MENGGALI ILMU MENDULANG UANG


ANDA BERJIWA PEGAWAI ATAU BERJIWA INVESTOR?

Enterpreneurship

Saya yakin Anda pernah mendengar nama Robert T. Kyosaki, warganegara Amerika keturunan Jepang, tinggal di Hawaii. Ia adalah seorang motivator bisnis yang menulis buku The Cashflow Quadrant, – Kwadran Aliran Uang. Ia bukan hanya sekedar motivator bisnis, melainkan juga motivator “kebebasan finasial” (financial freedom) melalui bukunya yang tersohor Rich Dad, Poor Dad, – Ayah Kaya, Ayah Miskin.
Ia mengatakan bahwa atas dasar motivasinya dalam mencari nafkah, seseorang dapat dikelompokkan ke dalam salah satu atau mungkin dua kwadran sekaligus, yang masing-masing disebutnya sebagai kelompok pegawai, kelompok pekerja bebas, kelompok pemilik bisnis dan kelompok penanam modal.
Kwadran itu sendiri, sebagaimana Anda pelajari di sekolah, adalah seperempat bagian dari sebuah bidang (bulat, persegi atau lonjong tidak masalah).

SERBA-SERBI BISNIS INTERNET

Cashflow Quadrant

Masing-masing kwadran menunjukkan tempat masing-masing kelompok orang dengan diberi notasi E (Employee) bagi kelompok pegawai, S (Self-employed) untuk kelompok pekerja bebas atau pekerja lepas, – saya lebih suka dengan sebutan “pekerja mandiri” -, B (Business Owner) untuk kelompok pemilik bisnis dan I (Investor) bagi kelompok penanam modal, – lihat ilustrasi. Robert T. Kyosaki membedakan antara kwadran yang berada di sisi kiri dengan yang di sisi kanan. Kelompok kwadran sisi kiri, – E dan S -, dinilainya sebagai kelompok yang lebih mengandalkan pada nafkah yang aman, reguler serta yang menjamin penghasilan secara teratur dan pasti serta tanpa risiko. Kelompok di sisi kiri ini seringkali disebut sebagai “safety player“. Sementara kelompok di sisi kanan pada umumnya “berani” mengambil risiko dalam menghadapi “peluang” yang dijumpainya, sehingga kelompok ini lazim disebut sebagai “risk taker“.
Pola pikir (mind set) kelompok kwadran sisi kiri, “Menanam modal itu berisiko”. Sementara pola pikir kelompok kwadran sisi kanan, “Tidak ada bidang usaha atau pekerjaan tanpa risiko”. Mereka menilai bahwa pegawai pun menghadapi risiko “dipecat” dari pekerjaannya, jika pekerjaan atau ethos kerjanya dinilai “tidak memuaskan”.
Lebih lanjut, Robert T. Kyosaki menjelaskan bahwa jika Anda berada di kwadran sisi kiri, – E dan S -, dan ingin memiliki “kebebasan finansial”, maka Anda harus bersedia, belajar, berlatih dan berupaya untuk “menjadi” orang yang berada di kwadran sisi kanan, – B dan I -. Konsekuansinya, Anda harus “mengubah” pola pikir Anda, yaitu dari pola pikir kwadran sisi kiri (safety player) menjadi pola pikir kwadran sisi kanan (risk taker).
Bagaimana ia membedakan masing-masing kelompok itu satu dengan lainnya antara E, S, B dan I?

  • E (Employee). Seorang yang berjiwa pegawai selalu akan berupaya agar tetap bekerja (jadi pegawai), karena dinilainya bahwa dengan bekerja ia akan mendapat jaminan penghasilan yang tetap dan pasti, bahkan mungkin ia berharap mendapat “tunjangan” lainnya, seperti tunjangan  kesehatan dan hari tua. Kata “risiko” akan menimbulkan ketakutan baginya. Rasa aman mambuatnya bahagia. Bagi mereka rasa aman bahkan lebih penting daripada uang. Bukan hal aneh jika mereka mengatakan : “Aku tidak tertarik pada uang”.
  • S (Self-employed). Mereka ingin menjadi bos mereka sendiri. Sangat independen dalam hal keuangan. Tidak suka jika besarnya penghasilan ditentukan orang lain. Mereka menilai bahwa kerja keras atau keahlian mereka patut dibayar tinggi. Karena itu mereka sadar bahwa tanpa kerja keras dengan sebaik-baiknya, mereka tidak patut dibayar tinggi. Berbeda dengan seorang pegawai, pekerja bebas senantiasa akan berupaya agar “hasil kerja”-nya adalah yang terbaik. Bahkan acapkali ia menganggap orang lain tidak se-“hebat” dia, karena mereka pada umumnya berjiwa “perfeksionis”. Akibatnya, mereka tidak suka mendelegasikan pekerjaannya kepada orang lain, karena dianggapnya tidak ada orang lain yang bisa mengerjakan sesuai dengan kriteria yang ditentukannya. Bagi mereka, uang tidaklah penting, kemandirian dan “pengakuan” atas kelebihan mereka dinilai lebih penting daripada uang. Banyak di antara mereka merupakan pekerja “profesional” yang berpendidikan tinggi atau lebih tinggi dari rata-rata, seperti dokter, arsitek, akuntan, pengacara, konsultan, namun tidak jarang mereka merupakan pemilik toko eceran (warung), montir, artis dan sejenisnya yang lebih suka “mandiri” ketimbang jadi pegawai orang lain. Di Indonesia, banyak di antara artis, – selaku seorang pekerja bebas (S) -, mengubah dirinya dan berhasil -, menjadi seorang pemilik usaha (B).
  • B (Business-owner). Kelompok B berlawanan dengan kelompok S, dalam hal menangani pekerjaan. Kelompok ini lebih suka “menggunakan” orang-orang cerdik pandai, – yang berasal dari keempat kelompok, baik E, S, B, maupun I -, untuk mengerjakan pekerjaannya dengan hasil “lebih baik”. Moto kebanyakan dari kelompok ini adalah “Mengapa saya harus mengerjakan sendiri kalau bisa “menyewa” orang lain yang mampu mengerjakannya dengan lebih baik?”. Pada umumnya seseorang dari kelompok B banyak dikelilingi tenaga kerja ahli untuk masing-masing bidang yang berbeda. Sedangkan dia sendiri lebih suka mengerjakan tugas yang menurutnya “lebih penting”, seperti “berfikir”, – tent saja  … demi kemajuan usahanya.
  • I (Investor). Bagi seseorang yang berada di kwadran ini, kata “risiko” sangat mungkin menimbulkan “semangat” baginya. Ia akan selalu ingat slogan yang menyatakan “high risk, high income“. Mata fisik dan mata hatinya senantiasa akan mencari dan menemukan “peluang investasi” yang menguntungkannya. Sebagai contoh: Tatkala gelombang krismon melanda Indonesia, dan melihat gejala “suku bunga yang meningkat pesat”, ia menginvestasikan uangnya dalam “deposito”, tatkala suku bunga menunjukkan gejala menurun, dia hentikan investasi dalam deposito. Selain itu, ia melihat gejala kurs dollar yang meningkat pesat sebagai peluang investasi dalam valuta. Selaku seorang investor, jika dia ingin kaya, dia akan berbuat agar uangnya bekerja untuk dirinya, bukan dia yang bekerja untuk uang.

Bagi Anda yang belum termasuk kelompok kwardan sisi kanan, jangan dulu berkecil hati. Memang, untuk mengubah “pola pikir” (mind set) kwardan sisi kiri menjadi pola pikir sisi kanan tidak dapat berlangsung secara instan, seperti halnya Anda menginstal program applikasi komputer Anda. Atau secara populer, seperti membalikkan telapak tangan Anda.
Tentu saja Anda memerlukan waktu untuk mengubah pola pikir Anda, terutama mengingat kondisi lingkungan masyarakat kita (di Indonesia) yang belum mendukung pembentukan pola pikir wirausaha. Sejak lahir, Anda terdidik dalam lingkungan yang membentuk pola pikir Anda untuk tidak berani mengambil risiko (risk taking). Berbeda dengan masyarakat Tionghoa, – di mana pun mereka berada -, lingkungan keluarganya pun sudah bernuansa wirausaha. Tidak usah heran jika mereka banyak yang berhasil dalam bisnis dan keuangan mereka.
Meskipun demikian, tak usah Anda jadikan hal ini sebagai excuse atau alasan untuk tidak mengubah pola pikir Anda, … jika Anda ingin berhasil. Semangat dan tekad untuk berhasil perlu Anda pertahankan, jika … memang, Anda ingin berhasil dalam hal bisnis atau keuangan Anda. Nah …, DI KWADRAN MANA POSISI ANDA?
Di posisi mana pun Anda berada, untuk berwirausaha Anda perlu membekali diri dengan mentalitas dan pola pikir seorang wirausahawan (enterpreneur).

Salam SUKSES. Semoga berhasil.

7 Comments

7 Comments

  1. TIANSHI IndonesiaNo Gravatar  •  Sep 27, 2010 @09:04

    salam, salah satu untuk pindah kuadran dengan resiko kecil dan modal kecil adalah dengan personal franchise

  2. cozyblogNo Gravatar  •  Nov 23, 2010 @21:20

    analisanya mantabs mas.

  3. aduarNo Gravatar  •  Dec 5, 2010 @16:41

    aku ga tau juga ini,jiwa apa yg ku miliki!hehe

  4. LehmannNo Gravatar  •  Dec 25, 2010 @09:42

    Terima kasih, semoga bermanfaat.

  5. Marwan AdihartonoNo Gravatar  •  May 10, 2011 @20:46

    Bermanfaat, haturnuhun gan. Jelas di kuadran yang bebas finansial siiiiiiiiiiip dah

  6. Neena PillayNo Gravatar  •  Jun 9, 2011 @17:43

    Im really grateful that I stumbled upon this specific blog post. This is just the information I was initially on the lookout for.

  7. foredi jakartaNo Gravatar  •  Jul 14, 2011 @13:30

    Thank You for such a great idea!….

Leave a Reply

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>