MENGGALI ILMU MENDULANG UANG


Benahi Unsur Produk Tingkatkan Bisnis Wisata Daerah

Enterpreneurship

 

Gili Trawangan, Lombok Utara berupaya meningkatkan Bisnis Wisata dengan membenahi salah satu unsur pruduk wisata dalam bentuk penertiban bangunan permanan dan non permanen di pantai Gili Trawangan, Lombok Utara, NTT.

Langkah membenahi unsur produk, baik produk barang (goods) maupun jasa (services, termasuk pariwisata) merupakan langkah yg senantiasa perlu dilakukan dalam melakukan bisnis apapun.

Apresiasi Menteri Pariwisata

Menteri Pariwisata, Arief Yahya pun tidak segan-segan menyampaikan penghargaannya atas langkah Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar dan seluruh jajarannya yang membongkar seluruh bangunan yang telah berdiri menutup pantai bersih dan biru itu dengan mengacungkan dua jempolnya.

“Ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah yang memiliki destinasi pantai indah, pemandangan cantik, dari tepian jalan. Jangan pernah terhadang oleh bangunan apapun!” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Ini juga bagian dari CEO (Chief Executive Officer) Commitment! Ketika Sang Bupati, atau Walikota atau kepala daerah peduli dengan keindahan alam, maka apa saja yang membuat “rusak” pemandangan, harus ditertibkan. Karena di mana-mana, di seluruh dunia, yang namanya pantai itu pasti terbentang dan tidak didirikan bangunan. “Kalau ada bangunan yang menjorok ke pantai, itu namanya egois. Dia mengabaikan hak public untuk menyaksikan keindahan alam ciptaan Tuhan,” ujar Arief Yahya.

Berlandaskan prinsip itu, Arief Yahya pun pernah berpesan kepada Bupati Pesisir Selatan, Mandeh, Sumatera Barat, AKBP (Purn.) H. Hendrajoni S.H., M.H. yang sedang mengembangkan daerahnya sebagai destinasi bahari untuk segera membuat Perda, yang melarang bangunan di sisi jalan, yang memiliki pemandangan langsung ke laut.

Dikatakannya bahwa pembangunan pariwisata pantai tidak boleh egois, karena itulah keindahan yang ditawarkan kepada wisatawan. Kalau di pantai didirikan bangunan, maka orang tidak lagi bisa melihat keindahan pemandangan alam yang menjadi keunggulan Mandeh. Ujung-ujungnya, orang tidak mau lagi datang ke sana,” papar Menpar Arief Yahya.

Contoh Buat Destinasi Lain

Sikap tegas dan memikirkan masa depan yang dilakukan Bupati Najmul Akhyar itu juga harus dicontoh oleh destinasi lain. Seperti Labuan Bajo NTT, yang semakin padat (crowded), Danau Toba Sumatera Utara, Manado, Wakatobi, Belitung, Tanjung Lesung Banten, dan hampir semua destinasi wisata di tanah air. “Kalau kita peduli untuk kepentingan masa depan pariwisata yang sustainable, maka penertiban itu harus dilakukan sejak awal. Cukup dengan Perda, itu bisa dilakukan,” kata Arief Yahya.

Langkah Lombok Utara dengan menertibkan bangunan permanen maupun semi permanen di Gili Trawangan itu, adalah langkah cerdas dan memikirkan sustainabilitas. Wisman dan Wisnus akan lebih nyaman menikmati pantai, dengan segala sensasinya.

Sudah puluhan tahun bangunan permanen itu berdiri sepanjang bibir pantai Gili Trawangan. Senin, 20 Februari 2017 itu, aparat pemda membongkar seluruh bangunan yang memakan pantai. Bupati menyadari, ketegasan ini penting untuk kemajuan pariwisata yang merupakan backbone ekonomi Lombok Utara. Bupati Najmul pun sudah berkali-kali melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada pemilik bangunan itu.

Ke depan, bibir pantai Gili Trawangan itu akan dirancang menjadi 3 jalur, yakni untuk cidomo atau kuda-bendi, sepeda dan pejalan kaki. Dengan konsep ini dia yakin, suasana Gili Trawangan akan semakin nyaman dan tidak saling bertabrakan.

Saat ini, rata-rata wisman yang masuk ke sana, ada 1.200 orang perhari. Dan Gili Trawangan adalah magnet periwisata Lombok yang memiliki kekayaan wisata bahari yang kuat. Pasirnya putih, bersih, airnya jernih, dan banyak situs penyelaman (dive site) yang merupakan salah satu surga bagi penyelam. Ada kapal karam yang sudah menjadi rumah terumbu karang dan kawanan ikan-ikan, ada kura-kura, ada nemo, dan lainnya.

Selain Gili Trawangan, Lumbok Utara juga punya Gili Meno dan Gili Air yang suasananya lebih asri dan lebih natural. “Silakan berwisata ke Gili Gili, Anda akan menemukan sensasi bawah laut yang keren,” kata Menpar Arief Yahya mengakhiri pernyatannya.(*)

1 Comment

1 Comment

  1. Soelaiman Wiria-AtmadjaNo Gravatar  •  Feb 27, 2017 @08:32

    1. Prinsip larangan membangun dengan menghalangi pemandangan, seyogyanya tidak hanya berlaku untuk pantai saja, melainkan juga berlaku untuk semua jenis “pemandangan” ~ seperti pegunungan, dataran persawahan dsb.
    2. Upaya yang dilakukan Lombok Utara seyogyanya juga dicontoh oleh situs-situs wisata di Bali ~ khususnya wilayah Kuta & Seminyak.

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>