MENGGALI ILMU MENDULANG UANG


Antara Kegiatan Usaha dan Sosial

Motivasi

Dewasa ini, banyak di antara para pengusaha dan/atau perusahaan yang melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dikenal sebagai perwujudan CSR (Corporate Social Responsibility atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan).
Kegiatan yang dilakukannya acapkali tidak terkait dengan kepentingan pengusaha dan/atau perusahaan, melainkan lazimnya terkait dengan masyarakat, terutama yang berada di sekitar lingkungan usahanya.
bisnis&sosial_1Pada dasarnya, CSR bertujuan memberdayakan “pemangku kepentingan” (stakeholder, termasuk masyarakat) yang diharapkan akan membawa berbagai manfaat bagi semua pihak, baik pihak pengusaha/perusahaan itu sendiri, pihak penguasa (pemerintah), maupun masyarakat (termasuk masyarakat yang merupakan karyawan perusahaan). Oleh karena itu kegiatannya banyak berupa kegiatan yang menyangkut kelestatian lingkungan, memelihara hubungan dengan pelanggan dan pemangku kepentingan pada umumnya, kepentingan hukum, standar etika, norma-norma yang ada dalam masyarakat, baik setempat, nasional maupun internasional, serta kegiatan yang sifatnya membantu dan mendorong upaya perbaikan tingkat pendidikan masyarakat serta upaya pengentasan kemiskinan.
Pernahkah terfikir oleh Anda, sejak kapan CSR itu diperkenalkan atau dilakukan?
Istilah Corporate Social Responsibility itu sendiri, mulai biasa digunakan antara akhir 1960 – awal 1970 setelah banyak perusahaan multinasional membentuk istilah “stakeholder”, yaitu istilah yang ditujukan bagi mereka yang terlibat dan/atau terkena dampak kegiatan suatu organisasi perusahaan.
CSR pada hakekatnya bisa memberikan dampak promosi perusahaan dan produknya di kalangan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan CSR yang bersangkutan, bahkan jika cukup cerdik dilakukan, bisa juga melibatkan media massa sehingga mendapat publikasi cukup luas.

Keteguhan, kegigihan, keuletan, dan rasa sosial membawa Sukses

Suatu hari saya membaca artikel dalam Koran SINDO, yang mengisahkan dan mengingatkan kepada saya akan suatu keyakinan uNtuk SUKSES yang dibangun melalui kegiatan sosial, yang dewasa ini sudah banyak diterbitkan buku yang lazim menjadi bacaan dan pedoman bagi para pengusaha yang ingin sukses. Begini inti kisahnya.
Suatu ketika di suatu tempat ada seorang pemuda yang bergegas menuju suatu restoran karena merasa sangat lapar dan bermaksud mau makan. Setelah ia memesan makanannya, datanglah seorang anak kecil yang menjajakan makanan menawarkan dagangannya kepada pemuda itu. Terjadilah suatu dialog.
Sang anak: “Pak, kuenya pak, sambil menunggu pesanan”.
Sang pemuda: “Nggak dik, saya mau makan nasi aja, lagi lapar belum makan dari pagi”.
Sang anak itu pergi, masih berada di sekitar restoran tersebut, sambil menawarkan dagangannya kepada orang yang lalu lalang di jalanan, tanpa mendapat perhatian.
Setelah kenyang selesai makan, sang pemuda keluar restoran dihadang lagi oleh anak itu sambil membujuk pemuda itu untuk membeli.
Sang pemuda tetap menolak, tapi anak itu tidak mau pergi malah setengah merengek menawarkan dagangannya, katanya: “Kuenya pak, untuk dibawa pulang oleh-oleh di rumah”. Pendek cerita, pemuda itu tetap menolak, sambil menyodorkan uang, berkata: “Begini saja dik, ini uang dari saya, tapi saya nggak mau kuenya, saya sudah kenyang makan tadi”. Anak itu tidak mau menerima uangnya, dan berkata: “Nggak usah pak, bapak kan nggak beli kuenya masa kasih uang”. Pemuda itu memaksa dan mengatakan: “Nggak apa-apa, ini sedekah dari saya, karena kamu sudah gigih berjualan”. Akhirnya anak itu menerima, sambil mengucapkan terima kasih dia pergi, tapi kemudian pemuda itu melihat anak itu memberikan uang yang diperolehnya kepada seorang kakek di sudut restoran itu. Sang pemuda heran dan bertanya: “Dik, kenapa kamu kasih uang itu kepada kakek itu? Bukankah kamu jualan kue untuk mendapat uang? Sudah dapat uang malah dikasihkan orang”. Pemuda itu setengah terkejut karena mendapat jawaban begini: “Iya pak saya mencari uang dengan jualan bukan mengemis. Ibu berpesan, saya nggak boleh terima uang kalau orangnya nggak beli. Tadi bapak bilang kan, sedekah, jadi saya kasih aja kepada kakek itu, kalau saya bawa pulang, saya dimarahin ibu”. Luruhlah hati sang pemuda, akhirnya dia bilang: “Dik, kamu punya kue berapa banyak, berapa semua harganya? Saya beli semua ya”. Sambil memberikan uang pembelian kuenya, sang pemuda berkata: “Ini uangnya, dan terima kasih ya untuk pelajaran hari ini”. Dengan muka berseri-seri dan sambil tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan pemuda itu, bergegaslah dia pulang.

Pesan moral yang dapat ditarik dari kisah ini:

  1. Betapa teguh hati anak itu berpegang pada pesan ibunya;
  2. Betapa gigih anak itu berupaya menjual dagangannya;
  3. Betapa mulia hati anak itu untuk berperasaan sosial memberikan uangnya kepada orang lain;
  4. Betapa sang anak berhasil meluruhkan hati seorang calon konsumen, dan akhirnya berhasil menjual habis dagangannya, dan …
  5. Betapa besar SUKSES yang diraih anak itu berkat kegigihan dan rasa sosialnya.

Dalam skala besar dapat diharapkan SUKSES USAHA semacam itu tidak mustahil terjadi melalui kegiatan-kegiatan CSR pada umumnya.

Kisah di atas merupakan saduran bebas dari artikel berjudul “Pesan Ibu” yang terbit di Koran SINDO – Senin, 27 Mei 2013, dengan ucapan terima kasih kepada andriewongso.com yang menjadi sumber inspirasi dan motivasi.

9 Comments

9 Comments

  1. rizafaishNo Gravatar  •  Jun 26, 2013 @11:48

    tulisan sobat sendiri ya?
    keren

    blogwalking 😀

  2. rizafaishNo Gravatar  •  Jun 26, 2013 @11:48

    blogwalking 😀

    therizanotes.blogspot.com

  3. Jasa Foto MurahNo Gravatar  •  Jun 29, 2013 @17:58

    Great blog & info here, please visit back, thanks

    Arbazena Photography – Jasa Foto Murah Untuk Berbagai Kebutuhan & Kegiatan

  4. LehmannNo Gravatar  •  Jul 4, 2013 @20:56

    Thanks for your visit. I did visit yours and found excellent photos you got there.

  5. LehmannNo Gravatar  •  Jul 4, 2013 @20:57

    Makasih buat kunjungannya.

  6. LehmannNo Gravatar  •  Jul 4, 2013 @21:06

    Thanks for your visit. I did visit yours and found excellent photos you made.

  7. LehmannNo Gravatar  •  Jul 4, 2013 @21:07

    Terima kasih untuk kunjungannya, ya.

  8. Ron B. OwensNo Gravatar  •  Dec 5, 2013 @08:25

    Aktivitas hijau di Penjaringan, Jakarta Utara dilakukan melalui program Lingkungan Sehat Masyarakat Mandiri yang diprakarsai oleh Mercy Corps Indonesia. Masyarakat miskin di Penjaringan terlibat aktif tanpa terlalu banyak intervensi dari Mercy Corps Indonesia. Program berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan kualitas lingkungan kumuh di Penjaringan. Masyarakat di Penjaringan sangat antusias untuk melakukan kegiatan ini dan mereka yakin untu mampu mendaurlang sampah di lingkungannya dan menjadikannya sebagai lapangan pekerjaan yang juga akan berkontribusi untuk mengentaskan kemiskinan di lingkungannya.

  9. LehmannNo Gravatar  •  Dec 12, 2013 @15:22

    Keberhasilan upaya Mercy Corps Indonesia merupakan wujud keseimbangan antara Kegiatan Usaha dan Kegiatan Social yg dimaksud dalam artikel di atas. Masyarakat sekitar jadi ikut menikmati “perubahan” yang terjadi di lingkungannya dengan menyadari perlunya mereka melakukan “upaya” perubahan demi kepentingan mereka juga.
    Terima kasih atas infonya.

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>