> Google, Sergey Brin dan Larry Page, ketika melahirkan Google adalah mahasiswa Stanford University, di mana<em> innovator</em> Yahoo, HP dan Silicon Graphics juga menuntut ilmu. Yang jadi pertanyaan : &#8220;Apakah Google akan terlahir, jika Brin dan Page kuliahnya di Indonesia, katakanlah Universitas Indonesia atau Gunadharma dan tinggal di Depok ketimbang di Silicon Valley tempat mereka bermukim?&#8221; Jadi, kedekatan dengan<em> innovator</em> lain memberikan peluang bagi seorang<em> innovator</em> untuk melakukan pendekatan ilmiah, bisa berupa diskusi atau tukar pikiran, sehingga gagasan mereka menjadi berkembang.<br />
<strong>Hal ketiga</strong> yang juga berpengaruh pada pengembangan kemampuan performa, adalah fasilitas dan fasilitasi seperti prasarana dan peluang yang tersedia. Dalam hubungannya dengan kemampuan performa dalam bidang IT (<em>Information Technology</em>), prasarana listrik merupakan hal yang tidak dapat diabaikan agar menjamin hubungan internet (<em>internet connection</em>) stabil. Bagaimana kita bisa jadi &#8220;unggulan&#8221; di bidang IT kalau listriknya saja masih mengalami &#8220;pet-byar&#8221;. Selain itu, apakah di Universitas kita di Indonesia memberikan peluang dan fasilitas bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasannya?<br />
Kita ingat tentang kedatangan seorang yang berhasil menciptakan dan mempopulerkankan WordPress, Matt Mullenweg, tgl 17-18 Januari 2009 di Jakarta. Saya mendapat beritanya dari blog rekan <a href="http://wawanpurnama.com/2009/1/17/kunjungan-pendiri-wordpress-ke-indonesia">Wawan Purnama</a> dan saya berkomentar dalam blog itu dengan nada bercanda: &#8220;Matt Mullenweg kan orang Betawi, masih  bersaudara dengan Matt Dower dan Matt Codet&#8221;. Kesempatan berikutnya saya berkomentar, masih dalam nada bercanda : &#8220;Semoga Matt Dower dan Matt Codet menjadi Matt Mullenweg Indonesia&#8221;. Dari Kompas.com saya peroleh informasi juga bahwa Matt Mullenweg menyatakan bahwa Indonesia berada pada peringkat 8 sebagai peng-akses WordPress.<br />
<strong>Hal ke-empat</strong> khususnya bagi Matt Dower dan Matt Codet, agar bisa menjadi Matt Mullenweg Indonesia, Anda harus mahir Bahasa Inggris, untuk mahir Bahasa Inggris, &#8230; ya itu dia, harus latihan juga.<br />
Jika Anda &#8220;merasa&#8221; tidak berbakat dalam <em>copywriting</em>, atau Bahasa Inggris, ataupun bidang lainnya, tidak usah kecil hati. Yang Anda perlukan cuma Tiga Hal, yaitu : pertama &#8220;latihan&#8221;, kedua &#8220;latihan&#8221;, &#8230; dan ketiga &#8220;latihan&#8221;.<br />
Kali ini saya nggak bercanda, saya menulis artikel ini dalam rangka latihan juga, kok. Selamat berlatih !!<br />
Salam,</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PERLUNYA MEMBEDAKAN "COPYWRITING" DENGAN "COPYWRITING"" url="http://lehmannsblog.com/?p=62"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/perlunya-membedakan-copywriting-dengan-copywriting.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TUJUAN COPYWRITING ADALAH &#8220;MENINGKATKAN PENJUALAN&#8221;</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 09:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[consumer-satisfaction]]></category>
		<category><![CDATA[copy-writing]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan-pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[lehmann]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan-purnajual]]></category>
		<category><![CDATA[repeat-buyer]]></category>
		<category><![CDATA[salesmanship]]></category>
		<category><![CDATA[selling]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda membaca judul di atas, dapat dipastikan Anda akan berkomentar &#8220;Ya iyyya, lah&#8221;. Kalau begitu, Anda sependapat dengan saya. Banyak kita melihat dan mendengar iklan yang pada umumnya ditulis dengan kata-kata yang indah, disain yang artistik, iklan TV yang sangat  impressive sampai yang bombastis, dan secara tidak sadar kita menyukainya. Namun, pernahkah ada iklan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda membaca judul di atas, dapat dipastikan Anda akan berkomentar <img class="size-thumbnail wp-image-57 alignleft" title="Hard Training for Copywriting" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/01/copywriting7130-150x150.jpg" alt="SERABA-SERBI BISNIS INTERNET" width="150" height="150" />&#8220;Ya iyyya, lah&#8221;. Kalau begitu, Anda sependapat dengan saya.</p>
<p>Banyak kita melihat dan mendengar iklan yang pada umumnya ditulis dengan kata-kata yang indah, disain yang artistik, iklan TV yang sangat  impressive sampai yang bombastis, dan secara tidak sadar kita menyukainya. Namun, pernahkah ada iklan seperti itu membawa kita membeli suatu produknya? Jika jawabannya &#8220;Ya&#8221;, berarti iklan itu berhasil menjual.</p>
<p>Iklan tidak dibuat/ditulis agar &#8220;disukai&#8221;, melainkan mempunyai tujuan akhir, yaitu meningkatkan penjualan dan keuntungan bagi pemasang iklannya.<br />
Oleh karena itu Claude Hopkins mendefinisikan &#8220;<em>copywriting</em>&#8221; sebagai: &#8220;<em>Salesmanship in Print</em>&#8221; (Keahlian Menjual Dalam Bentuk Tercetak). Sementara Judith Charles mendefinisikan: &#8220;<em>Copywriter</em>&#8221; adalah &#8220;<em>A Salesperson behind a Typewriter</em>&#8221; (Seorang Penjual Di Belakang Mesin Tik).<br />
Jadi, apa kira-kira persyaratan untuk menjadi seorang &#8220;<em>Copywriter</em>&#8221; yang <span id="more-54"></span>menulis text iklan (<em>Copywriting</em>) yang mampu menjual (<em>selling</em>)?</p>
<p>Kadang-kadang, sebuah iklan yang ditulis secara sederhana dan langsung pada sasaran (<em>direct</em>), lebih berhasil dengan baik memenuhi kewajibannya &#8220;menjual&#8221;. Jika Anda menulis iklan ingatlah akan hal itu, seakan-akan hidup Anda sangat tergantung pada konsep itu.<br />
Konsep tersebut berlaku untuk semua pekerjaan <em>copy writing</em>, untuk iklan, <em>brochure</em>, sales letter, katalog (termasuk e-book) dsb.</p>
<p>Agar hasil <em>copywriting</em> Anda menjual dengan baik, diperlukan sedikitnya 3 (tiga) hal:<br />
1. Dapatkan perhatian prospek Anda;<br />
2. Komunikasikan manfaat produk dan pelayanan/jasa Anda;<br />
3. Bujuk-rayulah prospek Anda agar segera mengambil tindakan (sesuai yang Anda inginkan);<br />
Untuk keperluan itu, Joseph Sugarman &#8211; salah seorang <em>copywriter</em> yang berhasil di dunia -, menyatakan bahwa persiapan yang diperlukan seseorang untuk menjadi <em>copywriter</em> profesional memerlukan dua macam pengetahuan, yaitu pengetahuan umum dan pengetahuan khusus. Keduanya berbeda satu dari lainnya.<br />
<strong>Pengetahuan Umum:</strong><br />
<em>Copywriter</em> terbaik di dunia kebanyakan merupakan orang-orang yang selalu ingin tahu (<em>curious</em>) tentang berbagai hal, banyak membaca, punya hobby banyak, suka melakukan perjalanan (<em>traveling</em>), kerapkali menguasai berbagai ketrampilan, &#8211; karena mudah bosan dengan suatu ketrampilan -, kemudian mencari ketrampilan baru untuk dikuasainya, selalu haus pengalaman dan pengetahuan, memandang orang lain menarik, oleh karena itu dia merupakan &#8220;pendengar yang baik&#8221;.<br />
Bagaimana dengan Anda &#8230;? Apakah Anda termasuk kategori itu? Jika tidak, &#8230; sebaiknya Anda segera mulai dan tumbuhkan minat pada berbagai hal di mana pun Anda berada. Ini berlaku seumur hidup.<br />
<strong>Pengetahuan Khusus:</strong><br />
Untuk bisa menjual produk Anda, Anda harus menjadi &#8220;ahli&#8221; mengenai produk yang akan Anda jual. Menjadi &#8220;ahli&#8221; berarti mempelajari tentang produk yang bersangkutan untuk memperoleh pengetahuan khusus agar Anda dapat memberi informasi yang benar dan nyata tentang produk itu kepada prospek Anda. Mengapa? Karena setiap produk memiliki karakteristik, cirinya masing-masing untuk diinformasikan kepada prospek Anda dengan cara Anda yang khusus pula. Singkatnya, produk Anda memiliki ciri khasnya masing-masing, tergantung pada Anda bagaimana mengetahui pikiran prospek Anda atas produk itu. Nah, pikiran mereka tentang produk itu disebut oleh David Ogilvy &#8220;<em>a product&#8217;s inherent drama</em>&#8221; (drama yang melekat pada produk).<br />
Di samping kedua pengetahuan itu, umum dan khusus, Anda juga dituntut untuk memiliki <strong>&#8220;kunci&#8221; lainnya</strong> yang disebut<strong> &#8220;<em>inside knowledge</em>&#8221; </strong>(pengetahuan di dalam), yang dimaksukan adalah pengetahuan tentang keadaan, karakteristik, keinginan, kebutuhan di dalam target market (pasar sasaran) yang ingin Anda jangkau, yaitu sekelompok perorangan kepada siapa Anda akan menjual produk Anda.<br />
Anda perlu menjadi ahli dalam hal &#8220;pikiran pasar sasaran Anda tentang produk Anda&#8221;. Anda perlu melibatkan diri dengan mereka, perlu mengetahui apa yang membuat pasar sasaran Anda mengeluarkan uang dari koceknya. Kalau Anda mengabaikan hal ini, maka &#8230; hhmmm &#8230; terlepaslah &#8220;ikan&#8221; dari kailnya.  Titik.<br />
<strong>Jadi &#8230; ingat, jangan sampai terlepas ikannya.</strong><br />
Salam,</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="TUJUAN COPYWRITING ADALAH "MENINGKATKAN PENJUALAN" " url="http://lehmannsblog.com/?p=54"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/tujuan-copywriting-adalah-meningkatkan-penjualan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENTINGNYA PENGARUH &#8220;COPY WRITING&#8221; TERHADAP &#8220;PENJUALAN&#8221;</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/pentingnya-pengaruh-copy-writing-terhadap-penjualan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pentingnya-pengaruh-copy-writing-terhadap-penjualan</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/pentingnya-pengaruh-copy-writing-terhadap-penjualan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 09:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[bonus]]></category>
		<category><![CDATA[consumer-satisfaction]]></category>
		<category><![CDATA[copy-writing]]></category>
		<category><![CDATA[discount]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan-pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan-purnajual]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[repeat-buyer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/2009/01/36/</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda ingin berjualan secara online, jangan beranggapan bahwa berjualan melalui Internet adalah pekerjaan ringan. Berbeda dengan berjualan retail offline pada umumnya, berjualan secara online (e-retailer) memiliki tuntutan dan tantangan tersendiri. Bahkan, tantangannya lebih sulit dibanding dengan melayani pelanggan offline, mengingat Anda menghadapi pelanggan di dunia &#8220;maya&#8221; &#8211; tidak berhadapan langsung dengan pelanggan. Namun kesulitan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda ingin berjualan secara online, jangan beranggapan bahwa berjualan melalui Internet adalah pekerjaan ringan.</p>
<p>Berbeda dengan berjualan <em>retail offline</em> pada umumnya, berjualan secara <em>online</em> (<em>e-retailer</em>) memiliki tuntutan dan tantangan tersendiri. Bahkan, tantangannya lebih sulit dibanding dengan melayani pelanggan <em>offline</em>, mengingat Anda menghadapi pelanggan di dunia &#8220;maya&#8221; &#8211; tidak berhadapan langsung dengan pelanggan. Namun kesulitan itu bukannya tidak dapat diatasi.</p>
<p>ForeSee, mengungkapkan hasil surveynya mengenai &#8220;<em>online retail</em>&#8221; yang menyatakan bahwa hanya Amazon dan Netflix yang merupakan <em>online retailer</em> terbaik dengan nilai di atas 80 (yang dinilai oleh <em>American Consumer Satisfaction &#8211; University of Michigan</em>, nilai 80 adalah Standar Kepuasan yang baik). Sementara yang lainnya, pada umumnya hanya berada di bawah nilai (score) 69.</p>
<p>Secara umum, berjualan atau berdagang, memerlukan beberapa ketentuan agar berhasil, antara lain:<br />
1. <strong>Merchandize</strong>, yakni ketersediaan produknya, keragaman jenis produknya serta daya tarik produknya;</p>
<p>2. <strong>Functionality</strong>, yaitu fungsi dan keragaman fitur dari produk yang beragam pula, manfaatnya bagi pembeli serta kemudahan pemakaiannya atau peng-&#8221;operasi&#8221;-annya (<em>user friendly</em>);</p>
<p>3. <strong>Content,</strong> atau isinya &#8211; dalam hubungan dengan produk online, adalah isi situsnya yang menunjukkan kecermatan (<em>accuracy</em>), berkualitas (<em>quality</em>) serta mutakhir (<em>up-to-date</em>), mudah dicerna serta mengandung kebenaran.</p>
<p>4. <strong>Price</strong>,  harga produk yang ditawarkannya wajar  serta tingkat harganya bersaing dengan produk lain yang sejenis.</p>
<p>Nah, kepuasan pelanggan itulah, bukan hanya pelanggan <em>online retail</em> <span id="more-36"></span>melainkan juga di dunia <em>offline</em>, yang membawa mereka &#8220;kembali&#8221; untuk membeli,  &#8211; menjadi &#8220;<em>repeat buyer</em>&#8221; atau singkatnya &#8220;<em>repeater</em>&#8220;;</p>
<p><strong>Merchandizing</strong>:</p>
<p>Bagaimana pelanggan akan berbelanja kembali dari Anda, jika produk Anda hanya ada satu jenis? Atau pada saatnya &#8220;dipesan&#8221;, tidak lagi tersedia. Di Indonesia, pada umumnya, daya tarik untuk membeli suatu produk terletak pada &#8220;hadiah&#8221; atau &#8220;bonus&#8221;-nya. Dua produk yang serupa dari dua pesaing yang berbeda, memberikan hadiah atau bonus yang berbeda. Yang menawarkan bonus paling menarik berpeluang lebih besar untuk memenangkan persaingan. Daya tarik lainnya, adalah pelayanan purnajual. Pelanggan mendapatkan &#8220;pelayanan&#8221; extra (tanpa bayaran extra), berupa tuntunan (<em>guidance</em>) atau petunjuk lainnya agar dapat meng-&#8221;operasi&#8221;-kan produk yang telah dibelinya.</p>
<p><strong>Functionality</strong>:</p>
<p>Bagaimana pelanggan akan kembali membeli, jika ternyata produk yang dibelinya berfungsi tidak sesuai dengan yang dinyatakannya. Atau ternyata sukar pemakaiannya atau aplikasinya, dengan kata lain &#8220;tidak <em>user friendly&#8221;</em>.</p>
<p><strong>Content</strong>:</p>
<p>Dalam hubungannya dengan <em>online-product</em> (yang pada hakekatnya berbentuk informasi, misalnya suatu program, <em>software</em>) yang bersifat &#8220;maya&#8221; sangat memerlukan &#8220;penjelasan&#8221; yang lengkap (<em>comprehensive</em>), cermat (<em>accurate</em>), mutakhir (<em>up-to-date</em>) dan benar (<em>correct</em>). Tentu saja, dengan penjelasan yang &#8220;memikat&#8221; sehingga &#8220;mampu menjual&#8221; (<em>selling</em>). Nah, di sinilah Anda perlu memiliki penguasaan <em>copy-writing</em>.</p>
<p><strong>Price</strong>:</p>
<p>Dalam kaitannya dengan penawaran harga, pada hakekatnya, pembeli ingin mendapatkan &#8220;harga yang pantas&#8221;, terjangkau (<em>reasonable</em>) untuk kualitas produk tersebut.</p>
<p>Adapun daya tarik tambahan, yang pada umumnya &#8220;memikat pembeli&#8221; adalah discount (potongan harga), hadiah atau bonus, masa berlakunya harga &#8211; lewat masa itu harga berbeda (naik), dll.</p>
<p>Akhirnya, di atas  semua itu Anda perlu memperhatikan dan mendengarkan umpan balik (<em>feedback</em>) dari pelanggan perihal keinginan serta preferensi mereka. Pengalaman mereka ketika berada di situs Anda akan menentukan tingkat kepuasan mereka.</p>
<p><strong>Ingatlah, kepuasan mereka akan membawa mereka kembali untuk belanja dari Anda.<br />
</strong></p>
<p>Salam,</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="PENTINGNYA PENGARUH "COPY WRITING" TERHADAP "PENJUALAN"" url="http://lehmannsblog.com/2009/01/36/"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/pentingnya-pengaruh-copy-writing-terhadap-penjualan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BERBAGI PENGALAMAN BAGAIMANA SAYA MEMULAI BISNIS ONLINE</title>
		<link>http://lehmannsblog.com/berbagi-pengalaman-bagaimana-saya-memulai-bisnis-online.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=berbagi-pengalaman-bagaimana-saya-memulai-bisnis-online</link>
		<comments>http://lehmannsblog.com/berbagi-pengalaman-bagaimana-saya-memulai-bisnis-online.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 03:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lehmann</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan]]></category>
		<category><![CDATA[joko susilo]]></category>
		<category><![CDATA[jutawan]]></category>
		<category><![CDATA[lehmann]]></category>
		<category><![CDATA[masa tua]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>
		<category><![CDATA[smuo]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lehmannsblog.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[JAMINAN MASA TUA merupakan hal yang sangat didambakan oleh setiap orang, termasuk Anda dan saya juga. Banyak orang yang merasa secara finansial tidak terjamin masa tuanya, jangankan masa tua &#8230;, saat ini pun kebutuhan minimal saja tidak terjamin terpenuhi. Sedikitrnya itulah yang saya alami. Berbagai cara pun harus ditempuh untuk memenuhinya &#8230;, namun timbul pertanyaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAMINAN MASA TUA merupakan hal yang sangat didambakan oleh setiap orang, termasuk Anda dan saya juga.<br />
Banyak orang yang merasa secara finansial tidak terjamin masa tuanya, jangankan masa tua &#8230;, saat ini pun kebutuhan minimal saja tidak terjamin terpenuhi. Sedikitrnya itulah yang saya alami.<img class="alignright size-thumbnail wp-image-15" title="Jaminan Masa Tua" src="http://lehmannsblog.com/wp-content/uploads/2009/01/8259-150x150.png" alt="SERBA-SERBI BISNIS INTERNET" width="150" height="150" /><br />
Berbagai cara pun harus ditempuh untuk memenuhinya &#8230;, namun timbul pertanyaan di benak tiap orang: Sampai kaaaapan saya ini harus bekerja banting tulang tanpa hasil mencukupi? Di hari tua nanti &#8230;, haruskah saya bekerja setiap hari, seminggu lima hari, sebulan 25 hari, sementara jasmani semakin termakan usia? &#8230; Beban biaya hidup semakin tinggi, sementara  kita harus <span id="more-5"></span>bekerja tiap hari dengan kondisi perjalanan yang melelahkan dari rumah ke kantor, &#8230; pergi-pulang &#8230;, sehingga kehabisan waktu untuk keluarga. Jangankan untuk berlibur.</p>
<p><strong>Pernahkah Anda dihadapkan pada masalah seperti itu?</strong></p>
<p>Sekarang ini, agaknya patut kita bersyukur dengan adanya perkembangan teknologi dalam ERA KOMUNIKASI ini, berkat ada internet yang bisa membantu kita mengatasi kondisi seperti yang Anda dan saya alami.</p>
<p>Bisnis online, banyak juga yang menyebutnya bisnis internet, sudah diketahui banyak orang dan keberhasilan mereka memperoleh uang dari internet sudah banyak kita dengar. Joko Susilo, ST., adalah salah satu di antara yang berhasil. &#8230; Kita patut bertanya. Apa sih rahasianya &#8230;? Bagaimana sih caranya &#8230; ? Ternyata sangat sederhana: Ia menyisihkan waktu SATU-DUA JAM tiap hari, &#8230; maka jadilah ia seorang JUTAWAN, Anda, &#8211; dan saya, juga pengen dong kaya seperti dia. Tapi, apa ya yang harus kita perbuat? Saya ceritakan sedikit pengalaman saya.</p>
<p>Sejak 2004 saya mulai “berkelana” mencari ilmu yang disebut “bisnis internet” tanpa hasil yang memuaskan, baru beberapa waktu yang lalu saya mendapatkannya di FormulaBisnis.com milik Joko Susilo.</p>
<p>Melalui SMUO (Sistim Mesin Uang Otomatis) yang diciptakannya, saya mendapatkan berbagai hal tentang bisnis internet yang, &#8211; bagi saya -, merupakan &#8220;pengetahuan baru&#8221;.<br />
SMUO telah menuntun saya, &#8211; sekalipun saya sebagai pemula -, mulai dari mengenal apa dan bagaimana bisnis internet, bagaimana saya harus menyikapi bisnis itu, bagaimana saya harus memelihara semangat juang untuk berbisnis.</p>
<p>Petunjuk pertama yang saya jumpai: <strong>&#8220;Jika Anda Bisa Mengetik dan Mengakses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup untuk Menghasilkan Uang Melimpah dari Internet&#8230; Hanya Jika Anda Tahu Caranya!&#8221;</strong> Sederhana sekali, kan?</p>
<p>Syarat pertama, <strong>Bisa Mengetik</strong>; syarat kedua, <strong>Bisa Mengakses Internet</strong>; syarat ketiga <strong>Tahu Caranya</strong>.<br />
Seketika saya merasa sudah memenuhi syarat pertama dan kedua. &#8230; Jika Anda sedang membaca blog ini, saya yakin Anda pun sudah memenuhi syarat pertama dan kedua, betul nggak? Untuk memenuhi syarat ketiga, &#8230; kita harus memiliki SMUO yang akan menuntun kita agar Tahu Caranya. Untuk mendapatkannya saya pun segera bergabung dengan <a title="Bisnis Internet Paling Direkomendasikan" href="http://formulabisnis.com/?id=lehmann">FormulaBisnis.com</a> agar Tahu Caranya Bagaimana Memulai Bisnis Online.</p>
<p>Salam,</p>
<script type="text/javascript" class="owbutton" src="http://www.onlywire.com/button" title="BERBAGI PENGALAMAN BAGAIMANA SAYA MEMULAI BISNIS ONLINE" url="http://lehmannsblog.com/?p=5"></script>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lehmannsblog.com/berbagi-pengalaman-bagaimana-saya-memulai-bisnis-online.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

